Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 303 Leo Vs Roy


__ADS_3

Shena melihat orang yang melambaikan tangannya dengan riang. Tentu saja ia mengenali sosok seseorang yang menyapanya dari kejauhan. Orang itu siapa lagi kalau bukan Laura. Sahabat terdekat Shena sekaligus istri dari Roy, sahabat dekat Leo. Sejak Shena kehilangan ingatannya kala itu, ia sudah jarang berkomunikasi dan bertemu dengan sahabatnya ini. Rasa rindu, jelas menyelimuti Shena.


Istri Leo itu melepas genggaman tangan suaminya dan berlari ke arah Laura yang juga berlari menuju tempat Shena berada. Dua sahabat ini saling berpelukan erat melepas rindu masing-masing. Kalau Laura dan Shena sudah bertemu, mereka seakan lupa kalau keduanya sudah berkeluarga dan bukan anak remaja lagi. Itu karena ikatan persahabatan antara Laura dan Shena begitu kuat, dan mereka berdua juga selalu saling mendukung satu sama lain dalam hal apapun.


“Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja? Kau sudah ingat aku?” tanya Laura mulai berkaca-kaca.


Terakhir kali ia melihat Shena, sahabatnya ini sama sekali tidak mengenalinya dan itu membuat Laura sedikit frustasi. Untunglah Roy selalu ada untuknya dan meyakinkannya bahwa suatu hari, ingatan Shena pasti bakal kembali dan mereka bisa bersama-sama lagi. Dan sudah terbukti, usaha keras Leo telah membuahkan hasil. Kekuatan cinta memang sungguh luar biasa. Ingatan Shena akhirnya kembali seperti sedia kala dengan cara tak terduga.


“Kau ini bicara apa? Tentu saja aku mengingatmu. Mana mungkin aku melupakan sahabat terbaik seperti dirimu.” Shena kembali memeluk sahabatnya.


“Kita cari tempat yang enak untuk mengobrol sambil makan. Leo bilang kau jarang makan semenjak tinggal di sini. Lihatlah, kau terlihat kurus sekali. Padahal kau menikah dengan seorang sultan yang tak tertandingi kekayaannya. Harusnya badanmu gemukan dikit napa?” komentar Laura sambil memerhatikan tubuh Shena yang memang kehilangan banyak berat badan.


“Kau bicara begitu seolah kau gemuk saja, kau tak sadarkah? Badanmu juga kurus kering sama sepertiku. Harusnya kau juga makan yang banyak biar terlihat lebih berisi.”


“Aku sudah makan banyak, memang tubuhku bentuknya seperti ini. Mau diisi kayak apa juga tetap segini aja,” Laura membela diri.


“Hei kalian berdua! Berhenti berdebat tentang siapa yang kurus dan yang gemuk. Kalian berdua sama-sama tinggal tulang dan kulit saja,” ujar Leo melerai perdebatan dua wanita cantik yang berdiri didepannya. “Kita cari makan yang menggugah selera mumpung tempat ini menyediakan banyak makanan enak.” Leo mengamati sekeliling dan memilih restoran mana yang akan ia kunjungi.


“Aku setuju!” Roy yang menjawab sambil memeluk pinggang Laura. “Ayo Sayang, sudah puas peluk Shenanya, kan? Kalau kau lama-lama di sini, Leo bisa mencincangmu karena kau merebut Shena darinya,” bisik Roy ditelinga Laura dan langsung merangkulnya lalu mengajaknya pergi.


“Bilang saja kalau kau cemburu? Kenapa kau mengkambinghitamkan Leo?” tuduh Laura dan Roy hanya berdeham saja.


Sedangkan Leo, ia tak peduli pada kicauan sahabatnya dan memilih menatap Shena yang tersenyum senang melihat betapa sweetnya Laura dan Roy saat mereka berdua berjalan mendahuluinya. Shena tersentak begitu ia menoleh ke arah Leo dan suaminya itu sedang menatapnya dengan tatapan menakutkan.

__ADS_1


“Ada apa dengamu? Kenapa kau melihatku seperti itu?”


“Kau cantik,” jawab Leo sambil tersenyum.


Shena membuang napas panjang. “Kumat!” gumam Shena sambil berlari pergi meninggalkan suaminya.


“Aku tidak bohong, Sayang. Kau benar-benar cantik.” Leo berlari mengejar Shena dan hendak merangkul bahu Shena, tapi Shena menghindar dan enggan dekat-dekat dengan Leo.


“Jangan mendekat!” bentak Shena sambil mendorong tubuh suaminya.


“Kenapa? Aku kan suamimu?”


“Kau sedang kumat! Aku tidak mau dekat-dekat denganmu, itu sangat berbahaya. Kalau jurus pergombalanmu keluar, dunia bisa runtuh!”


“Sejak kapan si cunguk ini menghafal tokoh pewayangan?” gerutu Shena pada dirinya sendiri. “Pokoknya hari ini aku tak ingin mendengar gombalanmu! Pergi sana!” seru Shena pada suaminya.


Leo tertawa mendengar seruan Shena. Tapi bukan Leo namanya kalau ia menyerah begitu saja. Tanpa perlu menunggu persetujuan Shena, ia langsung menggendong istrinya dan membawanya berjalan menuju tempat Roy dan Laura tanpa peduli pada banyaknya pasang mata yang melihat ke arah mereka.


“Leo! Turunkan aku! Kau tidak lihat? Orang-orang memandangi kita!” protes Shena.


“Aku tidak peduli! Siapa suruh kau tidak mau dekat-dekat denganku!”


“Bukannya tidak mau, kau selalu saja menggombal, dan pastinya … ntar ujung-ujungnya berakhir ke ranjang bergoyang. Kau itu kan tidak tahu tempat, makanya kalau kau kumat aku harus jaga jarak denganmu!” terang Shena membela diri.

__ADS_1


“Apapun alasannya, aku tidak suka di tolak. Kalau kau masih berontak maka jangan salahkan aku jika aku akan cari ranjang dan kita akan bergoyang diatasnya.” Kata-kata Leo benar-benar membuat Shena mati kutu. Iapun pasrah berada di atas gendongan Leo sambil menahan malu dilihatin banyak orang.


“Sekarang aku baru tahu kenapa berat badan Shena semakin lama semakin turun. Bukan karena ia kurang makan atau nutrisi dan gizi, tapi mungkin ia stress menghadapi ulah temanmu yang sama sekali nggak punya akhlak itu? Bagaimana Bisa kau berteman dengan model orang seperti Leo, ha? Pengen kujitak saja itu si Leo!” gumam Laura sambil memukulkan kedua kepalan tangannya sendiri. Roy hanya menahan senyum di samping istrinya.


“Leo bersikap seperti itu jika hanya bersama dengan Shena, Sayang. Kalau sama orang lain dia normal, kok. Nggak gila kayak gitu. Sudalah biarkan saja mereka. Kita cari makan yang kau inginkan. Kau harus banyak makan supaya tubuhmu berisi seperti yang sahabatmu katakan,” bujuk Roy agar Laura tidak ikutan marah melihat perangai Leo kalau sedang bersama dengan Shena.


“Hoo … jadi kau nggak suka aku kurus gitu? Kau lebih suka dengan cewek semloheh yang ad dliluaran sana?” sepertinya amarah Laura yang sangat kesal dengan tingkah menyebalkan Leo, ia lampiaskan pada Roy yang tak berdosa.


“Bukan begitu, Sayang. kaalu kau berisi kan orang emngira kau hidup baahgia denganku.” Roy membela diri, tapi daalm hati ai mengumpati Leo.


Sialan si Leo, dia yang bikin bengek … aku yang kena imbasnya, batin Roy pura-pura tersenyum manis pada Laura.


“Awas saja kalau kau sampai ikutan bertingkah aneh bin nyeleneh seperti sahabatmu itu. Jangan harap kau bisa dapat jatah lagi dariku!” ancam Laura.


“Nggak akan!” Roy mengangkat salah satu tanganya dan jarinya membentuk huruf V. “Meskipun aku berteman dengan orang gila seperti Leo. Aku masih waras, kok. Apalagi aku punya istri secantik dirimu. Aku nggak akan jadi gila kayak Leo karena aku hanya tergila-gila padamu.”


“Siapa yang kau sebut gila, ha?” ujar Leo dari balik punggung Roy.


Nah loh, syukurin kau Roy, berani ngatain Leo gila, bakal dibikin daging giling kau sama dia, batin Shena yang masih ada dalam gendongan suaminya. Ia tersenyum senang melihat wajah kaget Roy.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Cover Yeon dan Yuna udah jadi, omegot aku udah gak sabar mau rilis ... tapi sabar dulu aja ya .... tunggu move on dari Refald n Fey dulu ... hehehehe ... nggak lama kok.


__ADS_2