
Wajah para pejabat kota itu benar-benar berubah jadi merah padam antara malu dan juga geram mendengar apa yang dikatakan paman Leo padanya. Mereka semua tahu bahwa utusan penting dari negeri Paman Sam itu tidak pernah main-main dengan ucapannya terlebih lagi ia adalah orang berpengaruh di negara Adi Kuasa itu. Menentangnya, sama saja dengan cari mati.
Tidak ada yang bisa pejabat kota itu lakukan selain menuruti apa yang Kolonel Dilagara katakan. Sebab kalau tidak, seluruh keluarganya akan mengalami kehancuran total yang tidak akan pernah bisa dibayangkan olehnya.
“Kolonel,” ujar wali kota itu mencoba membujuk paman Leo agar mengubah keputusannya. Pria tua itu menyatukan kedua tangannya di depan ayah Refald sambil memohon. “Maafkan atas kelancangan saya karena telah berani meremehkan keponakan anda, Sir. Saya sungguh tidak tau bahwa anak muda ini ... ehm, maksud saya ... tuan muda Leo adalah putra dari adik ipar anda. Seandainya saya tahu ....”
“Kau akan berlutut dikakinya layaknya penjilat sejati yang suka cari muka pada orang-orang besar seperti keluargaku dan keluarga Pyordova? Begitu?” paman Leo langsung memotong kata-kata wali kota itu.
“Bukan begitu, Sir ....”
“Kau manusia paling rendah yang pernah aku temui di negara ini, pak wali kota.” Lagi-lagi ucapan pejabat kota itu dipotong oleh paman Leo. “Tidak menuntut kemungkinan orang-orang sepertimu juga berkeliaran disekitarmu. Untuk itu, keputusanku sudah bulat dan tidak akan pernah aku ubah lagi. Tempat ini adalah tanah kelahiranku. Aku tidak ingin wilayah tempatku dilahirkan dipimpin manusia sepertimu. Jangan berdebat denganku lagi dan lakukan apa yang aku katakan tadi.
“Kau beruntung kerena masih kubiarkan hidup.” ayah Refald itupun pergi meninggalkan wali kota yang terbujur kaku setelah mendengar ucapannya. “Leo ... dan kau Shena, ikutlah denganku. Ada sesuatu hal yang ingin aku katakan pada kalian berdua.” ayah Refald beralih menatap Leo dan Shena bergantian lalu berjalan tegap menuju ke suatu ruangan tertutup yang dijaga ketat oleh beberapa penjaga bersenjata lengkap. Siapapun dilarang memasuki ruangan itu kecuali atas izin dari ayah Refald.
“Ada apa, Paman? Kak Refald juga memintaku datang kemari agar bisa bertemu dengan Paman,” ujar Leo begitu ia dan Shena sudah berada diruangan tertutup pamannya.
Ayah Refald itu duduk di kursi kebesarannya. Shena mengamati sekeliling tempat ini dan ia menyimpulkan bahwa tempat ini sangat mirip dengan ruang kerja ayah mertuanya. Ada banyak sekali rak-rak buku disekitar ruangan ini. Semuanya tersusun rapi berdasarkan jenis dan tahun buku itu diterbitkan.
Dilihat dari dekorasinya, sepertinya selera paman Leo dan ayah mertuanya ini sama, yaitu bernuansa klasik modern dan didominasi oleh warna coklat terang. Ada meja kerja besar lengkap dengan fitur perlengkapan kerja dan replika bumi berbentuk globe dipojok kiri meja.
“Duduklah."
Leo dan Shena dipersilahkan duduk di kursi tamu yang sudah tersedia. Tentu saja kursi itu bukan kursi biasa karena berasa sangat empuk dan nyaman. Jarang ada orang yang punya kursi klasik seperti ini. Keluarga Leo benar-benar sultan semua.
__ADS_1
“Kau dan Shena sedang dalam bahaya besar, itulah yang dikatakan Refald padaku. Saat ini dia tidak bisa datang kemari karena kau tahu sendiri istrinya sebentar lagi akan melahirkan. Refald harus siap siaga disamping Fey. Aku datang kemari, untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang buruk terjadi pada kalian berdua sekaligus mengemban tugas yang diberikan pusat padaku,”terang paman Leo.
“Apa ayahku tahu soal ini, Paman? Dan kalau boleh tahu, tugas apa yang paman emban sekarang?” tanya Leo.
“Ayahmu tahu semuanya, ia pun sedang mencari-cari keberadaan geng kapak yang sedang mengincar nyawamu. Sampai detik ini, seluruh anak buah Byon yang dikirim sebagai intel selalu hilang tanpa jejak. Kelompok itu benar-benar terampil dalam bersembunyi dan melenyapkan mata-mata. Aku mendapat laporan bahwa beberapa anggotanya ada dikota ini, tugasku adalah menangkap mereka sekaligus mengawalmu meninggalkan tempat ini dengan selamat.”
Paman Leo bangun dan berjalan mendekat ke arah Leo yang duduk disamping Shena. “Pergilah ke bandara pribadi kita, disana sudah ada pasukanku dan juga pasukanmu yang sudah siap mengawal keberangkatan kalian. Begitu kami semua berhasil menyingkirkan geng kapak itu, kau dan Shena harus datang ke acara pernikahan Zaya. Byon dan Refald sudah menyiapkan semuanya.”
“Bagaimana dengan Paman sendiri? Apa Paman akan datang?”
“Kita lihat saja nanti, aku tidak tahu bagaimana akhir dari peperangan ini. Refald juga tidak memberitahu apa-apa. Cepat pergilah, lebih cepat lebih baik!”
“Terimakasih Paman,” ujar Leo dan Shena bersamaan.
“Sama-sama, Leo ... jaga Shena baik-baik. Jangan biarkan istrimu terluka.” Ayah Refald memberi pesan pada Leo dari adik iparnya, Byon.
Semua orang yang ada dipesta tadi masih asyik menikmati pesta. Mereka hanya memandang heran kepergian Leo dan Shena yang dikawal ketat oleh pasukan pamannya sendiri. Sedangkan para pejabat kota yang sempat bersitegang dengan Ayah Refald juga sudah tidak lagi berani menampakkan batang hidungnya. Entah pergi kemana mereka semua.
Leo dan rombongannya sedang berada di lift menuju lantai dasar. Di bawah sana sudah ada mobil khusus yang disediakan untuk mengawal kepergian Leo dan Shena. Namun hal tak terduga tiba-tiba saja terjadi.
Begitu pintu lift terbuka, sebuah tembakan yang entah darimana datangnya langsung memberondong pengawal yang berdiri di depan Leo dan Shena tanpa ampun. Mereka tumbang seketika. Para pengawal Leo yang lain, langsung sigap mengambil posisi dan membalas semua tembakan itu secara membabi buta. Untungnya, pengawal bawahan ayah Refald yang mamang sudah terlatih menghadapi situasi genting dalam bentuk apapun berhasil mengalahkan semua musuh-musuh mereka yang tadi sempat menembak rekannya. Salah satu pengawal itu melaporkan apa yang terjadi pada atasannya supaya segera mengirimkan bantuan.
Sedangkan Leo sendiri begerak cepat menutupi tubuh Shena dengan tubuhnya serta melindungi Shena dengan memeluknya agar istrinya itu tidak melihat apa yang terjadi dihadapannya. Awalnya, Shena memang dilanda shock karena tiba-tiba saja, dirinya dan Leo diserang seperti itu. Meski tidak mengenainya, bau darah dari pengawal Leo yang tertembak mulai berceceran dimana-mana. Shena gemetar ketakutan dan Leo terus menenangkannya.
__ADS_1
“Jangan takut Sayang, ada aku disini. Tutuplah matamu, jangan melihat apapun. Anggap saja kau hanya melihat adegan film action.” Leo terus membelai rambut Shena dalam dekapannya. Ia mengamati area sekitar dan bersiap siaga.
“Tuan muda Leo, cepat keluar dari situ! Kita harus segera pergi dari sini!” teriak salah satu pengawal sambil menembak musuh mereka yang bersembunyi di belakang mobil.
Dor! Dor! Dor!
Suara bising tembakan terdengar dimana-mana. Leopun mengambil senjata api milik pengawal yang telah gugur demi melindunginya dan Shena. Kejadian ini bukanlah pertama kali Leo alami, jadi ia harus berusaha kuat dan tenang dalam menghadapi situasi seperti ini. Prioritas utamanya adalah Shena, jadi mau tidak mau Leo harus mengesampingkan hal yang lain demi keselamatan istrinya.
“Ayo Sayang, tetaplah didekatku walau apapun yang terjadi.” Leo memberi ciuman manis di bibir Shena yang gemetar agar istrinya merasa tenang. “Tutup mata dan telingamu, anggap saja sedang syuting film action, oke!”
“Tapi tadi kau bilang, kita hanya melihat film action? Kenapa sekarang berubah jadi kita yang syuting film actionnya?”
“Karena nyawa kita yang diincar, Sayang. Kau ingat kencan kita saat di dalam mobil waktu itu? Kali ini pun sama. Kau hanya cukup percaya padaku. Kali ini akupun juga tidak akan kalah. Jangan jauh-jauh dariku, ya. Dan hati-hati dengan Leo junior kita.” Leo mengecup kening Shena sebelum keduanya bersiap pergi dari tempat ini.
BERSAMBUNG
***
Maaf upnya telat
Sekedar informasi, Shena akan melahirkan di tempat Leo dulu dilahirkan. Dimana itu? Tunggu aja nanti ... sekarang amsuk adegan seru dulu ya ... sampai adegan Zaya menikah dengan Sanha. Setelah itu, Shena memutuskan melahirkan ditempat dulu Leo dilahirkan.
Bagi yang belum tahu siapa itu Zaya, bisa baca novelku yang lain judulnya “Be My Lover (Terjebak Cinta Artis)” hanya di noveltoon.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian semua ... love you all