Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 137 Trik Fey


__ADS_3

Fey mengajak Shena untuk berbelanja di tempat lain sambil mengulur waktu. Sedangkan Shena sendiri sebenarnya tidak mengerti apa yang direncanakan kakak iparnya. Namun, Shena tetap percaya pada setiap keputusan yang diambil Fey. Bagaimanapun juga, perlakukan sang menejer tadi sungguh sangat mengesalkan hati.


Bisa-bisanya menejer tersebut menolak pengunjung yang datang hanya berdasarkan dari pakaian yang dikenakan. Padahal sebuah penampilan, bisa saja menipu. Dan sepertinya, orang-orang di distro itu memang bisanya menilai orang dari luarnya saja tanpa peduli pada apa yang ada didalamnya. Seandainya mereka semua tahu siapakah Shena dan Fey sesungguhnya, habislah mereka semua.


“Benar-benar konyol!” gumam Shena saat ia berjalan beriringan dengan Fey untuk meluapkan rasa kesalnya. “Mau pengunjung itu beli atau tidak, itu suka-suka mereka. Menejer ataupun staf dalam distro itu tak punya hak untuk melarang pengunjung manapun masuk kedalamnya. Tak mampu beli barang dengan harga selangit katanya? Huh, mereka lucu sekali.” Berkali-kali Shena menatap distro itu dengan rasa tak percaya. Baru kali ini ia tahu ada distro sesombong itu.


“Pengawal suamimu sedang mengikuti dan mengawasi gerak-gerik kita, saat ini mereka mungkin sedang melaporkan apa yang terjadi tadi pada Leo.” Fey menatap adik iparnya sambil tersenyum. “Menejer itu hanya melaksanakan peraturan yang dibuat oleh sang pemilik distro, walaupun ia memang sombong juga, sih. Jika kau buat keributan di sana, staf-staf lain yang tak tahu menahu kejadian tadi akan kena imbasnya juga karena pengawal-pengawal Leo pasti akan menghancurkan distro itu.


“Kau tahu sendiri seperti apa suamimu. Ia tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu atau menganggap remeh dirimu. Bila itu terjadi, pastinya kita akan berurusan dengan polisi. Aku tidak suka jika harus datang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, buang-buang waktuku saja,” ujar Fey dan apa yang dikatakannya memang masuk akal.


“Kakak benar, aku tidak berpikir sampai kesitu karena terlalu kesal tadi.” Dalam hati, Shena sangat kagum dengan ketenangan kakak iparnya ketika menghadapi segala bentuk situasi. Pantas saja ia terpilih sebagai pendamping raja dedemit luar biasa seperti Refald. Semuanya sudah ia perhitungkan dengan matang dan tak bertindak gegabah seperti dirinya. “Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang, Kak? Sungguh aku ingin sekali buat perhitungan dengan menejer itu supaya dia sadar kalau membeda-bedakan kasta itu bukanlah tindakan terpuji!”


Fey memegang bahu Shena dengan maksud meredakan amarah adik iparnya. “Kita nikmati saja acara shoping kita hari ini sembari menunggu kesempatan yang baik. Baru kita buat perhitungan dengan menejer songong itu. Bagaimana? Kau setuju?”


“Setuju banget, Kak? Tapi menurut kakak, apa yang membuat menejer itu bersikap seperti itu ya?” Shena sangat penasaran karena ia heran mengapa pemilik distro tidak keberatan manajernya menerapkan peraturan nyeleneh seperti itu.


Kalau dirinya yang ditolak, Shena masih bisa terima karena sejak kecil ia sudah terbiasa dengan kehidupan sederhana. Siapapun yang melihatnya, pasti menganggap bahwa Shena memang hanya ibu rumah tangga biasa dan bukannya istri dari seorang anak sultan keturunan keluarga bangsawan.


Yang membuat Shena tak bisa terima adalah, perlakuan menejer itu terhadap kakak iparnya. Bagi Shena yang mengagumi istri Refald, Fey adalah satu-satunya ratu raja dedemit. Dilihat dari auranya saja, sudah menggambarkan betapa berkelasnya seorang Lafeysionara, istri dari anak sultan Refald Dilagara dengan gelar raja yang ditakuti oleh semua makhluk astral dari dunia lain. Bisa-bisanya seorang manusia biasa seperti menejer itu meremehkan seorang Fey yang merupakan keturunan langsung dari salah satu putri kerajaan Jawa. Shena sungguh kesal mengingat perlakuan menejer tadi.


Seakan tahu apa yang dipikirkan Shena, Feypun berhenti berjalan dan menjawab pertanyaan adik iparnya. “Mereka punya aturan sendiri Shena. Distro model mereka hanya memprioritaskan orang-orang berduit saja. Itu merupakan citra terbaik yang bisa mereka lakukan untuk menaikkan kualitas pelayanan toko terhadap daya tarik pengunjung. Dan sepertinya, pemilik distro itu memang menargetkan hanya para konglomerat saja yang boleh memasuki distronya. Manusia dari kalangan rakyat jelata seperti kita, tak bisa memasuki distro sultan itu.”


“Kalau mereka bersikap begitu padaku, aku tidak masalah, Kak. Yang membuatku emosi adalah menejer itu sangat merendahkan kakak hanya karena gaya berpakaian kita. Seandainya ia tahu siapa kakak sebenarnya, aku berani jamin orang itu takkan bisa hidup lebih lama lagi. Kak Refald juga apsti tidak akan bisa menerima semua ini.”


“Jangan bilang begitu Shena, kau adalah wanita yang jauh lebih berkelas dibandiangkan wanita-wanita berkelas lainnya. Aku rasa Leo juga sudah memberitahumu kalau kau itu sangat istimewa. Jika tidak, selendang pelangi yang dulu pernah kuberikan padamu, tak mungkin bisa kau gunakan untuk melindungimu saat kau masih mengandung Yeon. Percayalah, kau juga bukan wanita biasa. Soal Refald, aku yakin dia sudah tahu apa yang terjadi di sini walaupun ia tak ada.”


Kata-kata Fey langsung sukses membuat Shena tertegun. Sebab, ia teringat akan kenangan saat ia berkuda bersama dengan kakak iparnya. Waktu itu, keduanya sama-sama mengandung buah hati pertama mereka masing-masing. Dan kali inipun, mereka berdua juga sama-sama sedang mengajak jalan-jalan putra-putra mereka yang sudah hadir ke dunia. Benar-benar takdir yang unik.


“Aku memang tidak begitu mengerti maksud ucapan Kakak, tapi satu hal yang harus Kakak tahu. Aku sangat bahagia karena bisa menjadi salah satu dari anggota keluarga hebat kalian yang tak peduli dari kasta mana aku berasal.”


“Aku tahu, bagi kami semua … kau adalah emas yang tak sengaja terendam dalam lumpur. Sedalam apapun lumpur itu menenggelamkanmu, emas tetaplah emas dan takkan pernah berubah jadi perak. Kau bukan wanita biasa Shena, dan kau sebenarnya juga berasal dari keluarga ternama. Tapi bukan itu yang membuat kami semua menyayangimu. Kau adalah wanita berhati malaikat dan merupakan cahaya penerang bagi kehidupan seorang gangster Leopard Bay Pyordova. Entah apa jadinya anak itu jika bukan kaulah pasangannya. Jangan rendahkan dirimu didepanku lagi Shena. Kau dan aku sama. Dan anehnya, kita sama-sama memiliki suami yang luar biasa nggak ada akhlaknya.” Fey menertawai ucapannya sendiri.


Shena tersenyum senang dan lumayan terhidur dengan ucapan haru kakak iparnya. Bersama Fey, Shena seolah menjadi dirinya sendiri. Selama ini, ia mencoba melakukan yang terbaik dan beradaptasi dengan tata cara kehidupan keluarga Leo, tapi sekarang ini, berkat Fey … Shena merasa kembali menjadi dirinya yang dulu. Shena yang sederhana, bebas dan bisa melakukan apa saja tanpa khawatir dapat intimidasi cinta dari Leo.

__ADS_1


“Terimakasih atas semuanya, Kak. Entah kenapa aku merasa aku telah menemukan seorang saudari yang bisa kuajak berbagi seperti sekarang ini.” mata Shena mulai berkaca-kaca.


“Sama-sama. Salah satu yang membuatku bersyukur menjadi istri dari seorang Refald adalah, aku dipertemukan denganmu. Kau dan aku punya banyak sekali kesamaan. Aku punya kakak perempuan tapi kepribadian kami sangat berbeda sehingga kami lebih banyak bertengkarnya daripada akurnya. Lain kali, kita adakan liburan bersama di Jepang. Akan aku pertemukan kau dengan kakakku.”


“Aku setuju! Laura juga sedang di Jepang sekarang karena ia ingin melahirkan anaknya di sana. Aku akan meminta Leo untuk menjadwalkan acara kita di sana nanti sembari menjenguk temanku Laura.”


“Ide yang bagus! Ah, ada toko bagus disana, ayo kita hunting barang yang kita suka. Kau bilang kau ingin membelikan barang-barang kebutuhan Leo.”


Dengan semangat, Shena dan Fey masuk ke sebuah distro besar dan mereka mulai bersenang-senang di sana. Tak lupa Shena juga membebaskan babysitternya untuk membeli apapun yang mereka suka sebagai hadiah karena mau menemani menjaga Yeon. Hal serupa juga dilakukan Fey.


Setelah puas berbelanja, Fey dan Shena makan siang bersama sembari menyaksikan babysitter mereka yang bermain-main dengan Yeon dan Rey di tempat permainan. Fey dan Shena saling bercanda ria membicarakan banyak hal. Tanpa sengaja, Fey bertemu dengan menejer distro yang tadi sempat mengusir Shena dan Fey dari distronya.


“Kalian masih ada di sini?” tanya menejer itu mengamati Shena dan Fey.


“Kenapa? Apa hanya orang-orang berkelas saja yang boleh duduk di sini? Begitu?” geram Shena. Tapi ia mencoba menahan amarahnya. Sementara Fey masih duduk santai sambil menikmati mocacinonya. Sesekali ia melirik babysitter yang sedang asyik bermain dengan putranya.


“Harusnya sih begitu.” Menejer itu tersenyum mengejek dan berlalu pergi untuk mengantri makanan yang ia pesan.


Fey tersenyum sinis dan muncul sebuah ide jail untuk mengerjai menejer songong itu. Kebetulan di depan tempat sang menejer mengantri, berdirilah seorang wanita seksi yang juga sedang mengantri pesanan. Fey memanggil pak Po dan membisikkan sesuatu ditelinga salah satu pasukan suaminya begitu ida tiba dihadapan Fey.


“Cuma kau satu-satunya dedemit yang menolak perintahku! Ya sudahlah, yang kau ucapkan kali ini benar. Lagipula, aku juga tidak enak pada Divani. Suruh mas Ger kemari secepatnya,” cetus Fey.


“Baik Ratu, saya permisi!” pak Po langsung menghilang dan sedetik kemudian muncul rekannya, yaitu mas Ger.


“Anda memanggil saya, Putri?” tanya mas Ger sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat pada ratunya.


“Ehm, kemarilah … aku ada tugas penting untukmu!” Fey langsung membisikkan apa yang harus dilakukan mas Ger.


Awalnya rekan pak Po itu bingung sampai alisnya berkerut, tapi setelah Fey menjelaskan apa yang terjadi, mas Ger jadi ikutan kesal juga. Dengan tatapan mata tajam, setajam silet, mas Ger segera melesat cepat mendekat ke samping wanita seksi yang berdiri di depan menejer distro.


Tanpa menunggu waktu lama, mas Ger melakukan apa yang diperintahkan Fey padanya, yaitu meremas keras bagian belakang area sensitif wanita seksi itu sehinga wanita tersebut berteriak kencang saking kagetnya bagian tubuh seksinya serasa disentuh seseorang dari belakang.


“Auuch!” teriak wanita seksi itu sambil menoleh kearah menejer yang sejak tadi sibuk bermain gawai.

__ADS_1


Wanita itu sungguh kesal setengah mati dan langsung menggampar wajah sang menejer tanpa peringatan terlebih dulu hingga gawai yang dipegang pria ber jas hitam itu terpental jauh ke samping dan jatuh ke lantai. Tentu saja benda pipih itu langsung hancur remuk berantakan.


Kejadian mengejutkan itu terjadi begitu cepat sehingga membuat semua orang yang ada di tempat ini tercengang. Tak terkecuali sang menejer sendiri. Mulutnya menganga lebar karena terlalu shock atas apa yang menimpanya.


“Apa yang kau lakukan?” bentak menejer itu pada wanita yang menggampar wajahnya tanpa sebab dan membuat gawainya rusak parah. Matanya berubah jadi merah menyala tanpa karena marah dan tak terima.


“Harusnya aku yang bertanya wahai penjahat kelamin!” wanita itu balas membentak dan tak mau kalah. “Beraninya kau menyentuh paantatku tanpa izin! Memangnya siapa, kau! Dasar berengsek! Aku tak akan tinggal diam sampai di sini. Akan aku laporkan kejadian ini pada pihak berwajib dan menuntutmu atas pelecehan seksual di tempat umum,” teriak wanita seksi itu penuh emosi dan semakin terkejutlah semua orang setelah mendengar pengakaun waniat tersebut.


“Apa?” wajah menejer itu pucat pasi karena shock. Rasa sakit dan malu atas insiden ini membuatnya tak berani mengangkat muka lagi. Ia sungguh tidak mengerti apa alasan wanita ini menuduhnya dengan tuduhan keji seperti itu. “Kau salah paham Nona. Aku sama sekali tidak menyentuh tubuhmu. Sejak tadi aku bermain dengan gawaiku dan membalas semua komentar-komentar di medsosku. Bagaimana bisa kau menuduhku melakukan pelecehan seksual?”


“Hah! Mana ada maling ngaku! Kalau semua kriminals epertimu mengaku, pasti penjara bakal penuh. Kau pikir aku asal tuduh gitu aja? Jelas-jelas ada yang menyentuh paantatku dengan keras dan satu-satunya orang yang ada dibelakangku haanyalah kau! Tidak mungkin hantu yang melakukannya! Dasar pembual!”


“Bisa jadi, kan? Siapa tahu memang ada hantu yang jatuh cinta padamu dan mengkambinghitamkan diriku!” Menejer itu asal ngomong saja.


“Dasar orang gila? Hari gini masih percaya hantu? Mana ada hantu disiang bolong gini, ha? Dasar, ngeles saja kau! Pokoknya aku tak bisa menerima semua ini!” teriak wanita seksi itu semakin emosi. “kalian semua dengar itu? Pria ini sudah melecehkanku dan ia tak mengakui perbuatannya. Apa kalian akan diam saja?” secara tidak langsung waniat itu mencoba mencari perlindungan atas apa yang sudah ia alami barusan.


“Itu tidak benar, sungguh! Aku sama sekali tidak menyentuhnya. Waniat ini hanya mengada-ada. Percayalah padaku! Apa wajahku ini mirip wajah-wajah kriminal?” menejer it uterus membela diri dan meyakinkan semua orang bahwa bukan dia pelakunya.


Beberapa orang yang ada di sini juga ikutan naik pitam melihat betapa rendahnya kelakuan menejer distro ini. Wajah gagah tapi kelakuan bejat, tentu saja mereka lebih percaya wanita seksi ini daripada pembelaan sang menejer.


“Bohong! Penampilan bisa menipu! Kau berlagak sok suci padahal aku suka sekali memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan seperti yang kau lakukan padaku! Mengakulah dan cepat minta maaf padaku!” paksa wanita itu sambil berkaca-kaca karena ia sungguh-sungguh merasa dilecehkan.


“Untuk apa aku minta maaf atas apa yang tidak pernah aku lakukan? Harus dengan cara apa aku menjelaskan bahwa aku tidak melakukan apa yang kau tuduhkan?”


“Berikan bukti bahwa memang bukan kau pelakunya!” tantang waniat seksi itu.


“Baik, siapa takut!” ujar menejer itu dengan pedenya tanpa ia tahu bahwa ada dua wanita cantik sedang menikmati adegan menegangkan ini.


BERSAMBUNG


***


Maaf untuk insiden salah lapak tadi, sungguh aku lagi oleng karena baru pulang dari perjalanan jauh dan mencoba untuk up. Dan juga ada beberapa hal yang membuat konsentrasiku menurun. Kayaknya aku perlu banyak minum AQUA biar bisa fokus, hehe …

__ADS_1


Tetap tunggu kisah selanjutnya ya … lope you all …


Untuk sebulan kedepan mungkin episodenya panjang, semoga gak bosan.


__ADS_2