
Kristin langsung menatap tajam Leo. Sejak tadi, kata-kata Leo benar-benar menyakitkan hati dan jiwanya. Entah suami Shena itu punya dendam apa dengan Kristin sampai-sampai kata-kata pedas yang keluar dari mulut gangster itu selalu menyakitkan telinganya. Padahal, Kristin sama sekali tak mengenal siapa Leo sebelumnya, tapi kenapa Leo malah bersikap kejam padanya. Sudah jatuh tertimpa tangga, ketiban pohon kelapa pula, itulah ungkapan yang pas untuk apa yang dialami Kristin sekarang.
“Berhenti memanggilku dengan wanita jalaang! Dasar kau berengsek!” teriak Kristin penuh emosi!”
Dor!
Leo langsung menembakkan pelurunya ke lantai tepat di depan tempat Kristin terduduk lunglai. Seketika jantung wanita itu berhenti berdetak saking kagetnya saat mendengar suara tembakan yang keluar dari pistol Leo.
“Berani mengataiku sekali lagi, maka kepalamu yang akan meledak!” ancam Leo dengan tatapan matanya yang menakutkan. “Kau mudah sekali tertipu dengan OB seperti laki-laki ini. Bahkan kau memujanya baai dewa. Kau terlalu memandang rendah orang dengan hanay melihatnya sebelah mata. Huh, apa bedanya kau dengan wanita jalaang yang ada dipinggir jalan. Kau hany tergiur dengan harta tanpa peduli siapa suamimu sebenarnya. Kasihan sekali kau!”
“Aku tidak punya urusan denganmu! Kenapa kau terus saja mengataiku dengan mulut pedasmu? Memangnya apa yang aku lakukan padamu, ha?” Kristin tetap tidak terima dirinya dihina dan dicaci maki oleh seorang pria seperti Leo.
“Kau memang tidak punya urusan denganku, tapi akulah yang punya urusan denganmu! Kau membuat wajah istriku terlihat kesal dan badmood begitu, ditambah lagi … gara-gara suamimu, anakku menangis keras di sini. Aku tidak bisa tinggal diam begitu saja. Beraninya kau menganggap remeh istri dan kakak iparku hanya karena mereka berpenampilan sederhana. Padahal, kau itu jauh lebih mengerikan! Asal kau tahu, kakak iparku adalah ratu dalam hidup kakakku, dan istriku, adalah permasuriku. Aku takkan pernah rela, orang sepertimu berani merendahkannya.
“Tidakkah ada yang memberitahumu kalau kau itu kampungan dan norak banget? Atasan pink dan bawahan kuning? Memangnya kau itu anak usia 5 tahun yang mau pentas seni apa? Kalau kau tak mengerti fashion, sebaiknya tak usah keluar rumah dan sok berbelanja barang branded, aku yakin kau sendiri tak tahu manakah barang branded asli atau palsu, yang penting berharga mahal. Huh, dasar ******!” Leo menghina Kristin habis-habisan sampai ke akar-akarnya hingga wanita itu menangis tersedu-sedu.
Bukan karena kata-kata Leo yang pedasnya sudah melebihi kapasitas maksimal, tapi karena ia harus meratapi nasibnya yang selalu sial. Kenapa hidupnya kok gini amat, ya … dulu sewaktu kecil, Kristin sudah dibuat patah hati akut karena cinta pertamanya tak pernah terbalas. Dan kini, saat ia sudah beranjak dewasa, dirinya malah tertipu mentah-entah oleh pria yang ternyata profesinya hanyalah seorang OB.
Sedangkan Shena, hanya menganga mendengar suaminya ternyata memiliki mulut yang tajamnya melebihi tajamnya silet. “Benar kata pepatah, mulutmu harimaumu, Leo adalah seorang Leopard, makanya mulutnya bisa tajem begitu,” gumam Shena pada dirinya sendiri dan Fey yang berdiri didekat Shena langsung tertawa.
__ADS_1
“Sayang ….” Seru Fabio jangan dengarkan kata-kata orang ini, percayalah padaku. Mereka hanya dendam padaku makanya mereka membuat sandiwara ini. Percayalah padaku Sayang, aku punya banyak uang.” Dalam kesakitan, Fabio masih sempat-sempatnya membual. Ia masih belum sadar juga. Uang yang ia gelapkan sudah diambil alih kembali oleh Refald.
“Huh, kau bodoh atau pura-pura bodoh?” ledek Kristin setelah mendengar seruan suaminya. “Kau itu sudah tidak punya apa-apa lagi sekarang, dan kau ingin aku percaya padamu?” mata Kristin melotot menatap wajah pria yang pernah singgah dihatinya. Belum juga Fabio buka suara tiba-tia ia dikejutkan dengan suara teriakan seseorang.
“Fabiooooo!” jerit seorang wanita dari balik punggung Kristin. Sontak semua orang langsung menoleh kearah sumber suara tersebut.
Mata Fabio melotot setelah mengenali wanita yang menjerit tadi, wanita tersebut berjalan cepat menghampiri Fabio dengan sepuluh tanduk terpasang dikepala wanita tersebut saking emosinya.
“Dia … siapa?” tanya Fey pada Refald.
“Siapa lagi, sang madu sudah datang, kita akan melihat adegan drama ikan terbang gratisan ini dengan judul, ‘Madu Cinta’,” ujar Refald menertawai ucapannya sendiri.
“Entahlah, aku asal jeplak saja,” jawab Refald sambil menempelkan keningnya di kening Fey.
Sepertinya, semua orang sudah bisa menebak apa yang bakal terjadi setelah melihat kedatangan seorang wanita yang tidak lain adalah istri sah Fabio yang lain. Suasana semakin tegang tatkala kemarahan sang istri terlihat meluap-luap.
“Dasar suami bajiingan kau! Jadi ini yang selama ini kau lakukan, ha? Aku mati-matian banting tulang, mengurus rumah dan membesarkan anakmu seorang diri, tapi di sini kau malah enak-enakan berfoya-foya dengan wanita jalaang, itu? teganya kau melakukan ini padaku, aku membuang masa mudaku yang berharga hanya untuk menjadi istri dari orang yang tak berguna sepertimu! Enyahlah kau dari muka bumi ini! aku tak butuh suami sepertimu yang kerjaannya hanya merayu wanita kaya!” wanita itu terus memukuli suaminya dengan sandal yang ia pakai. Fabio hanya bisa berteriak dan mengerang kesakitan karena darah akibat luka tembaknya tak berhenti keluar.
Tak ada yang melerai perkelahian suami istri itu, bahkan Kristin juga sama sekali tak peduli. Semua orang disini hanya diam dan melihat adegan miris akibat ulah dari suami yang tak bisa setia pada sang istri. Yang namanya selingkuh itu enaknya hanya sesaat, selebihnya rasa TBC akan terus menerus menyerang hati dan jiwa orang yang berani mengkhianati cintanya sendiri.
__ADS_1
Wanita yang terlihat masih muda itu baru berhenti memukuli suaminya setelah Fabio pingsan karena kehilangan banyak darah. Namun, bukannya iba … wanita tersebut malah pergi begitu saja setelah mengucapkan kata perceraian.
“Mulai sekarang, kau bukan suamiku lagi, aku sudah mengurus perceraian kita dan dalam waktu dekat, kita akan bertemu lagi di ruang sidang sebagai orang lain. Hak asuh anak akan jatuh ketanganku. Selamat tinggal!” ujar wanita itu dan langsung berlalu pergi begitu saja membiarkan suaminya yang sudah tak berdaya.
“Segera bawa pria itu kerumah sakit terdekat, awasi dia hingga ia pulih kembali. Setelah itu, bawa dia ke rumah eksekusi,” perintah Leopard pada anak buahnya setelah adegan drama ikan terbang itu berakhir tragis.
“Baik Tun muda,” ujar pengawal Leo dan langsung mengangkat tubuh Fabio yang pingsan untuk segera dibawa kerumah sakit terdekat.
Leo datang menghampiri Shea yang sedang menggendong Yeon. “Bagaimana kondisi putra kita, Sayang?” tanya Leo. Ia mengamati wajah putranya yang tertidur lelap dalam gendongan Shena.
“Dia baik-baik saja, mungkin tadi ia hanya kaget saja,” jawab Shena. “Mau kau apakan orang itu? Kenapa kau meminta anak buahmu membawanya ke ruang eksekusi?” Shena sangat penasaran.
“Apalagii? Aku harus mencongkel matanya karena ia telah berani mengedipkan matanya padamu!”
“Hah? Kau serius?” Shena agak shock mendengar ucapan Leo.
“Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, Sayang. Dan aku … tidak pernah menarik kembali kata-kata yang sudah aku ucapkan!” Leo merangkul bahu Shena dan mengajaknya pergi dari sini.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***