
Malam yang syahdu menyelimuti nuansa romantis antara Leo dan Shena. Sudah tidak ada lagi rasa yang mengganjal di hati keduanya. Apa yang dikhawatirkan Leo tentang Shena dan samurai itu salah besar. Ternyata, istrinya sama sekali tidak pernah berintreaksi dengan ketua geng kapak yang sudah berhasil dikalahkannya. Hal itu membuat Leo merasa lega dan juga senang karena Shena memang hanya miliknya sejak awal. Sekarang, hidup atau mati samurai tersebut, sudah tidak berarti lagi bagi Leo. Sebab, Leo tahu sampai kapanpn cinta sang samurai takkan pernah terbalaskan.
Sedangkan Shena sendiri, juga merasa lega karena ternyata suaminya tidak mempermasalahkan semua yang terjadi padanya terutama kejadian-kejadian di masa lalu. Sebaliknya, Leo malah semakin mencintainya. Itu bisa Shena rasakan dari setiap kilatan mata Leo saat bicara padanya. Tatapan mata Leo benar-benar menghanyutkan Shena dalam aliran cinta Leo.
Hanya saja, masalah besar sedang menanti keduanya. Shena dan Leo harus menghadapi perceraian orangtua Leo. Pasangan suami istri itu yakin, kalau perpisahan Byon dan Biyanca ada hubungannya dengan Samurai itu. Sayangnya mereka tidak tahu, apa permasalahannya sehingga mertua Shena memutuskan untuk berpisah.
“Sayang,” ujar Leo setelah keduanya selesai melakukan ritual bulan tertusuk ilalang.
“Iya, Sayang. Ada apa? Kalau mau nambah lagi, aku tidak mau.” Belum apa-apa Shena sudah memasang wajah cemberut.
Leo langsung tertawa. “Sebenarnya ingin nambah, tapi aku lelah. Aku ingin tidur dipelukanmu saja.” Leo membenamkan kepalanya didada Shena.
“Aku pakai baju dulu.” Shena hendak bangun tapi dicegeh oleh Leo.
“Tidak perlu, begini lebih hangat.”
“Nanti kau jadi ingin lagi. Kita seperti sepasang pengantin baru sekarang. Padahal kita ini pengantin lama.”
“Aku tidak peduli, kau milikku. Tubuh indah ini juga milikku. Yeon sudah merebutmu dariku. Aku kurang mengalah apa coba?”
Shena hanya bisa menggigit bibir mendengar Leo bicara seperti itu. Sepertinya kegilaan Leo mulai datang lagi. Namun, Shena mencoba tidak meladeni suaminya jika sudah seperti itu. “Kau mau bicara apa tadi?” Tanya Shena mengalihkan pembicaraan.
Leo mengangkat kepalanya dan menatap Shena. “Aku harus pergi untuk perjalanan bisnis,” wajah Leo terlihat serius. “Ada banyak hal yang harus aku kerjakan. Semua pekerjaan jadi terbengkalai karena ayahku tiba-tiba saja menghilang. Memang sudah ada kak Refald yang mengambil alih, tapi tetap saja, urusannya masih banyak yang belum terselesaikan tanpa aku. Sebagian perusahaan dan cabangnya membutuhkanku berserta tanda tanganku. Mereka semua tidak mungkin datang kemari karena semua penduduk desa pasti mengira ada kunjungan presiden jika aku menyuruh seluruh petinggi perusahaan kesini. Aku yakin, kau juga tidak suka itu. Apa ... kau tidak keberatan jika aku meninggalkanmu untuk beberapa hari disini?”
Shena mengusap lembut kepala suaminya dengan kedua tangannya. “Tidak, aku sama sekali tidak keberatan. Aku selalu mendukung keputusanmu. Karena itu juga yang terbaik untukku. Kau benar, aku tidak mau jadi pusat perhatian. Mereka semua pasti shock bila tahu seberapa tajir dirimu ini. Dan pastinya bakal mengundang banyak masalah nantinya. Aku tidak ingin itu terjadi.”
“Kau tidak keberatan aku tidak mengajakmu pergi bersamaku?” tanya Leo.
__ADS_1
“Kau bukan burung dalam sangkar, Leo. Kau punya banyak sekali urusan yang harus kau selesaikan. Aku bukanlah istri yang harus ngintilin suaminya kemanapun ia pergi. Bukan karena aku tidak ingin, tapi karena aku tidak mau mengganggu pekerjaanmu. Akan sulit bagimu berkosentrasi jika aku terus saja didekatmu, meskipun aku ingin selalu berada disisimu sepanjang waktu. Tapi kita berdua punya tugas dan kewajiban kita masing-masing. Aku seorang ibu sekarang, prioritasku adalah Yeon selagi kau sibuk dengan pekerjaanmu dan segala urusan yang harus kau selesaikan.”
Leo terdiam. Ia terus menatap Shena tanpa kedip.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Shena bingung. “Apa ada yang salah dengan wajahku?” Shena memegang kedua pipinya, tapi Leo menahan kedua tangan Shena dengan tangannya.
“Kau cantik, dan aku sangat mencintaimu,” ujar Leo.
“Kalau itu aku sudah tahu.”
Leo tertawa. “Kali ini aku semakin jatuh cinta padamu.”
“Aku tahu, tapi kali ini alasannya apa?”
“Alasannya sederhana, biasanya semua wanita selalu ingin ikut kemanapun suaminya pergi. Tapi kau berbeda, kau selalu bisa membuatku bangga dan terkagum-kagum padamu. Seperti kata-kata yang baru saja kau ucapkan tadi. Sungguh aku bersyukur memiliki istri mengagumkan dan seksi sepertimu, Sayang.”
“Lusa, aku akan mengatur semua yang ada disini selama aku tinggal pergi. Seluruh pengawalku akan berjaga selama 24 jam nonstop dan selalu berada disekitarmu. Merekalah yang akan menjaga dan melindungimu selama aku tidak ada disini. Aku janji, aku akan kembali dalam tiga hari. Apa kau keberatan?”
“Tidak, aku rasa ... selagi kau sibuk dengan urusan pekerjaanmu, bagaimana kalau kita malaksanakan rencana kita,” usul Shena.
“Apa yang kau rencanakan sekarang?”
“Belum ada, tapi akan segera ada.” Shena tersenyum penuh makna.
“Kau mencurigakan sekali. Terserah kau saja kalau begitu. Sekarang, sebaiknya ayo kita tidur, aku sudah ngantuk sekali, kecuali ...”
“Tidak!” sela Shena. Ia tahu kemana arah pembicaraan Leo. “Ayo tidur, aku tidak mau main bulan tertusuk ilalang lagi.” Shena menarik selimut dan membelakangi Leo. Ia mencoba tidur karena besok pagi-pagi ia harus bangun dan melakukan banyak aktivitas.
__ADS_1
Namun, bukan Leo namanya kalau ia tidak berbuat jahil pada Shena. Dari belakang, ia langsung menyerang istrinya dan untuk kedua kalinya mereka berdua melakukan ritual penutup sebelum pergi tidur, yaitu etalibun masuk lubang sumur.
“Leo!” seru Shena tapi ia juga tak berdaya. Leo terlalu ganas kalau diranjang.
Semakin Shena melawan, maka Leo semakin buas. Akhirnya malam itu, berakhir dengan malam yang syahdu antara Shena dan Leo.
***
Segala persiapan yang dibutuhkan Shena selama tinggal didesa ini sudah Leo penuhi dan siapkan semuanya. Hari ini, Leo akan berangkat perjalanan bisnis menggantikan ayahnya. Sebab, hingga detik ini kedua orangtuanya itu masih belum menampakkan batang hidungnya dan tidak ada yang tahu dimana keberadaan Byon dan Biyanca.
Sebenarnya, Leo ingin meminta bantuan Refald, tapi kakaknya itu juga sedang sibuk dengan urusannya sendiri. Sementara Leo juga ingin tahu terlebih dulu apa alasan utama kedua orangtuanya memilih jalan perceraian disaat semua orang yakin kalau cinta Byon dan Biyanca sangat kuat melebihi apapun.
“Aku berangkat, Sayang.” Leo mengecup mesra kening Shena saat ia berpamitan.
“Cepatlah kembali, kabari aku jika terjadi sesuatu.”Shena mencium kedua pipi suaminya.
“Ehm, pasti. Baik-baiklah disini bersama, Yeon. Aku akan segera kembali.” Leo mengecup kening putranya yang tertidur pulas digendongan Shena. “Aku titip istri dan anakku Bi,” ujar Leo pada bibi Eghatia.
“Tenang saja, aku akan membantu merawat Yeon selama kau pergi. Jangan khawatirkan mereka.”
Leo tersenyum, sekali lagi ia memeluk Shena dengan erat sebelum akhirnya Leo berangkat meninggalkan Shena untuk pergi perjalanan bisnis. Baru saja Leo pergi beberapa menit, tiba-tiba Shena mendapat kiriman video dari suaminya. Shena membuka ponselnya dan ia langsung tersenyum bahagia. Shena sama sekali tidak menyangka, kalau Leo bakal seromantis itu padanya bahkan disaat ia pergi.
***
Kalau ingin tahu seperti apa video yang dikirim Leo untuk Shena, lihat saja di ig ku ya ....
__ADS_1