Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 234 Akhir dari Jiru Kitaru


__ADS_3

Pemutaran video yang berisi tentang sisi gelap seorang guru favorit di sekolah Yeon, sukses membuat heboh semua orang yang hadir dalam acara festival Bunkasai. Mereka semua bahkan tidak bisa memercayai itu semua. Seseorang yang diidolakan atas segudang prestasi dan seluruh pancaran pesonanya, rupanya itu hanyalah kedok untuk menutupi kejahatannya.


Tak hanya melakukan tindakan asusila yang melanggar peraturan undang-undang negara dan banyak merugikan beberapa pihak baik secara mental maupun fisik. Hampir semua tindakan yang Jiru lakukan tak mencerminkan kebaikan sama sekali dan lebih menjurus kearah kriminal melebihi seorang penjahat kelas kakap sungguhan. Apa yang dilakukan seorang Jiru Kitaru tak pantas dimiliki oleh seorang guru. Jangankan jadi idola, ia bahkan tak pantas menginjakkan kakinya di tempat orang-orang berpendidikan dan menimba ilmu ini.


Dalam hitungan detik, pandangan mata orang-orang terhadap Jiru yang tadinya kagum langsung berubah benci dan jijik. Bahkan sebagian besar dari mereka tanpa ragu melempari guru BK itu dengan semua benda yang mereka bawa ataupun yang ada didekatnya. Seperti sepatu, sandal, batu-batu, ataupun makanan serta minuman yang ada ditangan, langsung mereka lemparkan begitu saja. Bahkan kebanyakan kaum laki-laki yang melihat video itu tak segan menjunjung kursi yang mereka duduki dan melemparkannya langsung ke arah Jiru.


"Hentikan semua ini! Apa yang kalian lakukan!" Teriak Jiru dengan lantang karena mendapat serangan tak terduga. "Kalian semua percaya video itu? Bagaimana kalau itu hanya rekayasa? Kalian penggemarku, kan? Harusnya kalian membelaku?" Jiru sungguh tak tahu malu. Sudah jelas ketangkap basah salah, masih saja tak mau mengakui kesalahannya.


"Jiru Kitaru san!" Terdengar suara kepala sekolah mengambil alih suasana sehingga situasi kembali aman sementara. "Mulai detik ini, anda dipecat secara tidak hormat dan seluruh gelar serta penghargaan yang anda peroleh dibatalkan. Anda ... sudah bukan tenaga pendidik lagi di sekolah ini. Bersikaplah kooperatif karena polisi sedang datang kemari untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah anda perbuat." Kepala sekolah itu menatap seluruh orang yang ada dihadapannya untuk meminta jawaban apakah mereka semua setuju dengan apa yang ia putuskan.


"Tidak Orochi Sama, anda tak bisa melakukan ini semua pada saya. Percayalah, ini fitnah! Saya difitnah." Jiru mencoba meyakinkan kepala sekolah untuk membatalkan keputusannya dan tetap tidak mau mengakui kesalahannya.


"Tida, Jiru san. Kau benar-benar melakukannya. Tidak ada yang memfitnahmu. Kau adalah manusia terkeji yang pernah aku temui di muka bumi ini. Harusnya kau malu dengan perbuatanmu, tapi kau sama sekali tak menunjukkan rasa bersalahmu sedikitpun."

__ADS_1


"Maafkan saya, Orochi Sama. Tolong berikan saya kesempatan sekali lagi. Saya akan berubah menjadi lebih baik lagi.


"Kenapa kau minta maaf padaku. Minta maaflah pada orang yang menjadi korbanmu termasuk putra sulung tuan muda Leo."


"Percayalah, Orochi Sama. Aku tak membunuh putra sulung tuan muda Leo. Anak itu jatuh sendiri." Jiru terlihat shock sekaligus panik. Ia tak pernah menyangka hidupnya bakal berakhir seperti ini.


Lebih parahnya lagi adalah rencana jahat Jiru telah gagal total dan ia kehilangan segalanya. Popularitasnya, pekerjaannya dan harga dirinya telah hilang hanya dalam sekejap mata. Hari yang tadinya dirasa indah bagi Jiru, telah berubah menjadi neraka dunia yang sama sekali tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Namun, penderitaan Jiru tak hanya berhenti sampai disini saja. Seluruh khalayak pun tak sebodoh yang Jiru duga. Mereka bisa membedakan mana video asli dan editan. Semua video yang ditampilkan, adalah hasil rekaman langsung walau mereka semua tidak tahu siapa yang merekam itu. Yang jelas itu bukan video buatan. Video tersebut murni asli perbuatan dari seorang Jiru Kitaru. Bahkan suaranya dan percakapannya terlihat jelas terutama saat ia bermaksud membunuh Yeon. Putra sulung Leo.


"Enyahlah kau dari sini bedebah!" teriak seseorang dengan lantang dan ia memprovokatori semua orang untuk menyerang Jiru dan mengeroyoknya.


Tentu saja Jiru tidak siap dengan serangan dadakan itu. Seluruh tubuhnya langsung mendapat serangan bertubi-tubi dari semua orang yang jadi benci padanya. Tamatlah riwayat Jiru ditangan para penggemarnya sendiri. Apa yang dituai, itulah yang ditanam. Paribahasa itu memang sangat cocok disematkan pada sosok seseorang yang bernama Jiru Kitaru.

__ADS_1


"Habislah kau sekarang. Ini baru permulaan, penderitaanmu baru saja dimulai," ujar seseorang yang tak lain adalah Leo.


Suami Shena itu sangat puas melihat Jiru dihakimi massa atas perbuatan jahatnya. Tak hanya pada Yeon, tapi juga pada anak-anak yang tak berdaya dihadapannya. Di sekolah, hanya Yeon yang berani melawan guru jahat itu. Sebab itulah Jiru sangat membenci Yeon yang tak kenal takut pada siapapun dan apapun.


Beberapa saat kemudian, polisi datang dan mengamankan Jiru yang sudah babak belur karena dihajar massa. Bahkan ia sudah pingsan saat polisi datang. Dengan kasar iapun digelandang ke kantor polisi untuk mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang sudah ia lakukan. Sepertinya festival Bunkasai tahun ini, gagal dilaksanakan dan itu membawa kecewa beberapa orang.


"Yaaah ... Festival tahunan telah kacau balau gara-gara orang itu," ujar Shena yang tiba-tiba saja berdiri disamping suaminya. Entah sejak kapan dia muncul.


"Siapa bilang, kita punya festival sendiri malam nanti, Sayang. Dan jangan lupa, kau harus pakai kimono saat datang ke tempat itu." Leo menggandeng tangan istrinya dan mengajaknya pergi dari sini.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2