Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 56 Selamat


__ADS_3

Dengan sabar dan penuh perhatian, Leo menunggu Shena kembali tenang. Ia terus memeluk tubuh Shena dengan segenap cinta yang ia punya. Leo sungguh menyayangi Shena lebih dari dari apapun. Mana mungkin ia mati begitu mudah dan meninggalkan wanita yang ia cintai ini hidup dan membesarkan putranya sendirian. Leo tidak aka membiarkan hal itu terjadi. Ia akan terus berjuang agar tetap hidup dan selalu menjaga Shena serta putranya yang belum lahir ini dengan baik tak peduli seberapa kuat musuh mencoba menyerangnya dan terus menjatuhkannya. Leo akan menjadi semakin lebih kuat lagi untuk menghadapi mereka semua.


Setelah beberapa saat, isak tangis Shena mulai reda. Gadis itu bisa mengontol emosinya kembali apalagi pelukan Leo benar-benar membuatnya merasa nyaman dan juga bahagia. Shena baru sadar bahwa pakaian yang dikenakan Leo dipenuhi dengan darah. Seketika Shena melepaskan pelukannya dan kembali menjadi panik tatkala disekujur tubuh Leo penuh darah dimana-mana. Shena meraba-rapa tubuh suaminya itu karena khawatir Leo terluka.


“Apa yang terjadi padamu, Leo? Apa kau terluka?” tanya Shena penuh cemas.


“Aku baik-baik saja, Sayang. Aku tidak terluka, ini bukan darahku. Aku membasmi musuh dan bertukar pakaian dengan mereka untuk menyamarkan diri agar tidak mudah tertangkap. Aku langsung datang kemari begitu melihatmu turun dari pesawat dengan wajah pucat seperti mayat hidup itu tanpa sempat membersihkan diri. Aku pikir kau perlu melihtaku dulu supaya tidak pingsan, makanya aku menunggumu disini.” Leo berusaha menjelaskan agar Shena tidak panik lagi.


“Aku pikir kau benar-benar meninggalkanku! Aku bahkan merencanakan bunuh diri jika kau benar-benar tiada. Apalah arti hidupku tanpamu disisiku, Leo.” Shena kembali memeluk suaminya tak peduli tubuhnya ikutan kotor karena terkena noda darah dari pakaian suaminya.


“Jangan bicara seperti itu, Sayang. Kau harus tetap hidup demi buah hati kita. Lagian aku sudah janji padamu kalau aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Sekarang aku sudah disini, aku juga sudah menepati janjiku, harusnya kau senang. Ayo kita pergi dari sini dan membersihkan diri. Aku akan memandikanmu. Kau berantakan sekali!” Leo mencium kening Shena dengan mesra lalu mengajaknya pergi keruangan yang memang sudah disiapkan khusus untuk Leo dan Shena.


“Kau juga lebih berantakan dariku.”


Leo tertawa sambil terus menatap Shena. “Mau aku gendong?” tanya Leo menawarkan jasa dan Shenapun menjawab dengan anggukan senang.


Dengan dikawal seluruh pasukan gabungan Leo dan anggota keluarganya yang lain, Leo menggendog pelan tubuh istrinya dan membawanya pergi meninggalkan bandara. Sepanjang perjalanan Shena dan Leo tak pernah berhenti saling memandang. Mereka berdua terus menatap satu sama lain.


“Kenapa kau terus menatapku seperti itu?” tanya Shena yang masih berada dalam gendongan suaminya.


“Karena aku mencintaimu,” jawab Leo cepat dan terus menatap Shena.


“Kenapa kau mencintaiku?” tanya Shena lagi.


“Tidak tahu, ehm ... pokoknya aku sangat mencintaimu. Aku tidak butuh alasan kenapa aku mencintaimu. Hidupku ... hanya untuk mencintaimu seorang, Sayang.”

__ADS_1


“Dasar playboy!” ujar Shena sambil tersenyum senang.


“Kau harus mendapat hukuman karena sudah berani menuduh suamimu playboy.”


“Kata-kata yang kau ucapkan itu biasa dikatakan oleh seorang playboy, Leo. Aku yakin kau juga pernah mengatakan hal itu pada wanita yang kau dekati dulu.”


“Tidak Shena, aku tidak pernah mengatakan cinta pada wanita manapun selain padamu meskipun dulu aku suka gonta ganti pasangan. Mereka memang selalu mengatakan cinta padaku tapi aku hanya membalasnya dengan senyuman karena aku tidak pernah mencintai mereka semua. Dan aku bukan playboy lagi sekarang, aku suamimu yang hanya setia padamu sekaligus ayah dari anakku, oke!” Leo menatap tajam mata istrinya yang juga masih menatapnya.


Shena hanya tersenyum melihat Leo tidak terima kalau dirinya menuduh Leo sebagai playboy. “Oke, aku percaya padamu suamiku Leo.” Shena memberi kecupan lembut dipipi Leo supaya suaminya itu tidak sewot lagi. “Sekarang, jelaskan padaku? Bagaimana kau bisa sampai lebih dulu dari aku? Apa yang terjadi? Dimana polisi itu dan semua pasukan pengawal Paman Dilagara?”


Leo tak langsung menjawab semua petanyaan Shena yang dilontarkan padanya. Kini keduanya sudah sampai di depan sebuah pintu yang sepertinya itu adalah kamar khusus yang disediakan untuk Shena dan Leo. Leo berhenti di depan pintu dan berbalik arah menatap semua pengawal yang sejak tadi mengikutinya sambil masih menggendong tubuh istrinya.


“Selama aku belum keluar dari kamar ini, jangan pernah ada yang menggangguku. Jangan biarkan siapapun masuk kemari sekalipun itu adalah keluargaku sendiri kecuali jika aku yang memintanya menemuiku. Handle semua panggilan untukku, tidak ada yang boleh menggangguku selama aku bersama dengan Shena. Kalian mengerti?” perintah Leo.


“Siap, tuan muda Leo!” ujar pemimpin pengawal yang mengawal Leo.


Sesampainya di dalam kamar, Leo meletakkan tubuh Shena di sebuah sofa panjang sambil berkata, “Tunggu disini, Sayang. Aku akan menyiapkan air untukmu.” Leo bangun berdiri dan melepas pakaiannya di depan Shena.


“Bagaimana dengan pakaian ganti kita?” tanya Shena bingung.


“Selama kau bersamaku, tak perlu menggunakan pakaian ganti dulu Sayang. Setelah kita selesai, kau baru boleh ganti pakaian,” seringai nakal mulai terpancar di wajah Leo. Ia pun terus menanggalkan satu persatu pakaiannya hingga tersisa pakaian dalam saja.


“Apa maksudmu dengan kata selesai? Selesai apanya?”


Leo tak segera menjawab pertanyaan Shena. Ia malah masuk ke dalam kamar mandi dan menyiapkan air hangat di dalam bak mandi. Setelah itu, Leo keluar lagi dan kembali ke tempat Shena berada.

__ADS_1


Leo menundukkan kepalanya tepat diatas kepala Shena sambil merentangkan kedua tangannya mengurung Shena, lalu Leo berkata, “Maksudku adalah ... selesai melakukan ritual mengunjungi Leo junior kita. Ayo! Sambil menunggu airnya penuh, kita lakukan sekarang juga.” Leo memamerkan giginya yang rata sambil mengedipkan sebelah mata pada Shena.


“Hah!” Shena hanya melongo saja menatap wajah nakal Leo yang sepertinya tidak main-main dengan ucapannya.


Tidak ada yang bisa Shena lakukan selain menuruti apapun yang diinginkan suami nggak ada akhlaknya ini. Sebab, ia sangat tahu kalau Leo sangat tidak suka ditolak, kalaupun Shena berusaha keras menolak, Leo tetap bisa memaksanya menuruti apapun keinginannya.


Selama satu jam lebih keduanya berkutit di dalam kamar mandi. Saling memadu kasih, dan menyalurkan seluruh hasrat birahi mereka masing-masing. Desahan-desahan manja Shena terdengar merdu ditelinga Leo sehingga membuat suami Shena itu semakin bergairah untuk segera menuntaskan ritualnya.


Begitu keduanya selesai mengalami pelepasan, mereka langsung membersihkan diri bersama. Dengan telaten dan penuh perhatian, Leo membantu membasuh seluruh tubuh Shena dengan tangan lembutnya,membilasnya dengan bersih lalu memakaikan handuk pada istrinya, barulah Leo membersihkan dirinya sendiri.


Keduanya keluar dari kamar mandi dengan keadaan fresh diiringi senyum mengembang yang terpancar cerah di wajah dua sejoli itu. Leo membuka lemari dan ternyata didalamnya sudah ada pakaian yang memang disedikaan untuk keduanya. Masih tanpa suara, Leo membuka handuk Shena dan membantu memakaikan pakaian baru untuk istrinya.


“Kau masih belum menjawab pertanyanku , Leo. jelaskan padaku apa yang terjadi?” tanya Shena lagi sambil menatap Leo yang terus saja sibuk mengurusi dirinya.


“Dengarkan aku baik-baik Sayang. Aku bisa ada disini bersamamu, itu semua berkat kak Refald.” Leo mendudukkan Shena dimeja rias dan meminta Shena untuk berdandan secantik mungkin.


“Lalu?” tanya Shena dan Leo hanya membalas pertanyaan Shena dengan senyuman.


Tunggu episode berikutnya ya ...hehe ....


BERSAMBUNG


***


Episode beriktnya adalah flashback kisah Leo saat Refald nyelametin adiknya. Sekedar mengingatkan, kalau ada Refald pasti genrenya jadi melenceng ke arah fantasi action. Semoga suka ya.

__ADS_1



Leo kalau lagi sewot hehe ...


__ADS_2