Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 46 Semangka


__ADS_3

Sesampainya dihotel, Leo mulai melancarkan aksinya agar bisa bermain bulan tertusuk ilalang dengan Shena. Tidak ada yang bisa dilakukan gadis itu selain menyetujui permintaan Leo walau awalnya ia bersikeras menolak.


“Leo, bisakah kita tunda? Ehm, aku lelah sekali dan ingin tidur sebentar. Bagaimana kalau nanti malam saja?” Shena mencoba bernegoisasi dengan Leo untuk menunda ajakan Leo melakukan ritual mengunjungi Leo junior mereka sekarang.


“Kau tahu aku paling tidak suka ditolak, Sayang. Berada diruang sidang seharian sungguh membuatku badmood akut. Kau tahu apa yang sedang aku pikirkan saat itu? Aku ingin sekali mengajakmu keluar dan masuk kedalam kamar lalu kita bersenang-senang diatas ranjang. Kini keinginanku itu harus terkabul, sebab kalau tidak ... aku tidak akan pernah mengizinkanmu keluar dari dalam kamar ini selama seminggu.” Nada suara Leo merupakan ancaman yang mematikan.


“Kau tidak kasihan dengan Leo junior? Dia butuh ruang untuk berkembang.”


“Aku rasa, dia bakal sangat senang dan welcome bila ayahnya rutin mengunjunginya setiap saat.” Mata Leo menyiratkan kilatan cahaya menggoda yang sengaja ia pancarkan agar Shena terpikat oleh pesonanya.”


“Kau selalu menggunakan teorimu sendiri? Apa kau lupa dengan apa yang dikatakan dokter waktu itu? Jangan terlalu sering mengunjunginya.”


“Baiklah, aku hanya akan mengunjunginya sekali saja hari ini. Deal?” Leo masih belum mau menyerah juga.


Shena terus saja melangkah mundur dengan maksud menghindari Leo, tapi suaminya itu malah semakin berjalan mendekat ke arah Shena. Pelan, tapi pasti.


Melihat suminya terus saja mendekat kearahnya, Shena berusaha memutar otak agar ia tak perlu melakukan adegan bulan tertusuk ilalang saat ini. Bukannya Shena tidak mau, tapi gadis itu terlalu lelah setelah perjalanan tadi. Apalagi seharian ini emosinya terkuras habis akibat sidang tentang kasus yang ditimbulkannya walau akhirnya kasus itu sudah dimenangkannya berkat cara mafia yang dilakukan suami nggak ada akhlaknya ini. Meski begitu, Shena masih enggan bermesraan dengan Leo. Ditambah lagi, tiba-tiba saja moodnya menjadi buruk tanpa alasan yang jelas.


“Aku mau semangka!” seru Shena tiba-tiba sehingga langkah Leo terhenti seketika.


“Apa?” Leo memicingkan mata memandang Shena.


“Sungguh, aku benar-benar ingin makan semangka. Kau bisa membelikannya untukku?” Shena mengedip-ngedipkan matanya memohon pada Leo agar mau menuruti permintaannya.


Kancing baju yang tadinya dibuka oleh Leo ia katupkan kembali. Tanpa suara, Leo berjalan kearah telepon yang tersedia di meja kamar hotelnya. Ia menyentuh gagang telepon dan memencet salah satu nomer yang terhubung langsung dengan staf hotel disini.


“Haloo, ini aku Leo. Bawakan semangka segar ke kamarku, cepat nggak pakek lama.” Tanpa mendengar sahutan staf yang mengangkat teleponnya, Leo langsung menutup sambungannya dengan meletakkan gagang telepon ditempatnya.

__ADS_1


Leo berdiri di dekat jendela kamarnya dan bersandar di sebuah meja panjang bernuansa hitam yang ada dibelakangnya . Suami Shena itu melepas kemejanya dan hanya memakai kaos tanpa lengan warna hitam pula. Mata Leo terus menatap tajam pemandangan kota yang ada diluar jendela kamar hotelnya. Ini adalah sisi lain dari kamar VVIP Leo.


Diseberang jendela tempat Leo berdiri adalah wisata pantai yang indah dan merupakan tempat favorit Shena. Hotel bintang lima milik Leo ini letaknya memang sangat strategis. Selain dekat dengan pantai, pemandangan kota yang terdiri dari bangunan-bangunan tinggi menjulang menambah kesan eksotis tersendiri terutama bagi para pengunjung baik itu dari kalangan biasa hingga kaum borjuis lainnya.


Itulah kenapa hotel milik Leo terkenal diberbagai belahan dunia dengan fasilitas lengkap ala hotel bintang lima seperti yang ada dinegara-negara maju lainnya baik di Eropa ataupun di Amerika. Tak heran jika banyak pebisnis kelas kakap ingin berinvestasi dengan perusaahan milik keluarga Leo.


Melihat suaminya tiba-tiba saja diam, Shena jadi merasa tidak enak hati sendiri. Pelan-pelan, iapun berjalan mendekat ke arah arah suaminya berada.


“Leo, apa kau marah?” tanya Shena hati-hati.


Tanpa suara, Leo menjulurkan salah satu tanganya meraih pinggang Shena supaya mendekat kearahnya. Ia memandu tubuh Shena agar duduk bersandar dipangkuannya sambil sama-sama menikmati indahnya pemandangan gedung-gedung yang menjulang tinggi dihadapan mereka berdua.


“Aku tidak marah, Sayang. Aku hanya berusaha menahan diri sampai kau benar-benar siap bercinta denganku. Tadi itu aku hanya bercanda saja. Usia kandunganmu sudah memasuki 6 bulan, pasti rasanya begah sekali, kan? Aku bisa memaklumi kalau kau tidak segairah sebelumnya. Apalagi tadi kau bilang, lelah.” Leo menyelipkan rambut istrinya dibelakang telinganya agar bisa melihat wajah cantik Shena yang sedang menatap pemandangan kota diluar jendela kamar hotel


“Maafkan aku, Leo. Bukannya aku tidak mau, tiba-tiba suasana hatiku buruk sekali. Tadinya aku hanya ingin istirahat karena memang terasa lelah. Namun sekarang sudah tidak apa-apa. Jika ... kau menginginkannya, maka aku bersedia, ehm ...tapi tunggu sampai aku selesai makan semangkaku.”


Wajah Shena memang berubah jadi merah padam karena ternyata, Leo mengetahui rencananya. Ia sungguh malu pada Leo karena ketahuan.


“Bagaimana kau bisa tahu kalau aku hanya cari alasan saja?”


“Karena aku suamimu, Sayang. Tidak ada yang tidak ku tahu tentangmu.” Leo memberikan kecupan manis dipipi Shena. “Meski begitu,” lanjut Leo. “Aku tidak bisa marah padamu, justru aku semakin mencintaimu. Kau segalanya bagiku. Apapun pasti akan aku lakukan untukmu asalkan kau tetap merasa bahagia bersamaku.”


“Aku bahagia, Leo. Aku sungguh-sungguh bahagia. Kau benar-banar keren hari ini. Maaf sudah menolakmu tadi.” Shena mulai berani menatap Leo lagi sambil tersenyum lega karena Leo tidak marah padanya.


Leo memutar balikkan tubuh Shena supaya menghadap kearahnya. Kali ini, suaminya itu mencium bibir Shena dengan mesra. Sayangnya, keromantisan mereka harus terganggu karena semangka pesanan Leo tadi sudah tiba. Shena berlari kecil membuka pintu kamarnya dan menerima semangka pesanannya. Dengan riang, Shena langsung melahab habis semangka yang sudah dipotong kecil-kecil untuknya.


“Pelan-pelan Sayang, kau bisa tersedak kalau kau makan seperti itu.” Leo mengambil tissyu dan mengusap lembut bibir Shena yang belepotan terkena air semangka.

__ADS_1


“Rasanya segar sekali, kau mau?” Shena mencoba menyuapi suaminya tapi Leo hanya tersenyum manis pada Shena.


“Tidak, kau saja yang makan Sayang, aku senang kau menyukai semangkanya.”


“Ya sudah kalau tidak mau.” Shena kembali melahap semangka didepannya tanpa peduli pada Leo yang memerhatikan wajah Shena tanpa kedip.


Tak bisa digambarkan bagaimana perasaan Leo melihat istrinya bersikap seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapat hadiah kemenangan saat menghabiskan semua semangka-semangka itu.


Dengan cepat, Leo langsung menyerang bibir Shena yang belepotan air semangka, mengisapnya lembut sampai sisa air buah berwarna merah itu berpindah tempat kemulutnya. Shena yang tiba-taba mendapat kejutan ciuman maut dari Leo langsung terkejut, tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, ini bukan pertama kalinya Leo mendadak menyerangnya seperti ini.


“Ehmmm, rasa manisnya dobel Sayang.” Seringai nakal sengaja Leo pancarkan pada Shena yang masih memelototinya.


Leo terus menyerang Shena tanpa henti sampai-sampai Shena kehabisan napas. Leo menghentikan aktivitasnya dan menggendong tubuh Shena masuk ke dalam kamar mandi.


“Kita lanjutkan sambil mandi, Sayang. Kau belepotan sekali.” Leo menatap Shena yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi karena terlalu terhanyut dalam derasnya cinta Leo yang mengalir kesekujur tubuh Shena mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Tanpa membuang waktu, keduanya bergumul bersama di dalam kamar mandi sampai terdengar desahan-desahan lembut dari Shena yang telah terbuai dengan keperkasaan Leo. Suami Shena itu benar-benar membuat Shena kualahan melayani betapa kuatnya Leo ketika melakukan ritual bulan tertusuk ilalang di dalam kamar mandi.


BERSAMBUNG


***


Harusnya sih udah masuk seru ya ... tapi karena otak lagi kongslet, refreshing dulu dengan aksi nyeleneh Leo lagi. Dilarang iri kecuali yang sudah bersuami. Awas jangan senyam-senyum sendiri, hehehe ....


Seperti biasa, jangan lupa like, vote dan komentarnya ya ... love you all ...


__ADS_1


Shena diam-diam memotret suaminya dari belakang .. hehe .. omegot haluku tolong dikondisikan. wkwkwkwk ...


__ADS_2