Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 155


__ADS_3

Mata Shena mulai berkaca-kaca saking terkejutnya dengan apa yang ia lihat saat ini. Bertahun-tahun hidup bersama Leo, baru kali ini ia mendapati bekas lipstik lain di kerah baju suaminya. Dan itu bukan berasal dari lipstik milik Shena. Entah lipstik milik siapa itu, yang jelas bukan milik laki-laki karena Leo masih termasuk pria normal yang tidak suka jeruk makan jeruk.


Kepala Shena serasa berputar-putar mengetahui fakta menyakitkan hati ini. Ia tidak tahu harus berkata apa. Sebenarnya, Shena tidak ingin membayangkan yang bukan-bukan, tapi setelah melihat bukti nyata ada di depan mata, Shena serasa tercekik hingga sulit untuk bernapas.


"Sayang, ini tidak seperti yang kau lihat. Aku sungguh tidak tahu, lipstik siapa ini." tak hanya Shena yang shock, Leo juga tak kalah shock dari istrinya.


Shena terdiam mendengar penjelasan suaminya. Ini bagai mimpi di siang bolong, ingin rasanya Shena percaya pada suaminya, tapi rasa cemburu yang begitu kuat, menyerang hati Shena.


"Lalu ... bagaimana bisa bekas lipstik itu menempel dikerah bajumu, ha? Apa lipstik itu bisa jalan sendiri? Sebaiknya, jujurlah padaku! Katakan! Siapa yang kau temui! Tak mungkin kalua itu lipstik kak Refald karena kau bilang kau akan menemuinya. Kak Fey juga tak suka warna lipstik yang terlalu mencolok begitu! Siapa wanita itu, Leo! Cepat katakan!" bentak Shena penuh emosi.


Leo langsung diam dan itu membuat Shena semakin marah. Diamnya Leo menandakan ada yang sengaja suaminya sembunyikan darinya.


"Percayalah padaku, Sayang. aku tak melakukan apapun yang kau tuduhkan. Sungguh, aku tidak tahu bagaimana bisa lipstik ini bisa menempel di kerah bajuku. Aku berani bersumpah, Sayang. Aku ... tidak mengkhianati cinta kita. Sungguh aku tak menyentuh wanita lain manapun selain dirimu. Percayalah padaku, Shena. Aku yakin ada yang sengaja menjebakku!" Leo meyakinkan Shena bahwa ia tidak berbohong.


"Kau belum menjawab pertanyaanku, tadi. Siapa yang kau temui? Siapa wanita itu? Katakan!" Shena tak menggubris penjelasan suaminya. Ia butuh kejujuran Leo tentang apa yang ia lakukan di luar sana dilihat dari bukti nyata ini.


"Aku ... menemui madam Agne setelah berbicara dengan kak Refald." Akhirnya, Leo berkata jujur pada Shena.


"Apa?" teriak Shena penuh amarah. Tubuhnya langsung lemah lunglai karena tak menyangka, suaminya Leo akhirnya tergoda oleh wanita seksi itu. Entah kenapa mata Shena jadi berkunang-kunang dan tubuhnya langsung ambruk di atas tempat tidur.


"Sayang! Kau kenapa?" Teriak Leo panik. Ia mencoba membangunkan Shena tetapi istrinya itu tak kunjung membuka mata. Leo semakin panik karena wajah Shena semakin pucat dan tubuhnya sedingin es.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Leo langsung menghubungi dokter pribadi keluarganya untuk segera memeriksa kondisi Shena yang tiba-tiba saja tak sadarkan diri tanpa sebab. 1 jam sudah berlalu sejak Shena pingsan, dokter sedang memeriksa kondisi kesehatan Shena yang sampai saat ini masih juga belum sadarkan diri. Leo hanya bisa menunggu diluar kamarnya sambil mondar mandir kesana kemari karena terlalu khawatir memikirkan keadaan istrinya.


Dalam hati, Leo merutuk dirinya sendiri atas kecerobohannya. Harusnya, ia tak bertindak gegabah seperti ini sehingga ia masuk jebakan wanita penyihir itu.


"Sial, kenapa aku tidak sadar?" Leo memukul-mukul dinding kamarnya dengan sangat kuat.


Tak berselang lama, ibu dan ayah Leo datang dengan tergesa-gesa. Mereka berdua baru saja pulang mengantar kepulangan keluarga besar mereka ke bandara dan langsung pulang begitu mendengar kabar kalau Shena pingsan.


"Apa yang tejadi, Leo! Kenapa Shena bisa pingsan?" tanya Biyanca dengan sejuta kecamasan. Ia ingin masuk tapi langkahnya ditahan oleh Byon.


"Shena sedang diperiksa, Bii. Tunggulah disini." Byon masih bersikap tenang meskipun ia juga sedikit khawatir akan apa yang terjadi pada menantunya.


Sedangkan yang ditanya, hanya diam seribu bahasa. Leo masih merasa sangat bersalah pada Shena sampai ia tidak tahu harus berkata apa. Bersamaan dengan itu, dokter yang memeriksa Shena keluar dari kamar Leo dan Shena. Kedua orang tua Leo langsung menyongsong dokter tersebut untuk mengetahui bagaimana kondisi menantu keluarga Pyordova saat ini.


"Bagaimana keadaan menantu saya, Dok? Apa yang terjadi dengannya? Apa dia baik-baik saja? Bagaimana dengan janinnya?" tanya Biyanca cemas.


"Tenanglah Nyonya, menantu anda baik-baik saja begitu juga dengan calon cucu anda. Hanya saja, Nyonya muda sedang stress berat. Dan dia butuh istirahat total. Ada semacam tekanan batin yang membuat keadaan nyonya Leopard ini sedang dalam keadaaan tidak baik dan saya khawatir jika terus-terusan seperti ini, maka akan berpengaruh pada janinnya."


"Lalu, apa yang harus kami lakukan?" tanya Byon tak kalah cemas.


"Saran saya, sebaiknya, bawa nyonya Shena ketempat yang baru, tempat yang membuatnya nyaman dan tidak membuat dia tertekan. Saya sudah memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Hanya saja, saya tidak bisa menyembuhkan penyakit hatinya. Hanya orang-orang terdekatnya saja yang bisa membantu menyembuhkan hati nyonya Shena yang terluka." Dokter itu memberi penjelasan yang langsung mengena dihati Leo dengan bahasa yang sok puitis.

__ADS_1


"Bolehkah saya menemuinya, Dok?" tanya Leo.


"Silahkan, Tuan. Saya permisi juga." Dokter itu pamit undur diri dan Byon menawarkan diri untuk mengantar dokter tersebut sampai ke depan pintu.


Biyanca memilih masuk ke dalam bersama dengan Leo. Ketika pintu kamar terbuka, ibu dan anak itu masuk. Kebetulan, Shena sudah mulai terjaga dari pingsannya. Namun, saat ia melihat wajah suaminya, air mata Shena mulai mengalir dan itu membuat Biyanca jadi semakin bingung.


Apa yang terjadi antara Leo dan Shena? tanya Biyanca dalam hati.


"Ada apa, Shena. Kenapa kau menangis? Apa Leo menyakitimu? Katakan pada Ibu. Biar kulempari sandal anak itu."


Shena memeluk tubuh ibu mertuanya, dan menangis tersedu-sedu dipelukan Biyanca. Meski Shena tak bisa mengutarakan apa yang tejadi diantara dirinya dan Leo, Tak bisa dipungkiri ia tetap menyayangi mertuanya dan tak tega berkeluh kesah tentang apa yang dirasakannya sekarang.


"Ibu ... malam ini, aku ingin tidur dengan Ibu. Aku ingin tidur dipelukan Ibu sepanjang waktu. Ibu tidak keberatan, kan?" isak Shena disela-sela tangisannya.


Wajah Biyanca langsung bingung dengan permintaan menantunya ini. "Lalu, bagaimana dengan suamimu. Selama ini, kalian tak pernah terpisah dan lengket kayak perangko, kenapa sekarang ..."


"Dia bisa tidur sendiri tanpaku Ibu," sela Shena langsung dan itu membuat Biyanca hanya bisa menghela napas panjang.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2