
Kedatangan Shena lumayan mengejutkan banyak orang yang hadir di pesta ini. Sosok Shena yang centik rupawan membuat mereka bertanya-tanya, siapakan Shena sebenarnya. Sebab, tak sembarang orang bisa memasuki tempat ini. seperti halnya Leo, untuk bisa masuk ke dalam gedung ini, Shena diminta menunjukkan kartu lisensi bahwa Shena adalah salah satu kaum sultan. Shenapun menunjukkan kartu yang diminta dan tentu saja kartu itu adalah kartu yang disiapkan Refald untuknya.
“Nona Shena Narendra Bonscha, silahkan masuk,” ujar penjaga itu setelah selesai memeriksa kartu lisensi Shena.
“Panggil aku 'Nyonya', aku sudah menikah.” Shena melarat ucapan sang penjaga ber jas hitam itu.
“Maaf, saya tidak tahu. Dimana suami anda Nyonya? Kenapa tidak datang bersama.” Penjaga itu mulai kepo.
“Dia sudah di dalam, aku datang kesini untuk menyemangatinya.” Shena tersenyum penuh makna sambil terus masuk ke dalam diikuti oleh para pengawal-pengawal Leo yang ditugaskan untuk menjaga dan melindungi Shena.
Penjaga itu tak bisa berkata-kata lagi meskipun ia sangat penasaran, siapakah suami wanita cantik nan elegan yang baru saja datang menghebohkan pesta dengan kehadirannya yang tiba-tiba. Tidak ada yang mengenali Shena di sini dan Shena sendiri juga tidak kenal siapapun, tapi Shena bodoh amat karena kedatangannya kemari bukan untuk mencari kenalan atau dikenal orang. Ia datang hanya untuk mendukung suaminya.
Wajar jika mereka semua yang ada di pesta ini tidak tahu seluk beluk siapa Shena. Meskipun Shena adalah istri seorang sultan, ia bukanlah wanita sosialita yang suka memamerkan diri dimana-mana. Bahkan medsosnya saja ia kunci dan jarang sekali ia memposting kegiatan kesehariannya bersama keluarganya. Bagi Shena, kebahagiannya bersama Leo cukup hanya akan ia rasakan sendiri tanpa harus diberitahukan pada dunia maya.
Keluarga kecil Leo dan Shena sangat tertutup, tapi cinta dan kebahagian, selalu menyelimuti bahtera rumah tangga mereka berdua. Leopun juga demikian, ia membiarkan istrinya yang mengelola semua akun pribadinya dan hanya fokus pada pekerjaan dan keluarganya. Leo tak ingin privasinya bersama Shena terganggu oleh pihak manapun baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Tak hanya kaum hawa saja yang penasaran akan siapa sosok Shena sebenarnya. Kaum adam pun juga sama. Namun para lelaki buaya itu tak bisa mendekati Shena karena orang-orang Datuk langsung menjemput Shena dan mengantarnya ke tenpat suami Shena berada. Semakin penasaran dan heranlah semua orang yang ada di sini tapi mereka tetap tak bisa melanggar peraturan. Siapapun, tidak diperbolehkan ikut campur urusan orang lain walaupun mereka sangat ingin tahu.
“Silahkan Nyonya, ikutlah dengan kami.” Pengawal berjas hitam dan berkaca hitam mempersilakan Shena untuk mengikutinya.
Leo langsung memeluk tubuh istrinya begitu Shena tiba diruangan tempatnya berada. Pelukan erat Leo menunjukkan seolah ia baru saja bertemu dengan Shena setelah sekian lama terpisah. Leo bahkan menggendong tubuh istrinya dan berputar-putar bersama. Benar-benar lebay, tapi itulah Leo. Selalu bikin orang menganga melihat aksinya bila sudah bersama Shena.
“Hentikan, Leo. Aku pusing sekali,” ujar Shena dan Leo langsung menjatuhkan tubuh Shena dipelukannya.
__ADS_1
“Kau datang, Sayang. Aku khawatir padamu dan aku senang akhirnya bisa melihatmu. Tapi … kenapa kau kesini?” ujar Leo masih sambil tersenyum.
“Kita hanya tidak bertemu beberapa jam saja. Jangan lebay begitu. Aku kesini karena aku juga ingin bertemu denganmu. Hehe …” Shena tersenyum manis pada Leo dan itu semamikj membuat Leo semakin jatuh cinta pada Shena.
“Aku merindukanmu, Sayang. Dan kau … kau cantik sekali, aku hampir saja tak mengenalimu tadi. Sungguh kau benar-benar cantik.”
Leo mulai mengeluarkan jurus rayuan gombalnya tanpa peduli kalau diruangan ini bukan hanya ada mereka berdua saja, tapi juga ada orangtua yang menatap risih pemandangan aneh didepannya. Leo yang tadinya menakutkan berubah jadi charming dalam waktu sekejap. Benar-benar membuat si Datuk Situroja bingung dengan perubahan sikap Leo.
“Apa yang dilakukan bocah tengik itu?” tanya Datuk pada anak buahnya yang juga bingung harus menjawab apa.
“Ehm … sepertinya, mereka sedang bermesraan, Tuan.”
“Aku tahu itu!” sengal sang Datuk. “Tapi apa haru sekarang? Dalam situasi ini? Apa si tengik itu sengaja pamer istri cantik di depanku?” nada suara Datuk itu lumayan tinggi sehingga di dengar oleh Leo.
“Ehm, aku akan selalu mendukungmu,” ujar Shena sambil memeluk erat lengan suaminya. Keduanya saling melempar senyum bahagia.
Namun, ada satu hal yang belum Leo sadari kalau istri tercintanya ini sudah mengingat semua kenangan mereka berdua. Keduanya berjalan dan duduk kembali dihadapan Datuk yang menatap sinis dua sejoli ini. Tak ada sekat antara Leo dan Shena. Mereka sangat lengket layaknya perangko.
“Well … jadi dia istrimu?” tanya Datuk itu.
“Yeah … cantik, kan? Lebih cantik dari istri dan para selirmu,” ujar Leo langsung mnegena di hati tanpa basa basi.
Ucapan Leo mengundang tawa sang Datuk. “Huh, aku suka anak muda sepertimu, Tuan muda Leopar Bay Pyordova. Sayangnya, aku bukanlah orang yang mudah terprovokasi oleh ucapanmu."
__ADS_1
“Aku tidak memprovokasimu, Pak tua. Aku bicara fakta tentang dirimu. Yang menjadi pertanyaanku adalah, apa istrimu tak memuaskanmu? Sampai kau harus memiliki banyak wanita diranjangmu?” sarkasme yang tajam dari Leo.
“Jangan bicara padaku seolah kau adalah pria paling suci di dunia ini, Tuan muda, semua orang tau seperti apa kau saat masih remaja dulu. Banyak gadis-gadis cantik yang menjadi korban kebuayaanmu.” Datuk itu membalas Leo.
“Tapi suamiku tak pernah memenuhi ranjangnya dengan wanita lain selain aku, dan dia … tak pernah punya niat untuk membagi ranjang dengan wanita manapun. Kau tahu kenapa? Karena dialah buaya sesungguhnya. Buaya adalah binatang yang setia hanya pada satu pasangannya saja walau kata ‘buaya’ identik dengan pria yang suka bergonta ganti pasangan. Namun, faktanya ... Buaya adalah salah satu binatang setia selain pinguin.” Tatapan mata Shena menatap tajam mata Datuk yang langsung diam seribu bahasa saat membela suaminya. Sebab yang dikatakan Shena itu memang benar.
Sedangkan Leo, jangan ditanya. Matanya tak berkedip melihat betapa keren istrinya ini. Ia baru tahu kalau buaya itu adalah binatang yang setia pada pasangan. Selama ini, ia selalu marah dan tak terima bila ia dijuluki buaya, tapi sekarang Leo harus bangga jika mendapat julukan itu.
“I love you so much, Sayang,” ujar Leo tiba-tiba dan langsung membuat Datuk jadi sensi lagi. Bisa-bisanya Leo mengatakan cinta pada istrinya tepat di depan seorang mafia kelas kakap seperti Datuk.
“I love you too,” ucap Shena tak kalah manis dari Leo.
Mereka saling menatap satu sama lain seperti pasangan yang baru saja jadian. Ini pasangan benar-benar nggak punya etika bisnis sama sekali. Kalau cinta sudah bicara, maka semua terlihat hampa, bahkan musuh yang berbahayapun tak jadi masalah bagi keduanya.
“Ehem.” Datuk itu sengaja berdeham, untuk merusak acara romantisme Leo dan Shena. Harga dirinya seakaan jatuh dikalahkan oleh dua pasangan yang nggak ada akhlak ini dengan sikap mereka yang. bikin iri. “Bisa kita lanjutkan barter kita? Aku tak punya banyak waktu untuk melihat pasangan gila seperti kalian!” seru Datuk itu kesal. Matanya memelototi Leo dan Shena bergantian.
“Hei, pak Tua. Apa kau tak pernah muda? Aku rasa …. Hidupmu tak bahagia seperti kami sekarang,” ledek Leo. Tatapan matanya benar-benar menakutkan.
“Kau!” Datuk langsung berdiri dan mulai terpancing emosi.
Namun kedua pengawal Datuk mencoba menenangkan amarahnya. Jika sampai Datuk marah dan melakukan satu kesalahan kecil saja, maka dialah yang akan mengalami masalah dan kerugian besar. Sebab, mafia tak boleh melanggar etika.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***