
Refald muncul secara tiba-tiba dihadapan samurai yang sedang berjalan ditengah hutan rimba. Ia menekan kuat leher Nagata hingga tubuhnya terdorong kebelakang dan membentur batang pohon besar. Pria bertato itu meringis kesakitan akibat serangan dadakan dari Refald.
“Apa yang kau lakukan?” tanya orang yang kini sudah menjadi mantan samurai.
“Kenapa kau masih saja mucul disekitar Leo dan Shena? Aku sudah memperingatkanmu agar kau tidak meninggalkan desa itu lagi! Kenapa kau masih saja datang kemari?” geram Refald. Matanya menatap tajam mantan Samurai itu.
“Aku tidak tahu kalau mereka berdua juga datang ke makam? Aku kira, mereka berdua masih berada dipulau. Aku hanya mengunjungi makam orang tua Shena, karena akulah penyebab kematian mereka. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk meminta maaf pada mendiang. Aku tidak menyangka, kalau Leo dan Shena juga datang. Seandainya aku tahu, aku tidak akan pernah kemari,” terang mantan samurai itu. Hatinya masih hancur memikirkan rasa cintanya yang tak akan pernah terbalas oleh Shena karena gadis itu hanya mencintai Leo seorang.
Refald sedikit mengerti perasaan sang mantan samurai ini. Takdirnya memang menyakitkan, tapi inilah kenyataannya. Keputusan Refald memang tidak bisa dikatakan benar, tapi ia tidak ingin apa yang terjadi pada Raghu, terjadi juga pada pria bertato ini.
“Aku tidak ingin kau melakukan kesalahan lagi. Jangan pernah kau keluar dari desa terpencil tempat menebus dosa-dosamu. Jika sampai itu terjadi, maka gelang itu akan menghancurkanmu menjadi debu. Camkan kata-kataku dengan baik.” Refald melepaskan tangannya dari leher pria bertato itu. Tak lama kemudian ponsel Refald berdering dan itu dari Leo. “Ada apa ... kenapa ... oke, aku akan datang!” sambunganpun terputus dan Refald kembali menatap tajam mantan samurai itu. “Adikku sudah melihatmu. Kali ini, aku akan mengatasinya. Tapi lain kali, jika kau teledor lagi, maka aku akan menghancurkanmu sampai kau tidak akan pernah bisa berenkarnasi.” Setelah berkata begitu, Refald menghilang dari pandangan Nagata dan pergi menemui Leo.
Nagata sendiri menekan kuat dadanya. Rasa sakit yang menyerangnya sudah sampai merasuk kedalam seluruh tulang-tulangnya. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain mengikuti perintah Refald. Iapun melanjutkan perjalanannya menerobos masuk ke dalam hutan rimba dengan hati tersayat-sayat dan penuh dengan luka yang mungkin tidak akan pernah bisa disembuhkan.
“Ada apa?” tanya Refald setelah ia muncul dan berdiri di samping Leo.
Tanpa diduga, Leo langsung melayangkan tinjunya ke arah Refald. Tentu saja, Refald yang bukan manusia biasa, bisa dengan cepat menangkis serangan dadakan adiknnya hanya dengan menggunakan satu tangan.
“Kau apakan jasad samurai itu, ha?” tanya Leo penuh amarah.
“Menguburnya!”jawab Refald singkat. Ia masih menahan kuat serangan Leo hanya dengan satu tangannya. Maksud Refald adalah mengubur nama Samurai dan menggantinya dengan nama Nagata.
__ADS_1
“Bohong!” teriak Leo langsung. “Kau menghidupkannya lagi, kan?” tuduh Leo penuh emosi.
“Jika aku melakukannya, maka aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.” Refald masih bersikap tenang menghadapi Leo yang sedang kalap.
Apa yang dikatakan Refald memang benar. Samurai itu belum mati saat Refald menyembuhkannya sehingga Refald tidak melanggar perjanjian apapun. Ia hanya berharap, keputusan Refald menjadi yang terbaik untuk semua orang, termasuk Leo dan samurai itu.
“Lalu, siapa orang itu? Aku yakin itu adalah samurai yang sudah kulenyapkan. Mataku masih sehat sehingga aku bisa melihat dengan jelas.” amarah Leo masih belum reda dan menuduh Refald mengkhianatinya.
“Siapapun orang itu, dia tidak ada hubungannya dengan kalian. Berhenti bersikap seperti anak kecil Leo. Kau sudah jadi ayah. Cemburumu ini sama sekali tidak berdasar. Apa kau masih meragukan cinta Shena untukmu?” Refald mendorong tangan Leo dengan tangannya sehingga Leo terhuyung kebelakang.
“Shena juga sangat mencintaimu. Ia juga sangat tahu seperti apa dirimu sebelum kau bertemu dengannya. Namun, Shena tidak mempermasalahkan itu semua karena dia tahu, kau sangat mencintainya melebihi apapun. Bukankah kau sendiri yang bilang, kalau kau akan terus mempertahankan Shena disisimu meski ada 100 orang samurai sekalipun? Apa kau sudah lupa dengan kata-katamu yang kau ucapkan pada Shena? Apa itu hanya bualanmu? Kau baru bertemu satu samurai, tapi kau sudah goyah. Kau benar-benar payah!” tandas Refald.
Kata-kata Refald bagai sambaran petir untuk Leo. Hanya karena rasa cemburu buta, ia telah bersikap kasar pada Shena. Refald benar, harusnya ia tidak bersikap menyebalkan. Sebab, bukan salah Shena jika memang banyak laki-laki yang jatuh cinta padanya. Terlebih lagi, Shena adalah seorang wanita yang tak hanya cantik diwajah, tetapi cantik pula hatinya. Siapapun pasti bakal menyukai wanita seperti Shena.
“Istrimu sudah ada disini. Sebaiknya, kalian baikan dan jangan bertengkar lagi. Saranku, bertengkar saja didalam kamar dan selesaikan diatas ranjang. Itu jauh lebih baik daripada kau mengamuk disini.” Refald langsung menghilang bersamaan dengan hujan deras mengguyur wilayah ini.
Leo masih terdiam dan mulai menyadari kesalahannya. Ia terlalu gegabah dalam bersikap. Untung kakaknya yang seorang manusia super itu sangat mengerti seperti apa Leo sebenarnya. Rasa cintanya pada Shena yang begitu kuat, membuat Leo menjadi buta hatinya.
“Dasar raja dedemit mesum! Tapi saranmu bagus juga!” gumam Leo. Ia merasakan derasnya air hujan menembus kulit dan merasuk kedalam tulang-tulangnya. “Kau bodoh Leo,” gumamnya sambil memejamkan mata.
Leo baru membuka mata dan langsung terpaku ketika melihat Shena sudah berdiri 10 meter dihadapannya sambil membawa payung. Gadis itu hanya berdiri diam menyaksikan tubuh suaminya terguyur hujan deras.
__ADS_1
Melihat orang yang Shena cintai seperti itu, ibu satu anak itu langsung berlari kecil menyongsonng Leo tanpa memerhatikan jalan. Alhasil, Shena terpeleset jatuh dengan posisi duduk karena jalanan yang ia lewati jadi licin akibat tersiram derasnya air hujan. Untung jatuhnya Shena tidak terlalu keras sehingga kondisinya baik-baik saja. Hanya saja, jalanan miring yang terdiri dari tanah liat ini membawa tubuh Shena turun melesat kebawah dimana ada Leo yang siap menangkap tubuh istrinya dari bawah tempatnya berdiri sekarang.
“Leo! Minggir! Kau bisa tertabrak olehku. Aku tidak bisa menghentikan tubuhku! Cepat minggir dari situ!” teriak Shena memberi peringatan, tapi Leo malah berlutut ditanah sambil merentangkan kedua tangannya dan bersiap menangkap tubuh istrinya. “Awas! Minggir dari situ! Aku serius, kau bisa terluka karena aku! Kau dengar aku tidak, sih?” teriak Shena lagi tapi Leo tak bergeming dari posisinya. “Dasar keras kepala,” gumam Shena dan ia pun menabrak tubuh Leo dengan kencang.
Karena kondisi tanah yang licin, keduanya kehilangan keseimbangan dan jatuh berguling-guling sambil saling berpelukan. Mereka berdua melesat cepat hingga akhirnya nyungsep ke dalam rimbunan tanaman teh yang terbentang luas di sekeliling mereka.
“Arrrhg!” Leo mengerang karena punggungnya menabrak batu-batu kecil untuk melindungi Shena.
“Kau tidak apa-apa Leo? Harusnya kau mendengar perkataanku, tadi.” Shena keluar dari rimbunan tanaman teh dan mencoba menarik tubuh suaminya. Tapi tenaganya tidak cukup kuat sehingga Shena malah terjatuh kembali tepat diatas tubuh suaminya.
Mata keduanya saling bertatapan mesra. Jantung Shena juga berdetak dengan sangat kencang. Leo terus saja memandanginya ditengah derasnya hujan yang mengguyur tubuh keduanya. Leo jadi terlihat semakin tampan kalau wajahnya basah.
BERSAMBUNG
***
Apa yang terjadi selanjutnya? Tunggu di episode selanjutnya, hehehehe ....
Part ini detailnya ada di kisah mas Samurai yang segera aku rilis di awal bulan. Rencananya aku mau rilis 2 novel baru nanti. Yaitu kisah Byon dan kisah mas Samurai, seperti apa kisahnya tunggu aja, semoga saja kalian suka dengan dunia halu yang aku ciptakan.
Terus dukung semua karyaku ya ... aku semangat juga karena kalian yang sudah mau membaca karya dari halu nggak jelasku. Terimakasih, love you all ...
__ADS_1
Aku kasih visual duo somplak Tom and Jerry. Hehe ..