
Leo mulai sadar dari pingsannya dan mendapati dirinya berada disuatu tempat. Kebetulan hujan deras mengguyur tubuhnya yang tergeletak begitu saja dijalan. Tidak ada siapapun ditempat ini karena suasananya sangat sepi. Suami Shena itu mengamati sekeliling dan ia mulai menyadari kalau dirinya kini ada ditempat yang jauh dari pemukiman. Karena suasananya sudah malam dan minim cahaya, maka yang terlihat disekitar Leo hanyalah kegelapan. Beruntung ia segera menemukan sebuah senter yang tak sengaja terinjak kakinya. Leo masuk kesebuah bangunan tua dan memeriksa setiap ruang yang ada.
Ia mencari-cari keberadaan Shena dan yang lainnya, tapi tetap tidak menemukan siapapun dalam gedung tak berpenghuni ini. Namun, Leo tidak menyerah, ia tetap memeriksa setiap sudut ruang untuk mencari petunjuk ada dimana dia sekarang dan siapa dalang dibalik semua kejadian tak terduga ini.
Lama juga ia berkeliling tapi tetap tak menemukan siapapun disini. Leo terus berjalan dan tak sengaja menemukan kapak yang terpajang rapi didinding. Seketika, terlintas sebuah ide berkeliaran dikepala Leo.
“Jika aku membuat kekacauan pasti akan ada yang datang,” gumam Leo. Ia pun mengambil kapak itu dan langsung memukul keras pintu yang ada didepannya.
Seketika bunyi sirine terdengar menggema dimana-mana dan benar dugaan Leo, beberapa orang langsung muncul dan menangkapnya lalu menyeretnya keluar dari gedung. Leo memberontak, tapi ia kalah jumlah. Dengan mudah ia dimasukkan kedalam mobil dan langsung dibawa pergi kesuatu tempat lagi.
Setelah sampai, Leopun diseret keluar dengan kepala ditutup kain hitam supaya ia tidak mengetahui ada dimana dia sekarang. Begitu sampai diruangan, penutup kepalanya dibuka dan ia diberikan secarik kertas berisikan pesan dari seseorang yang sudah ia kenal. Setelah membaca pesan itu, Leo hendak berlari keluar tapi sayangnya pintu ruangan sudah tertutup rapat sehingga Leo tidak bisa keluar.
Bukannya kesal atau marah dengan apa yang Leo alami sekarang, cowok itu malah menyunggingkan senyumnya. “Huh, kalian akan menyesal karena sudah mengurungku disini! Habislah kalian semua!”
****
Sementara ditempat lain, pintu ruangan dimana Shena dan yang lainnya disekap tiba-tiba saja terbuka. Rega muncul dengan membawa beberapa pengawalnya yang berbadan tegap. Tanpa banyak bicara, ia menyuruh dua pengawalnya itu menyeret paksa Shena dan membawanya pergi darisini. Namun, bibi Egha dengan sigap langsung menghalangi langkah Rega setelah memberikan Yeon pada pengasuhnya.
“Mau kau bawa kemana keponakanku!” teriak Bibi Egha dengan api kemarahan yang amat sangat besar.
“Minggir wanita tua! Jangan ikut campur urusanku!” bentak Rega tanpa sopan santun, padahal Egha adalah mertuanya sendiri.
“Langkahi dulu mayatku!” teriak Egha tak kalah lantang. Ia menatap amarah wajah menantunya yang menyebalkan itu.
“Baik! Jika memang itu yang kau mau.”
Tanpa malu dan rasa belas kasih, Rega langsung menampar wajah ibu mertuanya sendiri hingga wanita tak berdaya itu jatuh terkapar dan tanpa sengaja membentur dinding ruangan. Benturan itu terlalu keras sehingga membuat Egha pingsan seketika. Ada luka dipelipisnya dan itu langsung membuat Shena berteriak histeris.
“Bibi!” teriak Shena. Ia berusaha keras melawan dua pengawal yang mencengkeram erat kedua tangan kanan dan kiri Shena. Sayangnya gadis itu terlalu lemas sekarang, sehingga tenaganya tidak cukup kuat melawan dua orang berbadan tegap ini.
“Ayo! Bawa dia!” ucap Rega dengan tatapan mata yang dingin.
__ADS_1
“Lepaskan aku! Kau mau bawa aku kemana? Dasar berengsek kau! Jika Leo tahu, kau akan mati didetik ini juga!” teriak Shena kesal. Ingin sekali ia menjambak rambut orang yang bernama Rega ini.
Rega yang berjalan didepan Shena, langsung tertawa terbahak-bahak dengan sangat keras sehingga membuat Shena jadi semakin jijik melihat orang tidak tahu diri ini. Shena benar-benar marah pada Rega karena telah membuat bibinya celaka. Entah bagaimana keadaan bibi dan putranya sekarang gara-gara orang laknat ini.
“Ah, sepertinya aku harus memberitahumu sesuatu, suami tercintamu yang keren itu … tidak akan pernah bisa lagi datang kemari. Kau tahu kenapa? Karena aku telah mengirim dia ketempat pengasingan yang sangat jauh dari peradaban manusia. Bahkan tidak lama lagi, suamimu itu pasti hanya akan tinggal nama. Dan sebagai hadiah terakhirku untuknya. Aku memberitahunya melalui secarik kertas kalau kau … akan segera menjadi istri keduaku. Malam ini, kau akan menikah denganku dan malam pertama kita akan dilaksanakan disini juga. Hahahaha ….” Rega tertawa puas sekarang dan Shena menjadi sangat shock mendengar apa yang baru saja dikatakan Rega.
Shena sungguh tidak percaya, Leo bisa dikalahkan dengan mudah. Ia masih sangat yakin, suaminya itu pasti akan datang menolongnya. Tidak mungkin Leo tumbang begitu saja, sebab Leo pasti punya seribu cara mafia untuk mengatasi semua musuh-musuhnya. Sampai kapanpun, Shena akan terus menjaga kehormatan dan kesuciannya demi Leo sampai suaminya itu datang untuknya.
“Kau gila! Biadab! Bangsat! Kau bahkan tidak pantas disebut sebagai manusia! Bisa-bisanya kau menginginkanku menjadi istrimu! Lebih baik aku mati daripada bersuamikan binatang kejam sepertimu!” teriak Shena dengan lantang sampai suaranya terdengar serak.
“Terserah apa katamu. Yang penting malam ini, kau akan jadi milikku!” Rega tertawa lagi. kali ini lebih keras dari sebelumnya.
Rupanya, Shena dibawa Rega kesuatu tempat dimana sudah ada penghulu yang siap menikahkan Shena dengan Rega. Tidak ada siapa-siapa disini. Penghulu itupun terkejut melihat Shena yang dibawa paksa oleh dua orang berwajah sangar dan menakutkan itu. Wajah penghulu itupun langsung pucat setelah mulai memahami situasi yang terjadi, tapi ia tidak berani berkomentar apa-apa karena masih sangat sayang nyawanya.
“Duduk!” bentak Rega pada Shena. “Kita akan melangsungkan pernikahan sekarang.” Rega tersenyum getir dan Shena semakin jijik melihatnya.
“Tidak!” Shena balas membentak, “Sampai matipun aku tidak akan pernah mau menikah dengan orang sepertimu.” Shena terus mencari akal untuk menunda pernikahan ini sampai Leo datang menyelamatkannya.
Deg!
Hati Shena langsung bergetar kuat mendengar ancaman mematikan dari pria paling tak berperikemanusiaan seperti Rega ini. Mata istri Leo itu melotot seolah hendak keluar saking emosinya.
“Beraninya kau mengancamku dengan menggunakan bibi dan putraku. Kau benar-benar bosan hidup?” sengal Shena tak percaya. Seorang Rega bisa berbuat hal serendah ini padanya.
“Aku tidak butuh pendapatmu! Detik ini juga, kau harus menjadi istriku!” tandas Rega dengan kilatan api kemarahan.
Shenapun membalas tatapan mata Rega dengan api kebencian yang mendalam. Kedua tangannya bahkan sampai mengepal kuat. Baru pertama kali ini, Shena ingin sekali membunuh seseorang, dan orang itu adalah Rega.
“Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah mau menerima pernikahan ini, aku tidak mau menjadi istri dari bedebah sepertimu! Mati saja kau!” teriak Shena dengan lantang sambil meludahi wajah Rega sehingga membuat kesabaran cowok itu hampir habis.
“Ada apa ini?” teriak suara wanita yang tidak lain adalah Aryani, istri Rega. “Apa yang sedang kalian lakukan disini?” Tanya Aryani dan langsung berjalan mendekat kearah Rega yang tadinya hendak menggampar wajah Shena.
__ADS_1
Rega terdiam kerena terkejut melihat Aryani tiba-tiba saja ada disini. Padahal tempat ini, hanya dia dan anak buahnya saja yang tahu. Harusnya orang lain tidak tahu apa-apa tentang tempat ini.
Shena sendiri mulai melihat ada peluang untuk dirinya meloloskan diri. Tanpa pikir panjang, kaki kanan Shena, menendang kuat etalibun milik salah satu pengawal Rega yang mencekal tangannya sebelah kiri sehingga orang itu mengerang kesakitan sambil memegangi etalibunnya yang habis ditendang Shena.
Dan disaat yang bersamaan, Shena langsung menggigit kuat tangan pria yang mencekal tangan Shena sebelah kanan hingga berdarah. Teriakan keras menggema dari dua pengawal Rega akibat serangan dadakan Shena sampai cengkeraman tangan kedua pengawal itu terlepas.
Akhirnya, Shenapun bebas. Dengan gerakan cepat, istri Leo itu langsung berlari keluar ruangan sekencang mungkin. Ia harus bisa meloloskan diri dan menyelamatkan putra serta bibinya dari sekapan saudara sepupunya sendiri.
Lokasi rumah ini dipenuhi dengan parit yang menjulang tinggi. Sejak tadi, Shena tak menemukan ada jalan utama keluar dari tempat yang entah ada dimana ini. Shena mulai memasuki kawasan parit itu untuk membantunya bersembunyi dari kejaran Rega dan anak buahnya, hingga tanpa sadar ia menabrak tubuh seseorang sehingga Shena terjatuh ke tanah.
“Auw,” ujar Shena agak sedikit merasa sakit dipinggangnya.
Shena melihat seluruh pakaiannya jadi kotor karena tanah disini sangat lembab, apalagi sepertinya habis diguyur hujan. Shena membersihkan kedua tangannya yang kotor sampai tiba-tiba seseorang mengulurkan tangannya. Shena menatap uluran tangan itu.
Cahaya matahari senja membuat wajah orang yang mengulurkan tangan tadi menjadi buram dan tidak jelas. Entah kenapa, kejadian ini mengingatkan Shena akan kenangannya bersama Leo dulu, tepat saat ia kabur dari preman yang hendak menjual dirinya pada orang asing tak dikenal. Waktu itu, Shena tanpa sengaja menabrak Leo ditikungan jalan. Dan dari situlah cintanya pada Leo mulai bersemi.
“Leo … dimana kau?” Shena hampir menangis melihat uluran tangan itu karena bukan tangan suaminya.
“Ini, aku Sayang. Kau tidak mengenali suamimu?” ujar Leo dan langsung membuat Shena terbujur kaku.
Shena mengusap kembali matanya dan langsung terpaku saat mengetahui uluran tangan itu benar-benar tangan Leo, suaminya. “Leo!” Seru Shena sambil berkaca-kaca.
“Kau merindukanku, Sayang” tanya Leo dengan sejuta pesonanya dan iapun mendapat serangan pelukan erat dari Shena.
BERSAMBUNG
****
Tarik napas dulu gaes … ketegangan masih belum selesai, hehehe ….
cek semua video visual Leo di Ig ku ya ...
__ADS_1