
Hati Leo dan Shena merasa lega mendengarnya suara yang sangat familiar ditelinga mereka. Tak berselang lama, terdengarlah suara bising Bima dan Lea saling berebut ingin bicara dengan ayah dan ibunya.
“Ayah, Ibu!” seru Bima mulai bersemangat menceritakan apa yang baru saja ia dan yang lainnya alami. “Mobil kami meledak, Ayah! Seru sekali, Paman benar-benar luar biasa saat menyelamatkan kami. Mobilnya jelas-jelas meledak, tapi kami tidak apa-apa. Kami semua selamat dari ledakan itu, Ayah dengar aku?” teriak Bima senang. Anak itu terdengar sangat antusias.
“Biarkan aku yang bicara!” rebut Lea sebelum Leo dan Shena sempat menjawab seruan putra keduanya. “Ayah! Ibu! Apa akan ada ledakan lagi? Aku ingin bermain seperti tadi. Bilang pada orang yang meledakkan mobilnya supaya memasang bom lagi. Ini benar-benar seru sekali Yah, aku suka … aku suka!” jerit Lea yang menganggap hidup matinya sebagai permainan yang luar biasa.
Bima dan Lea tidak tahu, kalau saja tidak ada Refald di sana, mungkin mereka tidak akan pernah bisa berkata seperti itu dengan polosnya. Sebab, Refald pasti sudah menggunakan kekuatannya untuk melindungi keluarga Leo seperti apa yang sudah pernah ia bilang pada Shena sebelumnya.
Jika orang lain, pasti sekarang ini mereka semua sudah menjadi arwah gentayangan. Sayangnya, itu tidak akan pernah terjadi pada keluarga besar Pyordova yang terkenal paling kuat diantara mafia lainnya. Samar-samar, terdengar suara tawa riang si bungsu yang langsung membuat Leo dan Shena saling melempar senyum.
“Tentu Sayang, akan kusampaikan keinginanmu pada si pembuat ledakan itu, sampai ketemu lagi di rumah, oke!” Leopun menutup sambungan teleponnya dan tersenyum bahagia melihat wajah menganga Datuk yang tercengang-cengang dihadapannya karena mengalami shock berat. Leo sedikit kecewa karena sang Datuk belum kejang-kejang.
“A-apa … itu tadi?” tanya si tua bangka itu dengan gugup antara percaya dan tidak percaya.
“Kau sudah dengar itu kan, pak Tua? Keluargaku tidak mati. Mereka malah meminta … kau membunuh mereka lagi.” Leo sengaja memberikan tanda penekanan disetiap kata yang ia ucapkan sehingga membuat sang Datuk tak bisa berkata-kata. Bahkan mulutnya sudah tak bisa dikatupkan lagi.
Hampir setengah abad seorang Datuk Situroja hidup sebagai penjahat kelas kakap, tapi baru kali ini ia mengalami kejadian aneh diluar nalar manusia seperti ini. Akhirnya, Datuk baru sadar tentang desas desus keluarga Pyordova yang tak mudah dikalahkan oleh musuh-musuhnya. Datuk pikir itu hanyalah rumor belaka yang sengaja disebarkan untuk menakut-nakuti musuh Pyordova, tapi ternyata, kabar itu bukan hanya sekedar kabar burung, melainkan fakta yang benar-benar terjadi seperti yang Datuk alami sekarang ini.
Mata datuk tak bisa berkedip sejak tadi saking shock dan terkejutnya. Jelas-jelas ledakan itu terdengar keras dan bahkan anak buahnya yang tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak sudah mengirim bukti video ledakannya. Di dalam mobil itu, terpampang jelas seluruh keluarga besar Leo masih ada di mobil saat ledakan itu terjadi, tapi anehnya … mereka bisa selamat dari ledakan maut tersebut tanpa mengalami luka lecet sedikitpun. Itu sungguh kejadian luar biasa yang hanya akan ada dicerita film saja. Sangat tidak mungkin bila terjadi di dunia nyata.
“Tidak … huh, ini tidak mungkin. Pasti ada yang salah di sini. Ba-bagaimana bisa?” mata datuk terbelalak tak percaya.
__ADS_1
“Sudah kubilang, kau melewatkan satu orang. Dan orang itulah yang menyelamatkan seluruh keluargaku. Kau ingin tahu bagaimana caranya keluargaku bisa selamat tanpa mengalami luka lecet sedikitpun?” tawar Leo.
“Ba-bagaimana?” tanya datuk itu menatap wajah sinis Leo.
“Ra-Ha-sia! Hahahaha … kalau kau ingin tahu, kau harus mati dulu, baru aku akan memberitahumu.” Ekspresi wajah Leo benar-benar membuat orang jadi ingin cepat mati penasaran.
“Apa maksudmu?” tanya Datuk itu.
“Maksudku, sekarang giliranku. Kalau tadi kau sudah berusaha keras melenyapkan seluruh anggota keluarga yang paling kucintai, walaupun usahamu itu telah gagal. Maka … akupun akan melakukan hal sama seperti yang kau lakukan. Bedanya, aku tidak akan melenyapkan keluargamu karena mereka sama sekali tak berharga bagimu. Sebaliknya, aku … akan melenyapkan semua yang kau punya tanpa sisa. Tunggu saja!” kilatan mata Leo sungguh terlihat menakutkan.
“Kau … sudah salah menilaiku, Pak tua. Harusnya kau tidak memandangku sebelah mata karena aku adalah putra kolegamu. Tapi kau harus memandangku sebagai gengster kelas kakap yang takkkan mudah dikalahkan begitu saja apalagi oleh orang sepertimu. Camkan itu baik-baik, titip salam untuk kakek buyutku dialam baka begitu kau mendapat kabar terbaru. Barter … selesai, adios!” Leo mengangkat satu tanganya seolah memberi hormat lalu bangkit berdiri dengan menggandeng erat tangan Shena.
Kedua pasangan suami istri itu saling berpegangan kuat meninggalkan Datuk yang terbingung-bingung mendengar ucapan terakhir Leo. “Sebenarnya, apa yang dikatakan bocah ingusan itu? cepat cari tahu!” teriak Datuk pada seluruh anak buahnya.
“Apa yang kau rencanakan untuk membalas si tua bangka itu?” tanya Shena saat keduanya berjalan beriringan menuju ruang pesta.
“Memusnahkan semua harta benda serta aset yang si kakek peot itu punya,” jawab Leo menirukan ledekan Shena terhadap Datuk tadi.
“Hah? Benarkah? Bagaimana caranya? Beritahu aku!” tanya Shena penasaran tapi juga senang. Suaminya yang cerdik ini selalu saja punya kejutan saat melawan musuh-musuhnya.
“Cium aku dulu, baru aku beritahu.” Leo berhenti berjalan dan menatap wajah cantik Shena.
__ADS_1
“Di sini? Ada banyak orang! Malu tahu …” Shena mengamati sekeliling mereka.
“Kau mau kita pesan kamar sekarang?” goda Leo.
“Tidak, apa kau yakin ini saatnya? Makasudku … para pengawalmu sedang mengelilingi kita berdua. Masa iya kita ciuman dihadapan mereka semua?”
“Kita sudah sering melakukannya, Sayang. Aku rasa kau sudah tahu itu. Mereka semua juga sudah terbiasa dengan aksi kita yang selalu mesra dimana-mana, tidak ada masalah dengan mereka. Kalau tidak mau ya sudah. Aku tidak akan memberitahu …”
“Baik,” potong Shena cepat dan iapun langsung mencium mesra suaminya. “Sekarang beritahu aku!” ujar Shena setelah selesai mencium Leo yang sebenarnya belum siap dicium.
“Cepat sekali? Yang lama dong Sayang. Aku tadi juga belum siap!”
“Nanti saja kita lanjutkan di rumah, akan aku turuti berapa ronde yang kau minta. Sekarang beritahu aku apa rencanamu?” Shena sungguh sangat antusias ingin tahu apa yang dilakukan suaminya terhadap si Datuk Situroja itu.
“Kau janji?” tanya Leo.
“Janji!” jawab Shena cepat. Ia sudah tidak sabar menunggu penjelasan suaminya.
“Aku menggunakan cara terkeren yang dilakukan oleh seoang mafia kelas kakap dari Italia. Itulah kenapa aku meminjam pesawat jet milik Refald dan meminta kilang minyak padanya? Itu karena aku memerintahkan anak buahku untuk menyiram semua lahan dan rumah serta aset-aset berharga milik Datuk Situroja dan membakarnya tanpa sisa.
"Saat ini, proses penyiraman sudah selesai dilakukan dan … boom … kebakaran hebat sudah dimulai. Sayang saja bukan aku yang melempar pematik apinya, tapi Refald. Mereka ... takkan bisa menghentikan kebakaran itu. Eksotis, bukan?” Leo tersenyum manis semanis madu saat menjelaskan rencananya yang sudah berjalan dengan lancar kepada Shena.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***