Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 251 Kenangan


__ADS_3

Sebelum tiba kemari, Leo sudah menceritakan semua keadaan dan kondisi Shena pada orang-orang terdekatnya dan meminta semuanya untuk bersikap wajar agar Shena tak merasa tertekan ataupun stres bila orang-orang mengelilinginya ataupun sekedar bicara padanya. Sebab, setiap kali Shena mencoba mengingat sesuatu, ia selalu saja merasakan sakit dan bahkan bisa pingsan. Leo tak ingin memaksakan diri dan terus bersabar menghadapi setiap perubahan mood Shena yang selalu berubah-ubah. Leo juga sangat menjaga Shena dan tak pernah meninggalkannya lebih dari satu jam.


Bibi Egha, tak tega melihat Shena yang tak mengingat dirinya sehingga meminta Leo agar tak mempertemukan Shena dengannya untuk sementara. Hal itu Egha lakukan agar tangisnya tak tumpah dan bisa saja berakibat fatal bagi emosi Shena. Mau tidak mau, Leo menuruti permintaan bibi iparnya dan tetap menjaga Shena di rumah almarhum kedua orang tua Shena. Prioritas utama Leo saat ini adalah membuat Shena nyaman dan bisa beradaptasi dengan baik di desa kelahirannya sendiri.


“Kau yakin membiarkan Shena tinggal di sini lebih lama? Ada banyak kenangan buruk sewaktu ia kecil, itulah kenapa bibi Egha melarikan diri dan tak ingin bertemu dengan keponakannya,” ujar Arga saat Leo datang menemuinya dan menjelaskan keadaan Shena sekarang.


“Tapi, di sisi lain ada kenangan indah kami berdua di sini. Hal pertama yang terlintas dibenaknya adalah kenanganku bersamanya, bukan kenangan masa kecilnya. Aku hanya ingin Shena nyaman dengan lingkungan tempat tinggalnya. Jika ini tidak berhasil, maka aku akan membawanya ke Eropa.”


“Setidaknya, perasaan cintanya padamu tidak berubah. Maaf aku tak banyak membantu dan juga belum bisa menemuinya. Ibuku terlalu sedih, jadi ia tak sanggup bertemu Shena. Ia juga takut bila Shena bertemu dengan ibu, kenangan pahit di masa lalu bisa membuat Shena semakin stres,” terang Arga yang selalu memantau keadaan Shena dari kejauhan tanpa berani bertemu langsung. Sebab, ia yang mengenal Shena sejak kecil takut kalau-kalau Shena akan kembali mengingat hal-hal buruk yang dulu pernah menimpa Shena bila Arga menemuinya sama seperti yang lainnya.


“Tidak apa-apa, terimakasih sudah mengkhawatirkan Shena. Aku harus kembali, aku khawatir Shena akan mencariku bila aku tak ada disampingnya.”`


Belum juga Arga membuka mulutnya untuk bicara, tiba-tiba pengawal Leo yang mengawal Shena berlarian menghampiri Leo dengan napas tersengal-sengal. “Tuan muda! Nyonya Shena ….” Seru pengawal itu.


“Ada apa dengan Shena?” tanya Leo terkejut melihat pengawalnya datang ngos-ngosan.


“Nyonya … tidak ada dikamarnya, kami sudah mencarinya kemana-mana, tapi tak menemukan nyonya Shena dimana-mana. Sejak tadi saya sudah menelepon anda tapi anda tak mengangkatnya. Lekaslah Tuan muda, kami semua bingung harus mencari nyonya Shena di mana lagi.”

__ADS_1


“Apa? Bagimana bisa Shena menghilang, ha? Apa saja yang kalian lakukan?” teriak Leo penuh emosi.


Tanpa menunggu waktu lama, Leo segera berlari menuju mobilnya dan melaju kencang mencari keberadaan Shena. Baru ditinggal sejam saja, Shena sudah bikin ulah, padahal kemarin-kemarin tidak ada masalah apapun.


“Pergi kemana kau Sayang,” gumam Leo risau, apalagi ini sudah malam. “Hubungi aku segera bila kalian melihat Shena. Cepat telusuri semua area perkebunan teh. Dan sisanya amati setiap rumah penduduk yang ada di desa ini.” perintah Leo pada seluruh anak buahnya sambil fokus berkendara.


“Baik Tuan muda,” seru seluruh anak buah Leo bersamaan dan langsung melaksanakan apa yang diperintahkan Leo barusan. Yaitu menulusuri seluruh area perkebunan teh beserta menjelajahi rumah-rumah penduduk desa.


***


Sepeninggal Leo, sebenarnya Shena terbangun dari tidurnya akibat mimpi buruk yang dialaminya. Ia meneriaki nama Leo dengan ekspresi ketakutan dan sayangnya orang yang ia panggil tak ada didekatnya. Tentu saja Shena jadi panik dan mengira mimpi buruknya tentang Leo menjadi nyata. Shena bergegas pergi keluar saat sang penjaga mengantar kepergian suaminya. Sementara penjaga yang lain sibuk menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk keamanan selagi Leo pergi. Mereka semua tidak tahu kalau Shena tak sengaja menyelinap ikut keluar juga melalui pintu belakang untuk mencari keberadaan Leo sementara suaminya sudah pergi melalui pintu depan.


Mereka baru tahu setelah salah satu penjaga sedikit curiga tak ada pergerakan apapun di dalam kamar padahal ini sudah lebih dari satu jam sejak kepergian Leo. Penjaga itupun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar dan langsung memeriksa apakah terjadi sesuatu pada Shena atau tidak, tapi ternyata sudah tak ada orang di dalam kamar.


Sang penjaga panik dan meminta seluruh rekan-rekannya untuk mencari keberadan Shena. Ia juga langsung menghubungi Leo tapi tak kunjung diangkat juga. Penjaga tgersebut memeriksa CCTV dan melihat Shena pergi melalui pintu belakang tepat saat Leo pergi juga. Semua pengawal itu langsung mengejar Shena tapi mereka terlambat. Shena sudah raib dan tak ada dimana-mana.


“Ada di mana aku?” gumam Shena yang ternyata tersesat dihamparan perkebunan teh yang amat sangat luas. “Kenapa aku bisa ada di sini?” tanya Shena pada dirinya sendiri. “Ah!” erang Shena karena kembali merasakan sakit dikepalanya.

__ADS_1


Tiba-tiba sekelebat bayangan seorang wanita sedang menangis dan berlari memeluk seorang pria yang merentangkan kedua tangannya terlintas jelas dikepala Shena. Namun, entah kenapa bayangan itu membuat kepala Shena terasa sangat sakit. Shena terduduk di tanah meratapi kebodohannya sendiri.


“Harusnya aku tak pergi dari rumah, kenapa aku malah pergi dan tersesat di tempat seperti ini? apa yang kupikirkan? Bagaimana kalau Leo tak bisa menemukanku? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ini gelap dan menakutkan sekali?” gumam Shena sambil menelungkupkan kedua tangannya di lutut karena kedinginan.


Haruskah aku berteriak? Siapa tahu ada yang dengar? Tapi kalau yang datang penjahat bagaimana? pikir Shena.


“Shena!” teriak seseorang dari kejauhan.


Tentu saja Shena yang sudah putus asa langsung tersentak mendengar suara yang sangat ia kenal itu. Seketika ia berdiri tegak dan mencari-cari sumber suara itu.


“Di sini!” balas Shena berteriak dan untunglah langsung didengar oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan Leo.


“Sayang! Kau tidak apa-apa?” teriak Leo dari kejauhan dan berlari mendekat kearah Shena.


Mata Shena terpaku saat melihat Leo berlari mendekat kearahnya. Sekelebat bayangan yang Shena lihat dalam pikirannya, sama persis seperti Leo dan dirinya. Dan lokasi ini … sangat persis dengan lokasi yang dilihat Shena dibenaknya. Seketika rasa sakit dikepalanya kembali menyerang sehingga membuat mata Shena kembali berkunang-kunang. Shenapun akhirnya pingsan dan Leo segera menangkap tubuh istrinya.


“Sayang!” seru Leo cemas. Ia menopang tubuh Shena dengan tubuhnya. “Sayang, buka matamu. Aku sudah datang, kau tak perlu takuit lagi. Jangan seperti ini, jangan buat aku kahwatir lagi. buka matamu Sayang.” Leo menepuk pelan pipi Shena dan berkali-kali memeluknya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2