Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 260 Kasih Sayang Keluarga


__ADS_3

Penjelasan singkat Shena mengenai sikap kasar Yeon terhadap Yuna, membuat gadis kecil cantik itu sedikit memahami makna kasih sayang sebuah keluarga. Apa yang dilakukan Yeon semata-mata hanya untuk melindungi keluarganya dari hal-hal yang tidak diinginkan.


Siapapun, pasti bakal melakukan hal sama seperti yang dilakukan Yeon meskipun caranya agak menyakitkan hati. Anak seusia Yeon sudah bisa berpikiran melindungi keluarganya, itu merupakan suatu tindakan yang luar biasa. Yuna akhirnya mengerti, Yeon bukanlah anak biasa, ia adalah anak yang genius dan sangat menyayangi keluarganya.


“Maaf Tante, aku tidak bermaksud kasar juga pada Yeon, tapi aku bisa menerima sikapnya jika semata-mata itu untuk melindungi Tante. Kalau aku jadi dia, aku pasti juga akan melakukan hal yang sama. Tante adalah ibu yang baik, anak-anak Tante yang lain pasti sangat menyayangi Tante. Jadi, Tante tak perlu minta maaf padaku, justru akulah yang harus minta maaf dan terimakasih karena sudah memberiku perlidungan di rumah ini. Aku janji, akan selalu bersikap baik pada semua orang ada di dalam rumah ini selama aku ada di sini.” Yuna memaksakan diri tersenyum, tapi raut wajahnya mengisyaratkan kesedihan yang begitu dalam.


Dihatinya, ia sungguh iri pada Yeon karena memiliki keluarga yang lengkap dan hidup bahagia. Sangat berbanding terbalik dengannya. Ingin rasanya ia memanggil Shena dengan sebutan kata ‘Ibu’, tapi jelas itu sangat tidak mungkin. Yuna kecil sangat tahu dan sadar diri. Dia … takkan pernah dan takkan pantas menjadi bagian dari keluarga ini sekalipun itu hanya sebagai sorang pelayan.


“Kau memang gadis baik, Yuna. Sini, duduklah, akan kuobati luka-lukamu.” Shena mendudukkan Yuna di atas tempat tidur dan mulai membersihkan luka-luka Yuna yang ada dikakinya.


Semakin trenyuhlah hati Yuna melihat kebaikan hati Shena yang memperlakukannya seperti putrinya sendiri. Hal itu membuat Yuna jadi semakin ingin selalu bersama Shena. Hati Yuna merasa tenang bila ibu 3 anak ini ada didekatnya, tapi apa daya … lagi-lagi Yuna berspekulasi bahwa ia takkan mungkin bisa meminta Shena untuk mengizinkannya bekerja di rumah ini supaya bisa selalu bersama Shena sekalipun ia menjadi pelayannya.


“Tante, apakah … Tante selalu bersikap baik terhadap semua orang? Seperti yang Tante lakukan padaku?” Yuna mulai membuka pembicaraan sambil terus mengamati Shena yang sedang serius mengobati luka-lukanya. “Kita tidak saling kenal dan Tante sangat baik padaku. Yeon saja tidak memercayaiku, bagaimana Tante bisa terus memperlakukanku dengan baik sekali? Tidakkah Tante khawatir kalau aku akan berniat buruk pada Tante seperti yang dikhawatirkan Yeon?”


Shena tak langsung menjawab dan malah tersenyum. Leo yang mendengar pertanyaan itu juga langsung menatap Yuna, tapi ia tak berkomentar apa-apa.

__ADS_1


“Saat melihatmu, aku merasa seperti melihat diriku sendiri. Aku memang tidak ingat seperti apa masa kecilku. Yang aku rasakan sekarang ini adalah, aku harus melindungimu supaya kau bisa hidup dan menjadi seorang wanita yang hebat nantinya. Perjuangan hidup setiap manusia itu tidak mudah dan berbeda-beda, banyak batu terjal arang melintang dan kita harus bisa menghadapi segala rintangan yang menghadang di depan kita supaya kita bisa hidup bahagia.


“Aku harap kau juga harus kuat Yuna, kau bukan gadis lemah. Meskipun seluruh keluargamu membencimu tanpa alasan, mereka tetaplah keluargamu. Di dunia ini, tidak ada yang namanya mantan keluarga, seburuk apapun perlakuan mereka terhadapmu, maafkanlah mereka dan terus sayangi mereka. Dengan begitu, lambat laun, kebencian mereka akan berubah seiring dengan kasih sayang yang kau berikan. Kau memang masih kecil, tapi aku yakin, kau pasti bisa mengerti maksud dari ucapanku ini.” Shena mengusap pipi Yuna yang sudah dipenuhi dengan air mata.


Terjawab sudah semua pertanyaan-pertanyaan yang timbul di hati Yuna. Semua yang dikatakan Shena jauh lebih masuk akal dan juga melegakan meskipun untuk menjalaninya takkan semudah membalikkan tangan. Namun, memang itulah cara terbaik yang bisa dilakukan Yuna.


Daripada terus meratapi nasib dan membenci, menyayangi adalah hal terbaik yang bisa dilakukan seorang Yuna. Semakin lama berada di dekat Shena, semakin kagumlah Yuna pada wanita cantik yang ada dihadapannya ini. Dalam hati, gadis kecil itu bertekad akan menjadikan Shena sebagai panutannya mulai dari sekarang.


Disaat Yuna asyik mengobrol dengan Shena, beberapa barang-barang yang tadi diminta Leo telah datang. Dimulai dari pakaian, aksesoris, dan juga segala perlengkapan semua kebutuhan Yuna langsung ditata rapi di kamar ini oleh para pelayan-pelayan Leo.


Tak hanya mengobati luka-luka Yuna. Shena juga membantu memandikan Yuna dengan sentuhan tangan lembutnya. Gadis itu terus menangis dalam diam dan Shena sengaja membiarkannya agar Yuna merasa lega mengelurakan semua perasaan yang ia rasakan.


Bagi wanita, menangis itu bisa sedikit meringankan beban yang ada dihatinya. Itulah yang diyakini Shena. Semoga kedepannya, Yuna bisa lebih tegar dan tetap kuat serta terus berjuang menghadapi pahit getirnya kehidupan.


“Nah, kau sangat cantik sekali. Kau bukan gembel lagi sekarang, tunjukkan pada Yeon kalau dia salah menilaimu. Aku hanya berharap kau bisa berteman dengan semua anak-anakku. Mereka semua agak nakal dan jutek, tapi hati mereka sangat baik.” Shena membantu merapikan rambut Yuna yang terlihat seperti seorang putri.

__ADS_1


“Kami akan turun lebih dulu, sampai ketemu lagi di meja makan. Oh iya, jangan lupa untuk teruslah tersenyum, karena senyumanmu itu semakin menambah cantik wajahmu. Dengan begitu, almarhum nenekmu mungkin tidak akan memanggilmu dengan sebutan Yuca lagi, tapi Yuna. Si cantik Yuna.” Shena tersenyum manis dan mengajak suaminya Leo untuk keluar bersama meninggalkan Yuna sendiri.


Itulah kilas balik tentang apa yang terjadi pada Yuna sekarang, berkat bantuan Shena, si itik buruk rupa Yuna, kini sudah berubah menjadi angsa. Momen ini mengingatkan Leo akan kisah cintanya dengan Shena yang dulu juga sempat mengubah Shena dari gadis desa biasa menjadi putri Cinderella. Ia hanya tersenyum menatap wajah sumringah istrinya yang kini ingatannya sudah mulai berangsur-angsur kembali.


Pandangan mata Leo juga tak luput dari putra sulungnya yang menatap Yuna tanpa kedip setelah apa yang sedang terjadi diantara mereka berdua. “Ehem!” Leo sengaja berdeham untuk mencairkan suasana ketegangan yang terjadi di ruang makan ini.


“Kemarilah Yuna, duduklah di samping Yeon,”ujar Leo kemudian.


“Tunggu!” ujar Yeon terkejut dan langsung menatap protes ayahnya. “Kenapa ia harus duduk disampingku, Ayah? Ada banyak kursi di sini? Biarkan dia memilih kursinya sendiri!”


“Dia seumuran denganmu, wajar kalau kalian duduk berdampingan? Atau … kau ingin memangkunya?” goda Leo dan kakinya langsung diinjak Shena. “Auw, apa yang kau lakukan, Sayang?” tanya Leo sambil meringis kesakitan. Injakan kaki Shena lumayan kuat karena istrinya itu memakai high heels.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


__ADS_2