
Pernyataan Shena yang telah mengetahui segalah hal tentang Leo, membuat si gangster itu terpana antara percaya dan tidak percaya. Datuk Situroja juga tersentak karena ternyata, ia sudah salah duga. Si mafia tua itu terperosok ke dalam lubang yang sudah ia gali sendiri. Kini nyata sudah, ia kalah akan tantangan yang telah ia ajukan. Dan sebagai seorang mafia, mau tidak mau ia harus mengakui kekalahan.
“Apa yang kalian lakukan, ha? Kau bilang wanita itu amnesia dan tak ingat siapa-siapa? Bagaimana bisa ia tahu semua kenangan mereka?” geram datuk itu pada anak buahnya sampai menginjakkan kakinya diatas orang itu kuat-kuat.
“Informasi yang saya terima memang seperti itu Tuan,” ujar pengawal malang itu sambil meringis menahan sakit akibat injakan kaki majikannya.
“Berarti informasi itu palsu! Kurang ajar!” geram Datuk sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
Tak ada yang bisa dikatakan si mafia tua sekarang, ia benar-benar kalah telak. Giginya gemeretak menahan kesal apalagi melihat dua sejoli yang dimabuk asmara itu malah saling bertatapan mesra.
Dari sini, Leo mulai sadar kalau istri tercintanya telah kembali mengingat semuanya. Dan untuk membuktikan dugaan Leo ini benar atau tidak, ia pun mengajukan pertanyaan. “Dimana pertama kali kita bertemu?” tanya Leo masih tertegun menatap Shena. Rasa syok dan juga bahagia menyelimuti pria itu.
“Ada banyak versi,” jawab Shena lirih. Matanya terus menatap manik mata Leo. “Versi kecil, aku pertama kali bertemu denganmu sewaktu kau hanyut disungai dan ayahkulah yang menyelamatkanmu. Versi dewasa, kita pertama kali bertemu saat kau menyelamatkanku dari gertakan para preman kampus. 3 tahun kemudian, kau menyatakan cinta padaku di atas panggung dengan menyanyikan sebuah lagu ‘can you be my girlfriend’.” Shena mengeluarkan ponselnya dan membuka sebua video yang pernah Leo kirimkan padanya. Video itu berisi lagu cinta yang dinyanyikan Leo untuknya. “Inilah lagunya.” Mata Shena mulai berkaca-kaca saat menunjukkan lagu cinta itu pada Leo.
Sudah tak bisa dibendung lagi betapa bahagianaya Leo saat ini. Tanpa sungkan lagi, Leo memeluk tubuh Shena dengan erat sambil meluapkan rasa bahagia yang tak terkira. Ia tak menyangka kalau ingatan istrinya sudah kembali seperti sedia kala dan disaat yang tak terduga pula. Tak ada yang bisa dikatakan Leo sekarang. Ia sungguh gembira, bahkan ia tak peduli dengan tatapan benci orang-orang yang ada dihadapannya.
“Kau kembali, Sayang. Shenaku sudah kembali padaku!” Leo menciumi seluruh wajah Shena sehingga membuat Datuk itu mengernyitkan alisnya karena merasa risih dengan pemandangan vulgarr didepannya.
“Dasar tidak tahu malu!” geram pak tua itu sambil menahan amarah yang tak bisa ia luapkan begitu saja. “Hei kalian berdua! Bisakah kalian hentikan adegan sok romantis kalian itu? Aku muak melihatnya!” teriak Datuk dan seketika membuat si macan Leopard marah. Wajahnya yang tadinya bahagia mendadak berubah jadi seram, dan menakutkan.
__ADS_1
“Kita lanjutkan nanti di rumah, kita bereskan si tua bangka itu menjadi belatung!” ujar Leo sambil memegangi kedua pipi merah merona Shena.
“Ehm, aku juga sudah tidak sabar melihat orang itu mati kaku berdiri. Cepat bereskan dia supaya kita bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan semuanya. Jangan khawatirkan apapun sebab kak Refald akan mengatasi semuanya.” Shena menggenggam erat kedua tangan suaminya.
Secara bersamaan Leo dan Shena sama-sama menatap tajam Datuk Situroja. Wajah mereka berubah serius seolah peperangan yang sebenarnya baru saja dimulai.
“Kau harus memenuhi janjimu, Pak tua. Sebab kau kalah … dan kamilah yang menang.” Leo tersenyum sinis menikmati ekspresi kesal pria tua yang ada dihadapannya.
“Apa yang ingin kau barterkan?” tanya Datuk itu akhirnmya mau juga mengakui kekalahannya dan menepati janjinya. Hanya saja, ia seolah sedang merencanakan sesuatu yang lain. Sesuatu yang sangat berbahaya.
Leo tak langsung menjawab. Rencana yang suda ia siapakan sepertinya mulai berjalan lancar sesuai harapannya. Suami Shena memberikan berkas yang sejak tadi sudah ia siapkan sebelumnya. Ia meletakkan berkas tersebut diatas meja supaya Datuk membaca dan memeriksanya.
“Yuna? Kenapa kau sangat mengnginkan anak itu? apa istimewanya dia?” tanya Datuk itu sambil menyunggingkan senyum liciknya.
“Kami hanya tidak ingin, hidupnya hancur ditanganmu, dia punya masa depan yang indah daripada harus menjadi budakmu,” jawab Leo sambil mencondongkan tubuhnya sehingga membuat Datuk itu semakin mengernyitkan alisnya.
“Kau yakin?” tanya si mafia tua itu penuh makna. Sepertinya ia salah mengartikan makna kebebasan Yuna.
“Kami yakin,” jawab Shena cepat. “Arti dari kebebasan anak itu adalah … ia akan menjadi bagian dari keluarga Pyordova, jadi kau jangan coba-coba menyentuhnya. Ataupun mengusik kehidupannya. Sebab jika kau melakukannya, maka kau akan berurusan dengan kami,” tandas Shena sehingga membuat Datuk tercengang karena heran. Sungguh ia terkejut dengan pernyataan Shena yang menyatakan kalau Yuna adalah calon menantunya.
__ADS_1
“Hah?” tanya Leo tak kalah terkejut dari Datuk. Matanya melotot menatap istrinya. “Apa yang kau bicarakan, Sayang?”
“Diam,” geram Shena sambil melirik tajam suaminya. Ia memberi kode pada suaminya untuk mengiyakan saja apa yang diucapkannya.
“Jelaskan padaku apa maksudmu Nyonya Leopard? Bagaimana bisa Yuna menjadi bagian dari keluargamu? Apa yang kau lihat dari gadis rendahan seperti dia? Keluarga Pyordova harusnya tak sembarangan memilih menantu.”
“Kau hanya melihat orang berdasarkan kulit luarnya saja Pak tua, kau tak bisa melihat kebaikan hati seorang malaikat tak bersayap seperti Yuna. Dia memang gadis rendahan seperti yang kau ucapkan, tapi dia sangat berharga dan jauh berkualitas tinggi bila dibandingkan dirimu yang hanya bisa menyombongkan kekayaan dan kekuasaan yang kau punya. Kau tak lebih dari sampah masyarakat yang meresahkan banyak orang. Bahkan kau tak pantas disebut sebagai manusia! Karena kau adalah binatang pemangsa wanita!” Shena mulai meluapkan seluruh isi hatinya karena ia sudah tak tahan mendengar orang seperti Datuk merendahkan orang lain.
“Apa?” seru Datuk marah. Ia bahkan sampai berdiri tegak karena tak terima dengan kata-kata kasar Shena yang benar-benar menghinanya. “Ini penghinaan besar, dan aku tidak terima. Kau tak tahu dengan siapa kau berhadapan, nyonya Leopard! Tarik kata-katamu kembali dan minta maaflah padaku! Jika tidak … kau akan tanggung sendiri akibatnya ….”
“Kaulah yang lupa sedang berhadapan dengan siapa, dasar kakek peot?” dengan berani Shena memotong kata-kata Datuk bahkan sengaja mengatainya. Istri Leo itu sudah tak bisa mengendalikan amarahnya lagi dan sudah lepas kendali.
“A-apa? Kau bilang apa tadi?” tanya Datuk itu sekaan darah tingginya mulai naik. Ia bahkan memegangi tengkuk kepalanya yang mulai terasa nyeri.
Baru kali ini ada seorang wanita muda berani mengatainya dengan sebutan ‘kakek peot’. Jika itu orang lain, mungkin saja nyawa orang yang berani bicara kasar padanya sudah melayang-layang diudara, berhubung yang ia hadapi adalah anggota keluarga Pyordova, maka Datuk Situroja tak bisa dengan mudah melenyapkan mereka semua.
“Kenapa kau hanya diam saja tuan muda Leo. Istrimu jelas-jelas menghinaku! Kau sangat tahu apa yang terjadi jika sampai membuatku marah.” mata Datuk itu memerah saking marahnya dan Leo hanya memalingkan wajah sambil menahan tawa dibelakang punggung Shena.
BERSAMBUNG
__ADS_1
****