Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 106 Bukan pacar, tapi istriku!


__ADS_3

Pertandingan memanah kali ini berhasil dimenangkan oleh tim Shena yang diwakili oleh suaminya sendiri, siapa lagi kalau bukan Leo. Tepuk tangan dan sorak sorai langsung menggema menghiasi seisi gedung pertandingan. Mereka semua ikut merayakan kemenangan Leo dipertandingan pertama.


Hanya Aryani saja yang terlihat kesal dan marah melihat Shena sangat bahagia, ditambah lagi Shena memiliki suami yang luar biasa keren seperti Leo. Semakin bencilah Aryani pada sepupunya yang beruntung karena memiliki segalanya. Rasa iri, dengki dan dendam langsung menyelimuti nenek sihir yang tidak tahu diri itu.


“Awas saja kalian, jangan senang dulu karena masih banyak sekali pertandingan dan kali ini akulah yang akan memenangkan pertandingan itu,” gumamnya sambil menatap tajam Shena.


Aryani belum tahu saja siapa Leo. Jika dia tahu, mana mungkin dia berani macam-macam dengan si gengster nggak ada akhlak itu. Sepupu Shena yang dengki ini akhirnya memilih pergi meninggalkan gedung beserta seluruh timnya.


“Shena, suamimu hebat sekali, beneran keren, asli … gila aja, pertandingan final tadi begitu sulit, tapi suamimu berhasil melaluinya dengan mudah. Kau beruntung sekali punya suami sekeren dia!” puji Fitri.


“Lihatlah, dia sekarang langsung jadi bintang lapangan. Semua wanita memandangi suamimu tanpa henti. Leo jadi trending topic dipertandingan ini,” tambah Vita. Ia ikut merasakan kebahagiaan Shena.


Shena hanya tersenyum melihat Leo sedang sibuk berbicara dengan beberapa orang yang tidak ia kenal. Sepertinya, suaminya itu membicarakan masalah pertandingan selanjutnya dengan tim penyelenggara.


“Shena, kau dengar aku? Yeee … malah melamun.” Fitri menepuk pelan bahu Shena.


“Aku dengar, aku tahu suamiku itu memang sangat keren. Kalau masalah wanita, dari dulu dia memang populer dan digilai banyak cewek. Sayangnya, Leo hanya mencintaiku seorang. Satu-satunya wanita yang dia lihat hanyalah aku, tidak ada yang lain.” Shena merasa bangga pada dirinya sendiri karena telah menjadi wanita yang dicintai seorang Leopard Bay Pyordova.


“Benarkah? Kau tidak takut kalau suamimu akan direbut wanita lain?” tanya Fitri penasaran karena melihat Shena tenang-tenang saja saat Leo dikerubuni banyak wanita.


“Tidak akan ada yang bisa merebut suamiku dariku. Karena Leo akan membuang jauh-jauh setiap wanita yang mencoba mendekatinya.”


“Oh, iya? Masa, sih?” Vita dan Fitri saling pandang. Sebegitu cintakah Leo pada Shena sampai suami Shena itu tidak ingin ada yang mendekatinya. Dan ucapan Shena memang langsung terbukti.


Saat Leo berjalan pelan hendak menghampiri Shena, tiba-tiba saja ada seorang wanita cantik, tinggi semampai mendekati Leo dan menghalangi jalannya.

__ADS_1


“Hai, tampan. Boleh kenalan nggak? Aku lihat aksi kamu loh, tadi. Sungguh, kamu keren banget ….” Wanita cantik itu mengedipkan matanya untuk menggoda Leo secara terang-terangan, tapi Leo hanya diam dan mentapnya tajam penuh api kemarahan.


“Minggir dari hadapanku atau kupatahkan tulang kakimu supaya kau tidak bisa berjalan dan menghalangi jalanku,” geram Leo dengan kilatan mata elangnya.


“Aduh, kamu kok makin tampan gitu sih kalau lagi marah. Beneran deh, aku jadi pengen banget tahu siapa kamu. Wanita yang meluk kamu tadi pacar kamu, kan?” bukannya takut dengan gertakan Leo, wanita itu malah semakin ganjen melihat Leo.


“Bukan,” jawab Leo singkat tapi masih menahan geram.


“Benarkah,” ujar wanita itu senang. “Kalau begitu, dia pasti saudara kamu, ya? Ah, syukurlah ... berarti aku punya kesempatan dong?” lagi-lagi wanita itu mencoba tersenyum manis pada Leo.


“Maksudku, wanita tadi bukan pacarku, tapi dia … istriku!” Leo menyeringai sinis.


“Oh … hah? Apa? Istri? Kamu sudah menikah?” wanita itu terkejut karena ternyata Leo sudah beristri.


“Huh, kami bahkan sudah punya anak, dan rencanaku malam ini aku mau program anak yang kedua dengan istri tercintaku. Lagian kau itu buta, ya? Aku mencium istriku, tadi? Masa kau tidak lihat?” Entah apa yang merasuki pikiran Leo sehingga ia dengan sok pedenya mengatakan rencananya pada wanita asing yang mencoba menggodanya. “Sebaiknya, jangan pernah muncul dihadapanku lagi atau kepalamu akan menjadi sasaran anak panahku selanjutnya. Minggir!” bentak Leo dengan tatapan mata yang menakutkan.


Leo langsung berlalu pergi dan memeluk Shena dengan sangat erat. Ia juga mencium kening Shena dengan mesra seolah menunjukkan pada dunia bahwa mereka berdua adalah pasangan sejoli paling romantis sedunia.


Mata teman-teman Shena juga tak bisa berhenti berkedip melihat aksi Leo saat menghadapi wanita yang mencoba menggodanya. Rupanya yang dikatakan Shena memang benar. Leo, hanya mencintai Shena seorang dan tidak mau melihat wanita lain selain Shena.


“Beruntungnya jadi Shena … punya suami tampan, luar biasa keren, tajir melintir, setia pula. Zaman sekarang, mana ada suami model Leo begitu? Leo benar-benar pria idaman yang sempurna,” ujar Fitri dan Vita bersamaan.


“Menurutku, wajar Shena mendapatkan pria seperti Leo. Dia juga wanita yang luar biasa. Tidak sombong dan suka membantu temannya yang kesulitan. Aku harap kalian juga tidak lupa hal-hal yang Shena lakukan untuk kita semasa kita masih sekolah dulu. Shena sudah banyak mengalami kesulitan sejak kedua orangtuanya meninggal. Aku rasa, sekarang Shena pantas bahagia bersama dengan pasangan yang tepat untuknya. Dan Leolah orang yang tepat untuk Shena. Bukan Shena yang beruntung bisa mendapatkan suami seperti Leo, tapi Leolah yang beruntung karena memiliki Shena disisinya.” Ucapan Dody sukses bikin baper kedua temannya.


“Wauw, Dod! Tumben otakmu waras? Aku pikir kau itu idiiot yang bisanya cuma nyusahin saja, tapi ternyata kau bsia bijak juga dalam menilai orang?” celetuk Fitri.

__ADS_1


“Tentu saja, kalian saja yang tidak tahu, dari dulu aku memang bijak.” Dody mulai narsis lagi.


***


Shena dan Leo sedang dalam perjalanan pulang setelah selesai memenangkan pertandingan memanah hari ini. Kini, Leo harus bersiap-siap untuk melakukan pertandingan selanjutnya.


“Apa yang kau katakan pada wanita tadi, kenapa dia langsung bengong begitu ketika melihatmu?” tanya Shena ingin tahu. “Bukankah dia sedang menggodamu?”


“Dia tanya kau itu siapaku. Wanita gila itu mengira kau adalah saudaraku,” jawab Leo saat keduanya sedang duduk sambil berpelukan didalam mobil. Leo memerhatikan sopirnya yang lebih memilih fokus menyetir daripada mendengar pembicaraan majikannya.


“Lalu, kau jawab apa?” Shena tetap bertanya walaupun ia sudah tahu apa jawaban yang diberikan Leo.


“Apalagi? Ya aku bilang kalau kau adalah istriku. Alasan kenapa dia terkejut tadi, karena aku bilang padanya, malam ini aku mau program anak kedua kita denganmu,” jawab Leo jujur sejujur jujurnya.


“Apa?” Shena langsung bangun dari pelukan Leo. “Masa kau bilang seperti itu padanya? Dasar kau ini? Apa kau tidak malu bicara seperti itu? Huh, program anak?” Shena langsung shock mengetahui urat malu suaminya ini sepertinya sudah terputus sehingga ia bisa bicara blak-blakan begitu.


“Kenapa harus malu? Aku berkata jujur. Lagipula malam ini, aku memang ingin buatkan adik untuk Yeon, supaya dia tidak kesepian kalau kita tinggal pergi berkencan.” Leo menyeringai nakal pada Shena.


“Hah?” giliran Shena yang melongo menatap Leo.


Dasar si Leo benar-benar nggak ada akhlak! Batin Shena. Ia tidak tahu lagi harus berkata apa. Shena sengaja duduk agak menjauh dari Leo karena merasa malu sendiri. Bagaimana bisa Leo mengatakan hal itu pada wanita yang menggodanya. Benar-benar bengek si Leo! Pantas saja wanita itu langsung melongo.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1



__ADS_2