
Tawaran Leo untuk membuat orang yang bernama Bob ini berubah haluan memang menggiurkan. Apalagi tepat di depan mata, bosnya sudah tak mengakuinya dan seolah tak mau tahu lagi tentang dirinya. Dan yang dikatakan Leo itu memang benar, orang-orang yang terdiri dari para pemegang saham itu takkan membiarkan mantan bawahannya ini lolos begitu saja.
Mereka semua sudah merencanakan segudang rencana, yaitu menyingkirkan Bob yang sudah mengetahui rencana besar para pecundang itu untuk menjatuhkan Leo dan menguasai perusahaan Pyordova. Mereka sengaja menunggu Byon lengser dan menyerahkannya pada Leo, baru mereka melaksanakan kudeta secara diam-diam seperti sekarang.
Namun sayangnya, rencana mereka yang pertama sudah gagal total dan tugas mereka kali ini adalah menyingkirkan orang yang mengetahui rahasia mereka secepatnya sebelum Leo bertindak tanpa mereka tahu bahwa Leo juga sudah memasang jebakan untuk menangkap mangsanya hanya dengan sekali melangkah.
Pembunuh-pembunuh bayaran suruhan para pemegang saham itu tak menemukan keberadaan Bob yang sejatinya sudah diamankan pengawal Leo ke tempat yang pastinya tak diketahui oleh musuh. Melihat hal itu para kumpulan pecundang tersebut mengubah strategi mereka, yaitu melenyapkan bos mereka sendiri, Leopard Bay Pyordova.
Jika berhasil, maka perusahaan Pyordova akan jatuh ke tangan mereka semua. Itupun kalau berhasil, sebab Leo yang sekarang bukanlah bocah ingusan lagi dan tak bisa dianggap remeh. Itulah mengapa Byon memutuskan lengser dan menyerahkan semuanya pada Leo, sebab Leo yang sekarang sudah melebihi Byon sendiri. Putranya yang nggak ada akhlak jauh lebih kuat darinya.
Leo sangat pintar dan juga cerdik dalam menangani masalah meski sikap nggak ada akhlaknya tidak bisa hilang. Apalagi ada Refald dan seluruh anggota keluarga lain yang selalu mendukung Leo dari belakang. Siapapun, takkan bisa mengalahkan Leo dengan mudah.
"Kau yakin dengan keputusanmu? Memberi kesempatan kedua untuk si Bob itu?" tanya Roy pada Leo saat keduanya ada di dalam lift.
"Dia sudah jatuh tertimpa tangga, dan yang lebih parah adalah ... dia salah memilih wanita. Aku memberinya kesempatan karena dia bukan orang jahat seperti para aligator-aligator itu. Lihat saja, aku akan menggiring mereka semua ke tempat peristirahatan terakhir mereka dengan aman. Tunggu saja tanggal mainnya." Sudut bibir Leo tertarik menatap pintu lift yang sudah mulai terbuka lebar.
"Bob, sedang diburu sekarang. Diantara orang-orang ini ada pembunuh bayaran Tak menuntut kemungkinan, mereka semua juga mengincar nyawa kita," bisik Roy pada Leo saat keduanya berjalan bersama dilantai dasar dengan gaya santai seolah tak tahu apa-apa.
"Aku tahu, aku bisa mencium senjata genggam semi otomatis FN Five-seven yang dibuat dan diproduksi oleh Perusahaan Fabrique Nationale d’Armes de Guerre-Herstal (FN Herstal) Belgia. Huh, mereka bukan musuh kaleng-kaleng. Penggelapan dana yang mereka lakukan digunakan untuk membayar orang-orang ini," gumam Leo lirih dan menatap waspada sekeliling seakan tahu bahaya besar sedang mengintainya.
Roy langsung tercengang mendengar Leo mengetahui jenis senjata yang digunakan musuh padahal para musuh itu belum menampakkan diri.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau musuh tak diketahui itu menggunakan jenis senjata yang kau sebutkan?" tanya Roy penasaran.
"Jangan lupa, Roy. Sekarang aku pemilik salah satu pabrik senjata di Jerman menggantikan ayahku. Tentu saja aku tahu bahan-bahan yang digunakan untuk membuat berbagai jenis senjata sesuai dengan tipenya meskipun senjata itu di produksi di berbagai belahan negara di dunia tak terkecuali di negara ini."
__ADS_1
"Aku sama sekali tak mengerti ucapanmu, apa hubungannya pemilik perusahaan senjata dengan pengetahuan mengenai senjata yang digunakan musuhmu itu, ha? Jaka sembung naik gunung!" ujar Roy kesal.
"Apa itu?" tanya Leo bingung mendengar kalimat terakhir Roy.
" Nggak nyambung," jawab Roy cepat.
"Apanya yang nggak nyambung?" tanya Leo yang masih belum ngeh kalau Roy sedang bermain pantun dengan Leo. Disaat genting, bisa-bisanya mereka berdebat.
"Kau!" Sengal Roy.
"Memangnya aku kenapa? Lagian kaulah yang nggak nyambung? Sejak kapan kau pakai istilah aneh bin nyeleneh itu?"
"Lah, yang kau ucapkan barusan juga aneh, dasar tak sadar diri!" Roy semakin kesal dengan Leo, dan tiba-tiba saja, dari arah belakang punggung Roy, sebuah peluru melesat cepat kearah sahabat Leo dan Leo sendiri bisa melihat kecepatan peluru itu.
Tentu saja Leo tidak akan membiarkan kejadian sama seperti dulu terulang kembali dimana Roy rela mengorbankan nyawanya demi melindungi Leo.
Dor!
Sebagai gantinya, lengan Leo sebelah kanan tergores timah panas yang melesat cepat begitu Roy berhasil menghindar berkat Leo. Namun, bersamaan dengan itu, Leo masih bisa mengambil pistol goldnya dan menembak kepala orang yang hampir saja membunuh Roy dan dirinya.
Dor!
Peluru Leo langsung menembus kepala pembunuh bayaran itu hingga orang tersebut tumbang seketika. Tak berhenti disitu, para pengawal Leo dengan sigap berdiri dihadapan Leo dengan memegang senjata Mereka masing-masing untuk menghalau serangan musuh-musuh yang lain dengan menjadi tameng suami Shena.
Seluruh pengawal itu melingkari tubuh Leo dan Roy. Leo sendiri masih dengan tegap memegang senjatanya dan siap menembak siapapun orang yang mencurigakan ditengah-tengah kepanikan semua penghuni gedung ini meskipun tangannya sedang terluka. Para karyawan dan staf kantor berlarian dan berhamburan kesana kemari mencari jalan keluar.
__ADS_1
"Segera amankan semua orang dan tutup semua pintu gerbang perusahaan. Kumpulkan semua orang di lapangan dan tangkap orang-orang yang terlihat mencurigakan!" Perintah Leo pada seluruh anak buahnya melalui headset tersembunyi yang ia pakai.
Seluruh anak buah Leo siap siaga berperang dengan musuh dalam selimut yang berbaur dengan pegawai kantor ini.
"Kalau begini, kita tak bisa membedakan mana musuh kita. Terimakasih sudah menyelamatkanku," ujar Roy yang sudah kembali berdiri di sisi Leo. Ia mengotak atik senjata apinya yang ia pinjam dari pengawal Leo dan bersiap menembak juga.
" Sama-sama, aku juga pernah berhutang nyawa padamu. Sepertinya, aku harus menggunakan kelebihan yang kupunya, syukurlah aku diberkahi kemampuan memiliki Indra penciuman yang tajam sehingga aku bisa dengan cepat menemukan musuh kita. Disana!" Teriak Leo seketika dan ...
Dor! Dor!
Leo melepaskan 2 tembakan pada dua orang yang berbeda. Ternyata mereka berdua adalah musuh dalam selimut yang ikut pura-pura berlari disekeliling Leo dan Roy untuk mencari celah agar bisa menyerang Leo. Sayangnya kemampuan Indra penciuman Leo dibidang senjata tak bisa dikalahkan oleh siapapun. Sebelum 2 musuh Leo bisa menembak, Leo lebih dulu beraksi dan dalam hitungan detik mereka berhasil ditumbangkan.
Untuk membuktikan bahwa Leo tak salah tembak orang, pengawal Leo memastikan keadaan dan identitas asli mereka dan ternyata benar dugaan Leo. Dua orang yang tewas mengenaskan di tangan Leo adalah pembunuh bayaran yang sengaja di sewa untuk melenyapkan Leo. Yang lebih keren lagi adalah, senjata api yang digunakan pembunuh bayaran tersebut sesuai dengan apa yang disebutkan Leo pada Roy tadi.
"Tuan muda ... mereka ...."
"Ehm, mereka adalah orang Jerman. Singkirkan mereka dan jangan biarkan ayahku mengetahuinya." Perintah Leo pada pengawalnya.
"Baik, Tuan." Pengawal itupun melakukan apa yang dikatakan Leo.
"Memangnya kenapa kalau paman tahu? Bukannya malah bagus?" tanya Roy bingung.
"Ayahku punya perjanjian khusus dengan para pemimpin mafia yang sudah menduduki wilayah Jerman di masa sekarang. Selama ayah pensiun, jangan sampai ada penjahat Jerman mengusik keluarga kami. Jika sampai itu terjadi, ayah bisa menyebabkan perang antar mafia disana seperti yang pernah ia lakukan dulu. Sumpah Roy, Shena takkan setuju bila itu terjadi. Karena itulah aku akan menjaga perdamaian itu tetap berlangsung lama." Leo memikirkan banyak hal tentang apa yang terjadi sekarang.
Para bawahan ayah Leo ini sepertinya memang sengaja menciptakan kekacauan begitu Byon lengser dari jabatannya dan diserahkan pada Leo. Sebagai generasi penerus keluarga Pyordova, tentu saja Leo takkan tinggal diam begitu saja. Ia juga harus bisa membuktikan pada dunia kalau Leo yang sekarang juga punya taring dan gigi. Meskipun tanpa campur tangan ayahnya, Leo pasti bisa mengatasi setiap masalah yang menimpanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***