Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 290 Aksi tak Terduga Shena


__ADS_3

Pernyataan Shena yang menyatakan bahwa Yuna adalah calon menantunya membuat ibu Yuna sangat terkejut. Yuna masih terlalu kecil, tapi bagaimana bisa wanita asing yang entah darimana asalnya ini tiba-tiba saja datang dan mengakui Yuna sebagai calon menantunya. Itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Tak jauh beda dengan ibunya, Yuna juga tidak menyangka, Shena bisa berkata seperti itu di depan ibunya. Entah bagaimana reaksi ibunya ini, Yuna yakin kalauibunya takkan pernah menyetujui apa yang diinginkan Shena.


“Bibi … apa yang bibi katakan?” tanya Yuna dari balik punggung Shena.


“Itu memang benar Yuna. Kau adalah calon menantuku,” ujar Shena. “Alasan kenapa aku menyetujuimu tinggal kembali bersama keluargamu adalah … kami akan menjemputmu kembali setelah kau dewasa dan siap menikah dengan Yeon. Dan malam ini … adalah malam pertunangan kalian. Leo dan aku … sudah menyiapkan segalanya yang dibutuhkan agar kau dan Yeon bisa bertunangan … di malam ini juga.” Ucapan Shena itu tak hanya ditujukan pada wanita yang menajdi ibu Yuna, melainkan pada Yuna juga.


Bagai sambaran petir sedang menyambar di langit-langit awan, ucapan Shena langsung sukses membuat siapapun yang mendengarnya terkejut bukan kepalang tak terkecuali Yuna sendiri. Gadis itu shock sampai –sampai kakinya terhuyung mundur kebekalang.


Bertunangan? Malam ini? Dengan Yeon? Apa tidak salah? Apa bibi Shena sedang mengigau? Batin Yuna, tapi ia tidak berani bersuara.


Yuna benar-benar terkejut. Sangat-sangat terkejut. Ia menatap wajah serius Shena yang terus saja menatap tajam ibunya seakan memberitahu bahwa apa yang dikatakan Shena itu memang benar dan nyata. Tidak ada gurauan di dalamnya. Sepertinya, inilah yang memang sudah direncanakan Leo dan Shena, yaitu membuat ikatan antara Yeon dan Yuna sebelum mereka semua pergi ke Swiss.


Mata ibu Yuna terbelalak antara kaget dan tidak percaya. Ia menatap Shena mulai dari atas hingga kaki. Wanita itu sama sekali tak mengenal siapa Shena, darimana asal usulnya dan tinggal di mana wanita asing ini. Ia sungguh tidak tahu apapun tentang seluk beluk Shena ataupun keluarga Pyordova. Namun dengan sok Pe-Denya Shena mengatakan bahwa akan mengambil Yuna sebagai menantunya tanpa meminta persetujuannya terlebih dulu.


Bahkan yang lebih parah, ibu Yuna baru melihat Shena hari ini tanpa ia tahu bahwa Shena merupakan penduduk lama yang memang jarang pulang ke desa setelah ia menikah dengan Leo. Sedangkan ibu Yuna adalah pendatang baru yang baru saja pindah dari kota dan memilih menetap di desa ini. Wajar jika keluarga Yuna, tidak tahu siapakah sosok Shena dan Leo yang notabennya adalah pasangan tersomplak dan nggak ada akhlak yang sangat terkenal di desa ini.

__ADS_1


“Maaf, Nyonya. Anda bilang apa tadi? Menantu? Huh, apa sedang melucu? Bagaiaman bisa anda mengatakan akan menungkan gadis tengil itu dengan putramu? Memangnya siapa kau? Istri persiden?” tanya ibu Yuna seolah ia merendahkan Shena.


Untuk kesekian kalinya, akibat penampilan Shena yang terlalu sederhana, membuat orang seperti ibu Yuna jadi salah kira tentang siapakah Shena. Apalagi istri Leo itu datang melamar anak orang hanya dengan membawa sepeda pancal. Siapapun pasti mengira kalau Shena bukanlah siapa-siapa dan hanya wanita desa biasa dan berasal dari keluarga pas-pasan. Seandainya wanita ini tahu jati diri Shena yang sebenarnya, ia pasti pingsan.


“Anggap saja, aku adalah ibunya Aladin yang akan meminang putri Yasmin, yaitu Yuna. Jika kau menyetujui pertunangan ini, aku akan jami keselamatan keluaragamu, tapi jika kau menolak … Jangan salahkan aku jika aku harus menggunakan cara ekstream supaya kau ... dan seluruih keluargamu ini menyetujii pertunangan ini.” Cara bicara Shena sudah mirip seperti suaminya, si Leo. Mungkin karena ia sudah lama tinggal bersama sehingga sedikit banyak Shena jadi ikut terbawa kebiasaan gangster suaminya.


“Kau punya suami pengangguran dan dua putri yang duduk di bangku dasar. Usia Yuna dan kedua putrimu masing-masing hanya terpaut 2 tahun saja. Sehari-hari kau bekerja sebagai buruh rumah tangga. Aku rasa … kau tak punya pilihan lain lagi selain memberikan putrimu Yuna padaku. Dengan begitu, aku akan menanggung semua biaya hidup Yuna tanpa perlu merepotkanmu, bagaimana? Kau setuju? Tapi … bisakah kita bicarakan masalah ini di dalam rumah saja? Rasanya tidak etis sekali melamar seseorang kalau tuan rumah tidak mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.” Kata-kata Shena sungguh membuat ibu Yuna tercengang-cengang.


Ada ya? Orang aneh dan menyebalkan seperti Shena ini? Datang malamar anak orang tapi kayak merampok bank. Pakai berkhayal jadi ibu Aladin segala lagi? benar-benar si Shena saingan suaminya.


Diluar dugaan, begitu ibu Yuna bisa mengendalikan emosi dan rasa keterkejutannya, ia langsung tertawa terbahak-bahak di depan Shena.


“Anda tidak akan bisa menikahkan putramu dengan Yuna,” jawab wanita itu.


“Kenapa?” tanya Shena.

__ADS_1


“Karena Yuna telah menjadi milik Datuk Situroja, bahkan kami sama sekali tidak berhak atas Yuna lagi, dia ….”


“Si tua bangka itu sudah mati dan Yuna bukan milik siapa-siapa lagi.” Shena memotong kata-kata ibu Yuna sebelum wanita itu sempat menyelesaikan kalimatnya. “Kau tahu siapa yang membunuhnya?” tanya Shena mulai mengeluarkan jurus intimidasinya yang ia pelajari dari Leo.


Wanita itu hanya diam karena ia memang tidak tahu apa-apa. Sungguh ia sangat terkejut mendengar bahwa si datuk mata keranjang itu telah mati. Selama ini, ibu Yuna memang sudah lama tak mendengar kabar dari si datuk itu setelah orang itu membawa pergi Yuna sebagai ganti untuk melunasi hutang-hutangnya. Namun sungguh ia tak percaya begitu saja kabar kematian sang Datuk.


“Be-benarkah si Datuk mati?” tanya ibu Yuna gelagapan.


“Kau mau tahu di mana kuburannya? Aku bisa mengantarmu? Tapi setelah acara pertunangan putrimu dan putraku selesai dilaksanakan," tawar Shena.


“Tidak mungkin, anda jangan bohong Nyonya? Apa anda sedang ngelawak? Tiba-tiba saja anda datang dan langsung meminta Yuna menjadi menantu anda padahal dia masih sangat kecil, kedua … anda mengatakan bahwa si datuk itu meninggal, lelucon macam apa ini?”


“Aku tidak bohong, aku berkata yang sebenarnya.” Shena mengeluarkan selembar kertas dari dalam tas slempang kecilnya. Dan ibu Yuna langsung terperangah melihat kertas yang dibawa Shena karena ia sangat mengenali kertas apa itu.


“I-itu …” jari telunjuk ibu Yuna menunjuk-nunjuk kertas yang diperlihatkan Shena padanya.

__ADS_1


“Ini adalah surat perjanjian antara dirimu dan Datuk di mana Yuna telah menjadi milik Datuk seutuhnya.” Shena bantu menjelaskan sehingga semakin terkejutlah ibu Yuna. Tanpa di duga, Shena langsung merobe-robek kertas perjanjian itu menjadi hancur berkeping-keping dan melemparnya ke udara begitu saja. “Sekarang perjanjian antara dirimu dan si datuk itu sudah tidak ada lagi, yang tersisa adalah … hubungan antara kau … dan aku!” mata Shena menatap tajam mata ibu Yuna yang tertegun atas aksi tak terduga Shena.


BERSAMBUNG


__ADS_2