Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 219 Bingung


__ADS_3

Untuk sesaat, Shena memang panik. Ia sungguh tak bisa melihat apa-apa. Berkali-kali Shena memanggil-manggil nama Laura dan juga bibi pengasuhnya tetapi tak ada sahutan sama sekali alias sepi, sunyi, dan hanya tinggal Shena sendiri di mension ini.


"Kemana semua orang? Permainan apalagi ini," gumam Shena curiga, ia yakin ini pasti kerjaan Leo. Siapa lagi orang yang bisa berbuat jahil padanya kalau bukan si gengster nggak ada akhlak Leopard Bay Pyordova.


"Leo! Aku tahu ini perbuatanmu! Hentikan kejahilanmu, aku sudah tahu dan tidak akan tertipu lagi. Jangan bikin ulah aneh-aneh atau kau akan kehilangan jatah malammu seumur hidup. Sepanjang sisa hidupku, aku akan tidur dengan anak-anakku saja. Kau dengar itu?" ancam Shena, namun tetap saja tak ada sahutan sehingga membuat Shena kehabisan kesabaran.


"Aku hitung sampai tiga, jika kau tidak keluar. Maka aku akan benar-benar pergi dari tempat ini!" Shena mulai memberi peringatan. "Satu ... dua ...," Shena mulai menghitung. "Tiga! Leo! Keluarlah kau!" teriak Shena tapi yang dipanggil tak kunjung keluar juga.


Disaat Shena sudah sampai dipuncak batas kesabaran, tiba-tiba saja sebuah tangan terulur dengan senjata api menempel rapat di pinggang Shena dari belakang tubuhnya. Yah, tidak salah lagi, seseorang tak dikenal menodongkan senjata apinya pada Shena.


"Diam dan jangan bergerak, terus jalan lurus kedepan dan ikuti instruksiku. Lampu akan menyala 5 menit lagi. Jangan sampai kau mencoba menoleh kebelakang untuk mencari tahu siapa aku. Jika itu kau lakukan, maka detik itu juga akan kukeluarkan seluruh isi perutmu," ancam seseorang itu.


Tentu saja Shena tertegun, tapi ia tahu kalau orang ini pasti suruhan suaminya. Atau bisa jadi malah suaminya sendiri. "Hentikan sandiwaramu, aku tidak akan terkecoh lagi," tandas Shena. Ia hendak balik badan tapi seseorang itu menarik pelatuknya dan menembak ke segala arah.


Dor!


Suara tembakan itu terdengar begitu keras sehingga membuat Shena terkejut sekaligus kesal.


"Apa yang kau lakukan?" bentak Shena marah.


"Itu hanya peringatan, berikutnya, kepalamulah yang akan kuledakkan! Dan aku sedang tidak bersandiwara!" Suara seseorang itu terdengar marah pula.


Mata Shena mulai menajam. Ia ingin sekali berontak tapi bila didengar dari suaranya, itu bukanlah suara Leo ataupun Roy. Juga tidak mungkin suara Refald. Artinya, seseorang yang mencoba mengancamnya ini adalah orang yang benar-benar tak dikenal Shena. Bahkan bawahan Leo, tak mungkin bisa bersikap sekasar ini padanya meskipun itu adalah perintah dari suaminya.


Apa mungkin ini Kun? Tapi jelas tidak mungkin, suaranya tidak ngebas begitu, batin Shena.


"Siapa kau?" tanya Shena mencoba untuk bersikap tenang agar ia bisa berpikir jernih dan tidak bertindak gegabah.


"Nanti kau pasti akan tahu sendiri," ujar seseorang itu masih menodongkan senjatanya pada Shena. Bersamaan dengan itu, lampu mulai kembali menyala terang dan pria itu menyuruh Shena melangkah maju sesuai dengan instruksinya.


"Jalan!" suruh orang itu agak sedikit kasar dengan mendorong tubuh mungil Shena.

__ADS_1


"Bisa nggak sih nggak pakai dorong-dorong! Aku sedang hamil muda, kalau sampai terjadi apa-apa pada janinku, aku akan menghabisimu!" tandas Shena kesal.


"Jangan banyak bicara, jalan saja!" sengal seseorang tersebut.


Tak ada yang bisa dilakukan Shena selain menuruti keinginan orang ini. Sungguh Shena jadi galau sekarang, sampai detik ini ia masih mengira bahwa semua ini hanyalah akal-akalan Leo dan Roy saja. Namun, melihat sikap dingin dan suara yang tak sama, Shena mulai ragu.


Mungkinkah orang yang sedang menodongnya dengan senjata api ini adalah penjahat sungguhan. Jika benar dia penjahat dan bukan orang suruhan suaminya, apa yang harus Shena lakukan sekarang, bahkan Laura, Yeon, anak Laura dan bibi pengasuh mereka tidak ada lagi di mension ini. Tidak ada siapa-siapa lagi ditempat ini selain dirinya dan orang yang menodongkan senjata pada Shena.


Ini benar-benar aneh. Bila dilihat dari sistem keamanan yang terbilang ketat. Sangat tidak mungkin bagi penyusup bisa masuk ke rumah ini dengan mudah. Asumsi itulah yang meyakinkan Shena kalau ini adalah ulah suaminya. Bisa saja suaminya Leo sengaja menyuruh seseorang untuk menakut-nakuti Shena meskipun ia tak sepenuhnya yakin. Shena cuma bisa berharap mudah-mudahan ini cuma sandiwara Leo saja.


Keduanya berjalan menaiki tangga dalam diam. Shena tidak mengerti kenapa orang ini membawanya menuju loteng. Pintu loteng terbuka lebar dan udara dingin mulai menusuk-nusuk tulang. Shena bahkan sampai harus mendekap tubuhnya dengan kedua tangannya sendiri saking dinginnya.


"Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Shena memulai pembicaraan.


"Untuk menawarkanmu sesuatu," ujar pria tak dikenal itu.


"Apa kau pedagang? Sales? Jika kau ingin aku membeli sesuatu darimu, maaf saja aku tidak tertarik."


Seseorang itu langsung tertawa mendengar ucapan Shena. "Lebih dari itu nona Shena ..."


"Aku tahu, tapi aku lebih suka memanggilmu nona Shena."


"Apa kau membawaku kesini hanya untuk mengobrol?" cetus Shena. Ia berharap orang yang ada dibelakangnya ini adalah Leo suaminya.


"Tidak, aku kesini untuk memintamu, menikah denganku!" ujar seseorang itu dan otomatis membuat Shena tertawa.


Benar dugaannya, orang ini adalah Leo suaminya. Leo sengaja mengadakan sandiwara ini agar dirinya tak marah lagi.


"Kenapa kau tertawa?" tanya orang itu.


"Sudahlah Leo, aku tahu rencanamu. Ini tidak lucu!" ucap Shena di sela-sela tawanya.

__ADS_1


"Leo?" ujar seseorang itu. "Aaah, jika suamimu yang kau maksud, kau bisa lihat disebelah sana." Orang itu menunjuk sesuatu di arah kanan Shena dan dirinya berdiri.


Shena mengikuti petunjuk arah orang itu dan betapa terkejutnya ia setelah tahu siapa orang yang ada disana. Orang itu dalam keadaan terkapar tak berdaya dan penuh dengan darah berceceran dimana-mana. Sekali lagi Shena memastikan penglihatannya dan ia yakin kalau orang itu adalah Leo.


"Tidak! Leo!" teriak Shena seketika melihat Leo tergeletak dengan tubuh diikat dan tak sadarkan diri.


Disebelahnya juga ada Roy. Keduanya babak belur dan sama-sama pingsan. Shena bergegas berlari tapi dihentikan oleh seseorang yang menodongkan senjata padanya.


"Berhenti bergerak atau kuhancurkan kepala orang-orang itu! Aku serius!" ancamnya.


Seketika Shena tertegun tak percaya. Jika orang yang terkapar tak berdaya itu adalah Leo, lalu siapa orang ini? Benarkah itu sungguh Leo? Rasanya tidak mungkin seorang Leo dikalahkan dengan mudah seperti itu. Tapi orang disamping Leo itu adalah Roy. Mereka berdua tak terpisahkan. Artinya, dua pria yang ada dihadapan Shena benar-benar Leo dan suami sahabatnya.


"Apa yang kau lakukan pada mereka?" Jerit Shena marah. Ia ingin menoleh ke belakang dan melihat siapa orang yang berani melukai suaminya sampai seperti itu.


"Aku hanya memukul luka tembak suamimu yang belum sembuh saat berkelahi dengannya. Sepertinya lukanya lumayan dalam. Kalau normal, Leo mungkin tak terkalahkan, berhubung ia baru saja menjalani operasi besar, maka tak sulit bagiku untuk melumpuhkannya."


"Tidak! Itu tidak mungkin. Leoku tak mungkin kalah begitu saja." Shena menatap suaminya. "Leo! Bangun Sayang! Kau dengar suaraku!" Teriak Shena tapi yang diteriaki tak bergerak sama sekali.


Tangis Shena mulai pecah. Sulit baginya untuk memercayai semua ini. Suami tercintanya sedang terluka parah didepannya.


"Cepat jawab pertanyaanku. Kita tak punya banyak waktu. Suamimu dan suami sahabatmu harus segera mendapat pertolongan, jika tidak nyawa keduanya akan melayang. Semua tergantung padamu, sih. Menurutku, akan lebih baik jika Leo mati supaya kau bisa menjadi istriku selamanya." suara orang itu terlihat tenang dan Taka ada rasa bersalah sedikitpun.


"Bagaimana aku bisa menikah denganmu sementara aku sudah menikah dengan Leo!" teriak Shena marah.


"Kalian akan bercerai setelah ini," ujar orang itu seenak jidatnya.


"Apa? Kau Bilang apa?" pekik Shena. Nada suaranya bahkan terdengar gemetar saking emosinya.


"Aku tidak keberatan, kau hamil anak dari Leo. Aku akan menyayangi mereka seperti anakku sendiri. Aku akan menggantikan Leo menjadi suamimu dan ayah dari anak-anakmu."


Entah orang itu gila atau tidak waras, enteng sekali dia bicara seperti itu pada Shena. Menggantikan Leo? Itu jelas tidak mungkin. Tidak ada pria manapun di dunia ini yang bisa menggeser posisi Leo di hati Shena. Sebenarnya siapa orang ini?

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2