Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 190


__ADS_3

Shena masih bingung kenapa suaminya mendadak mengajaknya pergi ke Jepang. Setiap kali ia meminta penjelasan, jawaban Leo selalu saja sama. Begitupula saat keduanya tiba di rumah. Suasananya terlihat sepi dan hanya tinggal Yeon dan pengasuhnya saja, serta beberapa pengawal setia yang selalu berjaga-jaga. Tidak ada siapapun di sini. Keadaan aneh ini jadi semakin membuat Shena tidak mengerti, apa yang terjadi sebenarnya.


“Leo, bukankah malam ini kita ada janji makan bersama dengan kak Refald dan kak Fey?” tanya Shena memulai pembicaraan lagi.


“Dibatalkan, kita akan makan malam dengan mereka di Jepang,” jawab Leo masih sambil menggandeng erat tangan Shena.


“Jepang? Kenapa tiba-tiba begitu?”


“Kakak ipar lahir di Jepang Sayang. Ada hal yang harus mereka lakukan di sana, makanya makan malamnya di batalkan dan sebagai gantinya, kita akan makan malam bersama mereka di sana, di rumah kakak ipar. Dan kebetulan aku punya kejutan juga untukmu, karena itu malam ini kita harus segera berangkat ke Jepang,” terang Leo.


“Kau tidak punya cita-cita memberikan bocoran sedikit tentang kejutan itu?" rayu Shena.


“Tidak, cita-citaku adalah membawamu pergi ke surga dunia terindah yang pernah ada dalam dunia ini, kalau bisa sih setiap hari.” Leo tersenyum melihat wajah manyun Shena karena kata-kata sok puitisnya barusan.


Dasar tukang gombal! Batin Shena, tapi entah kenaap ia suka mendengar kata-kata aneh bin nyeleneh suaminya itu.


Leo mendekat ke arah wanita yang tidak lain adalah pengasuh putranya. “Dimana Yeon?” tanya Leo pada pengasuh Yeon yang langsung menyambut kedatangan Leo dan Shena.


“Sudah tidur Tuan muda,” jawab pengasuh itu.


“Siapkan barang-narang Yeon, kita akan terbang ke Jepang malam ini,” ujar Leo lagi.


“Baik, Tuan.” Pengasuh itu menundukkan kepalanya saat Leo dan Shena melintasinya.


“Sayang, jelaskan padaku dulu,” ujar Shena pada suaminya yang sedang bersiap-siap saat keduanya ada di dalam kamar. “Apa telah terjadi sesuatu yang tidak kutahu? Di luar sana ada orang yang sengaja kau sesatkan dan kita tidak tahu apakah orang itu hidup atau mati sekarang. Bukannya menunggu mereka datang dulu, kau malah mengajakku berangkat ke Jepang? Tidakkah itu keterlaluan?”

__ADS_1


Leo berhenti berkemas dan berjalan mendekati Shena. “Sayang, ini bukan soal mereka. Orang-orang seperti mereka patut diberi pelajaran, mereka berdua adalah pasangan yang tidak mau hidup kekurangan dan minta enak saja. Mereka akan menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan uang agar mereka bisa berfoya-foya.”


“Apa maksudmu? Memang kau kenal siapa mereka?”


“Aku tidak kenal, tapi tidak sulit untuk mencari informasi seluk beluk tentang mereka berdua.” Leo duduk diatas kasur dan memangku tubuh Shena diatasnya. “Dulu, sebelum aku bertemu denganmu, akupun sama seperti mereka. Sama sekali tak menghargai hidup dan suka sekali bersenang-senang, aku tak pernah memikirkan persaan orang lain yang penting aku senang. Aku … harus mendapatkan apa yang aku inginkan dengan segala cara. Termasuk saat memaksamu menjadi kekasihku.


“Namun, ketika aku bersamamu … pandangan hidupku mulai berubah. Hidup ini tidak mudah dan kita harus menghargai apa yang kita punya. Aku belajar banyak darimu, Sayang. Kau istri seorang sultan, tapi kau tak mau menunjukkan pada dunia bahwa kau bukanlah orang biasa, sebaliknya kau malah ingin menjadi kaum sudra dan sudah banyak membantu orang-orang yang membutuhkan bantuanmu.


“Dibandingkan batman, spiderman, atau ironman, kaulah pahlawan sebenarnya, Sayang. Dan mengenai pasangan suami istri itu, kau jangan khawatir. Anak buahku sudah mengawasi mereka. Aku harus memberi pelajaran sedikit pada orang-orang yang tidak mau bersyukur atas apa yang mereka miliki. Di dunia ini banyak sekali orang-orang sepertiku yang hanya haus akan harta dan tahta, tapi bagiku ... kaulah segalanya.


"Harta dan tahta yang kupunya, sama sekali tak berarti jika tanpamu disisiku. Tujuanku menyesatkan pasangan suami istri itu adalah agar mereka mengerti, bahwa untuk mencapai apa yang diinginkan itu tidak bisa dengan cara instan seperti yang ssdang mereka lakukan sekarang, mereka harus berkorban dan berjuang. Dengan begitu, mereka pasti akan berpikir ulang jika ingin menajdi sombong.” Leo tersenyum menatap mulut Shena yang menganga lebar saat mendengar dirinya bicara panjang kali lebar, kali tinggi sehingga membentuk bangun ruang yang tak terhingga luasnya.


Ciuman maut Leo daratkan di bibir Shena yang terbuka dan langsung menghisap-hisap lembut bibir ranum itu secara bergantian. Leo merebahkan tubuh istrinya diatas kasur sambil terus menciuminya.


“Aku hanya terkejut, dan juga … tidak menyangka, suamiku yang sekarang … benar-benar luar biasa. Kau … sudah bukan Leo yang kekanak-kanakan lagi. kau sudah mirip kak Refald.”


“Aku sudah punya istri, dan sebentar lagi punya dua anak. Tentu aku harus lebih dewasa agar istri dan anak-anakku nanti kagum dan juga bangga padaku. Aku bisa jadi seperti sekarang, berkat kau Sayang. Terimakasih sudah hadir dihidupku dan menjadi belahan jiwaku, kau adalah istri dan ibu terbaik yang aku miliki di dunia fana ini, dan aku sangat sangat sangat mencintai …” belum sempat Leo melanjutkan kalimatnya, Shena langsung mencium mesra suaminya saking senangnya Shena bersuamikan seorang Leopard Bay Pyordova.


“Aku mencintaimu, Suamiku. Terimaksih karena dulu kau sudah memaksaku menjadi kekasihmu, jika tidak … mungkin aku tidak akan sebahagia ini.”


Leo tertawa mendengar ucapan Shena. Ia menatap lurus wajah istrinya yang memang benar-benar terlihat bahagia. “Sekarang kau berterimaksih, tapi dulu kau mengumpatiku habis-habisan, bahkan seluruh nama kebun binatang kau umpatkan padaku semua.” Leo menikmati wajah terkejut Shena.


“Bagaimana kau bisa tahu? Aku tak pernah mengumpatimu secara langsung, aku hanya mengatakannya dalam hati.” Entah sadar atau tidak, Shena mengakui perbuatannya.


“Wah, jadi kau benar-benar mengumpatiku, hm?” Leo menggigit bibirnya sendiri pura-pura kesal.

__ADS_1


“Aduh, gawat!” gumam Shena, ia mulai merasakan aura mencurigakan dalam diri Leo. “Tidak, maksudku, aku … tidak mengumpatimu, waktu itu aku kesal, kan aku belum jatuh cinta padamu? dan kau dulu itu menyebalkan sekali, benar nggak sih?” Shena mulai menggeliat menjauh dari Leo karena suaminya sudah menatapnya dengan kilatan tatapan mata menakutkan.


“Ohh, menyebalkan, ya? Karena itukah kau mengumpatiku dalam hati? Oke, kalau begitu bagaimana jika si pria menyebalkan ini minta kompensasi!”


“Hah? Kompensasi apaan? Aku kan tidak melakukan apa-apa?” tanya Shena.


“Kau tahu Sayang, aku terluka loh, saat kau mengumpatiku, padahal aku seperti itu kan karena sayang banget sama kamu. Tapi kenapa kau tidak peka?”


“Ya … karena kau dulu itu memang menyebalkan sekali, tapi itukan dulu, sekarang sudah nggak lagi. Sekarang aku sudah cinta mati sama suamiku.” Shena mencoba tersenyum agar Leo tidak marah.


“Oh iya? Kalau begitu buktikan!” Leo semakin mendekatkan wajahnya diatas wajah Shena, sedangkan tangannya mulai nakal melingkar diperut rata istrinya.


“Buktikan, apa?” Shena ingin menghindar tapi ia tidak bisa.


“Kita main bulan tertusuk ilalang dulu sebelum berangkat!”


“A …


“Aku tidak suka ditolak!” Leo memotong kata-kata Shena dan tangannya mulai beraksi melucuti pakaian istrinya dengan cepat. Adegan bulan tertusuk ilalang pun tak bisa terelakkan. Keduanya bergumul mesra dibawah selimut diiringi suara binatang malam yang seakan ikut bergembira ria merasakan aura cinta yang bergelora dalam diri Shena dan Leo.


Dasar si bengek Leo, meskipun sudah berubah, sifat nggak ada akhlaknya tetap saja ada, batin Shena.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2