Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 203


__ADS_3

Di ruang ICU semua dokter sedang heboh membicarakan masalah yang mereka hadapi sekarang. Operasi yang dilakukan kali ini terbilang sulit. Peluru yang bersarang di tubuh Leo, ternyata menembus jantung suami Shena sehingga keadaannya kini menjadi kritis. Ditambah lagi, Leo juga kehilangan banyak darah.


Bukan hanya itu, yang menjadi perdebatan adalah, jika peluru itu tak segera diambil maka Leo tak bisa diselamatkan lagi. Namun jika dipaksakan diambil, pembuluh arteri Leo bisa pecah dan menyebabkan komplikasi lainnya, yang artinya hidup Leo juga takkan bisa lama. Seluruh dokter di ruang operasi ini jadi bimbang dan mereka diburu waktu untuk segera mengambil keputusan yang terbaik.


Suasana diruang operasi menjadi tegang setelah mereka tahu siapa orang yang mereka tangani saat ini. Jika terjadi sedikit kesalahan atau salah mengambil keputusan, maka sudah bisa dipastikan nyawa mereka melayang seketika. Disaat-saat genting begitu, seorang dokter muda datang memasuki ruangan setelah selesai menetralisasi tangan dan seluruh bagian tubuhnya.


"Siapa anda? Bagaimana bisa anda masuk kemari?" tanya dokter yang memimpin operasi.


"Halo, saya spesialis dokter bedah jantung yang baru saja didatangkan dari Jerman. Petinggi rumah sakit sendiri yang memintaku untuk mengambil alih operasi ini. Jika tidak percaya, tanyakan saja pada beliau."


Tepat setelah dokter muda tersebut bicara, seorang suster masuk dan membisikkan sesuatu pada telinga dokter tadi. Sepertinya suster itu mengkonfirmasi pernyataan dokter muda itu bahwa apa yang dikatakannya itu benar.


Tak ada yang bisa dilakukan para dokter disini setelah mendengar penjelasan orang yang tidak mereka kenal dan mengaku sebagai dokter spesialis bedah jantung ini. Mata dokter itu tertuju pada nama yang terpasang di jas putih milik dokter muda yang tersampir diluar ruang operasi. Nama dokter ini adalah Rafl Bader.


Nama yang memang tidak asing lagi ditelinga para dokter spesialis. Namun, ada yang aneh dari orang yang bernama Rafl Bader ini. Harusnya dokter spesialis bedah jantung yang berasal dari Hamburg Jerman ini sudah berusia tua, tapi yang mereka lihat disini masih sangat muda. Untungnya, mereka semua tidak ada yang curiga karena orang-orang disini sama sekali belum pernah bertemu dengan dokter tersebut.


Para dokter dan asisten dokter bergeser dan memberikan ruang bagi dokter muda itu untuk memimpin operasi tanpa tahu bahwa dokter tersebut bukanlah dokter Rafl Bader asli.

__ADS_1


"Beritahu kondisi terakhir, pasien ini," ujar dokter muda yang berdiri tepat di atas kepala Leo.


"Peluru bersarang tepat di bilik kanan jantung, saat ini detak jantungnya semakin menurun. Dia kehilangan banyak darah sehingga tensinya terus mengalami penurunan, kita tak punya banyak waktu dan harus segera mengambil peluru itu, tapi jika kita memaksakan diri mengambil pelurunya, maka 90% pembuluh arterinya akan pecah. Jantung bisa saja tidak berfungsi dengan normal dan pasien kemungkinan besar akan mengalami gagal jantung," terang dokter yang ada didekat Refald.


"Sudah terambil," ujar dokter muda itu dan ia meletakkan capit berisi peluru yang sudah ia ambil tanpa mengalami kendala apapun.


Rupanya dokter tersebut sengaja membuat dokter lain yang ada disini sibuk berkonsentrasi penuh pada penjelasan dokter yang berdiri disebelah dokter muda itu selagi ia mengambil peluru dari Leo dengan mudah tanpa menyebabkan pecahnya pembuluh darah Leo. Tentu saja hal tersebut tak mudah dilakukan karena resikonya terlalu besar, tapi tidak dengan dokter muda ini. Ia dengan cepat mengambil peluru tersebut tanpa mengalami kesulitan apapun. Semua mata terbelalak melihat peluru yang telah berhasil diambil dari jantung Leo dan kondisi Leo masih stabil.


"Tidak mungkin, bagaimana bisa?" tanya semua orang bersamaan. Dan yang lebih mencengangkan lagi adalah tak ada komplikasi apapun pada Leo saat peluru yang menancap erat dijantungnya diangkat.


"Berapa tensi darahnya sekarang?" tanya dokter muda itu tanpa mau menjawab bertanyaan apapun. Ia masih berkonsentrasi pada luka dijantung Leo.


Bagaimana tidak? Dokter tak dikenal ini melakukan aksi yang tak mungkin bisa dilakukan oleh semua orang di ruang ini. Ini semua seperti sebuah keajaiban dan tanpa sadar semua orang mengagumi kemampuan dokter yang lebih pantas menjadi mahasiswa dibandingkan dokter spesialis bedah yang sudah ahli. Sebab, usia dokter ini masih tergolong muda. Biasanya dokter spesialis itu jauh lebih tua dan memiliki pengalaman di bidangnya kurang lebih puluhan tahun lamanya, baru bisa disebut sebagai dokter spesialis. Namun mereka sama sekali tak curiga dan tetap berpikir bahwa dokter muda ini tergolong orang jenius langka dinegaranya.


Kini, apa yang dikhawatirkan orang-orang diruang operasi ini ternyata tak terjadi meskipun mereka masih bingung bagaimana cara kerja dokter muda itu saat mengambil peluru yang bersarang di jantung Leo tanpa mengalami kendala apapun. Dan ajaibnya lagi, detak jantung Leo mulai berangsur-angsur normal. Artinya, Leo telah berhasil melewati masa kritis. Kini hanya tinggal menunggu tensi darah Leo kembali normal kembali seperti semula.


"Operasinya berhasil," ujar dokter muda itu setelah menutup luka yang ada di jantung Leo akibat peluru yang sempat bersarang didalamnya. "Senang bekerja sama dengan kalian, sisanya aku serahkan semuanya pada kalian yang ada disini. Ah, setelah menyelesaikan ini semua, bawa saja pasien ke kamar VVIP yang sudah disediakan oleh keluarganya. Biarkan dia satu ruangan dengan istrinya yang masih pingsan." Setelah berkata demikian, dokter muda yang tak lain adalah Refald keluar dari ruang operasi dengan senyum mengembang.

__ADS_1


Suami Fey itu sengaja memakai identitas palsu dengan nama dokter spesialis bedah jantung Rafl Bader asal Jerman untuk menutupi identitas aslinya dan menyembunyikan kekuatannya agar tak terlalu mencurigakan. Ini hanya formalitas yang harus Refald lakukan di dunia ini supaya sang raja dedemit itu juga tak melanggar aturan kekuatannya.


Secara medis, Leo mungkin takkan bisa terselamatkan, tapi bagi Refald, tidak ada yang tidak mungkin untuknya. Operasi Leo berjalan lancar tanpa mengalami kendala karena ditangani langsung oleh Refald. Suami Fey itu langsung menghilang dari ruang operasi setelah memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Ia juga menyabotase cctv agar tak ada yang tahu siapa dia sesungguhnya.


"Halo Paman," ujar Refald saat ia ada diatas atap gedung rumah sakit sambil mengamati keadaan sekitar. "Leo baik-baik saja sekarang, Paman tidak usah cemas. Ia akan pulih dengan cepat. Jangan buat onar lagi di Jerman. Aku sudah menangkap dalang dari apa yang menimpa Leo. Akan ku kirim mereka padamu secepatnya. Terserah mau Paman apakan orang-orang ini," ujar Refald pada Byon melalui sambungan telepon.


"Terimakasih Refald, kau selalu bisa diandalkan. Bawa orang-orang itu kehadapanku dan jangan sampai ada yang tahu termasuk Leo sendiri," jawab Byon dari seberang sana.


"Baik, Paman. Tak perlu berterimakasih padaku. Aku juga merasa bersalah pada Leo karena membuatnya datang kemari. Ini sudah tugasku. Aku akan memeriksa kondisi Shena. Ia terlalu shock atas apa yang menimpa suaminya."


"Tolong jaga mereka Refald, aku dan bibimu akan menyusul kesana begitu urusanku disini selesai."


"Baik, Paman. Sampai jumpa lagi." Refald menutup sambungan teleponnya dan pergi menuju ruangan Shena.


Saat Refald masuk, sudah ada Laura dan Roy didalam setia menunggui Shena dengan cemas. Istri Leo itu terlihat pucat dan belum sadarkan diri. Karena masih memakai masker dan identitas palsu, baik Laura ataupun Roy tak mengenali Refald begitu si biksu Tong mendekati adik iparnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


****


__ADS_2