Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 173 Ada apa dengan Leo


__ADS_3

Shena terkejut mendengar suara kakak iparnya yang tiba-tiba muncul entah darimana. Sayangnya, Shena masih belum bisa bicara karena rasa mualnya masih ada. Ia ingin segera bertemu Refald untuk menanyakan keberadaan suaminya. Siapa tahu, kakak iparnya ini tahu hal yang tidak ia ketahui terutama soal keberadaan Leo sekarang dan apa yang terjadi padanya.


Ternyata hal serupa juga dirasakan Biyanca. Sebelum Shena bertanya, ibu mertua Shena itu telah menanyakan hal yang ingin ditanyakan Shena.


"Apa yang membawamu kemari, Refald? Di mana Fey? Kenapa kau datang sendirian?" tanya Biyanca yang sedang memapah Shena untuk duduk disebuah kursi setelah ia mengalami morning sickness tadi.


"Ada di rumah, Bi. Nanti malam, seluruh keluargaku termasuk ayah dan ibu akan kemari. Kalau istriku, ia sedang menyiapkan segala hal yang kuperlukan untuk kontesku malam nanti," jawab Refald.


Sepertinya, si raja dedemit itu memang benar-benar serius ingin bersaing dengan Leo di turnamen yang diikuti Leo. Bahkan sampai detik ini, Shena tidak tahu apa motif kakak iparnya memilih menjadi rival suaminya. Untuk apa dan apa tujuannya, Shena sungguh tidak tahu.


"Bagaimana keadaanmu Shena?" Refald beralih menatap istri adiknya. Pelayan suruhan Biyanca bawakan air lemon untuk mengurangi rasa mual Shena.


"Lebih baik, Kak? Oh iya ... apa Kakak tahu di mana Leo? Sejak pagi tadi, aku tak melihatnya dimana-mana," tanya Shena dengan lemas. Ia bersandar di salah satu kursi panjang.


"Itulah yang ingin aku katakan padamu. Leo sedang ada urusan, tapi aku tak bisa menjelaskan urusan apa yang sedang ia kerjakan. Ia ingin aku menyampaikan padamu supaya kau tak perlu mencemaskannya dan berharap supaya kau datang tepat waktu di acara kontesnya nanti. Dia akan menemuimu di sana." Refald menatap wajah sendu Shena yang langsung diam seribu bahasa.


Setelah menyampaikan pesan Leo yang sama sekali tak dimengerti oleh Shena, Refald pamit undur diri dengan meninggalkan sejuta pertanyaan di hati Shena. Namun anehnya, baik ayah ataupun ibu Leo alias mertua Shena, sama sekali tak terlihat cemas dengan raibnya Leo. Sebaliknya, mereka berdua malah santai habis seperti tak ada yang perlu dikhawatirkan.


Sudah hal biasa bagi Byon dan Biyanca jika putra satu-satunya itu keluar untuk melakukan sesuatu dan merahasiakan apa yang ia kerjakan diluar sana. Sebab, jika urusan Leo sudah selesai pasti ayah dan ibu Leo akan segera diberitahu. Bahkan bisa jadi, mertua Shena itu sudah tahu mengingat banyaknya mata-mata yang menjadi kaki tangan mereka dan siap melaporkan apa saja yang terjadi disekitar mereka terutama kalau ada hubungannya dengan keluarga Pyordova. Itulah sebabnya mertua Shena santuy meski Leo tiba-tiba menghilang.

__ADS_1


Namun, tidak demikian dengan Shena. Kejadian semalam masih mengusik hati fana pikirannya seolah ada hal besar telah terjadi. Hanya saja, ia tidak tahu apa itu. Shena cuma bisa berharap bahwa yang dikatakan Leo itu benar, ia akan datang di kontes finalnya dalam keadaan selamat.


"Ada apa denganmu, Leo." Shena menatap lurus taman yang ada dipekarangan rumahnya.


Bunga-bunga di halaman rumah Shena kebetulan sedang mekar sehingga tampaklah indah bila dipandang mata. Sayangnya, hati Shena sedang risau, jadi seindah apapun bunga di taman itu, terap terlihat suram.


****


Kembali ke saat Leo diam-diam pergi meninggalkan Shena yang terlelap dipagi buta. Ia langsung mengambil kunci mobil dan menyalakan mobilnya lalu melesat pergi menuju rumah kediaman Refald dan Fey tinggal sekarang. Syukurlah lokasinya tak terlalu jauh dari lokasi rumah Shena sehingga tak perlu memakan waktu lama untuk bisa sampai ke sana..


"Anak buahku yang ku kirim, beberapa diantara mereka menghilang tiba-tiba. Sebagian lagi kusuruh pergi menjauh dari tempat ini, karena mereka bilang, ada yang terus mengejar-ngejar mereka. Apa yang terjadi, Kak? Benarkah yang kau katakan itu?" tanya Leo begitu ia tiba di rumah Refald.


"Itu benar, salah satu alasanku mengikuti kontes ini karena ayah memintaku menyelidiki kasus ini. Mereka sangat rapi, dan juga cerdik. Tak ada yang tahu kalau hal keji yang mereka lakukan sudah terjadi di desa terpencil begini. Dan para korbannya adalah orang-orang yang bermasalah. Kemungkinan besar beberapa anak buahmu itu ... sudah ...."


"Leo ... maaf ... aku terlambat menyelamatkan anak buahmu. Aku tidak tahu kalau mereka tiba-tiba saja datang menyerang sekelompok preman kampung itu. Aku tak melihat mereka dipikiranku."


"Itu salahku. Akulah yang memanggil mereka karena aku terpancing emosi. Salah satu preman itu mencoba menggoda Shena. Hampir saja aku menghajar mereka semua jika saja Shena tak mencegahku. Sebagai gantinya, aku meminta anak buahku yang membereskan mereka. Aku tidak menyangka kalau ternyata ... mereka ...."


"Ada dua orang yang hilang saat aku datang, sepertinya, mereka sudah dibunuh jauh sebelum aku tiba, makanya aku tak bisa ... mendengar pikiran anak buahmu lagi." ekspresi Refald terlihat menyesal karena ia tak menyadari dari awal kalau ada anak buah Leo diantara orang-orang yang ia datangi di kedai malam tadi tepat disaat Leo dan Shena meninggalkan kedai dan pulang kerumahnya.

__ADS_1


Leo memejamkan mata sambil mencoba menahan amarah yang serasa ingin meledak. Tangannya mengepal sangat kuat karena ternyata ia berhadapan dengan musuh sekelas Kenzo. Jika ini terus dibiarkan, bisa-bisa semua penduduk di desa ini akan mati dengan cara yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, dan Leo tak tahu bagaimana cara memberitahu Shena soal keadaan desanya. Leo kembali membuka mata dan mencari informasi tentang musuhnya yang sudah berani melenyapkan dua anak buah kepercayaannya melalui pengetahuan Refald.


Sebagai gengster kelas kakap, Leo tak bisa tinggal diam begitu saja. Ia harus membuat perhitungan pada orang yang berani melenyapkan orang-orang Leo, bagaimanapun caranya.


"Musuh yang sedang kita hadapi ini adalah kelompok sindikat perdagangan manusia ilegal dan menjadi buronan kepolisian Amerika. Sebab, beberapa kali mereka bisa meloloskan diri dan mengelabuhi pasukan ayahku saat mereka hendak ditangkap. Mungkin kau sudah dengar berita truk trailer yang ditemukan di Texas. Semuanya berisi manusia yang hendak diperdagangkan. Beberapa diantaranya tewas dan 17 lainnya kritis."


"Apa itu ulah mereka juga?" tanya Leo.


"Sepertinya begitu, dan hari ini ... mereka mengirim truk lagi menuju pelabuhan. Tugas kita sekarang adalah menangkap orang-orang itu. Para polisi yang bertugas semalam tidak ada kabar alias menghilang. Kemungkinan besar, mereka telah menjadi bagian dari penghuni truknya. Aku sudah menyelidiki ini semua dan baru kali ini mereka beraksi. Aku akan mengurus kecoak-kecoak itu dan kau urus jenazah yang ada didalamnya. Ah satu lagi ... wajahmu tidak boleh terlihat atau kau akan didiskualifikasi dari kontes malam nanti. Kecuali kalau kau ingin aku menang mutlak dengan mudah tanpa harus bersaing denganmu!" Refald tertawa sini dan Leo langsung membalasnya dengan kilatan mata elang yang menakutkan.


"Aku tidak akan kalah darimu!" sengal Leo.


"Terserah! Pakai topeng hitam itu!" Refald melempari Leo sebuah topeng hitam mirip topeng Batman.


"Kau ingin aku pakai ini?" mata Leo melotot melihat Refald.


"Sesekali, gengster sepertimu perlu berubah menjadi Batman!" seru Refald masih sambil tertawa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


****


Kisah Yeon pasti ada nanti ... ditunggu saja ya ... love you all ...


__ADS_2