Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 256 Aku Mencintaimu


__ADS_3

Betapa senangnya Shena mendengar apa yang dikatakan Leo. Semakin kagumlah ia pada pria yang berstatus sebagai suaminya ini. Tanpa Shena mintapun suaminya yang keren itu bersedia membantu menyelesaikan masalah gadis manis yang bernama Yuna. Shena memang tak mengenal siapa anak perempuan yang baru saja ditemuinya, ia hanya merasa ada kesamaan antara dirinya dengan Yuna.


Yuna sendiri juga tidak tahu harus berkata apa. Ia agak takut bertemu dengan orang asing setelah beberaap hal buruk telah menimpanya akhir-akhir ini. Namun, aura berbeda dirasakan Yuna pada pasangan sejoli yang serasi ini. Ia merasa aman didekat Shena karena istri Leo itu memang tulus melindunginya walaupun mereka tak saling mengenal satu sama lain.


“Terimakasih Leo, terimakasih.” Shena ingin memeluk suaminya tapi ia tak mungkin melakukan itu di depan Yuna. Kalau Shena yang dulu, mungkin ia takkan ragu lagi, berhubung Shena masih belum mengingat semuanya, ia masih bisa menjaga harga diri dan saraf malunya masih ada.


“Terimakasihnya nanti saja di dalam kamar, Sayang. Ayo kita segera pulang.” Leo meraih pinggang Shena dan mendekatkan tubuh istrinya itu kedalam dekapannya sambil mengedipkan salah satu matanya untuk menggoda Shena.


Sungguh meleleh hati Shena diperlakukan sok sweet oleh Leo. Tak perlu menunggu ingatan Shena kembali bila ingin mencintai Leo sedalam dulu. Sebab kali ini, Shena sepertinya takkan bisa berpaling dari pesona suaminya sendiri. Namun untuk sekarang, Shena harus menekan perasaannya agar tidak lepas kendali. Bisa gawat kalau Shena benar-benar terjerumus dalam lubang cinta Leo. Apalagi di sini masih ada Yuna. Ia tak ingin di cap sebagai wanita tak tahu malu.


“Tuan muda, bagaimana dengan orang-orang ini?” tanya salah satu anak buah Leo.


“Bawa saja mereka ke tempat eksekusi di rumah ayahku. Letakkan dekat kandang Leopard tapi mereka jangan diapa-apakan dulu. Tunggu perintah dariku selanjutnya,” ujar Leo tapi tatapan matanya tak pernah lepas dari mata Shena.


“Baik Tuan muda, tapi saya rasa, pimpinan para preman ini mungkin tidak akan tinggal diam, apa yang akan kita lakukan? Bisa saja mereka menyerang balik kita.” Pengawal Leo itu mengutarakan pendapatnya.


“Biarkan saja, aku malah menunggu mereka keluar dari kandang mereka, dengan begitu … kita bisa menangkapnya hidup-hidup dan menjadikan mereka daging guling agar tak meresahkan masyarakat desa lagi,” ujar Leo penuh makna.


"Baik, Tuan. Kalau begitu kami permisi." pengawal Leo pamit undur diri untuk melaksanakan titah majikannya.


“Apa maksudmu, Leo? Mereka siapa? Apa … akan terjadi sesuatu?” tanya Shena berubah ekspresi menjadi cemas.


“Datuk, orang yang membeli anak ini. Bukanlah orang sembarangan, Sayang. Dia orang yang berbahaya dan juga tak kenal kompromi. Baginya, hidup adalah bisnis, dan dalam bisnis, orang seperti Datuk tak mau rugi. Ia juga tak segan-segan melenyapkan orang yang dianggap merusak ketenangannya, siapapun itu tak terkecuali anak ini,” terang Leo panjang lebar dengan ekspresi senang seolah ia sedang menemukan lawan yang mengasyikkan.


“Bagaimana bisa kau tahu banyak tentang orang itu? apa kau mengenalnya?” Shena jadi semakin penasaran dengan suaminya ini.


“Aku baru saja mendapat informasi tentangnya dari orang-orangku, Sayang. Tapi kau jangan khawatir, akan aku tunjukkan padamu, siapa suami tampanmu ini sebenarnya. Dan aku pastikan, kau … akan semakin jatuh cinta padaku.” Lagi-lagi, Leo mengedipkan salah satu matanya untuk tebar pesona pada Shena.

__ADS_1


Jika Shena yang dulu, mungkin sudah langsung mencium mesra suami genitnya ini. Tapi Shena yang sekarang, masih bisa mengendalikan diri.


“Oh iya? Aku jadi penasaran, siapa kau sebenarnya? Apa yang kulewatkan darimu?” Shena menatap lekat-lekat wajah tampan Leo.


“Siapa aku? Aku … Leopard Bay Pyordova, pangeran tampan dari Jerman dan kini menjadi suami dari seorang wanita cantik yang bernama Shena Narendra Bonscha. Itulah aku.”


“Pangeran tampan dari Jerman? Lalu aku apa? Upik abu? Cinderella?” Shena senyam senyum sendiri mendengar kalimatnya.


“Bukan, kau bukan upik abu ataupun Cinderella, kau adalah putri yang hilang tapi sudah berhasil kutemukan. Kau adalah permaisuri hatiku wahai nyonya Leopard Bay Pyordova. Dan selamanya akan selalu ada dihatiku. Aku mencintaimu.” Leo menggandeng tangan Shena dan mengajaknya kembali pulang ke rumah. Shena juga mengajak anak kecil yang bernama Yuna untuk ikut bersamanya. Anak kecil itupun digendong oleh salah satu pengawal Leo.


"Aku juga mencintaimu," ujar Shena begitu keduanya sudah ada di dalam mobil hanya berdua saja.


***


Shena turun dari mobil Ferari merah Leo saat suaminya itu membukakan pintu mobil untuknya. Beberapa pengawal ikut keluar dari dalam mobil sedan hitam mereka masing-masing yang terparkir rapi dibelakang mobil majikannya.


“Ayah! Ibu!” teriak Yeon, Bima, dan Lea bersamaan. Mereka semua berlari bersama dan tentu saja Leo langsung memeluk ketiganya.


Mata Shena terbelalak antara percaya dan tidak percaya bahwa ketiga anaknya telah tiba di sini lebih awal dari yang dijadwalkan. Air mata Shena mulai keluar karena timbul rasa rindu yang begitu besar terhadap malaikat-malaikat kecilnya yang sudah lama tak bersua bersamanya. Shena merasa, ketiga anaknya sedikit lebih besar dari yang terakhir kali ia lihat.


Pertumbuhan Yeon, Bima dan Lea ternyata sangat pesat dan cepat. Dan itu membuat Shena jadi sedikit merasa bersalah karena tak bisa melihat secara langsung bagaimana pertumbuhan dan perkembangan ketiga anak-anaknya.


“Ibu … kenapa hanya berdiri saja? Ibu tak ingin memeluk kami?” tanya Yeon dengan polosnya.


“Tentu saja ingin, sini … peluk Ibu!” Shena terduduk dan ketiga anak-anaknya langsung memeluk erat tubuh Shena secara bersamaan.


Air mata Shena sudah tak bisa dibendung lagi. Shena memang masih belum ingat sepenuhnya tentang kenangannya bersama ketiga putra putrinya ini. Namun, ikatan batin antara ibu dan anak, telah membuat Shena benar-benar bahagia karena akhirnya ia bisa kembali bertemu dengan ketiga anak-anak yang sudah dilahirkannya.

__ADS_1


“Ibu merindukan kalian bertiga, sangat sangat rindu, maafkan Ibu karena harus membuat kalian bertiga terpisah dari kami berdua. Maafkan ibu Sayang. Ibu tak ingin berpisah dari kalian lagi apapun yang terjadi. Ibu menyayangi kalian semua.” Shena menciumi Yeon, Bima dan Lea secara bergantian untuk melepas rasa rindunya.


“Benarkah itu, Ibu? apa itu artinya … kita akan tinggal bersama lagi selamanya? Ibu sudah sembuh? Ibu sudah tidak sakit lagi?” tanya Bima senang begitu pula dengan kedua saudaranya.


“Ibu akan berusaha sembuh dan menjadi ibu yang baik untuk kalian bertiga.” Shena kembali memeluk Yeon, Bima dan Lea.


“Kami juga sangat merindukan ayah dan Ibu, kami sudah tidak sabar lagi bertemu dengan kalian berdua. Makanya paman Refald mengantar kami kemari secepatnya.”


“Oh iya?” tanya Shena. “Lalu … dimana pamanmu?” Shena melihat sekeliling tapi tak mendapati kakak iparnya dimanapun.


“Di pesawat. Bima dan Lea terus saja menangis meminta ingin segera bertemu dengan Ibu. Makanya Paman membawa kami kemari dengan memeluk kami bertiga. Begitu kami buka mata, kami sudah ada di sini dan melihat kalian datang. Kami sangat senang, Ibu. Ibu sudah tidak sakit lagi.” Yeon merangkul leher Shena di susul Bima dan Lea.


“Selamat datang kembali anak-anakku, ibu sangat senang akhirnya bisa melihat kalian semua lagi.” keempatnya saling berpelukan erat satu sama lain.


Melihat seluruh anggota keluarganya berkumpul, Leo juga sangat bahagia. iapun ikut berlutut dan memeluk ketiga anaknya bersama Shena. Lengkap sudah kebahagiaan Leo dan Shena kali ini. Kalau seperti ini terus, keluarga Leo jadi terlihat harmonis sekali. Inilah keluarga yang didambakan banyak orang, sebuah keluarga yang selalu dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang.


Gadis kecil yang bernama Yuna langsung menangis dan berurai air mata. Ia iri melihat ketiga anak-anak Leo dan Shena yang mendapat aksih sayang lengkap dari ayah dan ibunya.


Selama ini, Yuna tak pernah merasakan kehangatan keluarga seperti keluarga yang ada didepannya. Bahkan ia tak pernah sekalipun dipeluk ayah dan ibunya seperti yang dilakuakn Leo dan Shena kepada anak-anak mereka.


Hati gadis kecil itu serasa tersayat karena ia tak pernah bisa merasakan bagaimana rasanya menadapatkan kasih sayang orang tua. Yang ia dapat hanyalah omelan dan kebencian serta caci maki yang tiada tara. Yuna sungguh hanya bisa menangis melihat betapa harmonisnya keluarga Leo dan Shena yang mungkin takkan pernah ia dapatkan sepanjang masa.


Mata Yeon tiba-tiba beralih melihat anak kecil yang sedang menangis sesenggukan digendongan salah satu pengawal ayahnya. “Ibu, siapa gadis kecil itu?” tanya Yeon menatap tajam wajah sedih itu.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2