Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 135 Kabar Bahagia


__ADS_3

Aksi Byon saat mengangkat senjatanya yang ia tujukan pada Leo benar-benar tak bisa dianggap remeh lagi. Ayah Leo sungguh terlihat serius dan tak main-main dengan senjatanya. Bahkan Byon tak segan menarik pelatuknya dan siap untuk menembak jika suami Shena itu tak segera buka suara.


“Cepat katakan! Siapa orang ketigamu? Juika kau tak mau mengatakanannya, akan aku tembak kepalamu!” tandas Byon mulai menyiapkan jarinya untuk menarik pelatuk senapannya.


“Ayah, Ibu? Aku hanya bercanda, sungguh! Orang ketiga yang aku maksud adalah adik Yeon, calon cucu kalian sendiri?” terang Leo terbata-bata. Baru kali ini Leo melihat ayahnya semarah itu padanya. Padahal jelas-jelas ia tak mungkin mengkhianati Shena karena cinta Leo hanya untuk Shena seorang. Entah mengapa Leo merasa menjadi anak tiri di sini. Kedua orangtuanya membela Shena habis-habisan.


“Apa?” seru Byon dan Biyanca bersamaan. Mereka berdua juga saling pandang.


“Kau bilang apa tadi?” tanya Byon sekali lagi, ia berharap pendengarannya tidak salah, perlahan Byon menurunkan senjatanya dan menatap tajam putranya. “Cucu?”


“Iya Ayah,” jawab Leo mulai tenang kembali. “Orang ketiga itu adalah cucu kedua kalian. Itulah kenapa aku harus membagi cintaku tak hanya untuk Shena dan Yeon saja, tapi juga calon buah hati keduaku dengan Shena. Kalian sendiri yang minta dibuatkan adik untuk Yeon, keinginan kalian sudah terwujud sekarang, harusnya kalian bangga padaku! Bukannya malah mengangkat senjata untukku!” Leo agak sedikit keki melihat tingkah kedua orangtuanya yang sungguh-sungguh akan membunuhnya akibat ulah jailnya.


Byon dan Biyanca langsung terbujur kaku mendengar penjelasan Leo, senapan yang ada ditangan Byon juga terlepas dengan sendirinya. Entah apa yang akan terjadi jika seandainya tadi Byon benar-benar menembak kepala putranya sendiri.


“Benarkah?” tanya Byon dan Biyanca bersamaan lagi.


“Kau tidak bohongkan, Leo?” tanya Biyanca. Wajahnya terlihat shock, tapi juga bahagia.


“Aku tidak bohong Ibu, lihat mataku, akupun sangat bahagia kerena istriku sedang berbadan dua sekarang. Jika Ibu masih tidak percaya padaku, tanyakan pada kak Refald. Dialah yang memberitahuku. Saat ini Shena mungkin tidak tahu kalau dia sedang mengandung adik Yeon, tapi besok aku akan memberitahunya setelah ia pulang shoping dengan kak Fey.” Leo tersenyum membayangkan kejutan yang akan ia berikan pada istri tercintanya.


Tanpa ia duga, Biyanca langsung memeluk putranya dengan erat sambil tersenyum bahagia. Padahal beberapa detik lalu, ia melempari putranya yang jail ini dengan sandal. “Dasar bengek kau Leo! Kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal? Kau membuat ibumu ini seperti orang bodoh. Bagaimana kalau tadi ayahmu benar-benar membunuhmu, ha? Kau adalah anak terlangka yang pernah kami miliki di dunia ini. Jika kau mati, siapa yang akan menggantiakanmu? Tapi ibu akui, kau hebat sekali. Kau benar-benar luar biasa. Setelah anakmu yang kedua ini lahir, kau harus buat anak lagi dengan Shena sebanyak-banyaknya.”


Leo langsung keki mendengar ucapan ibunya, entah mengapa kata-kata Biyanca membuat Leo jadi semakin kesal saja. Leopun segera melepas paksa pelukan ibunya.

__ADS_1


“Aku sudah mau bilang tadi Ibu, tapi Ibu terus saja melempariku dengan sandal!” protes Leo.


“Itu karena kau bicara setengah-setengah! Siapapun pasti akan salah paham padamu, dasar bocah tengik!” Biyanca mencubit kedua pipi putranya dan bersikap sok gemas.


“Hentikan Ibu, aku bukan anak kecil umur 5 tahun lagi. Jangan mencubitku seperti ini! Dan apa Ibu bilang tadi? Bikin anak lagi? Yang ada dalam perut Shena saja belum keluar, bisa-bisanya Ibu menyuruhku dan Shena buat anak lagi, kenapa bukan ibu dan ayah saja yang buatkan adik untukku?” giliran Leo yang sekarang jadi dongkol akut dengan ibunya. Ia menatap Byon yang masih terpaku menatapnya.


“Usia kami sudah tidak memungkinkan untuk membuatkan adik untukmu, bodoh! Lagipula, kami sudah tua. Kau yang masih muda, buatlah anak sebanyak-banyaknya. Tugas kami sekarang adalah menimang cucu-cucu kami.”


“Hadeuh, sekarang aku baru tahu, ternyata sifat nggak ada akhlakku ini menurun dari siapa,” gumam Leo dan lebih memilih pergi meninggalkan Byon dan Biyanca.


Mendadak, orangtua Leo itu berubah jadi aneh setelah mendengar kabar gembira seputar kehadiran calon cucu kedua mereka. Bagaimana tidak aneh, Byon dan Biyanca saling berpelukan sambil meloncat-loncat bersama seperti anak kecil yang baru saja mendapat hadiah ulang tahun.


***


Sebenarnya, Shena sudah membujuk Leo agar membatalkan kompetisi tersebut, tapi suaminya itu tetap bersikukuh mengikutinya. Selain Leo tak kenal dengan kata menyerah dan kalah, ia juga sangat penasaran, siapa lawannya di babak final nanti. Dan juga, Leo berencana jika ia menang maka akan ia persembahkan hasil kemenangannya pada Shena sebagai hadiah karena istri tercintanya itu mengandung buah hati kedua mereka.


“Kau yakin tak ingin kutemani, Sayang?” bisik Leo ditelinga Shena saat istrinya itu duduk di meja rias.


“Tidak perlu, sudah kubilang aku dan kak Fey ingin hunting bersama sebagai sesama wanita. Jika kau ataupun kak Refald ikut, kami tak bisa leluasa memilih apapun yang kami suka. Lagipula kau kan juga sedang sibuk. Banyak hal yang harus kau urus, kan?” Shena memakai handbody lotion ditangannya dan sok acuh saja pada Leo yang sejak tadi menempel erat padanya.


“Kenapa pagi ini kau sangat cantik sekali, hm?” Leo mencium mesra pipi istrinya.


“Jangan merayuku, aku sudah tak mau termakan rayuan gombalmu itu. Aku akan mengajak babysitter Yeon bersamaku dan juga satu pengawalmu untuk berjaga-jaga. Jadi kau tak perlu khawatir. Lagipula aku aman bersama dengan kak Fey, dia punya kekuatan kak Refald. Jadi, aku tidak akan kenapa-napa selama kau tak bersamaku.”

__ADS_1


“Hemmm, sepertinya kalian sudah merencanakan semua ini dengan baik, yaa … dan melarang kami para suami-suami kalian ikut dengan kalian.”


“Leo, izinkan aku sedikit bersenang-senang dengan kak Fey. Bukan berarti aku tak bahagia bersamamu, tapi aku ingin menikmati acara jalan-jalan kami ini sebagai sesama wanita yang sudah berkeluarga. Aku tak pernah merasakan bagaimana rasanya berbelanja bersama dengan saudara perempuan. Kau tahu sendiri seperti apa kehidupanku dimasa lalu, dan kini aku punya kalian semua yang menyayangiku, terutama kak Fey. Dia ingin sekali menghabiskan waktu bersamaku selagi kalian sibuk dengan urusan pekerjaan kalian masing-masing.” Shena menengadah menatap wajah tampan Leo yang berdiri didepannya.


Leo berlutut di depan istrinya dan menggenggam erat kedua tangan Shena. “Tentu aku mengizinkanmu, Sayang. Pergi dan bersenang-senanglah dengan kak Fey. Aku akan menjemputmu nanti jika kalian sudah selesai, oke!” Leo tersenyum dan mencium mesra kening istrinya.


“Terimaksih Leo.” Shena balas tersenyum.


“Sama-sama Sayang. Tapi … kenapa kau memakai pakain biasa begitu?” tanya Leo bingung. Ia mengamati gaya pakaian kasual Shena yang hanya memakai celana jeans longgar yang sobek-sobek dibagian lututnya dan hanya memakai kaos oblong biasa saja. Sama sekali tak ada kesan mewah dalam diri Shena. Meski begitu, Shena tetap terlihat sangat cantik.


“Inilah aku Leo, istrimu adalah wanita sederhana yang tak terlalu suka dengan gaya hidup glamor meskipun aku sudah bersuamikan seorang anak sultan. Lagian aku tak mau terlihat mencolok di mall. Kau tidak suka? Aku bisa ganti baju jika kau tidak suka dengan gayaku,” ujar Shena.


“Justru inilah yang sangat aku suka darimu, Sayang. Apapun yang kau pakai, kau selalu terlihat cantik. Segera telepon aku kalau kau sudah selesai jalan-jalan dengan kak Fey.” Leo langsung menyapu bersih bibir ranum istrinya.


“Oke!” Shena tersenyum dan sebuah pelukan hangat dari Leo menyambut pagi indah Shena.


Ada rasa bangga dalam diri Leo tentang kepribadian Shena yang tak terlalu suka dengan kemewahan. Jika begini, tak ada yang tahu kalau seorang Shena adalah istri dari keluarga bangsawan ternama.


BERSAMBUNG


***


Apa yang terjadi di mall ... tunggu episode selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2