Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 105 : Menang


__ADS_3

Perlombaan memanah untuk kloter terakhir dimenangkan oleh Leo. Dengan demikian, tim Shena berhak maju ke babak final. Melihat hal itu, tentu saja Aryani langsung naik pitam dan tidak terima. Sebab, atletnya yang sudah ai bayar mahal dapat dikalahkan dengan mudah oleh Leo yang sebenarnya bukanlah seorang atlet. Nenek sihir itu menghampiri Shena saat sedang bermesraan dengan suaminya dan bermaksud untuk melabraknya.


Dengan gerakan cepat, Aryani merengkuh bahu Shena saat sepupunya itu berdiri berhadapan dengan Leo dan membalikkan tubuh Shena supaya menghadapnya. Shena langsung balik badan dan terkejut melihat tangan Aryani melayang bebas hampir mendarat mulus dipipinya jika saja tangan Leo tak segera mencekal kuat tangan Aryani.


“Berani kau menyentuh istriku, akan aku pastikan kau bakal dimakamkan hari ini juga!” geram Leo sambil menatap tajam wajah Aryani dengan kilatan api kemarahan. Ia terus mencengkeram kuat tangan sepupu Shena hingga wanita itu mengerang kesakitan.


“Arrgghhh, lepasin! Dasar banci! Beraninya cuma sama wanita doang!” bentak Aryani hingga mengejutkan semua orang yang hadir dalam pertandingan ini.


“Kau ... bukan wanita! Kau itu cuma sampah yang harus disingkirkan supaya tidak mengganggu pemandangan!” Leo memiting tangan Aryani hingga tubuhnya terbalik kebelakang. Setelah itu, si gengster Leo mendorong istri Rega itu jauh dari hadapannya. Hampir saja Aryani jatuh terjerembab kalau saja tidak ada orang yang yang menangkapnya.


“Beraninya Kau!” Aryani hendak menyerang Leo tapi tubuhnya ditahan oleh petugas yang berada di gedung pertandiangan ini.


“Nyonya, jika anda membuat keributan di dalam gedung selama acara pertandingan berlangsung, maka terpaksa kami mendiskualifikasi anda. Jadi, mohon bersikaplah kooperatif dan jangan buat masalah,” ujar petugas tersebut dan Aryani langsung berhenti memberontak. Ia menatap Leo yang terenyum sinis padanya.


“Ini adalah peringatan pertama dan terakhir,” ujar Leo. “Sekali lagi aku melihatmu menyentuh Shenaku, maka di saat itu juga akan kupatahkan seluruh tulang-tulangmu! Camkan itu baik-baik, ah ... satu lagi. Kau tidak terima jika pertandingan pertama ini aku yang menang, bukan? Makanya kau menyerang istriku tanpa sebab. Masih banyak pertandingan lain dan aku akan memenangkan semuanya. Dengan begitu, kau akan tahu dengan siapa kau berhadapan. Kau boleh menangis mulai dari sekarang.” Leo menyeringai dan terus menatap tajam Aryani yang menahan amarah karena ia diremehkan oleh Leo.


Leo berbalik badan dan menatap wajah Shena yang tercengang saat melihatnya. “Mulutmu bisa kerasukan lalat jika terus menganga begitu, Sayang. Bagaimana kalau ... lidahku saja yang masuk kedalam mulutmu,” goda Leo sambil menyentuh dagu Shena.


“Hah, apa? Kau ini bicara apa, sih? Dasar mesum.” Shena mendorong Leo agak menjauh darinya.


“Bukankah kau sedang terpesona padaku? Wajar jika aku meminta hadiahku. Lagipula, aku menang, sekarang.” Leo mendekat lagi kearah Shena.


“Masih belum, kau harus mengikuti babak final dulu. Dan kali ini tidak mudah.”


“Tidak masalah, aku pasti menang.” Leo segera menarik tangan istrinya supaya mendekat kearahnya dan hendak mencium Shena sekali lagi, tapi kali ini Shena menahan bibir suaminya dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


“Leo, jangan disini, kita sedang jadi pusat perhatian sekarang. Nanti saja, oke. 5 ronde.” Shena memperlihatkan kelima jarinya didepan wajah suaminya.


“Oke! 6 ronde,” bisik Leo ditelinga Shena.


“Hah? Kok nambah?” protes Shena.


“Karena kau menolak ciumanku, anggap saja itu hukuman dariku.” Leo memamerkan senyum menggodanya lagi.


Tak dapat dipungkiri, Shena memang selalu terpesona dengan cara keren Leo saat beraksi melindunginya dan juga tingkahnya yang selalu mesum dimana-mana. Bahkan bukan hanya Shena saja yang terpukau dengan apa yang dilakukan Leo, teman-teman Shena yang lainnya juga melongo melihat betapa nggak ada akhlaknya Leo saat bersama Shena, tapi tetap keren ketika berhadapan dengan musuhnya.


“Si Leo itu, ternyata gengster nggak ada akhlak terkeren yang pernah aku lihat, kalian setuju gaes?” tanya Fitri pada kedua temannya.


“Setuju,” jawab Vita dan Dody bersamaan. Ketiga teman Shena hanya menatao dalam diam aksi sok mesra yang diperlihatkan Shena dan Leo dihadapan mereka.


***


Anak panah yang ditembakkan, harus bisa melewati penghalang. Kali ini tantangannya lumayan sulit, sebab penghalang berlubang yang sudah disiapkan terus bergerak dan terbagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama menggunakan 1 penghalang, sesi kedua menggunakan 2 penghalang yang bergerak berlawanan, dan sesi ketiga menggunakan 3 penghalang dan pastinya gerakannya juga berlawanan. Bisa dibayangkan betapa sulitnya menembakkan anak panah dengan melewati ketiga penghalang berlubang yang gerakannya tidak sama.


Seluruh peserta harus bisa memanah tepat sasaran dan melewati lubang-lubang itu dari sesi pertama hingga sesi ketiga. Jika salah satu dari sesi itu gagal, maka sudah dapat dipastikan kalah. Sebaliknya, jika peserta bisa melewati ketiga sesi tersebut dan tepat mengenai sasaran sempurna, maka dialah pemenangnya.


“Sayang, semoga berhasil, aku mencintaimu.” Shena memberikan semangat cinta untuk Leo, saat tiba gilirannya.


“Aku juga mencintaimu, ingat ya Sayang. Nanti malam harus 6 ronde,” bisik Leo mesra. Ia mengedipkan salah satu matanya menggoda Shena.


Ketiga teman-teman Shena yang melihat dua sejoli itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka tidak tahu lagi harus bilang apa. Ini pertama kalinya mereka melihat pasangan suami istri segokil Leo dan Shena yang tidak tahu tempat, pula. Dimanapun mereka berada, selalu saja mengumbar kemesraan dimana-mana.

__ADS_1


Sekarang, sudah waktunya giliran Leo beraksi. Disesi pertama, suami Shena itu mengambil satu busur panah dan mulai menembakannya. Anak panah itu melesat cepat dan berhasil melewati penghalang berlubang tepat mengenai papan sasaran. Tentu saja hal itu membuat Shena dan yang lainnya senang. Dengan begitu, Leo bisa lanjut ke sesi kedua, yaitu menggunakan dua penghalang berlubang. Kali ini, Leopun berhasil menembakkan anak panahnya tepat sasaran.


Tepuk tangan dan sorak sorai pun langsung terdengar keras. Sebab, aksi Leo begitu keren dan mengagumkan. Padahal, peserta sebelumnya selalu gagal disesi kedua ini. Hanya Leo saja yang berhasil, dalam sekejap Leo langsung menjadi bintang lapangan dan semua orang bersorak sorai untuknya.


Sesi ketiga ini sedikit menegangkan. Ada 3 penghalang yang disediakan dan ketiganya bergerak berlawanan. Shena yang menyaksikan hal itu agak sedikit cemas dan juga was-was, tapi ia percaya kalau suaminya Leo pasti bisa melakukannya.


“Ayo Sayang. Kau pasti bisa!” teriak Shena dengan lantang.


Leo hanya tersenyum manis pada Shena dan ia pun mulai berkosentrasi menembakkan anak panahnya dan ternyata ... lagi-lagi tembakan Leo tepat mengenai sasaran.


Tepuk tangan dan hingar bingar penonton langsung menggema dimana-mana. Leo satu-satunya pemanah yang bisa menyelesaikan targetnya. Dengan begitu, lomba memanah kali ini dimenangkan oleh suami Shena.


Tanpa malu lagi, Shena langsung berlari kearah suaminya dan memeluknya erat. Ia sangat bahagia karena suaminya yang nggak ada akhlak ini benar-benar menakjubkan.


“Sejak kapan kau jadi atlet luar biasa begini, ha? Kenapa aku tidak tahu?” tanya Shena sambil menatap mesra suaminya.


“Sejak aku jatuh cinta padamu. Akan aku lakukan apa saja untuk membuatmu selalu bahagia disisiku seperti sekarang.” Leo juga menatap wajah Shena yang sumringah.


Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat orang yang dicintai bahagia. Itulah yang dirasakan Leo terhadap Shena.


BERSAMBUNG


***


Seperti biasa, video visual Leo aku posting di Ig, silahkan cek sendiri ya ...

__ADS_1




__ADS_2