Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 297 Leopard In V-Neck Gown


__ADS_3

Leo dan Shena menyetujui permintaan keadilan sesuai keinginan Larasati. Kedua belah pihak keluarga akhirnya menandatangani kesepakatan yang sudah mereka buat dan disaksikan oleh beberapa pihak yang pasti bakal langsung bertindak bila salah satu dari keluarga ini melakukan pelanggaran.


Setelah proses kesepakatan selesai, pertunangan Yeon dan Yuna segara dilangsungkan dengan sederhana. Bukan apa-apa, Leo dan Shena tidak ingin buru-buru mengekspose pertunangan ini demi kebaikan Yuna sendiri. Tujuan Shena dan Leo hanya mengikat Yuna, pertunangan resminya baru akan mereka gelar secara besar-besaran ketika Yuna dan Yeon sudah dewasa dan cukup usia.


Pertunangan kali ini merupakan bukti konkret bahwa Yuna, merupakan bagian dari keluarga Pyordova dimana Larasati dan kedua putrinya takkan bisa menyakiti Yuna lagi. Meski sederhana, Leo tak main-main menyiapkan pesta pertunangannya. Seluruh penduduk desa diundang untuk menghadiri dan memriahkan acaranya. Segala hidangan mahal yang tak pernah ada di desa sebelumnya telah dihadirkan di rumah Leo untuk menjamu semua tamu undangan.


Tak tanggung-tanggung, Leo bahkan menyiapkan chef khusus yang ia datangkan dari Perancis dan Italia. Namanya saja sederhana, tapi dalamnya ‘wauw’ banget.


Yuna sangat cantik di pesta pertunagannya sendiri. Ia mengenakan model baju pesta Vintage Cape dimana lengan cape nya identik dengan busana old fashion. Meski demikian, desain cape masih menjadi primadona dan banyak digunakan model papan atas dunia. Desain gold vintage dengan payet bermotif bunga sangat cocok di tubuh Yuna. Gaunnya sangat indah sehingga kecantikan Yuna terlihat begitu sempurna.


Sedangkan Shena, ia memilih memakai gaun Leopard In V-Neck Gown, sebuah nama gaun yang sama dengan nama suami tercintanya. Shena memang sengaja memilih gaun tersebut karena motif Leopard memberi kesan yang seksi pada Shena. Dengan modifikasi lengan balon dan cape nan unik, serta leher V-neck hingga perut pada balutan hitam bercahaya, menjadikan istri Leo itu pusat perhatian. Apalagi, Shena juga memakai Flatform shoes dengan bagian depan tertutup, semakin menyempurnakan penampilan Shena yang bagaikan seorang ratu.


Malam ini, Shena dan Yuna benar-benar memukau semua orang yang hadir di pesta ini. Sederhana saja udah kayak gitu, gimana kalau mewah, ya?


“Kau cantik sekali malam ini, Sayang?” puji Leo.


“Kau juga tampan,” balas Shena.


“Siapa yang merancang gaunmu, aku kok tidak tahu?” tanya Leo mengagumi betapa seksinya Shena malam ini.


“Perancang busana ini bernama Citra Amalia. Dia desainer ternama dengan rancangan terbaik yang pernah aku kenal. Aku suka semua model bajunya, selalu beda dengan yang lain. Kau sendiri bahkan terpukau melihatnya.” Shena berputar-putar didepan Leo membuat suami Shena itu semakin terpesona dengan kecantikan istrinya sendiri.


“Ayo kita pergi ke kamar,” ujar Leo dan langsung memegang tangan Shena.


“Kenapa kita pergi ke kamar? Pestanya kan belum dimulai?” tanya Shena mencoba menghentikan langkah suaminya.


“Kau terlalu cantik untuk dilihat semua orang.” Leo mulai bersikap menyebalkan. Shena dandan begini kan demi dia, lah kok sekarang malah mau diumpetin di dalam kamar.


“Sayang, hentikan, jangan konyol begitu. Bagaimana dengan Yuna dan Yeon? Sebentar lagi acaranya akan dimulai, tidak baik kalau tuan rumah meninggalkan pesta,” rayu Shena dan berhasil. Leo berhenti berjalan menarik Shena lalu balik badan menghadapnya.

__ADS_1


“Kenapa malam ini kau cantik sekali, sih?”


“Salahkan saja desainernya, dia yang buatkan gaun ini untukku, nama gaunnya Leopard pula?”


“Dimana dia sekarang?”


“Memang kau mau ngapain?”


“Mau mengomeli dia! Harusnya bilang dulu padaku, biar aku umpetin dulu kamunya. Nanti kalau tamu undangan sudah pulang, baru kau boleh keluar memakai gaun itu didepanku,” ujar Leo semakin ngelantur kemana-mana. Mereka berdua berdebat hanya karena masalah gaun.


“Ayah, Ibu … sampai kapan kalian mau berdebat disini, ha?” tanya Yeon yang merasa bising mendengar percek cokan kedua orangtuanya.


Tak dapat dipungkiri, Yeon sudah tidak sabar ingin segera bertunangan dengan Yuna. Sebab, mala mini Yuna juga telihat cantik sekali.


Leo dan Shena berhenti berdebat dan menatap sekeliling dimana semua orang sudah memerhatikan mereka berdua. Suami Shena itu segera mengendalikan situasi mencairkan suasana dengan langsung memulai acara pertunangan Yeon dan Yuna tanpa peduli pada tatapan mata iri Larasati dan kedua putrinya.


“Iya ibu, kenapa sih kita tidak suruh saja Yuna ikut dengan mereka? Dengan begitu aku tak perlu melihatnya lagi. Bikin sakit mata saja.”


“Kalian berdua diam dan liat saja. kenahagiaan anak itu hanya sementara. Begitu tunangannay pergi, kita buat hisup Yuna tersiksa. Mereka memang keluarga yang sangat kuat dan tak terkalahkan, tapi aku tidak bodoh.” senyum sinis terlihat jelas di wajah licik Larasati. Sayangnya, ia tidak tahu apapun soal siapa Leo. Jika Larasati pintar, maka ia takkan pernah berani berkata seperti itu.


Acara pertunanganpun dimulai, Yeon dan Yuna saling bertukar cincin disaksikan seluruh tamu undangan. Kini dua anak kecil menggemaskan itu sudah terikat satu sama lain meskipun belum benar-benar diresmikan. Tak lupa, Leo dan Shena juga memberikan hadiah untuk Yeon.


“Apa itu?” tanya Yeon sok cuek saat Leo menyodorkan sebuah kotak kecil pada Yeon. Padahal dalam hati, putra sulung Leo itu sedang berbunga-bunga.


“Hadiah, masa bom?” jawab Leo ngasal.


Dengan malas, Yeon menerima hadiah dari ayahnya. Sesekali ia melihat Yuna yang tampak biasa saja. Gadis itu bukan terpukau pada penampilan Yeon yang kece badai, tetapi malah mengagumi Shena yang cantiknya luar biasa. Sejak tadi, Yuna tak henti-hentinya menatap istri Leo itu.


“Tunggu apalagi, bukalah!” seru Leo membuyarkan lamunan Yeon.

__ADS_1


Begitu kado dibuka, ternyata itu adalah kalung liontin yang terbuat dari salah satu berlian termahal di dunia. Liontin itu bukan sembarang liontin. Leo memaksa kenalannya di Eropa untuk membuatkan kalung liontin khusus berbahan dasar berlian dimana kalung tersebut berisi foto Yeon dan Yuna. Kalung itu bersifat permanen dan tidak bisa diubah. Pembuatannya pun juga refatif cepat dan pastinya memakan biaya yang fantastis.


Yeon terperangah melihat kalung indah tersebut karena bentuknya yang langka dan seolah khusus diciptakan untuk Yuna.


“A-ayah … kalung ini … bagus sekali?”


“Itu hadiah pertunangan kalian. Terserah, kau mau berikan kalung itu sekarang atau nanti, itu adalah symbol cinta kalian.” Leo menepuk pelan bahu putranya dan mengajak Shena pergi meninggalkan Yeon agar ia bisa lebih dekat lagi dengan Yuna. “Ayo Sayang, sekarang giliranmu,” ujar Leo pada Shena.


“Hah, giliran apaan?” tanya Shena bingung.


“Kau lihat bulan yang bersinar terang itu?” Leo menunjuk langit-langit yang memang kebetulan sedang terjadi bulan purnama. Mau tidak mau … Shena mengikuti arah pandang Leo untuk menatap cahaya bulan yang bersinar terang benderang.


“Bulannya indah,” komentar Shena.


“Ilalangnya juga sudah siap,” bisik Leo mesra ditelinga Shena sehingga istrinya langsung menatap tajam suaminya.


"Siap apaan?" tanya Shena semakin bingung.


"Siap mengobrak-abrik bulan." Leo tersenyum sambil mengedipkan salah satu matanya dan langsung menyambar bibir Shena dengan ciuman mautnya.


BERSAMBUNG


***


NB : DILARANG BAPER!


tapi boleh dipraktekkan dengan pasangan masing-masing, hehehe ....


nanti aku posting di Ig kalau Leo lagi mengedipkan salah satu matanya sambil senyum wkwkwk ...

__ADS_1


__ADS_2