Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 68 Master of Kungfu


__ADS_3

Mau tidak mau, Leo masuk ke dalam dan ikut berkumpul dengan seluruh keluarganya. Ia memilih duduk disebelah Shena dan betapa terkejutnya Leo saat melihat wanita yang terbaring lemah mirip dengan wajah ibunya, Biyanca. Hanya saja, rambut wanita yang sedang sakit itu berwarna pirang, sama seperti rambut Kun kembarannya. Kini ia tahu alasan kenapa ia punya kembaran meski bukan saudara.


“Apa dia ... putramu, Byon?” tanya wanita yang bernama Eshild. Mantan tunangan Byon yang kini sudah menjadi istri pengawal setianya sendiri.


Mesti sudah menjadi mantan, hubungan Byon dan Eshild tetap terjalin dengan baik. Walau dulu Eshild sempat tidak terima karena Byon meninggalkannya di pesta petunangan hanya demi mengejar Bii yang di bawa kabur oleh penjahat bayaran suruhan ibu tirinya. Kini masa itu telah berlalu. Eshild bahagia bersama dengan Baida, bahkan Eshildlah yang membantu Byon menemukan Bii yang sempat hilang karena walau mereka bersama, tapi tidak saling mengenal.


Leo dan Shena hanya menyimak obrolan para tetua mereka. Sesekali Leo mencuri pandang mata Shena yang terlalu terpaku mendengar kisah masa lalu mertuanya.


“Kau mau jalan-jalan denganku?” bisik Leo di telinga Shena.


“Kemana?” tanya Shena tanpa menoleh kearah suaminya.


“Mencari udara segar. Aku bosan disini.” Leo bergelandot manja di bahu Shena.


Shena hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Setelah memberi salam dan minta izin, keduanya keluar ruangan untuk menghirup udara segar pegunungan. Leo berjalan pelan sambil bergandengan tangan dengan Shena mengelilingi bangunan tempat ini.


Ternyata area sekitar bangunan ini sangatlah luas seluas lapangan golf di rumah Leo. Hanya saja seluruh tempat ini dikelilingi dengan jurang yang tinggi menjulang. Dan hanya ada satu pintu masuk dan keluar. Yaitu tangga cinta yang dilewati Leo tadi.


“Pantas saja seluruh keluarga bilang bahwa hanya tempat inilah yang paling aman dari serangan orang-orang jahat. Tidak akan ada manusia manapun yang bisa datang kemari. Tebingnya curam sekali?” gumam Leo.


“Ehm,” Shena juga setuju, ia sangat takut melihat ke bawah, tangannya mencengkeram kuat lengan Leo dan tidak berani lagi melihat tebing yang curam itu.


“Kau takut, Sayang?” tanya Leo sambil merapikan rambut Shena karena tertiup angin.


“Tidak, selama kau ada disisiku.” Shena merebahkan kepalanya di dada Leo.


“ Kau tenang saja Shena. Aku akan menjagamu, semampu dan sebisaku. Dalam hidup dan matiku ini, kupersembahkan hanya untukmu. Aku ... tidak akan pernah meninggalkanmu. Tak peduli seberapa kuat musuh kita, aku pasti bisa mengalahkan mereka semuanya, tidak akan kubiarkan siapapun menyakitimu. Ini adalah janjiku padamu karena kau adalah bintang dihatiku.” Leo mencium mesra kening Shena.


Biasanya Shena akan marah jika Leo menggombalinya. Tapi kali ini ... kata-kata Leo sungguh menusuk dalam kalbu. Hati Shena jadi bergetar mendengar janji suci dari suami tercintanya ini.


“Tumben kau tidak protes, Sayang.” Leo menatap wajah Shena yang matanya mulai berkaca-kaca. “Kenapa kau malah menangis? Harusnya kau tersenyum bahagia karena punya suami romantis sepertiku.” Leo menyentuh dagu Shena dan mengecup lembut bibir merah delima istrinya.


“Aku bahagia Leo. Lebih dari yang kau bayangkan. Aku bahkan tidak pernah menyangka, kau mencintaiku sedalam ini. Air mata ini adalah wujud rasa bahagiaku. Aku merasa ... kau terlalu sempurna untukku. Aku bahkan tidak tahu apakah aku pantas mendapatkan semua ini.” air mata Shena mulai mengalir deras karena Leo telah berhasil membuatnya baper habis.


“Dengarkan aku, Sayang. Bagiku ... kau adalah nyawaku. Di setiap hembusan napasku, cuma ada kamu seorang. Semua yang kulakukan ini, karena aku sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri. Jangan pernah berkata seperti itu lagi. Aku bisa hidup sampai sekarang karena ada kau disisiku.”


Shena kembali memeluk erat tubuh suaminya. Ia bahkan sampai menangis tersedu-sedu dipelukan Leo.

__ADS_1


“Sudah, jangan menangis terus, ayah dan ibu nanti salah paham lagi padaku. Aku bisa kena lemparan sendal ibu kalau melihatmu menangis seperti ini.” Leo meringis pelan sambil menenangkan Shena.


“Salah sendiri, siapa suruh kau mengatakan kalimat menyentuh seperti itu?” isak Shena masih dalam pelukan Leo. “Darimana kau belajar kata-kata itu, ha? Apa ... kak Refald yang mengajarimu?”


“Ini bakat alami, Sayang. Dan aku hanya bisa mengatakannya saat bersamamu saja. d


Dibandingkan dengan biksu Tong itu, aku jauh lebih romantis daripada dia.”


“Dasar narsis, kau PD sekali jadi orang.”


“Tapi suamimu yang narsis ini sangat digilai banyak wanita. termasuk wanita yang kini ada dipelukanku.”


“Sudah, hentikan! Jangan gombal lagi, aku bisa menangis lagi dan jangan salahkan aku jika kau kena lemparan sendal ayah dan ibu.”


“Hanya ada satu cara supaya aku bisa diam.”


“Apa itu?”


Leo melepas pelukannya dan mesejajarkan wajahnya tepat di depan wajah Shena. “Cium aku. Dengan segenap hati dan jiwamu.” Leo mengedipkan salah satu matanya.


Dari kejauhan, Leo mengamati pergerakan master kungfu itu. Tekniknya sempurna dan sangat menakjubkan. Sepertinya, pria tersebut seumuran dengan ayahnya, Byon. Tapi kekuatan fisiknya 11 12 dengan kekuatan yang Leo miliki sekarang ini.


“Oey, anak muda? Kau mau berkelahi denganku? Anggap saja ini latihan.” Pria paruh baya itupun mengajak Leo berlatih bersama dengannya.


Leo yang gengsi dengan Shena mengiyakan saja. Ia maju mendekat ke arah pria tersebut dan mulai mengambil ancang-ancang. Suami Shena itu mencoba mengingat-ingat semua teknik yang pernah dijarkan Refald padanya.


Sementara di dalam rumah, Baida mengutarakan hal yang dipesankan Byon padanya soal pelatih Leo.


"Aku sudah mengundang pelatih yang cocok untuk tuan muda Leo, Yang mulia. Mulai haru ini, ia bisa berlatih."


"Oh iya? Siapa dia? Apa aku mengenalnya?" tanya Byon.


"Semua orang yang ada di dunia mengenalnya, Yang mulia. Tempat ini, memang sering ia gunakan untuk latihan. Saat say minta supaya ia juga melatih tuan muda, ia tidak keberatan. Ini adalah serangkaian kegiatan yang harus dilakukan tuan muda Leo selama ia berada disini untuk menjalani pelatihannya." Baida menyerahkan selembar kertas berukuran F4 pada Byon.


"Aku tidak yakin cecunguk itu sanggup menjalani latihan ini," ujar Byon setelah membaca rangkain jadwal pelatihan yang akaan dilakukan Leo.


"Benarkah? Tapi saya yakin, tuan muda sanggup melakukannya. Sebab, dia sangat mencintai istri dan keluarganya."

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara erangan keras Leo dari luar. Baida dan Byon langsung bergegas keluar untuk memeriksa apa yang terjadi.


"Kau lumayan juga, untuk pemula sepertimu. Fisikmu benar-benar kuat," seru pria itu pada Leo yang sedang terkapar sambil memegang dadanya akibat pukulan dari pria tersebut.


Shena langsung berlari menghampiri Leo dan membantu suaminya bangun kembali.


"Kau tidak apa-apa, Sayang?" tanya Shena cemas.


"Ini bukan apa-apa. Kau jangan khawatir." Leo mulai bersiap-siap menyerang lagi. "Mari kita lanjutkan lagi," ajak Leo dengan tatapan lebih serius dari sebelumnya.


"Besok saja kita lanjutkan. Kau masih punya banyak waktu," tolak pria itu.


Leo hendak protes tapi dicegah oleh Shena. Ia tidak yakin sih, tapi sepertinya pernah melihat siapa pria ini.


Byon dan Baida yang sempat menyaksikan pertarungan antara Leo dan pria itu langsung datang dan memberi salam. "Selamat datang kembali Mr. Chan," sapa Baida sambil membungkukkan tubuhnya.


"Senang bertemu dengan anda, Master of Kungfu." Byon pun juga membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat.


Pria yang dipanggil Mr. Chan itu juga membalas dengan melakukan hal yang sama. "Terimakasih semuanya," ujarnya sambil tersenyum senang.


"Master of Kungfu?" Leo terkejut karena pria yang menjadi lawannya barusan adalah seorang master kungfu.


"Beri hormat pada gurumu, Leo. Beliaulah yang akan melatihmu," suruh Byon pada Leo.


Meski masih terkejut, Leo tetap melakukan apa yang diminta Byon padanya. Leo dan Shena sama-sama membungkukkan badan tanda memberi hormat pada masternya.


Leo sudah membayangkan seperti apa latihan yang akan ia jalani setelah ini. Namun ia sudah bertekad untuk menjadi lebih kuat agar bisa membasmi semua musuh yang mencoba mengganggu ketenangan.


BERSAMBUNG


***


yeee selamat buat ka @Sovi Navita karena sudah berhasil menjawab pertanyaan ku dengan benar .... hehhe ...tunggu PC dari aku ya ...



tahu kan siapa yang pakai baju merah itu ..maaf ini cm sekedar halukuuu.

__ADS_1


__ADS_2