Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 259 Ingatan dan kisah Yuna


__ADS_3

Kembali ke saat Yeon habis menemui Yuna untuk mengintimidasinya. Putra sulung Leo itu tidak tahu kalau dari kejauhan, Leo dan Shena sedang memerhatikan Yeon dan mencuri dengar pembicaraan putra mereka dengan Yuna. Leo agak kesal melihat sikap Yeon yang tidak sopan pada wanita dan hendak menegur Yeon, tapi Shena mencekal lengan suaminya kuat-kuat agar tidak jadi pergi meninggalkannya.


“Jangan hentikan aku, Sayang? Apa yang dilakukan anak itu, sih? Bagaimana bisa dia kasar begitu? Pakai mengatai anak orang lagi?” geram Leo.


Shena memejamkan mata dan terus menguatkan pegangannya pada lengan Leo. “Dia hanya melakukan apa yang dulu juga pernah dilakukan ayahnya. Meskipun aku tak ingat sepenuhnya, entah kenapa, aku merasa sedang melihat Leo kecil dalam diri Yeon. Sikap dinginnya mirip dengan kak Refald, sedangkan sifat juteknya sangat mirip denganmu. Yeon perpaduan kalian berdua.” Perlahan Shena mulai membuka matanya dan menatap wajah tampan Leo.


“Tapi, tak seharusnya ia bersikap seperti itu pada Yuna. Kau dengar teriakan Yuna? Dia sangat trauma. Yeon sangat kasar padanya.”


“Aku dengar, tapi aku rasa … ada banyak cara untuk memberi pengertian pada putra putri kita tanpa harus dimarahi ataupun ditekan. Mereka melihat dan berasumsi, hanya berdasarkan apa yang ada di depan mata mereka. Mereka belum bisa melihat sisi lain dari seorang Yuna. Karena itulah, kita harus tunjukkan pada mereka sisi lain itu.”


“Bagaimana caranya?”


“Serahkan saja padaku, aku ingat kau pernah bilang kalau kau memaksaku menjadi kekasihmu dengan cara mengancamku menggunakan teman-temanku, kan? Padahal kau bilang, kau sangat mencintaiku, tapi kau kasar padaku!” ujar Shena.


“Sayang … bagaimana kau … kapan kau mengingatnya?” tanya Leo terkejut. Ia baru sadar kalau Shena sejak tadi bicara masa lalu mereka.


“Baru saja?” jawab Shena sambil tersenyum.


“Bagaimana dengan kepalamu?” Leo terlihat sangat khawatir. Sebab, bila Shena mengingat sesuatu, ia pasti merasakan sakit dikepalanya.


“Sakit, tapi aku memegangimu sejak tadi. Rasa sakitnya seolah hilang karena kau bersamaku.” Shena menatap lengan Leo yang ia genggam erat-erat dan Leo baru menyadari hal itu.


Pantas, istrinya ini terus saja memejamkan mata. Rupanya Shena sedang menahan rasa sakit mengingat kenangan-kenangan mereka berdua di masa lalu. Kalau dipikir-pikir, sepertinya ingatan Shena mulai berangsur-angsur pulih. Dan Leo bertekad untuk selalu bersama Shena dan berjaga-jaga bila sewaktu-waktu ingatan Shena tiba-tiba saja datang tanpa peringatan. Dengan begitu, Leo berharap rasa sakit yang dirasakan Shena bisa sedikit berkurang seiring dengan ingatan yang kembali.

__ADS_1


“Kau yakin kau baik-baik saja? Apa sebaiknya kita ke kamar dulu supaya kau bisa istirahat?”


“Tidak, sungguh aku tidak apa-apa. Jangan khawatir Sayang. Sakitnya tak separah sebelumnya. Mungkin karena aku bahagia. Tak ada bedanya aku ingat semua kenanganku bersamamu atau tidak, sebab aku yang sekarang, sangat mencintaimu.”


“Kau benar, memang hanya aku yang harus kau cintai. Meskipun kau kehilangan ingatan berkali-kali, aku akan terus membuatmu jatuh cinta padaku lagi, dan lagi.” Leo mencium mesra Shena dan Shena membalas ciman suaminya.


Keduanya saling tersenyum menikmati indahnya kebersamaan mereka berdua. Apalagi sekarang, keluarga kecil mereka sudah lengkap dan kembali berkumpul bersama.


“Bisa tolong aku?” ujar Shena.


“Anytime, katakan saja, apa yang bisa kubantu untuk wanita pujaan hatiku.”


Shena tersenyum dan membisikkan sesuatu kepada Leo. “Kau yakin?” tanya Leo setelah Shena selesai berbisk-bisik.


Walau agak sedikit ragu, Leopun akhirnya menuruti apa yang diberitahukan Shena barusan dan langsung menghubungi seseorang. “Aku akan mengirimimu serentetan data-data barang yang harus kau bawa kemari dalam kurun waktu 10 menit. Bawa semua barang-barang itu ke kamar Yuna. Jika lebih dari 10 menit, maka kalian semua akan aku pecat! Baca pesanku sekarang juga, jangan ada yang terlewat. Dan ingat! Jangan terlambat!” ancam Leo dan ia beralih menatap Shena. “Beres!” Leo memasukkan kembali ponselnya setelah menutup sambungannya.


“Kau memang selalu jadi yang terbaik, Sayang. Ayo temani aku, kau juga harus lihat bagaimana aku berubah jadi ibu peri.” Shena terlihat menggemaskan kalau sedang terlihat bahagia. Hati Leo serasa meledak melihat istrinya begitu serius mengatasi masalah anak-anak mereka.


“Sepertinya bukan kau yang jatuh cinta padaku, Sayang. Tapi akulah yang jatuh cinta padamu.”


Shena membalas ucapan cinta Leo dengan senyuman manisnya.


***

__ADS_1


Di dalam kamar, Yuna sedang menangis meratapi nasibnya sendiri. Sejak kecil, ia tak pernah merasakan seperti apa kasih sayang orangtua. Ayah dan ibunya selalu bersikap kasar padanya, selalu saja diperlakukan seperti layaknya pembantu ketimbang seorang anak. Terakhir, ia malah dijual kepada seorang rentenir dan akan dinikahkan dengannya jika Yuna nanti sudah cukup usia untuk menikah.


Dan yang membuat Yuna tidak mengerti, mengapa saudara-saudaranya yang lain tak diperlakukan sepeti dirinya? Sebaliknya, dua kakak perempuannya malah diperlakukan bak seorang putri raja yang selalu dimanja dan dituruti segala permintaannya tak peduli mereka punya uang atau tidak. Itu sungguh tidak adil bagi Yuna karena merasa dianak tirikan.


Untunglah, Yuna berhasil melarikan diri disaat Datuk hendak membawanya kerumahnya untuk dijadikan budak di sana sebagi ganti atas hutang-hutang keluarganya. Siapa yang bersenang-senang siapa juga yang harus menanggung getahnya. Yuna sudah tak sanggup lagi diperlakukan berbeda dalam keluarganya sendiri tanpa tahu apa alasannya.


Dalam pelariannya, Yuna tak sengaja bertemu dengan Shena. Bersama Shena, Yuna merasa aman meskipun sekarang anak-anak Shena tak menyukai dirinya. Yuna jadi bingung apa yang harus ia lakukan setelah ini. Ditambah lagi, ucapan Yeon sungguh sangat menyakiti hatinya. Padahal ia ingin ada di dekat Shena meskipun ia harus menjadi pembantu di rumah ini.


“Dasar menyebalkan, kenapa dia harus berkata seperti itu padaku? Apa aku semenjijikkan itu? Apa wajahku mirip dengan wajah sorang penipu?” isak Yuna.


“Tok tok tok? Boleh tante masuk?” tanya Shena dari balik pintu kamar Yuna dan mengagetkan Yuna.


Melihat kedatangan Shena, Yuna bergegas mengusap air matanya. Ia sangat senang melihat Shena yang tersenyum manis padanya. Tiba-tiba saja, ia merindukan sosok ibu yang penyayang datang dan menemaninya setiap waktu. Sayang saja, ia tak punya ibu sebaik dan secantik Shena.


“Masuk saja, Tante. Ini rumah Tante, Tante bisa masuk ke kamar ini kapan saja,” ujar Yuna.


Shena membuka lebar pintu kamar Yuna dan ia masuk bersama dengan suaminya Leo. Tanpa basa basi, Shena langsung mengutarakan maksud hatinya datang menemui Yuna. Sementara Leo sibuk mengotak atik ponselnya dan berdiri di depan kaca jendela sambil mengamati sesuatu dari balik tirai.


“Kami sudah tahu semuanya. Maafkan Yeon, ya … dia tidak bermaksud kasar padamu. Dia hanya melindungiku, ada banyak hal yang terjadi sebelum kami semua datang kemari. Dan Yeon, tidak mau kejadian sama terulang lagi. Ia hanya bersikap hati-hati pada setiap orang asing yang datang ke rumah kami. Tolong kau pahami dia. Meskipun dia Bengal dan kasar, tapi hatinya baik, kok.” Shena memberikan penjelasan pada Yuna.


Sejujurnya, Yuna langsung tertegun mendengar fakta sebenarnya dari seorang Yeon. Ternyata, Yeon sangat mencintai ibunya sampai ia bersikap seperti itu padanya. Yunapun akhirnya tersenyum dan menundukkan kepalanya, sepertinya ia bisa mengerti alasan Yeon tadi bicara kasar padanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2