Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 47 Pesta


__ADS_3

Satu jam kemudian, Leo keluar dari kamar dengan rapi tanpa Shena. Sebab, istri tercinta Leo itu langsung terlelap karena kelelahan. Leo sengaja menemani Shena terlebih dulu hingga ia tertidur pulas. Setelah itu barulah Leo dari kamarnya karena ada banyak sekali urusan yang harus ia selesaikan sebelum meninggalkan hotel ini dan kembali pulang kerumahnya. Begitu melihat sosok Leo, pengawal kepercayaan Leo langsung datang menyongsong majikannya untuk melaporkan beberapa hal selama Leo berada di dalam kamar.


“Tuan muda, tadi tuan Refald berkali-kali menelepon anda. Beliau meminta anda untuk segera menghubunginya kembali jika urusan anda sudah selesai.” Pengawal berjas hitam itu menyerahkan ponsel Leo pada pemiliknya.


“Apalagi?” tanya Leo sambil memeriksa ponselnya.


“Beberapa petinggi perusahaan ingin mengadakan rapat darurat dengan anda, dan sekarang mereka semua hanya tinggal menunggu persetujuan dari anda, Tuan muda.”


“Ada dimana Roy, sekarang?” Leo mendengarkan laporan pengawalnya sambil mengotak atik gawai yang ia bawa.


“Ada dikamarnya, Tuan. Beberapa hari terakhir, tuan Roy juga sangat sibuk mengurusi banyak hal yang bekaitan dengan hotel ini. Bahkan ia sering tertidur di kantor.”


“Bagaimana dengan istrinya?”


“Selalu menemani suaminya, Tuan. Mereka juga tinggal di sebelah kamar anda berdua.”


“Apa?” pekik Leo langsung, “Kenapa kau tidak bilang padaku dari tadi? Dasar bengek kau!”


“Saya kira anda sudah tahu Tuan muda, mereka bilang andalah yang meminta mereka tinggal disebelah kamar VVIP anda dan juga nona Shena.”


“Sialan kau!” Leo membuang muka dan berjalan kembali ke dekat pintu kamarnya sendiri.


Leo heran kenapa Roy tidak memberitahunya kalau ia dan Laura ada disebelah kamarnya. Namun, belum sempat Leo memencet bel pintu kamar Roy dan Laura, tiba-tiba ponselnya berdering dan itu adalah panggilan dari Refald.


“Halo,” ujar Leo saat ia mengangkat panggilan itu.


“Kemana saja kau hey bocah tengik?” bentak Refald dari seberang sana.


Leo sedikit menjauh dari gawainya sebelum ia menjawab bentakan kakaknya. “Aku tidak tuli, kenapa kau berteriak?”


“Apa saja yang kau lakukan? Kenapa kau tidak membalas panggilanku?” Refald masih bersuara tinggi.

__ADS_1


“Ini aku mau meneleponmu balik, tapi kau sudah meneleponku duluan? Kau itu kenapa? Darah tinggimu naik?” tanya Leo.


“Aku tidak punya darah tinggi, dan aku sedang tidak ingin bercanda denganmu. Ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu. Dengarkan aku baik-baik Leo ... cepat pergi dari tempat itu. Kembalilah pulang dan tempatkan Shena di tempat yang aman. Lebih cepat, lebih baik.”


“Ada apa ini?”


“Sudah ikuti saja kata-kataku!” bentak Refald lagi


“Bagaimana dengan Zaya?”


“Calon suaminya sedang menjaganya, kau tidak perlu khawatir!”


“Apa? Sejak kapan Zaya punya calon suami?”


“Sejak dulu, bodoh? Apa kau pikun? Sudah, jangan khawatirkan yang lain, kau dan Shena sedang dalam bahaya. Temui ayahku dulu sebelum kau pergi meninggalkan tempat itu.” Refaldpun menjelaskan apa yang akan menimpanya dan juga Shena.


Awalnya, Leo tertegun mendengar apa yang dikatakan Refald padanya. Tidak ada alasan bagi Leo untuk tidak memercayai ucapan Refald mengingat kakak sepupunya itu bisa membaca masa depan.


Kabar dari Refald benar-benar mengejutkan, Ia pun hanya bisa berdiskusi dengan Roy mengenai informasi yang baru saja ia terima dari kakaknya. Leo masuk kedalam begitu pintu kamar Roy telah dibuka. Entah apa yang sedang mereka bicarakan di dalam sampai berjam-jam lamanya barulah Leo keluar dari kamar Roy dengan tatapan wajah serius.


“Leo, pikirkan baik-baik ucapanku!” ujar Roy yang berdiri diambang pintu saat mengantar Leo keluar.


“Kau pikir aku akan membiarkanmu melakukan hal sama seperti yang kau lalukan, dulu? Kau ingin aku berubah jadi monster, ha? Istrimu sedang hamil? Bagaimana kalau kali kau tidak akan selamat? Aku tidak akan pernah bisa mengangkat kepalaku dihadapan Shena jika sampai kau melakukannya. Akan aku pikirkan cara lain, pasti ada cara, tapi aku tidak ingin lagi melibatkanmu.”


“Kali ini aku tidak sendiri, aku bersama Laura.”


“Tetap saja!” Bentak Leo. “Jika sampai kalian kenapa-napa, aku tidak bisa menghadapi Shena lagi. Apa kau mengerti! Jangan lakukan apapun! Kalau sampai kau tetap bersikeras melakukannya, maka persahabatan kita, berakhir sampai disini!” Leo menatap tajam mata Roy dan pergi masuk ke dalam kamarnya sendiri untuk melihat apakah Shena sudah terjaga atau belum.


Roy hanya diam terpaku, masa depan yang sudah diramalkan Refald benar-benar mengerikan. Namun, ia tidak mungkin hanya berdiam diri saja menyaksikan sahabatnya sedang dalam bahaya seperti yang telah dikatakan Refald. Ia pun juga harus mencari solusi agar Leo dan Shena selamat dari kematian.


***

__ADS_1


Malam harinya, Leo dan Shena datang ke sebuah gedung bintang lima yang sepertinya khusus diperuntukkan bagi para pejabat penting atau kaum berkelas lainnya. Rupanya dalam gedung ini baru selesai menyelenggarakan pertemuan penting antar pejabat kota dengan beberapa petinggi dan pejabat negara lainnya. Setelah itu, mereka semua berpesta untuk merayakan pertemuan penting tersebut.


Pestanya sungguh meriah dan mewah. Leo yang memakai setelan jas warna putih dan Shena yang memakai gaun longdress warna senada dengan Leo membuat sepasang sejoli ini terlihat sangat serasi. Apalagi riasan make up Shena yang natural dan tidak berlebihan membuat istri Leo itu terlihat begitu anggun dan bahkan mungkin jadi yang tercantik serta paling muda diantara semua wanita yang hadir di pesta ini.


Kedatangan pasangan serasi itu, tentu saja mengundang banyak perhatian para tamu undangan termasuk salah satu pejabat kota yang tadi jalannya sempat dihadang Leo. Pasta ini, bukanlah pesta biasa yang bisa didatangi oleh sembarang orang. Hanya orang-orang penting saja yang diperbolehkan menghadiri acara ini. Namun, melihat Shena dan Leo bisa masuk begitu mudah, pastilah mereka orang yang berpengaruh juga disini.


“Beraninya kau muncul disini, ha? Pergi kau dari sini dan jangan pernah menginjakkan kakimu ditempat ini! Pesta semegah ini, bukanlah tempat yang pantas untukmu, dasar berandal!” bentak salah satu pejabat kota itu menghalangi jalan Leo dan Shena yang ingin bertemu dengan pamannya.


Wuaaah, ini orang cari gara-gara. Dia berbuat kesalahan besar dengan membangunkan singa yang sedang tidur, batin Shena sambil emtap wajah Leo yangberdiri disampingnya.


“Ada apa ini? Apa kau mengenal mereka?” tanya pejabat kota lainnya begitu pula dengan semua orang-orang yang ada disini.


Pandangan mata mereka langsung beralih menatap Leo dan Shena. Dalam sekejap, pasangan sejoli paling serasi itupun menjadi pusat perhatian.


“Anak ini, berani menghalangi jalanku saat aku hendak datang kemari sehingga membuatku sedikit terlambat tadi. Dasar berandal tengik!” terang pejabat kota itu.


“Ahhh ... jadi ini anak ingusan yang kau ceritakan tadi?” teman pejabat itu beralih menatap Leo. “Hey, Nak? Kenapa kau datang kemari? Apa kau sudah selesai menjadi pahlawan kesiangan, ha?” ujarnya diiringi tawa keras teman-temannya mengejek Leo.


Pejabat kota itu sepertinya sengaja membuat Leo dan Shena malu dengan mengolok-olok mereka dan meremehkan keduanya tanpa tahu sispa Leo dan Shena sebenarnya. Shena menjadi geram dan hendak membalas kata-kata pejabat tidak tahu diri itu, tapi tangannya digenggam erat oleh Leo.


“Jangan Sayang, belum saatnya,” bisik Leo ditelinga Shena dengan mesra sehingga terlihat seolah Leo hendak mencium Shena dihadapan semua orang-orang penting ini.


Tentu saja aksi Leo yang nggak ada akhlak itupun membuat heboh para pejabat yang melihat Leo begitu berani bermesraan dengan Shena dipesta berkelas ini.


“Apa yang terjadi?” teriak seseorang dengan suara khas baritonnya sehingga semua mata tertuju pada pemilik suara tersebut.


BERSAMBUNG


****


__ADS_1



__ADS_2