Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 165


__ADS_3

Biyanca merasa iba atas apa yang sedang dialami Agne saat ini. Sebab Agne yang terkenal dengan sebutan 'madam Agne' adalah wanita yang berasal dari kalangan elit dan disegani oleh pecinta fashion terkenal di seluruh Asia. Gayanya yang stylish habis, seksi dan juga bohai aduhai, tak hanya membuat kaum adam saja yang tak berkedip bila melihatnya, tetapi kaum hawapun juga iri karena ingin punya body sempurna seperti Agne.


Makanya, Biyanca benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa Agne jadi terlihat menyedihkan begini sekarang. Hampir saja Biyanca tadi tidak mengenali Agne. Keadaannya sama sekali tak mencerminkan seorang Agne.


Sejujurnya, kejadian yang menimpa Agne sangat aneh dan sulit sekali dipercaya. seorang Agne harus berpenampilan layaknya gelandangan yang sedang dikejar-kejar satpol PP. Kondisinya begitu mengenaskan seperti bukan Agne saja. Wanita malang ini, terpaksa Biyanca bawa masuk ke dalam mobil Byon dan membawanya pergi dari sini.


"Siapa dia, Bii?" tanya Byon saat tahu istrinya membawa orang asing masuk ke dalam mobilnya.


"Dia kenalanku. Kau dan aku sering menghadiri acara fashion shownya. Kau ingat?"


"Tidak, banyak sekali fashion show yang sudah kita datangi. Mana mungkin aku ingat satu persatu orang-orang yang kau temui. Ada apa dengannya? Kenapa dia ...." Byon melirik sebentar Agne yang sudah masuk ke dalam mobilnya sementara dirinya dan Biyanca masih berada diluar mobil.


"Ayo kita masuk dulu, biar dia sendiri yang menjelaskan." Ajak Biyanca pada suaminya. Dia sendiri juga tidak tahu apa yang menyebabkan Agne yang kece badai ini berubah jadi mengenaskan begini.


Mobil Byon melaju kencang melanjutkan perjalanan menuju tempat putra dan menantunya berada. Agne sendiri juga tidak sadar bahwa ia telah salah masuk kandang. Agne mungkin mengira sudah berhasil lolos dari cengkeraman Leo dan Shena dengan mendapat perlindungan dari Byon dan Biyanca tanpa ia tahu bahwa kedua orang besar ini adalah orangtua dari gengster nggak ada akhlak Leo. Pasangan mertua yang amat sangat mencintai dan menyayangi Shena melebihi putranya sendiri.


"Katakan pada kami apa yang terjadi padamu, Agne?" tanya Biyanca saat mereka semua sedang dalam perjalanan.


Sebelum menjawab pertanyaan Biyanca, Agne memasang wajah sedih sesedih mungkin agar Biyanca dan Byon yang ia kenal sebagai keluarga bangsawan Jerman langganan fashionnya, terus merasa iba padanya. Ia ingin meyakinkan Biyanca bahwa dirinya adalah korban.


"Aku ... tidak tahu harus mulai dari mana nyonya Biyanca," ujar Agne mulai buka suara yang dibuat terdengar semelas mungkin.

__ADS_1


"Katakan saja apa yang terjadi padamu? Bagaimana kau bisa ada di sini sehingga kau berakhir menyedihkan begitu. Jujur, kau itu seperti bukan Agne saja. Bahkan gelandangan sungguhan tidak semengenaskan dirimu!" Mulut Biyanca langsung los dol tanpa rem.


Awalnya Agne agak tersinggung karena Biyanca membandingkannya dengan gelandangan sungguhan. Kesannya ia jauh lebih buruk daripada gelandangan asli. Namun, memang bukan salah Biyanca jika ia beranggapan begitu. Penampilannya kali ini sungguh seperti bukan diri seorang 'madam Agne'. Pakaian kotor, rambut awut-awutan, tidak pakai alas kaki dan muka hancur berantakan. Secantik dan sekaya apapun Agne, orang akan beranggapan dirinya pengemis sungguhan jika penampilannya seperti ini.


"Aku dan teman-temanku datang kemari untuk mengadakan pesta di vila yang baru saja kubeli, Nyonya. Tiba-tiba, datang seorang wanita dan mengacaukan semuanya. Ia membawa beberapa pengawal dan memporak-porandakan pestaku. Bahkan sebagian teman-temanku dibikin babak belur olehnya."


"Tunggu-tunggu!" Biyanca menyela penjelasan Agne. "Wanita? Siapa? Kau punya musuh? Untuk apa ia memporak-porandakan pestamu? Apa masalahmu dengannya?" tanya Biyanca bingung.


"Wanita itu mengira aku menggoda suaminya, anda tahu sendiri kan Nyonya, bukan salahku jika banyak pria yang tergoda akan pesonaku." Agne sengaja memutarbalikkan fakta untuk membela dirinya sendiri dengan menuduh Shena yang tidak lain adalah menantu kesayangan Biyanca sebagai pihak yang bersalah.


"Oh iya? Apa suaminya memang tergoda olehmu?" Pertanyaan Biyanca tandas dan ngena banget sehingga membuat Agne kesulitan menjawab.


"Ehm, kurang lebih seperti itu ...." ujar Agne lirih. Ada keraguan dari jawaban yang Agne berikan.


"Lalu apa yang wanita itu lakukan padamu sampai kau jadi seperti ini?" tanya Biyanca penuh selidik.


Soalnya, menurut Biyanca, keterangan Agne agak sedikit mencurigakan dan tidak jelas. Seorang Agne yang terkenal tak terkalahkan dengan segala hal keglamoran ia punya, jadi hancur berantakan seperti ini hanya karena seorang wanita yang menuduhnya menggoda suaminya. Setahu Biyanca, tak ada yang berani cari gara-gara dengan Agne.


Sangat aneh bin ajaib kalau tiba-tiba saja Agne kalah telak dari wanita yang tidak tahu seperti apa asal-usulnya. Dengan kata lain, wanita yang mengacau di pesta Agne, pasti bukanlah wanita biasa.


"Terjadi hal yang tak bisa kugambarkan detailnya, Nyonya. Karena terlalu sadis dan mengerikan untuk diceritakan. Sungguh aku tidak ingin mengingat kejadian itu," kilah Agne karena tak mungkin ia menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya. Karena bagaimanapun juga, Agne lah yang salah.

__ADS_1


Tidak mungkin ada api kalau tidak ada yang menyulutnya. Begitu juga dengan apa yang dilakukan Shena. Tak mungkin ia datangi mengacau pesta Agne kalau saja si ulat bulu ini tak mengusik ketenangan rumah tangganya dengan Leo.


"Apa maksudmu? Katakan dengan jelas!" desak Biyanca.


Mau tidak mau, Agne pun harus buka suara dan memutar otak mengarang cerita agar dirinya terlihat sebagi korban dalam kejadian ini. "Semua temanku tewas tertembak dan aku berhasil meloloskan diri," ujar Agne. "Salah satu temanku yang masih hidup, rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkanku dengan melemparkan bom asap pada wanita itu dan para komplotannya." Agne sengaja tak menceritakan Leo ikut andil dalam baku tembak yang terjadi divilanya sehingga menewaskan seluruh teman-temanya yang notabennya adalah seorang buronan teroriis yang banyak dicari oleh seluruh kesatuan polisi didunia.


Mobil yang dikendarai Byon mendadak berhenti karena suami Biyanca itu menginjak rem secara tiba-tiba tanpa peringatan terlebih dulu saat mendengar kata bom asap. Pria paruh baya itu mulai menyadari sesuatu yang aneh pada cerita yang di beritahukan Agne padanya dan Biyanca. Sontak Byon menoleh ke arah Biyanca yang ternyata memiliki pemikiran sama seperti apa yang dipikirkan Byon sekarang. Keduanya saling beradu pandang dalam diam seolah memendam amarah yang begitu besar.


Sementara Agne kepalanya terbentur kabin akibat rem dadakan Byon sehingga mobilnya seketika berhenti begitu saja.


"Auch," erang Agne karena kepalanya lumayan sakit akibat benturan keras tadi. "Tuan Byon, apa yang terjadi? Kenapa mendadak berhenti?" tanya Agne sambil mengusap-usap kepalanya.


"Hai, Agne? Ada yang ingin aku tanyakan padamu?" ujar Byon tanpa menoleh pada Agne. Tangannya mengepal kuat memegang kendali setir mobil begitu pula dengan Biyanca yang meremass-remaas genggaman tangannya sendiri.


"Ada apa, Tuan?" tanya Agne.


Entah mengapa Agne merasakan ada aura menakutkan terpancar dari dalam tubuh Byon dan Biyanca. Perasaan Agne saat ini, sungguh tidak enak.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2