Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 143 Kaki Tangan Refald


__ADS_3

Fey baru sadar kalau ternyata kejadian yang terjadi disini adalah rencana dari Refald dan pastinya, Leo juga terlibat. Buktinya, suami Shena itu tahu siapa sosok Fabio sebenarnya. Artinya, Refald sudah mengetahui kalau Kristin dan suami penipunya bakal bertemu dengannya di sini. Entah apa yang sebenarnya terjadi, yang jelas Refald sengaja memanipulasi peristiwa ini untuk menbongkar kedok dari orang yang bernama Fabio.


“Ada apa ini, Leo? Apa yang kau dan kak Refald rencanakan sebenarnya? Kalian berdua … sepertinya mengenal betul penipu itu.” Shena menatap tajam suaminya berharap Leo mau memberitahunya.


“Kemarin, biksu Tong itu meneleponku. Ia meminta bantuanku untuk mencari informasi mengenai seseorang yang bernama Fabio. Sebab, ia tinggal di tempat-tempat yang berbeda sehingga biksu Tong itu kesulitan memastikan keberadaan pria yang mencuri identitasnya sebagai CEO. Dengan kekuasaan yang aku punya, aku menemukan fakta mencengangkan soal dia, Sayang. Dan kebetulan, aku mengetahui bahwa orang itu dan istrinya sedang berlibur kemari. Makanya aku mengizinkanmu pergi keluar bersama dengan kakak ipar dan tentu saja kau terus dalam pengawasan ketat dariku. Seluruh anak buahku sudah tersebar diarea mall ini. Tidak ada yang tidak kuketahui apapun yang kau lakukan selama aku tidak ada bersamamu, termasuk pertemuanmu dengan dua cecurut itu.”


“Lalu, kenapa kak Refald memintamu menggali informasi tentang orang itu?” tanya Shena masih bingung. Pdahal Refald bisa menacarinya sendiri jika ia mau tanpa perlu bantuan dari Leo


“Kalau itu, mungkin si biksu Tong lagi manja padaku, Sayang. Dan untuk penyebab si Tong Sam Chong mencari orang itu, kau akan segera tahu sendiri nanti. Lihat dan nikmati saja, Sayang. Ini sangat seru sekali.” Leo tersenyum senang sambil terus mengawasi pergerakan orang yang bernama Fabio. Suami Shena itu yakin kalau orang itu pasti tidak bergerak sendirian mengingat hal besar seperti ini berani ia lakukan termasuk mengaku-ngaku sebagai CEO perusahaan kakaknya.


Orang yang bernama Fabio ini mulai menyadari kalau dirinya sedang dalam keadaan terpojok. Ia pun memikirkan cara untuk melarikan diri dari sini. Anehnya, dewi fortuna, sepertinya sedang memihaknya walaupun tidak berlangsung lama. Fabio tak sengaja memerhatikan dua orang wanita sedang bermain-main dengan bayi-bayi digendongannya di area permainan. Tanpa pikir panjang lagi, secepat kilat ia berlari ke arah dua wanita itu dan langsung mencengkeram erat leher salah satu babysitter yang sedang menggendong Yeon.


“Yeon!” teriak Shena hendak berlari kearah putranya.


Habis sudah kesabarannya menghadapi pria penipu itu, ingin sekali Shena berlari kearahnya dan mematahkan leher orang itu saking emosinya. Berani-beraninya dia menjadikan putranya yang ada dalam gendongan babysitter sebagai sandera.


“Jangan bergerak!” acam Fabio. “Jika kau maju selangkah saja, akan kupatahkan leher wanita ini,” teriak suami Kristin itu dengan lantang sehingga membuat Yeon menangis dengan kencang.


“Hadeuh Yeon, Yeon … lagi-lagi kau diculik. Dulu ibumu yang sering jadi sandera, sekarang kenapa kau ikut-ikutan juga,” komentar Leo sambil mengambil kembali pistolnya yang tadinya ada di dalam saku belakangnya.


“Refald!” seru Fey pada suaminya.

__ADS_1


“Leo sendiri bisa mengatasinya, Honey. Kau tidak perlu khawatir,” terang Refald dengan sikapnya yang tenang, matanya tak lepas dari Kristin. Sepertinya, wanita itu juga sedang merencanakan sesuatu. Dan pastinya, bukanlah hal yang baik.


Leo terus maju dan tak gentar dengan acaman yang diteriakkan Fabio padanya. Dengan gerakan cepat, suami Shena itu mengangkat pistolnya dan mengarahkan sasarannya pada Fabio yang sedang menyandera Yeon beserta babysitternya. Putranya itu terus menangis dan semakin membuat heboh suasana yang ada di dalam mall ini.


“Letakkan senjatamu atau aku bunuh wanita ini!” ancam Fabio lagi. Ia tidak tahu kalau seorang Leo, tidak mempan diancam dalam bentuk apapun.


“Aku pastikan nyawamu melayang di detik ini juga jika kau berani menyakiti putraku!” Leo malah balik mengancam.


Dor!


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Leo langsung menembak salah satu kaki Fabio sehingga pria itu mengerang kesakitan dan jatuh ke tanah dengan darah mengalir dimana-mana. Semua pasti tahu kalau tembakan Leo, tidak pernah meleset dan selalu tepat sasaran.


“Sudah kubilang, jangan sampai kau bergerak jika tak ingin nyawamu melayang. “ Leo hendak menarik lagi pelatuknya, tapi dengan cepat Refald mencegah niat Leo.


“Hentikan Leo, sudah cukup! Sisanya biar aku yang urus!” seru Refald.


“Tidak, Kak! Aku belum selesai.” Tatapan mata elang Leo menatap tajam pria yang terkapar tak berdaya dengan bersimbah darah dimana-mana. “Orang ini sudah berani mengedipkan matanya pada Shena tadi, aku harus mencongkel matanya lebih dulu baru sisanya kuserahkan padamu.” nada suara Leo terdengar sangat serius.


Shena langsung tersentak karena Leo ternyata mengetahui semuanya bahkan sebelum Shena sempat mengadu padanya. “Wuah, daebak!” seru Shena antara percaya dan tidak percaya.


Tak dapat dipungkiri, Shena memang takkan pernah bisa keluar dari belenggu cinta Leo. Kemanapun dan apapun yang Shena lakukan, Leo pasti langsung tahu meskipun suaminya itu tidak ada di samping Shena. Leo benar-benar suami yang amat langka.

__ADS_1


“Kau benar Refald,” ujar Fey yang juag tercengang mendengar ucapan adik iparnya. “Adik kesayanganmu itu memang tak bisa terima jika ada pria lain yang menggoda istrinya, tapi apa harus sebegitunya? Dan juga … bagaimana Leo bisa tahu kalau pria penipu itu mengedipkan matanya untuk Shena? Kan dia tidak ada di sini, para pengawalnya juga tidak ada di dekat kami. Bahkan aku yang sejak tadi bersama dengan Shena juga baru tahu kalau ternyata si penipu itu berani menggoda Shena.”


Refald meringis sambil memamerkan gigi putihnay yang rata. “Aku yang memberitahunya Honey, hehe ...,” jawab Refald dan Fey langsung menatapnya dengan mulut menganga.


“Hah?” ucap Fey. “Dasar duo somplak! Pantas saja kalian berdua itu sodaraan! Kalian memang sebelas dua belas!” sewot Fey. Bisa-bisanya para lelaki ini melakukan hal yang lebay seperti ini.


Tak berselang lama, sekelompok orang ber jas rapi datang dengan gaya cool dan santai mereka masing-masing. Bahkan mereka semua terlihat keren-keren dan mengagumkan semua mata wanita yang memandang. Orang-orang itu, adalah bawahan Refald atau lebih tepatnya kaki tangan dan orang yang paling dipercaya Refald dalam mengurus perusaahan yang ia bangun.


“Siapa orang-orang itu … mereka ….”


“Tampan dan keren, merekalah anak buah kepercayaanku,” jawab Refald santai tapi agak sedikit protektif. “Aku bisa mendengar pikiranmu, Honey. Awas saja kalau sampai kau terpikat oleh mereka semua.” Belum apa-apa Refald sudah menyalakan lampu merah untuk Fey.


BERSAMBUNG


***


Ingin tahu seperti wajah cool para anak buah Refald di dunia nyata? Yuk simak video visualnya di Ig-ku … tapi jangan teriak saat lihat mereka semua ya … terutama yang berjalan paling belakang, hehe ….


yang belakang aku yaaa, hehe ... omegot haluku kumat.


__ADS_1


__ADS_2