
Kedatangan para pengawal Refald sukses membuat heboh kaum hawa. Bagaimana tidak? Semuanya terlihat cool dan charming, apalagi yang paling belakang, senyumannya bikin meleleh setiap wanita yang memandang. Bahkan Shena dan Fey hampir ikut terpesona, tapi mereka berdua mencoba menahannya, sebab suami-suami mereka bakal bersikap ekstrim kalau sampai dua wanita cantik ini ikutan terhanyut oleh pesona para pasukan anak buah Refald.
Suara teriakan histeris menggema dimana-mana, tapi para kaki tangan Refald itu hanya acuh dan fokus pada atasannya saja. Mereka semua sama sekali tidak peduli dengan teriakan sederetan kaum hawa yang memekikkan telinga. Tak sedikit dari wanita-wanita itu malah ada yang pingsan saking takjubnya kerena bisa melihat makhluk-makhluk tampan ciptaan Tuhan.
“Kenapa anak buahmu muda-muda semua? Masa satupun tidak ada yang tua?” komentar Fey saat melihat semua anak buah Refald berjalan semakin dekat kearahnya dan Refald berdiri.
“Apa kau tidak sadar, Honey?” bisik Refald di telinga istrinya. “Mereka adalah pasukanku. Siang hari mereka bekerja diperusahaanku, malam hari mereka menjadi pasukanku. Kau paham maksudku, Honey?”
“Hah?” mata Fey langsung melotot menatap Refald dan pasukannya secara bergantian. “Pantas aku merasa ada yang aneh dengan mereka. Ternyata mereka semua pasukanmu!” ujar Fey dan Refald hanya tersenyum.
“Kami datang tuan muda,” ujar salah satu anak buah Refald yang paling charming diantara kelompoknya. Mereka semua juga menundukkan kepalanya kepada Fey sebagai tanda hormat seperti yang biasa pasukan dedemit lakukan bila bertemu dengan istri Refald. Melihat hal itu, semakin percayalah Fey kalau orang-orang yang bekerja diperusahaan Refald ini memang pasukan dedemit Refald sungguhan.
“Ehm.” Refald mengangguk. Ia beralih menatap Fey dan juga Kristin yang sejak tadi masih tertegun menyaksikan fakta yang tak bisa terima Kristin begitu saja. “Kau harus mengetahui fakta tentang siapa suamimu sebenarnya, Miss Kristin Hanakomachi. Tapi sebelum itu … aku akan memperkenalkanmu semua anak buahku yang bekerja di perusahaan Dilagara groub.” Mata Refald menatap tajam Kristin.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain, Leo juga tak pernah main-main dengan apa yang sudah ia ucapkan, beberapa anak buah Leopun juga datang dengan membawa peralatan yang diinginkan Leo, yaitu layar LCD dan laptop beserta layar tancapnya. Suami Shena itu langsung memnita anak buahnya untuk menggelar layar tancap tersebut ala bioskop trans tv agar semua orang yang ada disini bisa menyaksikan siapakah sosok seorang Fabio ini.
“Heh, Fabio wik wik, habislah kau! Kau menggembar-gemborkan dirimu sebagai CEO perusahaan Dilagara Groub. Sekarang, seluruh dunia akan tahu, siapa kau sebenarnya. Dan setelah semua ini selesai, bersiaplah untuk kucongkel matamu dan kujadikan santapan makanan Leopard ayahku! Itu hukuman karena kau telah berani mengedipkan mata pada istriku! Asala kau tahu saja. aku paling tidak suka kalau ada orang yang berani menggoda wanitaku. Kau tahu kenapa? Karena Shena hanya milikku.” suara Leo terdengar lebih menakutkan daripada ancamannya.
Pria bernama Fabio itu diam seribu bahasa dan hanya bisa mengerang kesakitan menahan lukanya. Darah segar terus saja keluar dari betis kakinya dan tentu saj taka da yang peduli padanya. Bahkan sang istri, sama sekali tak mau melihat wajahnya lagi. Sungguh malang nasib orang yang bernama Fabio ini. Siapa suruh cari gara-gara dengan Leo dan keluarganya. Inilah akibat yang harus ditanggung oleh seorang Fabio bila macam-macam dengan macan Leopard Leo dan raja dedemit Refald.
Leo memberi kode pada Refald kalau persiapannya sudah selesai dan komplit. Fabio juga sudah tak bisa bergerak ataupun mencoba kabur lagi karena kakinya sedang terluka akibat timah panas yang keluar dari senjata api Leo.
Seketika semua orang mengikuti arah petunjuk Refald dan langsung menatap layar tancap yang sudah disipakan anak buah Leo. Betapa tercengangnya Kristin setelah tahu bahwa apa yang dikatakan suami Fey itu memang benar adanya.
Dalam layar itu, terlihat video suaminya memakai seragam office boy dan sedang malakukan pekerjaannya, yaitu mengepel lantai. Video itu diambil dari cctv yang terpasang disetiap sudut ruangan perusaahaan milik Refald. Segala aktivitas Fabio yang tenyata hanyalah seorang office boy, terekam jelas disitu. Sudah jelas sekali kalau video itu bukanla video rekayasa, itu adalah murni asli pekerjaan suami Kristin yang sebenarnya. Bahkan pembicaraan antara Fabio dan rekan-rekan sesama OB nya pun juga terdengar jelas dimana … semua teman-temannya memang memanggilnya dengan sebutan nama Fabio Wicaksono.
Tubuh Kristin langsung lemas lunglai. Wanita itu sampai jatuh terduduk di lantai saking emosinya. Marah, benci, kecewa, malu dan juga perasaan terluka yang begitu dalam, bercampur aduk jadi satu menyelimuti hati Kristin. Runtuh sudah dunia dan kesombongannya, Kristin bahkan menangis tersedu-sedu seolah tak ingin lagi mengangkat wajahnya. Wanita itu telah jatuh sejatuh-jatuhnya. Bahkan untuk berdiri saja, ia sudah tak punya tenaga.
__ADS_1
“A-apa yang terjadi sebenarnya? Ini sungguh tidak masuk akal,” gumam Kristin masih shock berat. “Aku sendiri yang menyaksikan kalau dia dikelilingi anak buahnya dan meminta tanda tangannya karena dia adalah seorang CEO yang selalu menyembunyikan identitasnya. Bagaimana bisa ia berubah menjadi office boy hanya dalam sekejap?” air mata Kristin terus saja berjatuhan.
“Beberapa bulan lalu, aku mendapat laporan bahwa salah satu karyawanku menggelapkan dana perusahaan sebesar 150 T. Uang itu suamimu gunakan untuk menyewa orang-orang tertentu dan memainkan drama seolah dialah CEO dari perusahaanku. Ia bekerjasama dengan beberapa mafia ternama dengan menggunakan uang tersebut untuk melancarkan aksinya. Aku kira untuk apa seorang office boy menghabiskan uang sebanyak itu?
"Ternyata motifnya adalah untuk mendapatkan wanita sultan sepertimu. Aku salut padanya karena akhirnya karyawanku yang sebentar lagi menjadi mantan, telah berhasil mendapatkanmu walau dengan mengaku-ngaku sebagai CEO diperusahaanku, menggantikan diriku.” Refald menjelaskan panjang, lebar dan tinggi kronologi yang terjadi hingga ia dan Leo harus membuat jebakan batman ini.
Penjelasan Refald membuat Fey dan Shena akhirnya mengert alasan mengapa Refald meminta bantuan Leo untuk menagkap orang yang bernama Fabio ini. Kalau urusan mafia, memang Leolah jagonya, hanya dalam waktu singkat Leo pasti bisa menangkap siapapun yang dia incar. Pantas saja suami Shena itu tahu semuanya.
“Oey, wanita jalaang!” seru Leo pada Kristin. “Jangan pinsan dulu karena kejutan untukmu masih belum berakhir.” Leo tertawa sinis menatap duo cecurut yang sudah berani membuat istrinya kesal.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1