
Leo menahan Shena agar tidak pergi meninggalkannya. Sebenarnya, Ia agak sedikit terkejut melihat Shena tiba-tiba berubah menjadi seperti dirinya. Leo juga sangat suka kalau wajah istrinya itu merah merona kalau sedang malu.
Akibat banyaknya masalah yang terjadi, serta beberapa fakta yang mengejutkannya, Leo kehilangan moodnya. Ia sangat kesal dan juga marah, tapi ia tidak tahu harus lampiaskan pada siapa. Untungnya, Shena mengerti perasaannya dan bisa mengembalikan moodnya.
“Mau pergi kemana, Sayang? Kau tidak boleh jauh-jauh dariku,” ujar Leo setelah menyudahi ciumannya. “Terimakasih Sayang, kau mengembalikan moodku yang tadinya hancur. Entah apa yang akan terjadi kalau kau tidak ada disini bersamaku. Aku sungguh sangat mencintaimu.” Leo memeluk Shena dengan erat dan mencurahkan seluruh perasaannya pada Shena.
“Sama-sama, Suamiku sayang. Aku juga mencintaimu. Kau tidak sendirian oke, aku selalu bersamamu. Seluruh keluarga kita juga sedang berusaha melindungi kita bertiga kalau kita dalam bahaya.”
“Bertiga?” tanya Leo bingung.
“Ehm, Leo junior kita masuk hitungan ketiga.” Shena tersenyum manis pada Leo sehingga membuat Leo merasa trenyuh melihat senyuman Shena. Ia hendak mencium Shena tetapi suara polisi yang sedang mengamati layar monitor mengurungkan niatnya.
“Tuan muda Leo, sudah saatnya. Anda berdua harus naik ke pesawat yang sudah disiapkan sekarang juga,” ujar polisi tersebut sambil mengamati cctv.
Leo juga melihat cctv itu, ia sangat terkejut karena dilayar itu ada 2 orang sedang berjalan ke arah pesawat. Orang-orang itu ... sangat mirip dengan Leo dan Shena. Hanya saja, wajahnya tidak terlalu jelas. Namun, postur tubuh dan pakaian yang dikenakan sama persis seperti Leo dan Shena kenakan saat ini.
“Siapa mereka? Bukankah itu pesawat yang sudah disiapkan untukku?” tanya Leo. Shena juga mengikuti pandangan mata Leo.
Seperti halnya suaminya, Shena terkejut melihat ada seseorang mencoba menyamar sebagai dirinya dan Leo. Dalam layar itu keduanya dikawal ketat oleh beberapa orang yang tadi sempat berbicara dengan polisi ini sewaktu mereka hendak datang kemari. Mereka memasuki pesawat yang harusnya Leo dan Shena tumpangi. Namun gara-gara polisi itu, pasangan suami istri ini terjebak di ruangan ini. Sepertinya, posisi mereka digantikan oleh kedua orang itu.
__ADS_1
“Apa maksudnya ini?” tanya Shena mulai berpikiran yang bukan-bukan begitu juga dengan Leo.
“Mereka berdua adalah anak buahku yang sedang menyamar menjadi kalian berdua. Inilah perlindungan terakhir yang bisa saya lakukan. Semua anggota geng kapak sudah tersebar diseluruh penjuru kota dan mereka siap menyerang anda kapan saja. Kemacetan yang saya ciptakan tadi adalah untuk mencegah mereka memasuki gedung sebelum kalian berdua tiba di gedung petemuan dimana Mr. Dilagar ada disana. Dengan begitu para angota geng kapak tidak akan berani mendekati kalian berdua selama ada kolonel didekat anda. Cepat segeralah masuk kedalam pesawat yang lain karena sebentar lagi mereka akan berangkat.”
“Tunggu! Refald bilang pesawat itu akan meledak, apa kau bermaksud membunuh anak buahmu sendiri?” teriak Leo menggelegar dan Shena langsung terhuyung mundur.
“Ini adalah misi yang harus kami selesaikan tuan muda. Lagipula, kami punya keahlian khusus melarikan diri, meskipun kemunginan untuk selamat dari ledakan itu sangat kecil.”
“Misi macam apa yang mengharuskan orang harus terbunuh seperti itu? Kau pikir aku bodoh, ha? Itu sama saja dengan bunuh diri? Apa yang kau pikirkan? Apa dengan mengorbankan mereka, aku dan Shena bisa tidur dengan tenang?” bentak Leo pada polisi itu.
“Tuan muda, misi kami melindungi anda dengan segala macam cara memang harus kami selesaikan. Tapi misi utama kami adalah, keselamatan. Kami harus kembali dalam kedaan selamat. Itulah misi utama kami, percayakan semuanya pada kami.” Polisi itu menatap tajam mata Shena dan Leo secara bergantian.
“Tuan muda, ini hanya untuk berjaga-jaga. Setelah kalian berdua keluar dari sini, mungkin kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi untuk selamanya. Saya punya permintaan terkahir sebelum kemungkinan terburuk itu terjadi. Saya memliki seorang putra bernama Raymond. Beberapa waktu lalu, dia telah diselamatkan oleh dua sejoli suami istri dimana istrinya sedang mengandung. Putraku bilang, dia sangat mengidolakan pasangan sejoli itu dan berharap, bisa bertemu dengan mereka lagi. Maukah kalian menemuinya dan sampaikan salamku padanya?”
Mulut Shena menganga dan ia menutup mulutnya itu dengan kedua tangannya saking shocknya. Ia tahu siapa anak yang dimaksud polisi itu.
“Apa? Ra-Raymond?” ujar Shena, ia benar-benar terkejut mendengar nama itu. Shena tidak mungkin lupa pada anak laki-laki yang dibawa oleh geng kapak saat ia tersesat dulu. Anak laki-laki itu juga sempat menolongnya. “Jadi ... anak itu ... putramu?” tanya Shena sekali lagi.
“Benar nona Shena. Anak remaja yang kalian temui waktu itu adalah putraku satu-satunya. Alasan saya kenapa bersedia bergabung dengan anggota geng kapak itu, karena mereka memiliki putraku.”
__ADS_1
“Refald bilang, kau melakukannya karena perintah dari ayahku?”selidik Leo.
“Awalnya memang begitu tuan muda Leo, tapi mereka jauh lebih cerdik dari apa yang anda bayangkan. Sudah ratusan nyawa utusan tuan Byon melayang begitu saja ditangan mereka dan sayalah yang harus mengurus semua jenazah mereka. Saya membuang hati dan naluri kemanusiaan yang saya miliki dan melakukan apapun yang mereka perintahkan karena putraku, ada ditangan mereka. Jika saya melakukan kesalahan sedikit saja, nyawanya akan melayang sama seperti utusan tuan Byon yang lainnya, dan saya tidak akan pernah sanggup jika harus mengurus jenazah putraku sendiri.” polisi itu berbalik badan untuk menyembunyikan air matanya dari Leo dan Shena yang sedang tertegun mendengar fakta mengejutkan tentang polisi ini. Leo dan Shena bahkan tidak bisa berkomentar apa-apa.
“Hal serupa juga terjadi pada anda berdua,” lanjut polisi itu ketika ia sudah mulai tenang. “Mereka ingin saya menghabisi kalian disini dengan meledakkan pesawat itu. Tapi ... kalian berdua telah berhasil membebaskan putraku. Artinya, tidak ada alasan lagi bagi saya untuk tetap bertahan dalam geng ini. Saya sudah mengirim lokasi keberadaan pimimpin geng kapak itu. Semua kesatuan polisi termasuk Mr. Dilagara sudah bersiap menangkap mereka semua. Karena itu, kalian berdua tidak perlu khawatir lagi dan segera tinggalkan tempat ini. Tolong sampaikan salamku pada putraku dan juga tuan Byon karena dulu, beliau telah rela mati demi saya. Katakan kalau saya sudah membayar hutang budi saya.”Polisi itu tersenyum menatap Leo.
Lagi-lagi, Leo dan Shena terkejut mendengar ucapan polisi itu. Mereka berdua saling pandang satu sama lain. Apa yang dikatakannya benar-benar mengejutkan. Entah ini takdir atau kebetulan, semua misteri sedikit demi sedikit mulai terpecahkan.
Dari layar monitor terlihat jelas, semua pasukan terlatih paman Leo sedang menangkap semua penjahat yang diketahui sebagai anggota geng kapak. Tak tanggung-tanggung, rupanya jumlah mereka sangatlah banyak.
“Mari ikuti saya, kalian berdua akan berangkat 10 menit lagi dari sekarang.” polisi itu berjalan di depan meninggalkan semua layar monitor tanpa pengawas ini tetap menyala.
Tanpa suara, Leo dan Shena berjalan beriringan mengikuti langkah polisi tersebut.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1