Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 103 Ternyata ...


__ADS_3

Vita yang menyadari kalau Dody membuat ulah jadi kesal. “Apa yang kau lakukan? Kau mengacaukan videonya?” bentak Vita pada musuh bebuyutannya ini.


“Mengacaukan apa? Aku hanya mengikuti gerakanmu, kau melenggak-lenggok seperti bebek, jadi aku ikutin saja gerakan itu,” kilah Dody membela diri. Ia sama sekali tidak merasa mengacaukan gerakan tariannya.


“Apa kau bilang? Bebek? Kau itu benar-benar menyebalkan seperti cacing kepanasan! Dasar bangkek kau!” umpat Vita saking kesalnya karena Dody mengacaukan video pertama mereka.


“Siapa yang kau sebut bangkek, ha?” Dody melotot. Ia tidak terima muka gantengnya disebut bangkek. Kalau dalam istilah jawa, kata ‘bangkek’ adalah plesetan dari kata ‘Bangkai’ .


“Kau!” Vita menunjuk muka Dody dengan jari telunjuknya. Ingin rasanya Dody melahap jari telunjuk mungil itu. “Kau itu pantas disebut bangkek yang suka bikin rusuh dimana-mana,” geram Vita. “Dasar kau ini!”


“Sudah-sudah, kalian jangan ribut-ribut lagi!” Shena mencoba menengahi Dody dan Vita supaya tidak bertengkar lagi. “Aku tidak tahu apa masalahmu dengan Vita, Dod. Tapi aku mohon seriuslah sedikit. Kita masih punya video kedua, aku tidak mau video kedua ini gagal lagi.” Shena beralih menatap Dody dengan tatapan tajam. “Kali ini, kau jangan bikin rusuh karena ini kesempatan terakhir kita. Video kedua ini terdiri dari Fitri, Dody dan suamiku Leo.” Shena melirik Leo yang sejak tadi hanya tertawa dipojokan. “Sampai kapan kau akan terus tertawa seperti itu, Leo? Cepatlah kemari, kau harus bersiap-siap untuk video kedua.”


“Sayang, aku tidak bisa menghentikan tawaku melihat Dody jadi lemah gemulai begitu? Bebek sungguhan saja kalah dengannya.” Komentar Leo langsung mendapat tatapan sisnis dari Vita dan Dody, hal itu membuat Leo berdeham keras agar ia tidak terawa lagi. Namun, entah kenapa, Leo masih saja tertawa jika mengingat bagaimana cara Dody menari.


Melihat hal itu, Shena jadi geram sendiri. Ia maju melangkah mendekati suaminya dan berdiri tepat dihadapannya. “Kau sudah janji padaku untuk memenangkan kompetisi ini. Video pertama kita sudah gagal total karena kau tertawa, kita hanya punya satu kesempatan lagi. Apa kau juga akan menggagalkannya?” tanya Shena pada Leo dengan tatapan mata sendu penuh harap.


Leo terdiam dan ia membalas tatapan mata wanita pujaan hatinya. Ia memegang kedua pipi Shena dan mengecup mesra keningnya. “Tidak, Sayang. Mana mungkin aku mengacaukan partandingan ini. Aku tahu kompetisi ini sangat penting untukmu. Akan aku pastikan, kalau aku bsia memenangkan seluruh pertandingan hanya demi dirimu.” Leo hendak mencium bibir Shena tapi ibu satu anak itu langsung menghentikan aksi Leo dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir Leo.


“Jangan disini, malu dengan mereka. Ada pak pelatih juga!” bisik Shena di telinga suaminya.


“Aku berani menciummu ditempat umum dan tidak memedulikan semua orang yang memandang aneh kita, tapi kenapa kau melarangkku menciummu di rumah kita sendiri?” protes Leo.


“Situasi dan kondisinya berbeda, suamiku Sayang. Ingat taruhan kita, oke. Kau harus buktikan ucapanmu kalau ingin mendapatkan 5 ronde. Dan aku tidak mau teman-temanku tahu kalau kita ini pasangan nggak ada akhlak!” Shena mulai membujuk Leo agar ia tidak protes lagi.


“Oke oke, demi 5 ronde aku serius kali ini. Ayo mulai rekam lagi, aku serius.” Leo akhirnya mengalah pada Shena untuk pertama kalinya. Biasanya, Leo tidak mau tahu dan langsung melakukan apa yang ia mau tanpa bisa dibantah, tapi kali ini, Leo sengaja menuruti kemauan Shena tanpa syarat.

__ADS_1


Meski video pertama telah gagal, syukulah divideo kedua semua berjalan jauh lebih baik dari video pertama. Baik Dody ataupun Fitri, menunjukkan aksi terbaik mereka, gerakan Leo juga tak kalah asyik dan lumayan keren juga. Alhasil, Video kedua inilah yang akan mereka kirim untuk syarat mengikuti kontes besok.


Latihan hari ini sudah berakhir. Semua teman-teman Shena pamit pulang dan mereka akan bertemu kembali di gedung pertandingan memanah dimana Leolah yang akan berperan penting dalam pertandingan itu mewakili tim istrinya sendiri.


***


“Katakan padaku, bagaimana bisa kau mengetahui semua yang terjadi padaku hari ini?” tanya Shena saat keduanya sudah ada ditempat tidur. Tanpa terasa, waktu sudah menujukkan pukul 21.00 malam. “Aku sangat yakin, kalau pengawalmu tidak bisa mendengar pembicaraanku dengan Aryani serta tantangan apa yang sudah aku buat dengannya.” Shena bertanya pada Leo saat keduanya bersiap untuk tidur. Untunglah Yeon sudah tertidur pulas malam ini sehingga Shena bisa leluasa berbicara dengan Leo.


“Sini, berbaringlah didekapanku,” ujar Leo tanpa mau mejawab pertanyaan Shena.


“Jawab dulu pertanyaanku,” protes Shena.


“Sini dulu, baru aku bisa jelaskan semuanya.”


“Tapi kau tidak akan menyerangku, kan?” Shena khawatir kalau Leo bakal mengajaknya main bulan tertusuk ilalang seperti yang baisa Leo lakukan. Entah kenapa malam ini Shena tidak ingin melakukannya.


Shena agak sedikit ragu, tapi ia turuti saja kemauan suaminya dan langsung berbaring didekapan Leo. “Sekarang katakan, bagaimana bisa kau tahu semuanya tentangku padahal kau tidak ada disini bersamaku?” tanya Shena sekali lagi.


“Ahhhh, sebentar Sayang. Biarkan aku merasakan hangatnya tubuhmu ini. Kenapa kau jadi kurus sekali, ha? Apa kau tidak bahagia bersamaku?” tanya Leo mengalihkan pembicaraan.


“Leo!” seru Shena sambil memukul pelan dada suaminya.


“Hehe, bercanda Sayang. Sudah kubilang aku sangat suka melihat wajah cemberutmu itu.”


“Aku benci padamu!” wajah Shena memang sudah terlihat cemberut akut. Ia benar-benar dongkol dengan Leo.

__ADS_1


“Aku mencintaimu!” Leo sengaja membuat Shena kesal padanya.


“Berhenti bicara yang bukan-bukan dan jelaskan saja padaku. Kau ini menyebalkan sekali!”


“Kau menggemaskan sekali!” Leo mencubit kedua pipi istrinya.


“Leo!” seru Shena kesal.


“Iya, Shena sayang ....” Leo terkekeh.


Shena sudah tidak bisa menghadapi sikap Leo yang sungguh menyebalkan ini. “Kau minta diapakan, ha?” geram Shena.


“Minta disayang.” Leo ingin tertawa tapi ia mencoba menahannya.


“Terserah, aku tidak mau bicara lagi denganmu!” Shena ngambek dan ia membalikkan badan membelakangi Leo.


Tanpa diduga, Leo melingkarkan tangannya diperut Shena dan memeluknya dengan denga erat. “Liontin itu,” bisik Leo mesra ditelinga Shena. “Kalung yang aku berikan padamu, didalamnya ada kamera tersembunyi. Dari situ aku tahu apapun yang kau lakukan selama aku tidak ada disisimu.” Akhirnya, Leo menjelaskan kenapa ia bisa tahu aktivitas istrinya.


“Apa?” Shena terkejut dan ia langsung bangun dari tidurnya. Ia memerhatikan kalung pemberian Leo. Dan benar saja, memang kemera kecil di balik liontin itu. “Jadi ... kalung ini ... kau mengintaiku melalui kalung ini?” mata Shena terbelalak melihat suaminya yang tersenyum simpul.


“Benar,” ujar Leo. “Aku hanya tidak ingin kau mengalami hal buruk selama aku tidak ada. Makanya aku memasang kamera itu. Dan ternyata dugaanku benar. Aku tidak bisa membiarkanmu menghadapi kesulitan sendiri tanpaku.”Leo memegang kalung liontin pemberiannya yang menggantung indah di leher Shena.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Video kedua Leo Sdh aku up di Ig ... simak aja ya ...



__ADS_2