Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 111 Emosi


__ADS_3

Shena masih mencemaskan keadaan suaminya. Terakhir kali, Shena melihat Leo masih dalam keadaan pingsan saat iadipisahkan denngan suaminya. Istri Leo itu merasa ada yang aneh dengan apa yang ia lihat. Baginya, Leo itu sangat keren dan tidak mungkin bisa ditumbangkan begitu saja oleh musuhnya. Tapi melihat situasinya yang jadi begini, Shena tidak bisa berkata apa-apa. Bagaimanapun juga, ia tetap khawatir pada Leo yang kini dibawa oleh sekelompok orang entah pergi kemana.


Sementara dirinya dibawa keruangan khusus dan untungnya masih dijadikan satu dengan putranya sehingga Shena masih bisa memberikan ASI jika Yeon membutuhkannya. Bibi dan pengasuh Yeon juga tetap bersama Shena.


“Kau tidak apa-apa, Shena?” tanya bibi Egha agak sedikit cemas. Mereka semua dikurung dalam satu ruangan.


“Aku tidak apa-apa, Bi.” Shena mengambil alih Yeon dari gendongan pengasuhnya dan menenangkan putranya karena ia sedang menangis.


“Bagaimana dengan suamimu? Mereka membawanya kemana?” Tanya bibi Egha lagi.


“Entahlah, Bi. Tapi aku yakin, Leo pasti baik-baik saja. Mungkin sekarang, dia sedang berusaha mencari cara untuk menyelamatkan kita.”


“Tapi siapa yang melakukan ini pada kalian? Dasar tidak berperikemanusiaan!” geram bibi Egha sambil memerhatikan ruangan yang gelap dan hanya ada sedikit cahaya dari jendela salah satu dinding ruangan ini. “Bagaimana dengan Yeon? Apa dia tidak apa-apa?” Bibi Egha terlihat sangat cemas sekali.


“Tidak apa-apa, Bi. Dia cuma kaget saja,” ujar Shena sambil memberikan ASI dan Yeon langsung tertidur dalam gendongan Shena.


“Benar-benar kelewatan! Apa sih yang diinginkan orang-orang ini dengan menculik kalian?” Bibi Egha masih saja kesal. “Kalau sampai Yeon kenapa-napa, lihat saja … aku tidak akan pernah memaafkan orang-orang yang berada dibalik semua ini.”


“Wuah … sejak kapan kau perhatian dengan anaknya Shena … Ibu? Ah bukan, kau sudah bukan ibuku lagi.” tanya seseorang yang langsung membuat Egha tersentak. Ia sangat tahu suara siapa itu. Tak hanya Egha, Shenapun juga terkejut mendengar suara yang sangat familiar itu.

__ADS_1


“Aryani!” teriak Egha langsung. “Jadi … ini semua ulahmu?” mata Egha melotot menatap putrinya yang sudah tak menganggapnya lagi sebagai ibu.


“Kalau iya, kenapa? Salah sendiri, siapa suruh keponakan kesayanganmu itu cari gara-gara denganku!” Aryani beralih menatap sinis Shena. “Malam ini adalah malam final pertandingan suamimu yang akan melawan pemain dari luar kota. Pertandingan malam ini adalah pertandingan kontes menari. Apa jadinya jika suami yang kau banggakan itu tidak bisa datang. Artinya … kau kalah! Hahaha ….” aryani tertawa lepas sambil menatap tajam mata Shena.


“Jadi, kau menculikku dan mengurung Leo hanya untuk menggagalkan dia supaya kalah?” tanya Shena masih dengan sikap yang tenang.


“Benar! Jika aku tidak bisa menang, bagaimana mungkin aku membiarkanmu menang juga? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.”


“Aryani! Apa yang meracuni pikiranmu sehingga kau melakukan tindakan sekotor ini, ha? Kau benar-benar tidak waras! Bebaskan kami semua sekarang juga?” bentak Eghatia.


“Enak aja! Kalian semua harus tetap berada disini sampai pertandingan final itu selesai digelar. Baru kalian kubebaskan.” Lagi-lagi Aryani menatap tajam mata Shena. “Setelah itu, kau dan seluruh keluargamu harus segera angkat kaki dari desa ini dan jangan pernah lagi datang kemari. Ah … bawa wanita tua tidak berguna ini bersamamu, biar dia tidak jadi sampah masyarakat didesaku!” Aryani menatap sinis wajah ibunya yang terlihat seolah ingin memakannya hidup-hidup. “Apa lihat-lihat! Berkali-kali aku bilang padamu kalau kau bukan lagi ibuku, jadi jangan menatapku seperti itu, kau membuatku mual saja!” Aryani hendak beranjak pergi diikuti oleh beberapa orang yang menjadi pengawalnya.


Aryani berhenti berjalan dan berbalik arah menatap Shena. “Huh, jangan bicara padaku seolah kau itu sok baik dan sok suci disini! Kau tidak tahu, berkat siapa aku jadi seperti ini? Dia memberiku mimpi yang begitu tinggi, tapi tak satupun dari mimpi itu terwujud. Semua itu karena ketamakannya sendiri sehingga akulah yang kena imbasnya juga. Jika kau tidak terima dengan apa yang aku lalukan sekarang! Salahkan saja dia! Salahkan dia kerena telah gagal mendidikku menjadi wanita yang benar!” bentak Aryani dengan nada suara tinggi.


“Atas dasar apa kau bicara seperti itu pada ibumu sendiri? Sadarlah Ary, kau tidak berhak menghakimi ibu yang sudah melahirkanmu. Kau akan mengerti jika kau juga menjadi seorang ibu!” Shena mencoba membuka mata hati sepupunya yang sudah dibutakan oleh harta dan kekuasaan sehingga ia tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah.


“Jika aku menjadi ibu, maka aku tidak akan menajdi ibu seperti orang itu! Tidakkah kau ingat semua perlakuannya padamu? Karena dia juga aku jadi membencimu! Harusnya kau memebencinya? Kenapa kau malah membelanya dan menerima taruhan konyol ini demi dia?” nada suara Aryani masih meninggi.


“Aku sudah melupakannya,” ujar Shena lirih. “Sebab bagaimanapun juga, Bibi adalah bibiku. Dan selamanya, ia akan terus menjadi bibiku, karena dia adalah adik kandung dari almarhum ayahku.” Shena mencoba mendekat kearah Aryani. “Jika aku saja yang hanya keponakannya bisa memaafkan semua kesalahannya dimasa lalu, kenapa kau tidak?” bujuk Shena.

__ADS_1


“Apa kau bilang? Memaafkannya? Huh, silahkan bermimpi. Membusuklah kalian didalam sini! Kau benar-benar menyebalkan!” Aryani mulai beranjak pergi lagi, tapi ia kembali berbalik badan sambil berkata, “Ah satu lagi, kau bukan apa-apa tanpa suamimu, bukan? Sepertinya, kau harus segera menyandang status baru … yaitu menjadi janda kembang! Hahahaha …..” Aryani keluar dan langsung menutup pintu sebelum Shena berlari menyerangnya.


“Apa yang kau lakukan pada suamiku? Kau apakan dia? Dimana dia sekarang?” teriak Shena dengan kencang sehingga Yeon terbangun dan kembali menangis.


Karena Shena sedang dalam keadaan emosi tingkat tinggi, maka bibi Egha dengan sigap mengambil alih Yeon dari gendongan Shena dan menenangkannya. Sementara Shena, masih diselimuti aura kemarahan yang membara. Entah kenapa ia begitu marah mendengar Leo sedang terancam bahaya.


“Aryani! Kau dengar aku! Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu pada Leo! Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Akan kubunuh kau dengan tanganku sendiri! Leo tidak akan pernah bisa kau kalahkan dengan mudah. Camkan kata-kataku ini, Ary! Kau akan mati jika sampai Leo tahu apa yang kau lakukan pada kami. Aryani!” teriak Shena sambil mendobrak-dobrak pintu. Namun usahannya itu hanya sia-sia saja.


Tubuh Shena menjadi lemas dan ia menyandarkan diri didaun pintu sambil berusaha menahan emosinya. Dalam keadaan seperti ini, Shena harus tetap tenang supaya bisa mencari jalan keluar untuk menolong suaminya.


“Shena, susui dulu putramu. Sepertinya ia terkejut dengan keributan tadi,” pinta Egha lirih. Shena sendiri tertegun dan langsung mendekat kearah putranya.


Saat ini, penyemangat Shena adalah Yeon. Ia tidak boleh lemah dan terus berusaha mencari cara agar bisa keluar dari sini secepatnya. “Maafkan ibu, Yeon. Kau harus mengalami hal sulit seperti ini. Percayalah, ayahmu pasti bisa menyelamatkan kita.” Shena mengecup pelan kening putranya yang sudah terlihat tenang dalam dekapan ibunya.


BERSAMBUNG


***


sabar tunggu kisah seru lainnya ... maaf kalau upnya telat

__ADS_1


__ADS_2