Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 141 Refald dan Leo


__ADS_3

Sebuah tembakan terdengar keras diudara dan langsung menghebohkan semua pengunjung yang ada di dalam mall ini. Mereka semua berteriak histeris dan berlari menjauh dari sumber suara tembakan yang ternyata, berasal dari pistol Leo.


Semua orang mengira sedang terjadi tindakan kriminal di sini, tapi setelah melihat siapa pemilik pistol itu, mereka semua heran karena orang yang memegang pistol mukanya ganteng dan keren banget. Sama sekali tak ada tanda-tanda kriminal diwajahnya. Hanya saja, yang membuat semua orang penasaran, kenapa pria sekeren Leo tiba-tiba saja menembakkan pelurunya ke sembarang arah dan membuat heboh seisi mall. Tatapan matanya juga sangat menakutkan.


Begitu semua orang menjauh dan melingkari Leo, suami Shena itu mengarahkan pistolnya pada pria penipu yang mengaku-ngaku sebagai CEO di perusahaan Refald. Tentu saja, Kristin dan suaminya langsung tercengang melihat aksi Leo yang hendak menembak kepala suami Kristin.


“Berani kau menyentuh istriku, akan kupastikan kepalamu terpisah dari tubuhmu, didetik ini juga! Menjauh darinya sekarang!” geram Leo dengan mata merah menyala karena marah. Iapun bersiap menarik pelatuk pistol yang dipegang Leo.


Tentu saja suami Kristin itu bergerak mundur menjuh dari Shena karena takut akan ditembak mati oleh Leo. Sebab, Leo terus mengarahkan pistol padanya meskipun pria penipu ini sudah tak berada di dekat Shena lagi.


Shena yang melihat kedatangan Leo, langsung berlari memeluk suaminya. “Kau datang,” ujar Shena senang. Leo menyambut hangat pelukan Shena tapi matanya masih menatap tajam pria penipu itu sambil terus mengangkat pistolnya. Begitu ada gerakan sedikit saja, Leo tak segan-segan menarik pelatuknya.


“Ehm, aku datang, Sayang. Maaf sudah membuatmu menunggu lama,” ucap Leo.


Shena melepas pelukan hangat suaminya sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Tidak apa-apa, harusnya akulah yang minta maaf karena sempat berpikiran ingin kabur begitu kau memberitahuku kalau mau menjemputku kemari,” aku Shena jujur.


“Oh, iya? Kenapa?” tanya Leo heran, kok bisa istri tercintanya ini berpikiran ingin kabur darinya.


“Awalnya, aku ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan kak Fey, tapi dua cecurut itu benar-benar membuatku kesal. Ingin sekali aku mematahkan leher pria penipu itu karena sudah berani mengaku-ngaku sebagai pemilik perusahaan kak Refald.”

__ADS_1


“Lalu?” Leo tersenyum, ia sangat suka Shena mengadu padanya walau istrinya ini tidak tahu kalau sebenarnya, Leo mengetahui apa yang terjadi di sini tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Bahkan Leo hafal betul detail peristiwa yang terjadi pada Shena selama Leo tak ada disisinya.


“Entah kenapa aku merindukanmu dan ingin kau muncul dihadapanku secepatnya, aku senang karena kau datang tepat waktu sebelum aku benar-benar mengacaukan segalanya. Hampir saja aku tidak bisa mengendalikan diriku jika saja kak Fey, tidak menenangkanku. Aku marah Leo, orang-orang itu benar-benar mejengkelkan sekali ....”


Sebuah ciuman manis mendarat mulus di bibir Shena sehingga wanita cantik itu berhenti bicara akibat serangan dadakan Leo. Selalu saja seperti ini, aksi dua sejoli itu memang bikin iri setiap orang yang menyaksikan betapa gila dan romantisnya pasangan suami istri yang dimabuk cinta itu.


Tak hanya Leo dan Shena saja yang menjadi pusat perhatian atas ulah nggak ada akhlak mereka. Entah muncul darimana, Refald langsung memeluk tubuh Fey dari belakang dan mencium mesra pipi istrinya. Tentu saja, para kaum hawa hanya bisa gigit jari melihat betapa romantisnya sang raja dedemit saat bersama dengan Fey.


“Akhirnya, aku menemukanmu, kau tidak memberitahuku ada dimana posisimu, Honey. Aku kesal karena harus mendengar pikiranmu dulu baru bisa sampai kemari,” ujar Refald sambil tersenyum penuh pesona. Ketampanan yang paripurna membuat Fey selalu meleleh setiap kali melihat Refald.


“Aku tahu kau akan menemukanku dengan mudah dimanapaun aku berada walaupun aku tidak memberitahumu.” Fey membalas senyuman Refald.


“Kau tidak perlu minta izin padaku, Refald. Kalian berdua datang tepat waktu sebelum Shena semakin memperkeruh keadaan dengan kemarahannya. Mengamuklah sesuka hatimu, aku akan duduk diam disini sambil menyemangatimu, tapi ingat … mereka hanya manusia, bukan iblis seperti yang biasa kau lawan.”


“Kalau begitu, aku tidak akan menggunakan mode raja dedemit sementara ini, tapi aku akan menggunakan identitasku sebagai manusia biasa.” Refald berdiri tegak dan mulai menatap tajam Kristin dan suaminya. “Apa kabarmu, Fabio Wicaksono.” Refald tersenyum penuh makna pada suami teman lama Fey yang ternyata bernama Fabio.


Rasa terkejut Kristin dan suaminya sebenarnya masih belum hilang dengan kedatangan duo pria tampan yang keren habis itu. Kedua pria menawan itu langsung sukses menghebohkan tempat ini. Sekarang apa yang ada di sini sedang menjadi pusat perhatian semua orang. Mereka semua pasti penasaran dengan apa yang terjadi. Ditambah lagi sampai terdengar suara tembakan segala. Semakin bingung dan linglunglah Kristin dan suaminya.


“Shiyuri, siapa dia? Kenapa dia ….”

__ADS_1


“Tahu nama panjang suamimu?” Fey bantu melanjutkan kata-kata Kristin yang tak lengkap. Kristin diam seribu bahasa begitu pula dengan Fabio.


“Nama panjang suamiku? Kau mungkin salah, nama panjang Fabio bukan Wicaksono melainkan Contero. Fabio Contero tepatnya,” sanggah Kristin dengan pedenya. “Siapa pria itu? Apa dia mengenal suamiku?” tanya Ktristin dan iapun berpaling menatap suaminya. “Kau kenal dia Sayang?” tanyanya pada Fabio.


“Tidak, aku bahkan baru bertemu dengannya hari ini.” Fabio menjawab jujur, ia memang tidak pernah melihat Refald sebelumnya, tapi ia juga sangat heran, bagaimana bisa pria tampan yang baru saja datang itu mengetahui namanya? Nama yang asli pula.


Sebuah nama panjang yang sengaja Fabio sembunyikan dari istrinya. Lagipula, sejak tadi, baik Kristin ataupun dirinya, tidak menyebutkan nama lengkap. Bagaimana bisa Refald tahu nama lengkapnya?


“Sebenarnya ada apa ini, Shiyuri? Siapa pria itu? Suamiku tidak mengenalnya. Jangan bilang kalau dia ….” Kristin tak sanggup meneruskan kalimatnya.


Wajah wanita itu berubah pucat antara benci dan tidak suka. Sebab, dilihat dari sudut pandang manapun, pria yang berdiri disaamping Fey itu benar-benar sempurna. Siapapun yang melihat ketampanan Refald, pasti langsung kelepek-kelepek dibuatnya.


“Oh, dia suamiku. Tampan kan? Jauh lebih tampan dari suamimu. Tapi … aku khawatir kau bakal pingsan kalau kau tahu siapa nama suamiku. Haruskah aku memperkenalkannya padamu?” Kini, giliran Fey membalikkan kata-kata yang tadi Kristin ucapkan padanya.


Kristin hanya bisa memicingkan mata seakan tidak terima, seorang gadis biasa dan sederhana seperti Shiyuri, bisa mendapatkan pria sempurna seperti orang yang ada dihadapan Kristin. Sungguh wanita itu merasa dunia ini tidak adil padanya.


“Tidak mungkin,” gumamnya dengan pandangan mata tak percaya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2