
Pertandingan selanjutnya adalah wakeboarding. Wakeboarding adalah sebuah olahraga air yang menggabungkan olahraga snowboarding, skateboarding, serta surfing. Wakeborading dilakukan diatas papan khusus mirip snowboard, kemudian peserta akan berpegangan khusus yang ditarik menggunakan speed boad berkecepatan tinggi.
Cara bermainnya tidak berbeda dengan ski air, tapi dilakukan diatas air yang berombak. Terdengar mudah, tapi wakeboarding termasuk olahraga ekstrim sehingga butuh latihan khusus seperti kekuatan lengan dan keseimbangan serta keberanian saat melakukannya. Sebenarnya, wakeboarding akan terasa menantang jika setiap trik sudah dipahami terutama bagi para pemain wakeboarding professional.
Menyadari betapa ekstrimnya olah raga ini, timbul sedikit rasa khawatir dalam diri Shena. Ibu satu anak itu sangat mencemaskan suaminya Leo saat hendak mengikuti perlombaan ini. Padahal sudah berkali-kali Leo meyakinkan istrinya kalau ia bisa memenangkan pertandingan itu dengan mudah. Namun, tetap saja Shena merasa khawatir dan meminta Leo menyewa atlet professional saja.
“Apa yang harus aku lakukan supaya kau mau percaya padaku, Sayang. Sungguh aku bisa melakukan apa saja untukmu.” Leo mengusap pipi istrinya saat keduanya sedang menuju perjalanan menuju lokasi perlombaan yang pastinya ada di area laut.
“Aku hanya tidak ingin kehilanganmu, aku hanya tidak ingin kau sampai kenapa-napa gara-gara aku. Apa yang harus aku lakukan kalau kau sampai terluka. Olahraga ini berbahaya dan kau tidak pernah melakukannya. Tanganmu ini hanya khusus memegang senjata. Bagaimana mungkin kau bisa melakukan olahraga ekstrim ini hanya demi kekonyolan yang kuciptakan?” Shena menggenggam erat kedua tangan Leo. Wajahnya benar-benar terlihat cemas.
“Sayang, percayalah padaku. Aku bisa, akan aku tunjukkan padamu pesonaku yang sesungguhnya, tidak ada yang tidak kubisa selama itu membuatmu bahagia. Tangan ini memang terlahir dan hanya digunakan untuk memainkan senjata, tapi bukan berarti aku tidak bisa melakukan hal yang lain. Ingat Sayang, aku adalah Leopard Bay Pyordova yang memiliki kemampuan melebihi ayahku sendiri. Aku janji, aku tidak akan terluka dan aku pastikan kalau aku baik-baik saja. Kau cukup percaya padaku, dan ….” Leo sengaja menggantungkan kalimatnya. Mata elangnya terus menatap wajah cantik Shena yang duduk bersandar didadanya.
“Dan apa?” Tanya Shena menengadah untuk melihat wajah Leo.
“Dan … beri hadiahku setiap malam. Bagaimana?” Leo memamerkan gigi putihnya yang rata untuk merayu Shena. Sebab, hadiah yang diminta Leo itu apalagi kalau bukan ritual rutinan mereka, si bulan yang terpaksa tertusuk ilalang.
“Bukankah semalam, sudah? 5 ronde loh, dan sekarang aku lelah sekali. Kenapa kau terlihat sangat kuat, sekarang? Kau makan apa, sih?” Tanya Shena yang hampir kualahan menghadapi keperkasaan suaminya saat diatas ranjang.
“Sudah kubilang, aku minum vitamin.” Leo terkekeh melihat wajah bingung Shena.
“Vitamin apaan?” Tanya Shena. Ia benar-benar penasaran.
__ADS_1
“Vitamin penambah stamina,” ujar Leo masih sambil tertawa dan itu membuat Shena jadi semakin curiga.
Dasar Leo bengek! Batin Shena, tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti semua kemauan suami nggak ada akhlaknya ini.
Leo dan Shena sampai dilokasi pertandingan selanjutnya. Tanpa menunggu lama, Leopun masuk keruang pengarahan sebagai peserta yang mewakili tim Shena. Didalam ruangan ini, seluruh peserta yang mengikuti pertandingan akan diberi pengarahan. Kali ini, peserta yang terdaftar tidak banyak, hal itu karena olahraga ini terlalu ekstrim dan tidak semua orang bisa melakukannya. Namun, Leo malah merasa tertantang mengikuti pertandingan ini.
Sayangnya, suami Shena itu gampang sekali bosan apalagi saat ia diberi pengarahan, tapi Leo tetap bertahan dan pura-pura mendengar walau sebenarnya ia sedikit ngantuk juga akibat semalaman menggempur Shena habis-habisan. Namun, hal itu tidak Leo tunjukkan didepan Shena agar istrinya tidak terlalu mencemaskannya.
Sebelum melakukan pertandingan wakeboarding, seluruh peserta diajak menyelam untuk mengenal area yang akan mereka gunakan untuk bertanding nanti. Dengan begitu, para peserta tidak akan gugup lagi jika mereka tahu seperti apa kondisi laut yang akan mereka gunakan untuk perlombaan wakeboarding.
Shena cuma bisa menyemangati suaminya saat Leo mulai memakai pakaian menyelam dan hendak menyelam bersama tim petugas pelaksana lainnya. Setelah itu, barulah Leo mulai pemanasan melakukan olahraga ekstrim wakeboarding.
Shena langsung menangis melihat Leo hampir saja tenggelam tadi. “Aku sudah bilang padamu. Olahraga ini terlalu berbahaya, kenapa kau tidak mendengarkanku? Kita sudahi saja, aku tidak mau kau kenapa-napa,” isak Shena sambil memeluk tubuh suaminya.
“Sayang, aku tidak apa-apa. Sungguh, aku baik-baik saja. Tadikan hanya pemanasan, kali ini aku akan lebih serius lagi. Aku janji, tolong percayalah pada suamimu ini, Sayang.”
“Sudah cukup, Leo. Apa kau tidak mengerti bagaimana perasaanku sekarang? Melihatmu jatuh tadi benar-benar serasa membuatku ingin mati. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika sampai terjadi apa-apa padamu.” Shena hendak pergi meninggalkan Leo tapi tangannya langsung ditarik paksa sehingga tubuh Shena jatuh kedalam pangkuan Leo.
Para petugas keamanan tadi langsung salting sendiri dan memilih pergi daripada menyaksikan adegan hot-hot pop yang bikin darah tinggi siapapun orang yang melihat betapa nggak ada akhlaknya Leo saat berdua bersama dengan Shena.
Bagaimana tidak? Leo langsung mencium mesra Shena yang berlinang air mata karena marah bercampur cemas atas apa yang terjadi pada Leo barusan. Leo bermaksud membuat Shena tenang dengan memberikan ciuman mautnya meski orang-orang disekitarnya jadi malu sendiri melihat ulah mereka.
__ADS_1
“Aku akan menang, jika aku sudah mengatakan ‘menang’ maka hal itulah yang terjadi. Jangan khawatir lagi, oke. Jika kau terus bersikap seperti ini, jangan salahkan aku jika aku terpaksa mengajakmu membuatkan adik untuk Yeon.” Leo berkata dengan lembut disertai nacaman yang membuat Shena tak bisa mengatakan apa-apa. Meski khawatir, Shena tidak bisa mencegah apa yang akan dilakukan Leo.
Pertandingan resmipun dimulai. Shena mengamati suaminya dengan hati was-was, tapi kecemasannya itu hanya sia-sia karena Leo, bisa melakukan wakeboarding dengan baik dan lancar. Bahkan cuma Leolah yang tetap berdiri tegak sampai akhir karena keseimbangan tubuh suami Shena itu benar-benar luar biasa apalagi untuk ukuran pemula.
Melihat suaminya begitu keren, Shena tak bisa membendung lagi perasaan bahagianya. Sungguh Shena tak menduga Leo bisa melakukan apa saja untuknya. Ingin sekali Shena berlari memeluk suami tercintanya tapi ia menunggu sampai Leo kembali ke dermaga tempat ia berdiri.
Pertandingan kedua, lagi-lagi dimenangkan oleh Leo yan tergabung dalam tim Shena. Setelah ini masih banyak pertandingan lain yang harus diikuti tapi sepertinya, giliran teman-teman Shena yang beraksi.
Pertandingan yang bakal diikuti Leo tinggal satu, dan jika ia lolos maka ia harus beradu unjuk kemampuan dengan para peserta lain yang masuh babak final lainnya. Kerena pertandingan ini adalah pertandingan bertaraf nasional, maka Leo harus berhadapan dengan para peserta unggulan yang terpilih dalam satu Negara.
BERSAMBUNG
***
Siapakah lawan terberat Leo kali ini? Kalian nanti aku ajak voting kok, untuk menentuka siapa pemenangnya, ditunggu ya …
Video visual aksi Leo sudah aku up di ig. Silahkan di cek.
__ADS_1