Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 62 Serangan tak Terduga


__ADS_3

Pesta pernikahan Zaya dan Shena telah usai digelar, seluruh keluarga mengantar kepergian sepasang pengantin baru untuk berangkat berbulan madu. Setelah itu mereka semua berpencar dan hendak masuk kembali ke dalam ruangan. Saat itulah terjadi suatu hal yang tak terduga. Seluruh keluarga besar Byon telah dikepung oleh pasukan musuh yang ternyata sedang menyamar sebagai penjaga tempat ini. Mereka sengaja menunggu momen pernikahan itu selesai lalu mengepung seluruh anggota keluarga besar Refald dan Leo.


Anehnya, melihat situasi genting seperti ini, semua anggota keluarga besar Byon sama sekali tak terlihat panik atau ketakutan. Sebaliknya, mereka malah santai tapi tetap waspada. Hal seperti ini memang selalu terjadi di keluarga mereka mengingat betapa terkenalnya keluarga seorang Byon Pyordova selaku sebagai mantan Mafia yang ditakuti musuh-musuhnya. Ditambah lagi ada sang kolonel yang merupakan orang penting dari negeri Paman Sam. Berurusan dengan dua keluarga luar biasa ini, sama saja dengan bunuh diri.


Refald bergerak cepat melindungi Fey yang sedang menggendong Rey dengan berdiri tegap disamping istrinya. Sementara Leo juga melakukan hal sama, yaitu melindungi Shena dalam pelukannya. Begitu pula dengan para pasangan-pasangan lainnya, mereka semua juga tak mau kalah dengan aksi sok sweet Leo dan Refald.


“Oey, Refald!” panggil ayahnya. “Kenapa kau tidak bilang kalau bakal ada cecurut disini, ha?”


“Maaf, Ayah. Aku lupa,” jawab Refald dengan santai tanpa dosa.


“Apa?” teriak ayah Refald tak percaya. Bagaimana bisa putranya yang bisa melihat masa depan itu melupakan hal semacam ini. Semua mata anggota keluarga Refald termasuk Byon sendiri langsung memelototi Refald. Sedangkan yang dipelototi malah biasa-biasa saja. “Bisa-bisanya kau melupakan hal sepenting ini, ha? Apa kau ingin kami semua mati sia-sia disini?” bentak ayah Refald lagi. Kebetulan tadi Ayah Refald lupa membawa senjatanya karena ia meletakkan senjata apinya di laci ruangan saat menghadiri acara pesta pernikahan salah satu keponakannya. “Sial, harusnya aku bawa saja tadi,” guman ayah Refald dengan kesal. Byonpun juga sama, ia lupa menaruh pistolnya dimana.


“Kalian semuan tidak akan kenapa-napa selama aku masih bernapas, santai saja!” ujar Refald lagi.


“Kau!” ayah Refald hendak menyerang putranya, tapi langkahnya dihentikan oleh Byon.


“Hentikan, Kak! Ini bukan saatnya kita berdebat dengan Refald.” Byon memerhatikan sekeliling. Semua pasukan pengawal palsu itu bersenjata lengkap dan siap menodongkan senapannya pada setiap anggota keluarga besar Byon tanpa ada yang terlewat.


“Ayah, silahkan pilih. Mau diselesaikan dengan cepat, atau kita bermain-main dengan mereka sebentar.”

__ADS_1


“Dasar bocah tengik! Memangnya kau pikir ini mobile legend, apa? Kau sama bengeknya dengan adikmu, Leo!” sengal ayah Refald.”


“Weeeh, Paman? Kenapa aku dibawa-bawa?” protes Leo karena dilibatkan pada pertengkaran ayah dan anak.


“Diam kau, Leo!” bentak Byon supaya ia tidak ikut campur urusan orang lain.


“Ayolah, Ayah. Jangan marah begitu,” bujuk Refald yang masih bersikap tenang. “Anggap saja ini sebagai penutup acara pesta. Sudah lama aku tidak bersenang-senang seperti ini. Terakhir hal serupa terjadi di pesta resepsi pernikahan Leo dan Shena. Dan sekarang di pesta pernihkahan Zaya dan Sanha. Bahkan dipernikahanku pun juga terjadi hal yang sama. Hadeuh ... kenapa musuh suka sekali mengganggu pesta pernikahan keluarga kita ....”


Belum sempat Refald selesai bicara, semua pasukan musuh langsung menembakkan peluru-peluru mereka secara bersamaan. Dengan gerakan cepat pula, Refald merentangkan kedua tangannya dan menghalau peluru-peluru tersebut agar tidak sampai menembus kulit seluruh anggota keluarganya.


Hal ajaib diluar nalar manusia, kembali lagi terjadi. Peluru-peluru yang dihalau Refald langsung ia balikkan kembali dan menyerang penembaknya. Alhasil, semuanya tumbang seketika dan Refald memberikan perintah agar semuanya bergegas masuk ke dalam ruangan. Sayangnya, langkah mereka dihalau oleh ratusan musuh yang entah darimana datangnya. Leo dan semua laki-laki yang ada disini langsung unjuk gigi dengan menghajar mereka satu persatu sampai babak belur. Bahkan Byon dan ayah Refald pun ikut berkelahi.


Leo menghadiahi sebuah bogem mentah padas etiap orang yang mendekatinya sambil terus menggengam tangan Shena, begitu pula dengan pasangan-pasangan yang lainnya. Mereka semua ber bak-buk bak-buk ria menghabisi para musuh yang mencoba menyakiti mereka semua.


“Huh, aku sudah tidak tahan lagi, mereka benar-benar membuatku kesal karena sudah menyebabkan Reyku menangis,” ujar Refald sambil meliat wajah putranya. Fey mencoba menyusui dan ditutupi oleh tubuh Refald agar tidak dilhat oleh orang lain sampai Rey merasa tenang.


Refald mengurung tubuh Fey disebuah dinding sambil merentangkan kedua tangannya. Meski sedang memunggungi area perkelahian, Refald masih bisa menghalau tembakan yang diarahkan musuh pada anggota keluarganya dan membalikkan peluru tersebut ke arah pemiliknya.


“Apa tidak apa-apa membiarkan Leo dan yang lainnya berkelahi seperti itu? Apa sebaiknya kau selesaikan dengan cepat?” tanya Fey mulai khawatir pada seluruh keluarga suaminya yang sedang sibuk bak-buk bak-buk itu.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, Honey. Sesekali mereka semua juga perku berolahraga. Itu bagus untuk kesehatan Ayah dan paman Byon. Mereka berdua sudah tua, tapi jiwa mereka masih tetap muda.”


“Tapi jumlah musuh semakin betambah banyak, darimana datangnya mereka itu? Lagipula, kenapa kau tidak memberitahu mereka kalau bakal ada musuh menyerang? Apa kau sengaja?” tanya Fey curiga.


“Ehm, aku sengaja. Setidaknya dengan begini mereka bisa bersenang-senang. Tidak ada salahnya memanfaatkan musuh untuk menguji seberapa kuat kemampuan mereka dalam menghadapi musuh.” Refald menyeringai di depan Fey.


“Kau sungguh tega! Tapi darimana musuh-musuh itu bisa masuk kemari? Apa kau sengaja memencing mereka?” Fey mulai menebak-nebak.


“Untuk meringankan beban, Honey. Setidaknya dengan berkumpulnya pasukan cecurut itu kemari, kekuatan musuh semakin berkurang. Mereka semua datang dari bawah tanah. Seperti yang ayah bilang, mereka semua adalah cecurut got yang perlu dibasmi. Aku akan membereskan mereka semua setelah Rey tertidur lagi.”


Rencana suaminya ternyata briliant juga. Semakin banyak musuh yang dihabisi Refald disini maka, ketua geng kapak yang mengincar nyawa Leo itu akan banyak kehilangan anak buahnya. Refald memang luar biasa. Ia selalu memikirkan hal yang terbaik dalam menghadapi setiap masalah yang ada.


BERSAMBUNG


***



Leo

__ADS_1



.


__ADS_2