Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 162 Leo love Shena


__ADS_3

Orang yang datang di saat genting seperti ini siapa lagi kalau bukan suami nggak ada akhlak Shena, yaitu Leopard Bay Pyordova. Tak hanya datang tiba-tiba dengan menggunakan pasukan helikopter, senapan yang ditembakkan Leo untuk melumpuhkan Agne adalah senapan Holland & Holland Royal Deluxe, sebuah senapan mahal yang menjadi incaran para kolektor dengan harga hampir menembus 3M.


Sebuah harga yang bisa digunakan untuk membeli hunian mewah daripada digunakan hanya untuk membeli senjata. Namun, bukan Leo namanya kalau kedatangannya tidak membuat heboh musuh-musuhnya. Apalagi, sebagai anak sultan tentu apa yang melekat ditubuhnya bukanlah barang murahan.


"Sudah kuduga, dipa pasti bakal datang dan selalu saja seperti itu," gumam Shena. Iapun melirik pengawal yang berdiri dihadapannya. "Apa kalian yang mendatangkan suamiku?" cetus Shena.


"Tidak Nyonya, yang bisa kami hubungi adalah tuan besar Byon. Justru kami kesulitan menghubungi tuan muda Leo," terang pengawal itu.


"Kalau bukan kau, pasti Leo meminta bantuan sepupunya untuk melacak keberadaannku, ah bukan ... Ponselku sengaja aku tinggal di rumah Leo supaya ia tak bisa melacakku. Pasti kalianlah yang dilacak Leo."


Dugaan Shena memang tepat. Begitu Leo keluar dari dapur ibunya, ia memang mengumpulkan seluruh anak buahnya dan mendata mereka semua. Perkiraan Leo tepat, ada sejumlah pengawal yang absen dilapangan saat ia mengumpulkan seluruh anak buahnya. Dari situ Leo langsungnya tahu, kemana perginya para pengawal-pengawalnya dan apa saja yang dilakukan pengawal itu. Ternyata, para pengawal yang absen itu adalah pengawal kepercayaan Biyanca yang diikirim khusus untuk menjaga dan melindungi Shena dalam keadaan apapun.


Tak perlu menunggu waktu lama, Leo langsung memesan banyak helikopter dan beberapa pasukan big bossnya untuk pergi ke lokasi tempat Shena dan para pengawalnya berada. Sebab, informasi terakhir yang didapat Leo, tempat itu sedang di huni oleh sekelompok terooris buronan yang sedang di cari oleh kepolisian dunia di bawah naungan PBB langsung. Artinya, Shena tak sengaja masuk ke kandang macan yang tidak ia ketahui sebelumnya.


"Kau bersenang-senang sendirian tanpaku, Sayang. Tunggu kedatanganku!" gumam Leo sambil masuk ke dalam helikopter sambil membawa senapan mahalnya.


Dan sekarang, disinilah Leo. Ia turun dengan gaya kerennya begitu helikopter yang ia tumpangi berada tepat diatas gedung vila mewah yang baru saja di beli oleh Agne. Sayangnya, vila mewah ini telah berubah menjadi ladang peperangan yang dipenuhi dengan banjir darah dimana-mana.


Begitu Leo turun dan menginjakkan kakinya diatas lantai. Ia mengangkat senapannya dan menembaki satu persatu semua orang yang ada di tempat ini dengan brutal tanpa pandang bulu dan hanya menyisakan Agne seorang. Ulat bulu itu hanya bisa menelan salivanya ketika Leo dengan kalap menghabisi satu persatu orang-orangnya dengan senjata paling mematikan itu.


Melihat wajah shock Agne, Shena mendekati wanita itu dari balik punggungnya sambil berbisik, "Apa ku bilang, belum ada 30 menit, suamiku sudah mengirim teman-temanmu pergi tamasya ke alam baka. Bersiap-siaplah, karena sebentar lagi, kau akan mendapat giliran. Nanti titip salam ke mbak Susana, ya? Aku suka semua film-filmnya." Shena tertawa sinis menikmati wajah pucat Agne.


Wanita itu berbalik badan menatap Shena dan hendak mengomelinya. Namun, belum juga ia buka suara, sebuah senapan Holland Royal Deluxe menempel erat dikepala Agne. Siapa lagi yang berani menempelkan senjata berharga hunian mewah itu kalau bukan Leo.


"Berani buka suara sepatah kata saja, maka aku pastikan kepalamu bakal meledak di detik ini juga!" Nada suara Leo yang biasanya menggoda, kini terdengar menakutkan di telinga Agne.

__ADS_1


Agne sendiri sudah tidak bisa berkutik lagi. Dalam hitungan detik, keadaan yang tadinya sempat ia kira dia yang menang, kini sudah berbalik lagi ke Shena.


"Halo Sayang," sapa Leo. "Bagaimana kabarmu? Apa kau senang karena aku datang tepat waktu?" tanya Leo pada Shena.


"Aku tahu kau akan datang, makanya aku tenang. Kenapa kau lama sekali? Terlambat sedetik saja, aku mungkin tak bisa melihatmu lagi," ujar Shena.


"Maafkan aku, Sayang. Tadi pilot itu membawa helikopter ke arah yang salah karena baru saja direkrut menjadi pilot. Makanya aku sedikit terlambat. Sini, kemarilah! Kau tak ingin memeluk suamimu?" Leo merentangkan satu tangannya sementara tangannya yang lain masih menodongkan senjata apinya di kepala Agne.


Shena berlari kepelukan Leo sambil melirik tajam mata Agne. Ia tersenyum mengejek wajah pucat pasi ulat bulu itu karena semua yang Shena katakan pada Agne itu benar. Suaminya Leo, takkan pernah berpaling dan mengkhianati kesucian cinta mereka meskipun ada 1000 Agne sekalipun.


"Kau tidak apa-apa, Sayang? Apa ... ada yang terluka?" tanya Leo penuh perhatian.


"Ehm, aku tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak terluka. Anakmu juga baik-baik saja. Jangan khawatir." Shena tersenyum menatap Leo. Ia sengaja pamer kemesraan di depan Agne.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menghukummu dengan cintaku setelah aku selesai membereskan ulat bulu ini!"


"Tentu saja, itu julukan khusus untuk wanita rendahan seperti dia!" Leo menekan pelatuk senapannya seolah benar-benar mau menembak kepala Agne. Tentu Agne langsung terkejut seolah jantungnya mau meledak.


"Mau kau apakan si ulat bulu ini? Apa dia mau kau jadikan makanan Leopard?" tanya Shena semakin mengintimidasi Agne.


"Leopard tak suka makanan rendahan model begini, Sayang. Ia punya selera tinggi. Menurutmu, ulat bulu ini enaknya diapakan?" Leo menatap mesra Shena.


"Aku tertarik dengan kuda yang dulu pernah kunaiki sewaktu kita berada di Perancis dulu. Bisa kau belikan kuda itu untukku? Aku ingin mantel kuda itu terbuat dari kulit wanita yang kau sebut 'ulat bulu' ini." Mata Shena menatap lurus wajah Agne yang menganga mendengar pembicaraan sadis nan eksotis antara Leo dan Shena. Pasangan sejoli nggak ada akhlak ini memang jago sekali menjatuhkan mental musuhnya.


"Siap tuan putri Shena, Pangeranmu ini akan mengabulkan apapun yang kau inginkan. Bisa cium aku dulu? Aku sangat merindukanmu, aku pikir kau benar-benar marah padaku. Aku hampir gila karena semalaman kau tak mau tidur denganku." Leo memasang wajah sok sedih.

__ADS_1


"Menciummu? Didepannya?" Shena menunjuk wajah Agne.


"Ehm." Leo mengangguk. "Kenapa? Kau keberatan?" tanya Leo masih dengan senyumnya yang menawan.


"Bukan begitu ... bagaimana kalau dia jadi semakin iri padaku karena menciummu?"


"Mudah saja, aku akan bawa dia ke kandang buaya supaya ulat bulu itu berciuman dengan buaya itu."


Tawa Shena langsung meledak mendengar kata-kata suaminya. Dengan cepat, Shenapun menuruti permintaan Leo untuk mencium mesra suaminya tepat di depan mata Agne tanpa rasa malu sedikitpun.


"Sudah," ujar Shena sambil memeluk Leo.


"Kok cuma sebentar?" Protes Leo. "Lagi!" pinta Leo.


Shena tak kuasa menolak keinginan suaminya. Iapun mencium mesra suaminya lagi dan kali ini agak sedikit lama.


BERSAMBUNG


***


Terimakasih untuk ka @kutubuku karena udah beli novel Leo season 1. Udah dipeluk belum bukunya? Hehe .. becanda kak ....


Seperti yang aku janjikan sebelumnya, buat yang beli Leo untuk 5 orang pertama, aku kasih bonus 5k poin di gcku. Kalau yang lokasi Jatim dan dekat dengan tempatku sekarang, aku agak makan-makan ... hehe ...


Terimakasih juga buat ka Ariju ari yang selalu ngasih hadiah hati dan terus mendukung semua karyaku. baik Leo ataupun Refald dan Rey. love you ka ..

__ADS_1


Dan untuk semuanya yang tak bisa aku sebutkan satu persatu namanya, aku juga ucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua karena selama aku berkarya, kalian terus mendukung semua karyaku. Terimakasih banyak ya all ... aku sayang kalian dan jangan bosan untuk menunggu kisah Leo dan Shena serta Rey dan Rhea. Karena akhir bulan, kemungkinan 2 kisah ini akan tamat dan diganti dengan novel baru.


Terus semangatin aku, ya ... dan kalau misal ada yang mau beli Leo, bisa PC aku .... love you all


__ADS_2