Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 27 Dia ...


__ADS_3

Leo masih memeluk erat Shena karena istrinya ini sedang cemberut akut. Entah kenapa Leo sangat suka menggoda Shena.


“Kalau aku bisa hamil dan melahirkan, aku sangat tidak keberatan menggantikanmu, Sayang. Tapi masalahnya aku tidak bisa, jadi kaulah yang harus hamil dan melahirkan anak untukku sebanyak-banyaknya. Sekarang katakan? Apa yang ingin kau tanyakan?” Leo mengusap lembut rambut Shena dalam pelukannya.


“Tetap saja, aku juga yang kena.” Meski sedang cemberut, terlintas juga dibenak Shena kalau ia dan Leo punya banyak sekali anak, pasti bakal seru dan sangat ramai sekali. Ia sangat tahu, meski suaminya ini adalah gengster nggak ada akhlak, tapi Leo sangat menyukai anak-anak. Tak heran jika ia menginginkan banyak anak darinya.


“Sayang, kau melamun?” tanya Leo karena sejak tadi Shena tak kunjung mengajukan pertanyaan.


“Ehm ... Kenapa kau dan keluargamu tidak pernah menyinggung soal adik sepupumu, padahal kita sudah lama menikah tapi tak pernah sekalipun aku mendengarmu baik ayah, ibu dan seluruh anggota keluarga lainnya menyebut nama adikmu? Apa yang terjadi?” Shena melepas pelukan Leo dan beralih menatap wajah suaminya.


“Ada banyak alasan kenapa aku dan keluargaku bahkan Refald sekalipun tak pernah menyinggung keberadaan Zaya dikeluarga kami. Bukan bermaksud membuangnya atau menganggap dia bukan anggota keluarga kami, tapi karena itu demi kebaikannya selama dia kehilangan ingatan. Zaya ... adikku, tidak mengenaliku saat aku memeluknya kemarin. Dia hilang ingatan dan kami harus menunggu sampai ingatannya kembali dengan sendirinya. Ayah memintaku datang kemari, sebenarnya untuk memastikan apakah ingatan Zaya sudah kembali atau belum, dan ternyata belum. Jika kau tidak percaya, kau bisa menghubungi Refald sekarang juga. Kenapa Zaya, kami biarkan menjalani hidupnya sesuai dengan keinginannya sendiri.” Leo melingkarkan kedua tangannya dipinggang istrinya sambil mencium perut buncit Shena yang semakin hari, semakin membesar.


“Aku percaya, tidak ada alasan bagiku untuk tidak memercayaimu.” Shena tersenyum pada Leo dan kini ia mulai paham semuanya.


“Maaf kalau selama ini tidak memberitahumu, Sayang. Bagi kami sekeluarga, kepergian Zaya adalah suatu hal yang menyedihkan karena pamanku Leonard dan bibi Camelia tiada saat Zaya masih anak-anak. Sama seperti kau yang kehilangan kedua orang tuamu demi menyelamatkan aku. Tapi kamipun juga tidak bisa berbuat apa-apa. Gadis tengik itu berkali-kali melarikan diri dari rumah dan membuat kami semua kerepotan mencarinya meski kami selalu bisa menemukannya dimanapun dia berada.


“Sampai akhirnya, Refald memutuskan untuk membiarkan Zaya mengarungi hidup dengan caranya sendiri. Walau begitu, kami terus menjaganya dari kejauhan. Bahkan, kau akan terkejut jika tahu siapa penjaga diam-dam Zaya selama ini. Bukan aku ataupun Refald, tapi orang yang sudah kau kenal. Bukan Xionai juga tentunya. Orang itulah yang sebenarnya ingin aku pertemukan denganmu.”


“Orang yang aku kenal? Siapa? Apa aku pernah bertemu dengannya?”


“Kau hampir tiap hari melihatnya.”


Shena berpikir keras dan menebak-nebak siapakah orang yang dimaksud Leo, tapi gadis itu tetap tidak bisa mendapatkan jawabannya. “Aku menyerah, aku tidak tahu. Siapa orang yang ingin kau pertemukan denganku? Dan kenapa ia mau saja kau suruh menjaga adikmu?”

__ADS_1


“Tidak ada alasan baginya untuk tidak mau, karena orang ini adalah, putra dari mantan tunangan ayahku alias ayah mertuamu. Bibi Eshild.”


“Apa? Ayah punya mantan tunangan? Maksudmu ... sebelum ayah menikah dengan ibu ... ayah bertunangan dengan Es ... Es siapa tadi?”


“Eshild.” Leo membantu mengingat nama ibu dari orang yang ingin dipertemukan Leo dengan Shena. “Tapi mereka berdua tidak saling mencintai. Mereka hanyalah korban perjodohan dari para orang tua yang haus akan kekuasaan. Bibi Eshild mencintai orang lain, yaitu sahabat sekaligus pengawal ayahku sendiri. Konon katanya, wajah ayah memang sangat mirip dengan pangawalnya itu. Aku tidak tahu karena belum pernah melihatnya langsung.


“Sedangkan ayahku, sangat mencintai ibuku. Aku masih belum paham kisah cinta segiempat diantara mereka. Kita tunggu saja ayah atau Refald yang menceritakan seperti apa detail kisah keempatnya. Aku hanya tahu sebatas itu saja, itupun setelah pesta resepsi pernikahan kita beberapa bulan yang lalu.”


Shena tertegun mendengar penjelasan Leo. Entah kenapa ia jadi penasaran dan sangat tertarik ingin tahu seperti apa detail kisah ayah mertuanya, dan pastinya ada kisah kedua orangtua Shena juga didalamnya.


“Aku ingin sekali mendengar kisah para orangtua kita Leo. Kenapa mereka tidak mau bercerita sampai sekarang?”


“Kau sedang hamil, Sayang. Mungkin mereka tidak ingin kau terlalu shock saat mendengar kisah para orangtua kita. Aku yakin, begitu putra kita ini lahir kedunia, mereka pasti menceritakan semuanya pada kita.” Leo mengusap perut Shena dan ia tertawa karena sentuhannya mendapat respon dari Leo juniornya.


Tentu saja Leo dan Shena tersentak kaget dan saling menatap satu sama lain. Keduanya langsung bergegas keluar untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Mereka berdua mengira ada sekelompok penjahat yang sedang menyerang Roy dan Laura. Tapi ternyata, dugaan Shena dan Leo salah besar.


Begitu mereka sampai diambang pintu depan, Sepasang suami istri Leo dan Shena langsung keki melihat pemandangan menggelikan yang ada didepan mata mereka. Roy dan Laura kejar-kejaran sambil bermain air selang yang tadi dipakai Laura untuk menyiram wajah Roy saat terkena muntahannya.


Rupanya mereka masih tetap betah bemain-main dengan air layaknya anak kecil. Ujung-ujungnya Roy pun menggendog Laura dan berputa-putar seolah dunia ini hanya menjadi milik mereka berdua saja.


“Wuah, apa yang mereka lakukan?” tanya Shena.


“Sepertinya Roy dan Laura sedang syuting film lagu india! Dasar masa kecil kurang bahagia!” gumam Leo sambil terus menatap jengkel dua orang yang sedang asyik gendong-gendongan di depan rumah.

__ADS_1


Dari kejauhan, terlihat sebuah mobil Marcedes-Bens Maybach Exelero warna hitam datang memasuki pekarangan rumah Laura. Seorang laki-laki berjaz hitam, berambut pirang dan memakai kacamata hitam, keluar dari dalam mobil mewah tersebut.


“Kalian sedang asyik main hujan-hujanan rupanya? Wah ... tempat ini menakjubkan juga.” Laki-laki berambut pirang itu melepas kacamata hitamnya menyapa Roy dan Laura yang mendadak berhenti bermain-main, kaduanya benar-benar terkejut melihat siapa yang datang ini.


Sementara mulut Shena, sudah menganga lebar sejak tadi mengetahui siapakah orang yang baru keluar dari mobil mercedesnya. Shena bahkan mengira orang yang ada didepannya itu hanyalah mimpi. Hanya Leo saja yang bersikap biasa dan dengan malas membantu mengatupkan mulut Shena yang menganga.


“Tidak perlu berlebihan begitu!” ujar Leo mulai cemburu.


“Di ... dia ... dia itu, kan?” Shena benar-benar terkejut dan masih belum bisa percaya dengan apa yang ia lihat di depan mata.


“Artis idolamu, si Kun kun, orang yang ingin aku pertemukan denganmu. Dialah putra dari bibi Eshild yang kita bicarakan tadi. Dia juga yang membantu melindungi Zaya selama ini,” terang Leo masih dengan nada cemburu.


“Apaaaaa?” mulut Shena menganga lagi dan ia benar-benar terkejut. Tiba-tiba saja, Shena pingsan. Untung saja Leo sigap segera menangkap tubuh gadis itu sebelum jatuh ke lantai.


“Shena!” Seru Leo yang lansung menggendong tubuh istrinya dan membaringkannya dikursi ruang tamu. “Hadeuh ... sudah kuduga bakal berakhir seperti ini.” Leo menatap wajah istrinya lekat-lekat. Saking senang dan shocknya, istrinya itu sampai pingsan.


BERSAMBUNG


***


Untuk kisah kedua orang tua Leo, Biyon dan Biyanca, sudah aku siapkan sendiri. Kalau tidak ada halangan, akan rilis bulan Juni. Baca juga nanti, ya ... love you all.


__ADS_1


__ADS_2