Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 63 Leo vs Refald


__ADS_3

Refald masih terus menutupi tubuh Fey yang sedang menyusui Rey. Ia baru menyadari ada yang bernada dengan Fey. Lama juga Refald memerhatikan istrinya itu sampai akhirnya ia berkata, “Honey ... ehm ... itu ... ehm ....” Refald bingung antara melanjutkan kata-katanya atau tidak.


“Itu apa?” tanya Fey cuek. Sejak Refald menjadi raja dedemit, ia sudah tak bisa lagi membaca pikiran suaminya.


“Ehm ... sejak kapan? Itu ... ehm ... bu-buah pepayamu bertambah besar begitu?” tatapan mata Refald memandang aneh bagian dada Fey. Tentu saja hal itu membuat mata Fey langsung melotot tajam pada Refald.


“Dalam situasi seperti ini kau masih sempat-sempatnya berkomentar seperti itu, ha? Kau cari tahu saja sendiri kenapa pepayaku jadi besar! Dasar mesum!” bentak Fey pada Refald dengan suara menggelegar melebihi suara petir yang menyambar.


Mendengar suara Fey yang bagai bom atom itu, perkelahian kubu keluarga Besar Byon dan kubu musuh sempat terhenti karena terkejut, tapi Refald langsung tertawa getir dan menyuruh mereka melanjutkan kembali acara bak-buk bak-buknya.


“Hehe ... jangan hiraukan kami, silahkan saja lanjutkan acara bak-buk bak-buknya,” ujar Refald dan kembali menatap istrinya yang juga masih menatapnya tajam.


Semua orang memandang heran pasangan suami istri yang sedang bersitegang itu. Namun, mereka tetap memilih tidak menghiraukannya dan sibuk berkelahi dan saling menyerang satu sama lain.


"Apa yang terjadi antara kak Refald dan istrinya?" tanya Shena pada Leo yang sibuk menendang tubuh semua musuh yang mencoba mendekat ke arahnya.


"Tidak tahu, pasti si kampret itu bikin ulah sehingga membuat kakak ipar marah. Sebaiknya jangan h


ikut campur urusan mereka Sayang. Kau tidak


boleh jauh-jauh dariku." Leo memukul wajah musuh yang mencoba menyentuh Shena hingga orang itu terjerembab di lantai dan terkapar tak berdaya.


Sedangkan Refald malah sibuk membahas hal-hal yang tidak penting dibahas padahal seluruh keluarganya sedang berperang.


“Aku hanya bertanya, Honey. Kenapa reaksimu berlebihan begitu?”


“Kalau saja aku tidak sedang menggendong Rey, sudah kusumpal mulut mesummu itu! Dasar mesum!” Fey terlihat kesal pada suaminya yang tidak tahu situasi dan kondisi.


“Kau tidak mau jawab pertanyaanku, Honey?” tanya Refald.


“Nggak!” jawab Fey cepat. “Cari tahu saja sendiri!”

__ADS_1


“Haaah, oke! Sepertinya ... aku harus program adik untuk Rey!” ancam Refald


“Awas saja kalau sampai kau berani!” Fey balik mengancam.


Rey pun akhirnya tertidur tepat setelah semua orang mengalahkan semua pasukan pengawal palsu itu. Mereka semua masuk ke dalam ruangan yang ternyata, sudah terpasang banyak bom waktu disana. Sudah terlambat untuk mereka semua berbalik arah menuju pintu keluar, sebab dalam hitungan detik, bom itu bakal meledak dan meluluh lantakkan tempat ini.


Dengan kekuatan yang Refald punya, ia memindahkan seluruh anggota keluarganya ke tempat yang lebih aman. Dan .. duar! Sebuah ledakan maha dahsyat terjadi di sebuah gedung pernikahan. Namun, seluruh keluarga Leo dan Refald selamat dari ledakan tersebut berkat kekuatan yanag dimiliki Refald, dan kini mereka semua sudah berada di vila keluarga milik Refald sendiri.


“Kau tidak apa-apa, Sayang?” tanya Leo yang merasakan tubuh Shena gemetar dan mengeluarkan keringat dingin. Leo mengambil saputangan yang ada disaku celananya dan mengusap lembut keringat dingin yang mengucur deras di kening Shena. Sepertinya, istri tercinta Leo ini mengalami shock akibat kejadian tadi.


“Sudah tidak apa-apa Sayang, kau jangan takut. Kalau ada biksu Tong itu, semua pasti aman.”


“Tapi ... itu tadi bom, kan?” tanya Shena masih tidak percaya dengan situasi yang terjadi tadi.


“Ehm, tapi kita semua sudah aman disni. Ayo, duduklah. Jangan pikirkan apapun. Selama biksu Tong ada di dekat kita, tidak akan terjadi apa-apa.” Leo kembali memeluk Shena sambil mengusap lembut perut istrinya.


“Sialan kau, Leo! Siapa yang kau bilang dengan biksu Tong, ha? Dasar kadal buntung!”bentak Refald tidak terima karena adiknya mengatainya sebagai biksu Tong.


“Buaya Laknaat!" Refald tidak mau kalah.


“Kau adalah biksu Tong!” Leo balas meledek Refald. Dimanapaun mereka berdua berada, kakak beradik itu terus saja bertengkar dan seluruh keluarga sudah tidak kaget lagi dengan ulah mereka berdua yang selalu membuat keributan dimana-mana.


***


Keesokan harinya, semua keluarga besar Byon sedang berkumpul bersama di ruang keluarga setelah semuanya kembali tenang dan istirahat di kamar mereka masing-masing. Ada beberapa hal yang harus mereka bicarakan mengenai musuh yang berhasil melarikan diri. Meski musuh yang mengincar nyawa Leo dan Shena sudah menghilang dan sangat pandai menyembunyikan diri, bukan berarti pasangan suami istri itu sudah aman. Karena itu, semua anggota keluarga sepakat mengirim Leo dan Shena ke desa dimana Leo dulu dilahirkan.


Desa tersebut hanya terdiri dari beberapa penduduk dan terletak di dekat perbukitan tinggi. Mereka yang tinggal disana bukanlah orang-orang sembarangan. Desa itu sangat damai, aman dan juga tenteram. Sangat cocok digunakan orang untuk menenangkan hati dan pikiran.


Tidak ada satupun penjahat yang berani mengusik desa mereka. Sayangnya, desa tersebut tidak terdaftar di peta dan juga tidak diketahui nama desanya. Penduduk disana memang sengaja merahasiakan keberadaan desa tersebut dari dunia luar, tapi bukan berarti mereka tidak mau menerima pendatang baru. Sebaliknya, mereka semua selalu welcome pada siapapun yang singgah di desa mereka tanpa membeda-bedakan ras, agama, suku dan status soaial mereka. Byon menyebut desa tersebut sebagai ‘Desa tak Bernama’.


Menurut keluarga Leo, hanya itulah tempat paling aman buat Shena dan Leo untuk tinggal semantara disana sampai Shena melahirkan agar tidak diganggu oleh musuh-musuh yang tidak diketahui keberadaannya. Sementara keluarga besar Leo, bekerja sama untuk mencari keberadaan musuh dan membasmi mereka semua.

__ADS_1


“Bagaimana Shena? Apa kau bersedia tinggal di desa tak bernama itu bersama Leo?” tanya Byon pada menantunya. Shena masih memeluk erat Biyanka selaku ibu mertuanya.


“Jika memang ini demi kebaikan semua, aku setuju Ayah,” jawab Shena.


“Baiklah, besok pagi ... kami akan mengantarmu kesana. Kita mungkin akan jarang bertemu, tapi sebisa mungkin aku dan Bii, akan datang mengunjungimu.” Byon memeluk menantunya dan mengusap lembut kepala Shena. “Jaga diri baik-baik disana, jika sampai Leo membuatmu menangis kau telepon saja aku, biar kubereskan dia untukmu.”


“Terimakasih Ayah, selama Leo bersamaku, aku akan baik-baik saja,” ujar Shena senang.


“Aku merasa jadi anak tiri disini,” bisik Leo pada Refald.


“Aku turut berduka cita untukmu, selamat karena sudah jadi anak tiri.” Refald malah meledek Leo lagi.


“Aku sedang badmood sekarang, jangan membuatku kesal.”


“Kenapa? Mau berkelahi? Kau pasti kalah jika aku menjetikkan jari.”


“Kau setan, sedangkan aku manusia, jelas saja aku kalah!” Leo dongkol akut dengan Kakaknya. Bukannya menghiburnya, Refald malah membuat suasana hati Leo tambah kesal.


"Kau bilang, apa? Berani sekali kau mengatai kakakmu setan, ha?" sengal Refald sambil memiting kepala adiknya.


"Kau bukan hanya setan! Kau rajanya setan!" Leo berusaha memberontak dan melawan Refald.


Keduanya saling bergumul memiting kepala masing-masing. Sedangkan yang lainnya lebih memilih pergi daripada mata mereka ternodai oleh dua orang tukang buat onar.


BERSAMBUNG


***



__ADS_1


__ADS_2