Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 64 Kenangan Byon dan Biyanca


__ADS_3

Byon dan Biyanca mengantar anak dan menantunya menuju sebuah desa yang sudah ditentukan keluarga besar mereka demi menjaga kemanan Leo dan Shena selama menanti proses persalinan Shena. Sedangkan anggota keluarga yang lainnya mulai aktif bergerak mencari tempat persembunyian para geng kapak dan berniat membasmi mereka semua tanpa ada yang tersisa.


Sepanjang perjalanan Leo dan Shena terus berpegangan tangan, sementara Biyon sendirilah yang menyetir mobil alphard hitamnya dan disampingnya, duduklah Biyanca yang terus menatap lurus ke depan. Ia sama sekal tidak menyangka bakal kembali lagi ke desa dimana dia dulu melahirkan putra semata wayangnya yang kini sudah tumbuh dewasa dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah juga.


“Kau akan tinggal di desa besama Leo dan Shena, sedangkan aku akan membantu yang lainnya mencari musuh-musuh kita ....”


“Tidak!” Biyanca memotong cepat kata-kata suaminya. “Aku tidak akan pernah membiarkanmu sendirian, aku akan ikut kemanapun kau pergi. Apa kau lupa dengan janji kita?” Biyanca masih belum mau menatap suaminya karena ia sangat tahu apa yang dipikirkan Byon saat ini.


Sedangkan Leo dan Shena hanya diam menyimak di jok belakang sambil saling pandang. Ini pertama kalinya dua sejoli itu melihat Byon dan Biyanca bersitegang.


“Bii, kau yang lebih tahu seluk beluk desa itu, ini hanya untuk berjaga-jaga ...”


“Tidak! Sejak Leo lahir ke dunia dan kau selamat dari kematian, sejak saat itu pula ... aku tidak akan pernah meninggalkanmu sedetikpun. Aku rasa, Leo dan Shena sangat mengerti apa yang kurasakan. Aku ... tidak bisa melihat kematianmu dua kali. Dulu dewi fortuna masih mau berpihak padamu tepat setelah Leo menangis untuk pertama kalinya dan kau terbangun karena mendengar tangisannya. Kau tahu betapa buruknya aku saat itu? Kita sudah terpisah selama bertahun-tahun. Susah payah akhirnya kita bisa betemu dengan segala rintangan yang menimpa kita berdua. Bahkan setelah kita menikahpun, banyak hal yang harus kita lalui bersama. Dan sekarang sebentar lagi kita akan segera memiliki cucu. Tidak akan kubiarkan kau melalui kesulitan sendirian tanpaku. Aku akan selalu bersamamu kemanapun kau pergi.”


Byon tidak bisa berkata-kata lagi jika istri tercintanya berbicara seperti itu. Sedangkan Shena dan Leo langsung terpana mendengar betapa sweetnya kata-kata Biyanca pada Byon.


“Sekarang aku tahu, kau mirip dengan ibu,” bisik Shena pelan ditelinga Leo.


“Aku juga baru tahu, Sayang. Aku kira sifatku ini mirip Ayah. Ternyata ibuku jauh lebih sweet dariku.” Leo tertawa menatap Shena.


“Leo, Shena. Ayah harap kalian bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di desa. Mereka semua adalah orang-orang yang baik dan selalu kompak. Jangan buat onar disana. Dan khusus untukmu Leo ... kau harus mendalami ilmu pedang dari salah satu rekan Ayah, untuk berjaga-jaga jika musuh bisa menerobos tempat itu,” terang Byon pada putranya.


“Kenapa aku harus belajar pedang? Bukankah kita punya senjata terlengkap dan termodern yang ayah kelola?”


“Itulah yang aku pikirkan dulu, dan akhirnya aku kalah. Hampir saja aku meningalkanmu dan ibumu untuk selamanya. Aku tidak ingin kau mengalami kekalahan seperti yang kau alami dulu. Aku lupa memberitahmu bahwa para pemimpin geng kapak, semuanya adalah samurai. Secanggih apapun senjata yang kita punya, ternyata tidak mudah melukainya karena mereka adalah samurai.”

__ADS_1


“Apa? Samurai?” tanya Leo. Matanya menatap tajam ayahnya yang sedang fokus menyetir.


“Rekan Ayah yang akan aku kenalkan padamu itulah yang telah membantu ayah mengalahkan ketua geng kapak tepat di hari kelahiranmu. Aku yakin, ketua geng kapak yang ini adalah putranya. Makanya ia terus mengincar nyawamu dan Shena. Sepertinya, ia jauh lebih cerdik dan pintar dari ayahnya. Kau jangan pernah meremehkan mereka.”


“Baik Ayah, Refald juga pernah mengajariku dulu ... tapi aku tidak pernah menggunakan pedang selama bikin onar.”


“Jau harus belajar menggunakannya sekarang. Ingat kata-kataku, Leo! Jangan pernah sekalipun kau bikin onar di desa itu. Kalau tidak, aku sedirilah yang akan mencincangmu.” Byon serius dengan ucapannya dan Leo terpaksa mengiyakan saja meskipun Leo tak bisa menjaminnya. Rasanya aneh kalau seorang Leo tidak bikin ulah dimanapun dia berada.


“Sepertinya, desa itu adalah tempat yang istimewa untuk Ayah dan Ibu. Suatu kehormatan bagiku bisa malahirkan cucu kalian disana.” Shena mulai memberikan pendapatnya.


“Tempat itu banyak menyimpan kenangan manis bagi kami berdua Shena, Sayang. Disanalah Ayah mertuamu ini membawaku pergi setelah menculikku dihari pernikahanku dengan orang yang dipilihkan untukku,”ujar Biyanca.


“Bukan aku yang membawamu! Kau sendiri yang minta bantuanku untuk kabur di hari pernikahanmu. Kau bahkan masih memakai baju pengantin saat itu.” Byon meralat kata-kata istrinya.


“Tapi kau tadi bilang akulah yang membawamu ke desa itu? Padahal kan kau sendiri yang ikut?”


“Kau sendiri yang mengajakku menikah di desa itu dan disaksikan oleh seluruh penduduk desa. Bahkan pengawal sekaligus teman dekat yang wajahnya mirip denganmu juga hadir diacara kita. Bai Zuxuan dan Eshild. Mereka bahkan membantu berperang melawan musuh yang mencoba mengacaukan pernikahan kita.” Biyanca menatap tajam suaminya.


“Bii, saat itu aku baru tahu kalau kau adalah wanita yang aku cari, karena itulah aku memutuskan menikahimu saat itu juga. Itupun Eshild yang memberitahuku bahwa kau adalah Bii-ku, kau mengubah identitas aslimu. Makanya aku tidak mengenalimu. Kau juga berubah semakin cantik semenjak kita terakhir kali bertemu di usia kita yang masih 12 tahun.”


“Dan jika kau tidak datang dihari pernikahanku waktu itu, mugkin kita tidak akan pernah bisa bersama lagi. Syukurlah kau datang tepat waktu meski awalnya kau tidak mengenaliku dan aku juga tidak mengenalimu.”


“Apa yang kalian bicarakan ini? Kalian ... tidak dijodohkan seperti kisahku dan Shena, kan? Siapa Bai zuan? Eshild? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.”


“Dia adalah, kembaran ayahmu sekaligus pengawal setianya. Meski wajah mereka mirip tapi mereka berdua tidak ada hubungan darah sedikitpun. Ayahmu adalah keturunan bangsawan terkenal di Jeman, sedangkan Bai Zuan adalah rakyat jelata biasa sama sepertiku. Dan Eshild, dia adalah mantan tunangan ayahmu.” Biyanca membantu menjelaskan.

__ADS_1


“Jangan-jangan dia adalah ayah dan ibu Kun? Artis idola Shena? Apakah berkas-berkas yang ayah bawa itu adalah data dari keluarga, Kun?” Leo menatap ayahnya lalu berpaling ke Shena yang juga langsung terkejut.


“Ehm, itu benar. Darimana kau tahu?" Tanya Byon. Sebab selama ini ia tidak pernh memberitahu putranya tentang kisah cintanya.


"Kun sendiri yang memberitahuku," jawab Leo cepat.


"Oh, mereka berdua adalah teman dekat ayah. Sekian lama mereka menghilang, akhirnya aku bisa menemukannya. Kau juga akan segera bertemu dengan mereka.” Byon membuat teka-teki lagi untuk Leo dan Shena.


“Kalau begitu, ceritakan kisah kalian pada kami, sungguh kami sangat penasaran. Kenapa kalian masih merahasiakannya dari kami?”paksa Leo.


“Tidak Leo, kau akan tahu kisah kami selengkapnya setelah kami semua membasmi musuh bebuyutan kami dan Shena sudah melahirkan anakmu. Sebab kisah kami juga beruhubungan dengan mertuamu, ayah dan ibu Shena. Narendra dan Aliya.”


Mendengar kedua nama orangtuanya disebut, Shena mulai berkaca-kaca, tapi gadis itu berusaha menahan diri agar tidak menangis, sebab ia tidak ingin mertua dan suami yang menyayanginya khawatir padanya. Shena mengalihkan perhatiannya dengan melihat pemandangan alam yang terpampang jelas disepanjang jalan. Keindahan alam tersebut sukses menenangkan hati Shena karena sangat merindukan kedua orang tuanya meski kini mereka sudah lama tiada.


BERSAMBUNG


***


Maaf upnya telat, mulai seru dan tegang tapi tetap romantis, mohon sabar menunggu ...


Oh iya, karena ada kendala, kisah Biyon dan Biyanca aku rilis kalau semua masalah sudah beres. Doakan semua lancar ya ... love you all ....



__ADS_1


__ADS_2