Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 221 Penjelasan Leo


__ADS_3

Wajah Shena langsung berubah merah padam mengetahui bahwa pria asing bermasker itu, ternyata adalah suaminya sendiri. Siapa lagi kalau bukan Leo. Mata Shena bahkan menatap tajam melihat suaminya itu malah senyam senyum tanpa dosa.


Hampir saja Shena merencanakan pembunuhan keji pada orang yang berani memaksanya menikah dengannya. Namun, ternyata semua itu hanyalah akal bulus suami nggak ada akhlaknya ini. Shena benar-benar geram sampai-sampai ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Dengan amarah yang sudah ada diatas ubun-ubun kepala, Shena langsung menyerang Leo dan mumukuli punggung suaminya secara membabi buta. Ia sungguh kesal sekali dengan suaminya.


"Dasar bengek kau? Bisa-bisanya kau bersandiwara seperti ini padaku, ha? Kau pikir ini lucu apa? Aku benci padamu! Kau benar-benar orang paling menyebalkan yang pernah kutemui. Aku hampir saja gila karena ulahmu!" teriak Shena dan tangannya tak kunjung berhenti memukuli tubuh suaminya.


"Masih hampir kan, Sayang. Belum gila sungguhan!" celetuk Leo sambil berusaha melarikan diri dari serangan Shena.


"Apaaa! Dasar bekantan, bisa-bisanya kau berkata seperti itu? Kau suka punya istri gilaaaaa!" teriak Shena penuh emosi. "Aku tidak tahu ada apa denganku. Bagaimana aku bisa punya suami siamang sepertimu, ha!"


"Aku bukan Siamang, Sayang. Aku leopard, singa Leopard. Auuumm!" ralat Leo sambil menirukan Auman singa. Leo benar-benar suka sekali menggoda Shena yang sudah seperti banteng bertemu mangsa.


"Leooo!" Jerit Shena. Ia melempari Leo dengan semua benda yang ada dihadapan Shena. Namun suaminya itu selalu bisa menghindari semua barang-barang yang dilemparkan Shena pada Leo.


Sepasang suami istri itu malah bermain kejar-kejaran seperti Tom and Jerry sungguhan. Karena kelelahan, Shena memegangi perutnya yang sudah mulai keram. Ia terduduk lunglai di lantai sambil merintih-rintih kesakitan.


Melihat hal itu, Leo bergegas berlari kerah Shena dan ikut berlutut dihadapan istrinya. "Sayang, kau tidak apa-apa?" tanya Leo mulai khawatir.


Kesempatan itu langsung digunakan Shena dengan memukuli punggung suaminya kuat-kuat. Shena benar-benar mengesampingkan rasa keram diperutnya saking kesalnya ia pada Leo.


"Hentikan, Sayang. Punggungku masih sakit! Kau juga tak boleh banyak bergerak. Kau sedang hamil Sayang." rintih Leo karena pukulan Shena mengenai luka tembaknya yang habis dioperasi. Ia juga berusaha menghentikan tangan istrinya yang terus saja memukulinya.


"Biarin! Kalau saja aku tidak cinta mati padamu. Pasti sudah kugorok kau hidup-hidup! Teganya kau bersandiwara seperti itu padaku, ha? Kau puas sekarang? Auh ...," sengal Shena meluapkan seluruh amarah dan emosinya dengan melancarkan serangan bertubi-tubi. Namun, ia berhenti memukul saat perutnya kembali merasa sakit.


Leo juga menahan sakit, tapi ia tak bisa membiarkan Shena seperti ini. Leo mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya di ranjang pengantin yang sudah ia hias sendiri dengan bunga mawar merah bertaburan dimana-mana layaknya kamar pengantin baru.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?" tanya Shena mengamati sekeliling kamarnya. "Kau sungguh-sungguh ingin menikah lagi denganku?" pekik Shena tapi ia tetap memegangi perutnya.


"Jangan bicara dulu, Sayang. Akan aku jelaskan." Leo membantu membenahi bantal untuk Shena dan duduk disampingnya. "Jangan bergerak dulu, kau mau aku ambilkan air?" tanya Leo sok perhatian.


"Tidak usah. Aku hanya ingin bersandar saja."


"Bersandarlah dibahuku," goda Leo.


"Tidak mau, aku tidak mau dekat-dekat denganmu! Aku benar-benar marah dan kesal padamu!" cetus Shena cemberut akut.


"Awalnya aku memang ingin terus berakting sampai malam pertama kita, Sayang. Tapi alat pita suaraku jatuh dan ketahuanlah aku. Hehe ..."


"Dasar bengek kau!" Shena mulai memukul-mukul lagi dada suaminya.


Kali ini Leo tidak melawan dan pasrah. Ia membiarkan Shena memukulinya sepuasnya walaupun punggungnya jadi ikutan nyeri. Leo menatap wajah marah Shena dengan tatapan penuh cinta dan menangkap kedua tangan mungil itu lalu menarik tangan tersebut hingga tubuh istri tercintanya jatuh kedalam pelukannya. Leo tahu istrinya ini sedang emosi dan ia harus mengeluarkan jurus rayuan mautnya agar Shena tak marah lagi padanya. Bisa gawat kalau Shena benar-benar tak memberinya jatah malam ini.


"Jangan bilang idenya Roy. Aku takkan tertipu lagi. Kau ini benar-benar ...." Shena sudah kehabisan kata-kata menghadapi kelakuan jahil suaminya.


Ingin sekali Shena menjitak kepala Leo dan mengeluarkan seluruh isi otaknya supaya tak jahil lagi padanya. Namun, Shena tak bisa berbuat apa-apa. Ia terlalu cinta pada Leo.


Shena bahkan ingin mengeluarkan umpatan yang berisi nama seluruh kebun binatang, tapi niatnya itu ia urungkan karena Leo langsung mencium mesra dirinya tanpa memberi peringatan. Leo mengiisap lembut kedua bibir Shena bergantian dan tidak memberi kesempatan Shena untuk bicara.


"Lepaskan!" Shena mendorong paksa tubuh suaminya agar Leo menjauhinya. "Jangan dekati aku!" bentak Shena marah.


"Maaf Sayang, jika kau tidak mau memaafkanku ... maka aku akan terus menciummu. Seperti ini." Mata elang Leo manatap tajam manik mata Shena dan menarik tubuh istrinya mendekat lagi kepelukannya. Sebuah ciuman manis mendarat mulus di bibir ranum Shena.


"Setelah apa yang kau lakukan padaku? Dan kau cuma bilang maaf?" Mata Shena melotot, entah ia tidak tahu apakah bisa memaafkan Leo atau tidak.

__ADS_1


Istri Leo itu masih marah dan kesal pada pria yang ada dihadapannya ini. Kedua tangan Shena menahan tubuh suaminya agar tak mendekat lagi padanya.


"Sayang, kau tidak tanya kenapa aku melakukan semua ini? Aku serius, Sayang. Kita berdua sedang ditunggu para tamu undangan di bawah sana. Bahkan si biksu Tong dan kakak ipar juga menunggumu. Untuk itulah aku datang menjemputmu, ayo kita turun kalau kau sudah merasa baikan. Atau ... kau mau kugendong?" Leo menggenggam erat tangan Shena agar tak memukulinya lagi.


"Apa?" Mata Shena kembali memelototi Leo. "Maksudmu ... kita akan benar-benar menikah lagi?"


"Ini memang hari anniversary pernikahan kita, Sayang. Kau lupa?" Leo memeluk tubuh lemas Shena dengan sangat erat. "Happy anniversary istri tercintaku. Maafkan suamimu yang jahil ini. Aku ... sangat mencintaimu sepanjang hidupku." Leo tak henti-hentinya menciumi wajah Shena yang tertegun setelah mendengar ucapan suaminya.


"Jadi ... hari ini ... hari anniversary pernikahan kita?" tanya Shena masih dalam sejuta rasa terkejutnya.


"Ehm, aku sengaja ingin merayakan anniversary pernikahan kita di Jepang. Meskipun segudang masalah menimpa kita sepanjang bahtera rumah tangga yang kita bangun bersama, tapi cintaku padamu tetap utuh dan tak pernah runtuh. Gaun ini, khusus aku pesankan untukmu. Kau suka gaunnya?" Leo mengamati betapa cantiknya Shena saat memakai gaun pilihannya.


Mendengar kata 'anniversary' dari mulut Leo, amarah Shena seketika mereda. Sungguh ia tidak menyangka kalau ini adalah hari spesial mereka berdua.


"Kenapa kau tak bilang padaku sebelumnya dan malah membuat lelucon yang menguras emosi jiwa dan hatiku? Bagaimana jika terjadi apa-apa pada janin kita?" tanya Shena mulai berkaca-kaca.


"Tidak akan tejadi apa-apa pada Bimashena ... dia calon jabang bayi yang kuat, karena itulah aku memberinya nama Bimashena Leon Pyordova. Saat kau hamil Yeon dulu, aku muntah setiap kali mencium aroma yang menyengat. Entah kenapa saat kau hamil putra kedua kita ini, aku ingin sekali terus-menerus menjahilimu."


"Tunggu-tunggu!" Shena memotong ucapan Leo. "Bimashena? Putra? Bagaimana kau tahu anak kedua kita ini berjenis kelamin laki-laki?"


"Tentu saja aku tahu, karena ada orang yang memberitahuku. Kau bisa tebak siapa orang itu." Lagi-lagi Leo tersenyum dan mencium mesra Shena. "Kau sudah baikan? Ayo kita turun, tak baik menunggu tani undangan lama-lama di bawah sana. Ayah dan ibu mungkin akan datang terlambat. Tapi pestanya tetap berjalan.*


"Tapi ...," Shena masih bingung sendiri dengan situasi aneh bin ajaib ini. Namun Leo malah menikmati wajah bingung Shena dengan menggendong tubuh istrinya keluar dari kamar.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2