
Performa Refald dan Leo sama-sama memukau penonton dengan penampilan super keren mereka di atas panggung. Tak hanya itu, para juri juga bingung untuk menentukan manakah yang pantas menjadi pemenang diantara Refald dan Leo. Sebab, keduanya sama-sama tampil sempurna dan membuat takjub semua orang dengan performa dan ciri khas mereka masing-masing.
Lama juga juri berdiskusi sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menentukan pemenang lomba kontes ini. Setelah melalui berbagai banyak pertimbangan, maka juri memutuskan bahwa pemenang kontes ini adalah Refald alias suami Fey si raja dedemit yang tak lain adalah kakak Leo sendiri.
Tentu saja semua orang bertepuk tangan meriah untuk Refald yang telah berhasil mengalahkan performa adiknya sendiri. Sedangkan Leo, iapun tak berkecil hati. Malahan dia ikut bertepuk tangan atas kemenangan kakaknya tanpa ada rasa marah.
"Kau ... tidak apa-apa?" tanya Shena yang sedikit heran karena Leo bersikap biasa-biasa saja.
Tadinya, Shena mengira kalau Leo bakal marah dan emosi, bahkan Shena takut jika Leo tidak bisa menerima kekalahannya. Namun sepertinya, apa yang dikhawatirkan Shena ternyata sia-sia saja. Leo terlihat santai habis dan ekspresi wajahnya menunjukkan kalau ia turut senang juga atas kemenangan kakaknya.
"Tidak apa-apa, Sayang. Ini pengecualian." Leo tertawa sumringah sambil memeluk erat bahu Shena. Bahkan Leo ikut membuat sambutan kecil atas kemenangan Refald. Benar-benar pertandingan yang sportif.
Setelah menyampaikan sepatah dia patah kata, Leo kembali ke tempat Shena dan langsung memeluknya.
"Kau sangat hebat suamiku. Bagiku ... kau tetap jadi juara dihatiku. Kau yang nomer satu."
"Aku tahu." Leo mencium mesra kening Shena. "Memang kudu wajib cuma aku Yanga ada di hatimu, selamanya."
Tepuk tangan para audiens semakin meriah ketika Refald naik kembali ke atas panggung untuk menerima hadiah dan juga piala penghargaan atas kemenangan suami Fey dalam mengikuti kontes ini. Namun Refald mengatakan hal tak terduga yang membuat Leo dan Shena langsung terkejut dan tak percaya. Bagaimana tidak, Refald ingin menyerahkan semua hadiah yang ia dapat bukan pada istri tercintanya, melainkan pada Shena sebagai hadiah kehamilan kedua Shena.
"Ini untukmu, Shena! Selamat atas kehamilan keduamu," seru Refald dari atas panggung. Seluruh audience langsung terdiam seakan ikut terkejut seperti Shena dan Leo. "Aku dan Fey tak bisa datang di acara pestamu karena sesuatu hal yang tak bisa kujelaskan. Dan sebagai ganti itu semua, aku memutuskan untuk mengikuti kontes ini. Jika aku menang, maka hadiahnya akan aku serahkan semuanya padamu. Itu semua ide dari istriku. Jadi, baik aku ataupun Leo yang menang, hadiah ini tetap jadi milikmu. Selamat untuk kalian berdua." Refald menuruni panggung dan benar-benar menyerahkan hadiah itu untuk Shena. Suara tepuk tangan penonton semakin terdengar meriah melihat keharmonisan kedua keluarga besar itu.
Istri Leo langsung menangis saking terharunya. Ia tak kuasa menahan rasa bahagianya sehingga hampir saja melompat-lompat kegirangan. Shena hendak memeluk Refald tapi Leo menarik tubuh Shena ke belakang dan dialah yang dipeluk Shena, bukannya Refald.
__ADS_1
"Kau tidak boleh memeluk pria manapun selain aku meskipun pria itu adalah kakakmu sendiri. Kau mengerti Sayang."
"Dasar posesif!" gumam Refald.
Tak ada sahutan karena rasa terharu Shena masih menyelimuti hatinya. Shena menenggelamkan diri dipelukan erat suaminya.
"Baiklah, tugas malam ini sudah selesai. Honey, kau harus menepati janjimu karena aku sudah menepati janjiku. Sekarang, giliranmu." Tanpa permisi, Refald langsung menggandeng tangan Fey keluar ruangan diiringi pandangan mata semua orang yang melihat kagum kearah Refald dan Fey. Tak ada yang bisa dilakukan istri Refald itu selain mengikuti kemanapun Refald membawanya walau ia ingin sekali berbicara dengan Shena.
"Kenapa kau tak biarkan aku bicara dulu pada Shena?" Protes Fey dalam genggaman tangan Refald.
"Kau masih punya banyak waktu untuk bicara dengan adikmu besok. Sekarang, kau milikku. Kau harus penuhi janjimu padaku." Refald terus membawa Fey pergi meninggalkan semuanya tanpa mau menoleh lagi ke belakang.
"Kak Refald mau bawa kakak ipar kemana?" tanya Shena pada Leo sambil mengamati kepergian kakak iparnya.
"Oey Sitaramaraju!" teriak Refald dengan lantang sebelum ia pergi. "Habiskan malam syahdumu dengan wanita yang kau cintai! Besok kita harus segera beraksi!" Selesai bicara begitu, Refald dan Fey langsung menghilang dari balik pintu.
"Siapa Sitaju?" Tanya Shena heran bahkan ia kesulitan mengeja nama yang barusan dipanggil Refald.
"Entahlah, darimana si biksu Tong mendapat nama nyeleneh bin ajaib begitu?" jawab Leo kesal karena kakak iparnya memanggilnya begitu.
"Apa yang akan kau lakukan dengan kakak ipar, besok? Beraksi apanya?" tanya Shena.
"Nanti aku jelaskan di rumah Sayang. Tidak enak bicara di tempat ini."
__ADS_1
****
Shena sangat terkejut setelah mendengar penjelasan dari suaminya. Baru kali ini Leo dan Refald kesulitan mencari pemimpin sindikat perdagangan manusia ilegal yang terjadi di desanya. Ia bahkan tidak pernah menyangka kalau desa kelahirannya telah dijadikan sarang penyamun kelas kakap yang jadi buronan dunia.
"Apa ... orang-orang yang hilang di desa ini beberapa terakhir ada hubungannya dengan para sindikat ini, Leo?" tanya Shena antara shock dan takut. Saat ini, keduanya sudah ada didalam kamar stelah menyelesaikan ritual bulan tertusuk ilalang.
"Bisa jadi, Sayang. Maaf aku tak bisa menemuimu setelah aku berhasil menumpas sebagian anak buah mereka. Sebab, aku tak ingin kau melihatku dalam keadaan buruk seperti tadi." Leo menatap wajah Shena yang ada dalam dekapannya.
"Lalu apa yang kau lakukan dirumah sakit itu?" tanya Shena.
"Mengurus kepulangan jenazah anak buahku. Aku tak bisa mengendalikan emosiku saat melihat keluarga yang ditinggalkan. Aku benar-benar tak bisa membiarkan para sindikat ini hidup tenang atas apa yang sudah mereka lakukan. Mereka semua harus mendapat hukuman yang setimpal." nada suara Leo terdengar menakutkan seolah ada rasa amarah besar yang terpendam di dadanya.
Shena tak bisa berkata apa-apa dan langsung mengerti bagaimana perasaan Leo sekarang ini. Walau Leo terlihat kejam dan sadis, tapi hatinya sangat baik. Terutama pada orang-orang terdekatnya.
"Maaf karena aku tak bisa menemanimu saat kau sedang bersedih," ujar Shena lirih.
"Tidak apa-apa, Sayang. Justru aku tidak ingin kau terhanyut dalam emosi karena kau sedang dalam keadaan hamil muda. Aku tak ingin kau kenapa-napa. Sebisa mungkin aku menjaga dan melindungimu sampai hati H persalinanmu. Jangan pernah minta maaf padaku, Sayang." Leo mengecup mesra kening Shena
"Apa rencanamu sekarang? Bagaimana menangkap para penjahat itu?"
"Pertama, bereskan dulu tikus-tikus yang bisa menghambat aksiku dan Refald besok." Mata Leo kembali menajam saat memanggil kata 'tikus'.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***