
Masih dengan perasaan rasa bersalah yang begitu besar, Biyanca menatap wajah sedih menantunya. Gara-gara tindakan bodohnya waktu itu, gadis cantik dan baik hati seperti Shena harus kehilangan kedua orangtuanya di usia belia dan harus hidup menderita karena tak lagi bisa merasakan kasih sayang orangtua. Gara-gara dia juga, putra semata wayangnya harus bertarung dengan nyawa. Tak hanya sekali, tapi berkali-kali. Semua itu terjadi karena Biyanca menolong anak seorang samurai yang dulu pernah menyelamatkannya dari sekelompok mafia yang menculiknya sehingga ia dan Byon harus terpisah sementara walau akhirnya keduanyapun dipertemukan kembali dalam kisah yang unik.
Seandainya Biyanca tak menyelamatkan anak samurai itu, Shena bisa hidup bersama dengan kedua orangtuanya hingga sekarang, dan putranya juga tak perlu berhadapan dengan ambang kematian berkali-kali. Rasa bersalah itulah yang membuat Biyanca tak bisa berada disamping Byon dan putra putrinya lagi.
“Samurai itu ….” Biyanca mulai menjelaskan apa yang sudah ia lakukan sehingga berakibat kekacauan dimana-mana terutama apa yang menimpa Leo dan Shena. “Dia adalah anak yang kuselamatkan dari kejaran ayahmu saat ia hendak membunuhnya. Awalnya, aku terkejut mengetahui bahwa samurai tersebut adalah anak dari seorang Ronin yang pernah menyelamatkan nyawaku. Mayoshi adalah samurai pengembara, kami tak sengaja bertemu saat sekelompok mafia membawa paksa aku untuk dijual dirumah geisha. Mereka bermasksud menjadikanku seorang geisha. Aku meminta bantuan samurai itu dan ia setuju. Dengan caranya, Mayoshi berhasil menolongku. Ia membawaku tinggal bersamanya sampai akhirnya, keluarganya memintaku menikah dengannya.”
“Apa?” teriak Leo emosi. “Jadi … samurai yang kulawan itu adalah saudaraku? Seibu tapi tak seayah?” mata Leo melotot tak percaya dan tak terima.
Shenapun juga shock mendengar jawaban ibu mertunya. Namun, tidak dengan Byon. Sebab, ia tahu kejadian waktu itu meskipun ia tidak terima wanita yang dicintainya tinggal bersama laki-laki lain selain dirinya.
“Bukan, Moshi … nama dari samurai yang kau lawan, dia bukan anakku. Mayoshi seorang duda satu anak. Istrinya meninggal karena dibunuh penjahat. Dan Moshi sudah menganggapku seperti ibunya sendiri saat aku menumpang tinggal dirumahnya. Itulah sebabnya keluarganya memintaku menikah dengan Mayoshi.” Biyanca menatap wajah Byon yang sejak tadi enggan melihatnya. “Kau pasti ingat malam dimana aku akan menikah dengan Mayoshi, kau datang dalam keadaan terluka dan aku mengobati lukamu. Kau membawaku pergi dimalam pernikahanku dan kita hidup bahagia setelah itu,” ujar Biyanca pada Byon sambil mengingat kisah mereka berdua kala itu.
“Iya … bagaimana mungkin aku melupakannya,” ujar Byon masih membelakangi istrinya. “Dan aku juga baru tahu, kalau ternyata kau menyesal karena lebih memilih kabur denganku daripada menikah dengan penyelamat hidupmu.”
__ADS_1
“Itu tidak benar!” seru Biyanca. “Aku tidak pernah menyesali keputusanku waktu itu. Aku hanya merasa berhutang budi pada Mayoshi karena telah membantu mengelaurkanku dari jeratan sekelompk mafia yang mamaksaku menjadi geisha. Jika saja dia tidak memolongku waktu itu mugkin selamanya … kita tidak akan pernah bersama kalau aku benar-benar menjadi geisha. Sebab, bukan kau orang pertama yang akan ….” Biyanca menghentikan kalimatnya karena tidak enak dilihat Leo dan Shena.
“Akan apa?” Tanya Leo penasaran. Shena berjalan mendekat kearah suaminya sambil memberi kode agar tidak menyela pembicaran ayah dan ibu mertuanya.
“Jangan sela ayah dan ibu dulu, Leo. Biarkan mereka menyelesaikan konflik batin diantara mereka,” bisik Shena ditelinga suaminya.
“Kau tidak perlu tahu,” ujar Biyanca dan terus menatap wajah suaminya.
Melihat ayah dan ibu mertuanya terdiam, Shena mulai memahami situasi panas yang terjadi diantara Byon dan Biyanca. Kalau Shena tidak salah duga, yang menyebabkan Byon marah besar pada istrinya pasti karena ibu mertuanya telah menjadi penyebab utama kedua orangtua Shena meninggal. Padahal, tujuan Biyanca melakukannya saat itu, hanyalah bentuk balas budinya karena ayah dari anak yang Biyanca selamatkan telah membantunya lolos dari jeratan orang-orang jahat tanpa ia tahu bahwa tindakannya itu berakibat fatal bagi Shena dan Leo.
“Ayah, Ibu …,” ujar Shena memecah kesunyian. Ia mendekat kearah ibu mertuanya dan mengajaknya berjalan kesisi Byon berada. “Ayah,” panggil Shena pada Byon. Namun Byon masih enggan menatap Biyanca ataupun Shena. “Lihat aku, Ayah.” Shena bergeser dan berdiri di depan Byon. Shena menatap sendu wajah sedih ayah mertuanya. “Lupakan kejadian dimasa lalu Ayah, dan mari kita hidup bahagia seperti dulu. Jangan membenci ibu atas apa yang sudah ia lakukan.”
“Bagaimana aku tidak membencinya Shena. Dialah penyebab kematian orangtuamu. Kau hidup menderita dan kehilangan semuanya selama bertahun-tahun lamanya. Harus dengan cara apa aku membayar semua perbuatan istriku atas penderitaan yang harus kau alami gara-gara kesalahannya?” nada suara Byon meninggi melihat menantunya. Bukan karena ia marah pada Shena, tapi karena rasa bersalah yang begitu besar.
__ADS_1
“Ayah dan ibu sudah membayarnya lebih dari yang seharusnya. Leo mencintaiku melebihi nyawanya sendiri dan kalian telah menjadi ayah dan ibuku selamanya. Tidak ada lagi yang aku inginkan didunia ini selain bisa hidup bersama-sama dengan kalian semua.” Shena berakta jujur dari lubuk hatinya yang terdalam. Meskipun awalnya ia shock berat dengan apa yang dilakukan ibu mertuanya dimasa lalu, hal itu tak mengubah rasa sayang Shena terhadap kedua mertuanya ini.
“Kau tidak marah pada ibumu? Atau padaku?” tanya Byon menatap tajam menatap wajah tenang menantunya. Tidaka ada kebencian sama sekali dihati istri putranya ini. Shena memang gadis yang baik dan berhati malaikat. Tak heran jika putranya yang Bengal itu cinta mati pada Shena.
Shena menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Bagaimana aku bisa marah atau benci pada ayah dan ibuku sendiri sementara aku tahu kalian berdua sangat menyayangiku melebihi putra kalian yang nggak ada akhlak itu? Bahkan seandainya kalian membenciku, aku tetap akan menyayangi kalian berdua. Sebab, berkat ayah dan ibulah aku bisa sebahagia ini. Memiliki suami tampan yang cinta mati padaku dan mertua yang luar biasa hebat, membuat hidupku sempurna. Aku adalah wanita palin beruntung di dunia ini karena telah menjadi bagian dari keluarga seorang Byon pyordova. Dimataku, kalian semua adalah hidupku, aku tidak akan bisa hidup tanpa kalian bersamaku. Tolong pahami perasaan ibu, Ayah. Jika Ayah diposisinya kala itu, pasti Ayah juga akan melakukan hal sama seperti yang dilakukan ibu.”
Biyanca langsung memeluk Shena dalam dekapannya. Ia menangis tersedu-sedu dibahu menantunya. “Maafkan aku Shena. Maaf atas semua yang aku lakukan padamu,” isak Biyanca.
Shena menatap wajah Leo dan Byon secara bergantian dan iapun tersenyum penuh makna pada dua sosok pria tangguh yang berdiri dihadapannya.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1