Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 218 Akhir dari HokBen and the gengs


__ADS_3

Mata Leo mengamati orang-orang yang ada di lantai bawah dengan senyum penuh kemenangan. Sedangkan orang-orang yang ada diluar, terus saja berdatangan dan menerobos masuk untuk mencari para penjahat yang ada di dalam sini lalu menghakiminya. Mereka yang datang adalah orang-orang penentang segala macam tindak kejahatan. Tentu saja kedatangan mereka membuat panik Hoka Hoka Bento and the gengnya.


Selama ini, petinggi perusahaan Leo itu memang meresahkan masyarakat atas tindakan keji yang sering mereka lakukan terhadap siapapun yang mereka anggap musuh mereka, tapi mereka selalu lolos dari jeratan hukum. Namun sekarang, sudah tidak lagi, hal itu karena seluruh dunia telah tahu semua kejahatan yang telah mereka lakukan sehingga hukum tak bisa melindungi mereka lagi.


"Kalian semua sudah tak punya tempat di dunia ini, dimanapun kalian berada, dunia akan memperlakukan kalian dengan kejam, dan itu dimulai dari sekarang," seru Leo masih menggunakan pengeras suara. Wajah-wajah musuh Leo semakin pucat dan panik ketikan mendengar suara teriakan protes masyarakat luar dan semakin lama, terdengar semakin dekat.


"Orang-orang diluar itu datang untuk menghakimi kalian semua. Jadi bersiaplah. Oh iya, untuk menutup acara peperangan kali ini, aku sudah memutuskan bahwa kalian semua ... dipecat secara tidak hormat, seluruh aset kalian akan disita oleh perusahaan. Artinya, saat ini kalian sudah tidak punya apa-apa selain pakaian yang kalian pakai sekarang. Sampai jumpa, bye!" Leo melambaikan tangannya dari ketinggian bak seorang artis yang memberi salam pada penggemarnya. Ia sangat cuek dengan wajah-wajah benci yang menatapnya dengan tajam.


Atas perintah dari Leo, seluruh pasukannya langsung menembaki semua anak buah para mantan petinggi perusahaan itu begitu mereka semua lengah dan hanya menyisakan majikannya saja. Setelah itu, pasukan Leo bergerak mundur dan menghilang bersamaan dengan datangnya warga yang langsung menyerang Hoka hoka Bento and the gengnya.


Hukuman sosial yang diberikan Leo pada mantan petinggi perusahaan keluarga Pyordova benar-benar mengerikan. Masyarakat yang baru saja menerobos paksa masuk, langsung menghajar habis-habisan orang-orang jahat itu. Sayangnya, Bento berhasil menyelinap keluar dari amukan massa dan melarikan diri. Leo dan Roy mengetahui hal itu tapi mereka sengaja membiarkannya.


"Kau yakin, tak ingin mengejar orang itu?" tanya Roy yang sudah berdiri di samping Leo.


" Aku hanya ingin tahu sampai sejauh mana ia bisa kabur. Setidaknya, orang itu harus sedikit lebih lama merasakan penderitaan sebelum akhirnya ia menghadapi kematian." Leo tersenyum sinis menatap Bento tertatih-tatih kabur dari kerumunan.


Yang Leo katakan memang benar. Sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dimanapun Bento berada, ia takkan diterima oleh masyarakat manapun. Artinya, ia akan sangat sulit hidup di tempat terbuka. Untuk sementara ini, satu-satunya tempat yang mau menerimanya hanyalah hutan belantara. Itupun jika binatang buas juga tidak memakannya.


"Tapi ... bagaimana kalau dia mengumpulkan lagi bala pasukannya, kita tak bisa menganggap remeh dia." Roy masih saja tak bisa tenang sebelum melihat orang itu mati dihadapannya.


Leo tak langsung menjawab kekhawatiran sahabatnya. Sebagai gantinya, suami Shena itu malah mengeluarkan tablet dan sebuah remote kontrol kecil.


"Apa ini?" tanya Roy bingung.

__ADS_1


"Anak buahku sepertinya berhasil menyuntikkan alat pelacak canggih ke dalam tubuh si paman hoka hoka Bento and the gengnya. Dengan begitu, kita bisa tahu kemana orang itu pergi dan apa saja yang ia lakukan selama masa pelariannya." Leo menyerahkan tablet dan remote kontrol itu pada Roy. "Jika dia melakukan hal seperti yang tadi kau khawatirkan, maka tekan saja remote tersebut. Tubuh Hoka Hoka Bento itu pasti akan langsung meledak. Mau coba? Silahkan." Leo menepuk pelan bahu Roy dan pergi begitu saja meninggalkan temannya yang terpaku mendengar ucapan Leo.


"Ternyata, kau bisa sadis juga. Pantas, kau tenang-tenang saja daritadi? Kapan kau memasang bom ke tubuh orang itu?" tanya Roy menghentikan langkah Leo.


"Baru saja," jawab Leo balik badan menghadap Roy. "Sebagian, orang-orang yang ada di kerumunan itu adalah pasukanku. Mereka bertugas menyuntikkan alat pelacak dan memasangkan bom didalamnya tanpa kentara pada cacing-cacing itu. Mereka cuma butuh waktu 10 menit untuk menjalankan misi mereka," jelas Leo.


Leo menunjukkan remote lebih besar dari yang tadi ia berikan pada Roy. "Setiap tombol dalam remote ini, ada huruf inisial nama-nama orang-orang yang berani mencoba mengusik ketenanganku. Aku hanya tinggal pencet tombol yang aku inginkan. Dengan begitu tubuh mereka semua akan meledak dimanapun mereka berada."


Roy sudah tak bisa berkata-kata atas rencana luar biasa yang dilakukan Leo pada musuhnya, yang terkenal kebal akan hukum. Suami Shena itu tak butuh aparat penegak hukum untuk menghukum orang yang mencoba membunuhnya. Ia cukup menggunakan popularitasnya sebagai anak sultan dan dalam sekejap, hal keji yang terjadi padanya telah berbalik pada musuh-musuhnya. Ini adalah cara Leo membalas perbuatan orang yang berniat jahat padanya.


"Kau sudah menyingkirkan barang yang kuminta?" tanya Leo pada Roy, saat keduanya ada didalam mobil.


Roy mengambil dua ponsel yang ternyata adalah milik Laura dan dan milik Shena. Ponsel milik Shena ia serahkan pada Leo sedangkan milik Laura, ia simpan sendiri.


"Aku tidak mau Shena melihat pemberitaan mengenai masalah ini. Akses jaringan internet disana juga sudah kuputus. Laura dan Shena, tidak boleh melihat berita apapun tentang kejadian yang terjadi di tempat ini."


"Aku rasa mereka tidak peduli dengan itu. Berani taruhan, mereka tidak akan sadar kalau ponsel mereka hilang karena mereka sibuk menyusun rencana balas dendam untuk kita."


Leo tertawa, "Kita lihat saja, aku juga sudah tidak sabar ingin tahu balas dendam apa yang sudah mereka siapkan untuk kita."


Roy dan Leo cekikikan membayangkan aksi balas dendam seperti apa yang sudah disiapkan para istri-istri mereka. Bukannya takut atau berusaha mencari cara meluluhkan hati Shena dan Laura. Leo dan Roy malah bersikap cuek seolah tak terjadi apa-apa. Dasar duo somplak.


***

__ADS_1


Di tempat Laura dan Shena, dua sahabat baik itu sedang berjalan mondar mandir kesana kemari memikirkan cara praktis untuk memberi pelajaran suami-suami mereka agar tidak bisa jahil lagi. Sayangnya, mereka belum menemukan caranya. Sudah satu jam lamanya, Laura dan Shena memutar otak untuk membuat jera suami-suami mereka tapi ilham tak kunjung muncul juga.


"Kau sudah punya ide?" tanya Laura pada Shena.


"Belum." Shena menggelengkan kepalanya. "Sulit sekali balas dendam pada mereka." Shena berjalan keluar ke balkon untuk menghirup udara segar dan meninggalkan Laura di dalam sendirian. Siapa tahu setelah ini, inspirasi tentang cara membalas dendam pada Leo dan Roy bisa muncul.


"Haaah .. udara disini segar sekali," ujar Shena sambil mengamati pemandangan malam disekitarnya. "Sembari menunggu ide yang pas, bagaimana kalau untuk sementara ini, kita tak bicara pada mereka. Setuju nggak, Ra?" Shena balik badan ke arah tempat Laura tadi berdiri, tapi Shena terkejut dan juga bingung karena sahabatnya itu tidak ada lagi disana.


"Ra!" panggil Shena celingukan kesana kemari.


Shena berjalan kembali ke kamarnya dan mencari-cari keberadaan Laura. Namun yang dicari ternyata tidak ada.


"Ra! Laura!" Panggil Shena lagi. Kali ini ia keluar kamar dan menuju kamar putranya serta putra Laura. Dan ternyata, tidak ada siapa-siapa juga dikamar itu.


Shena mulai was-was dan ia berlari menuruni tangga. Ia memanggil-manggil kembali sahabat dan juga bibi pengasuh putra-putranya, tapi tetap saja tidak ada sahutan.


"Ra! Jangan becanda, deh. Ini sama sekali tidak lucu!" Teriak Shena, tapi rumah ini mendadak terlihat sangat sepi dan juga sunyi.


Tiba-tiba saja, lampu mati dan keadaan menjadi gelap gulita apalagi ini malam hari jadi tak ada cahaya apapun disini. Shena tersentak kaget karena ia tak bisa lihat apa-apa.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


Apa yang terjadi? Siap-siap ya ... hehehe


__ADS_2