Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 249 Anak Perempuan Kecil


__ADS_3

“Tidak apa-apa jika kau tak bisa mengingat apapun, Sayang. Asal kau mau bersamaku, itu saja sudah lebih dari cukup untukku. Aku tak menginginkan apapun lagi, kesehatanmu jauh lebih penting bagiku. Jangan menangis Shenaku Sayang. Sama sepertimu yang tak bisa melihatku bersedih, akupun sama. Jangan bersedih lagi dan kita jalani hari-hari kita seperti sebelumnya. Sampai kau benar-benar membaik, oke.” Leo membenamkan kepala Shena kedalam pelukannya dan langsung sukses membuat Shena tenang.


Ingatan Shena mungkin telah hilang, tapi perasaan cintanya pada Leo tak bisa pudar begitu saja. Entah seperti apa Shena dimasa lalu sehingga membuat Leo cinta mati padanya. Kali inipun, Shena akan terus mempertahankan suaminya supaya terus mencintainya meskipun ia telah kehilangan ingatannya.


Ditengah-tengah suasana yang romantis itu, tiba-tiba terdengar bunyi perut keroncongan yang minta untuk segera dikasih makan. Dan bunyi perut itu berasal dari perut Shena yang memang sejak kemarin tidak mau makan apa-apa.


“Sepertinya … aku lapar,” ujar Shena lirih karena malu.


“Aku juga. Cepat mandi dan ayo kita sarapan. Apa yang ingin kau makan?” tanya Leo sambil membelai lembut rambut Shena.


“Apa saja, aku juga tidak tahu apa makanan kesukaanku.”


“Kau suka ikan panggang, ayam panggang, bebek panggang dan segala makanan lain yang dipanggang. Ah … juga BBQ, pasta dan yang paling kau suka adalah mi ayammm …” Leo tak bisa melanjutkan kata-katanya.


“Mi ayam apa?” tanya Shena sangat penasaran.


“Mi ayam buatanku,” ujar Leo. “Tapi … aku sudah lupa cara membuatnya, karena itu sudah sangat lama sekali.”


“Benarkah? Kau membuat mi ayam? Untukku? Tuan muda sepertimu bersedia buat mi ayam hanya demi wanita sepertiku?” Shena geleng-geleng tak percaya.


“Memangnya kenapa? Meskipun aku tuan muda, aku bisa melakukan apa saja terutama untuk wanita yang kucintai. Lagian, itu sudah lama sekali, saat kau ngidam anak pertama kita, apa maksudmu dengan kata ‘wanita sepertiku’. Aku rela melakukan apa saja untukmu, jangankan hanya buat mi ayam. Bulan dan bintang pasti akan kuambilkan jika kau yang memintanya.”


“Dasar gombal! Mana bisa kau mengambil bulan dan bintang, ha? Memangnya kau itu superhero apa? Ada-ada saja.” Shena tertawa mendengar kalimat gombalan Leo.


Hati Leo jadi berbunga-bunga melihat Shena tertawa. Itulah senyum yang ia rindukan. Shena sangat terlihat cantik bila tertawa seperti itu.

__ADS_1


Namun, insiden tak terduga tiba-tiba saja menimpa Shena dan Leo. Saat Shena pergi hendak mengambil handuk untuknya sendiri, handuk yang melingkar dipinggang Leo tak sengaja terpaut pada pakaian Shena sehingga seluruh bagian tubuh Leo terbuka. Shena sangat terkejut karena ada yang mengganjal dipakaiannya dan betapa terkejutnya ia saat melihat Leo sudah telanjang seutuhnya seperti bayi yang baru lahir tapi suaminya itu malah terlihat santai. Sontak saja Shena langsung berteriak sekencang-kencangnya. Sebab, ia merasa baru kali ini melihat tubuh telanjang suaminya.


“Aaaaaaaagghhhhh!” teriak Shena mengagetkan Leo yang sedang memungut ponselnya diatas kasur. Ia langsung menoleh kearah Shena yang sedang menutup wajahnya dengan kedua tangan.


“Sayang, ada apa?” tanya Leo heran.


“Jangan mendekat!” teriak Shena dengan lantang menghadang langkah Leo yang hendak menghampirinya.


“Kenapa?” Leo jadi bingung. Padahal barusan mereka berpelukan, tapi sekarang Shena malah melarangnya mendekat.


“Apa kau tidak sadar? Kau telanjang bulat? Dan itu …” Shena menunjuk-nunjuk pedang etalibun Leo sambil terus menutup matanya. “Apa kau tidak malu, ha?” teriak Shena lagi. Ia terus memejamkan mata kuat-kuat. “Cepat pakai handukmu? Kenapa kau tak memakai apapun dibalik handuk, heh? Dasar tidak tahu malu.”


Leo mengamati dirinya dan tertawa. “Sayang, kau sudah sering melihatnya, untuk apa aku malu?Pakaian dalamku kotor, dan aku berencana untuk memakai yang baru. Lagian, di dalam kamar ini hanya ada kita berdua, hal seperti ini sudah biasa terjadi diantara kita, Sayang.” Leo berjalan lagi mendekat ke arah Shena.


“Handukku ada padamu, bagaimana aku bisa memakai handuk lagi jika kau terus membawanya. Apa … kau sengaja?” tanya Leo pura-pura.


“Apa?” Shena terkejut dituduh Leo yang bukan-bukan.


“Bilang saja kalau kau ingin melihat tubuh seksiku ini. Aku akan memperlihatkannya padamu selama yang kau inginkan.” Leo menggoda Shena. “Ini juga bagian yang biasa kita lakukan Sayang. Sungguh, aku tidak bohong.”


“Hah? Kau gila!” pekik Shena. Ia mulai membuka mata. Benar saja, handuk Leo masih tersangkut dipakaiannya. Buru-buru Shena melepaskan handuk itu dan melemparkannya pada Leo sambil memejamkan matanya lagi. “Pergi kau! Keluarlah dari sini!” pinta Shena.


“Tidak mau!”


“Kenapa tidak mau? Kau bilang kau mau menuruti apa saja yang aku katakan?”

__ADS_1


“Kali ini tidak bisa, jika aku keluar … akan ada banyak orang yang melihatku begini. Itukah yang kau inginkan?” tanya Leo.


Deg!


Benar juga, si mesum ini sedang telanjang. Haduh ... kenapa dia tidak cepat-cepat pakai baju, sih? Apa dia sengaja? batin Shena.


“Kalau begitu aku saja yang keluar!” ujar Shena langsung nyelonong pergi. Ia menutup pintu kamarnya sendiri sampai terdengar bunyi ‘brak’.


“Sayang? Apa kau tak mandi dulu?” teriak Leo dari balik pintu tapi yang diteriaki malah acuh tak acuh dan sibuk sendiri dengan pikirannya.


“Astaga! Apa katanya tadi? Hal seperti itu sudah biasa dilakukan? Yang benar saja? Sebenarnya aku dan dia itu pasangan seperti apa sih? Memalukan sekali!” gumam Shena bergidik ngeri mengetahui betapa mesumnya seorang Leo.


Karena hatinya sedang kesal, tak terasa langkah kaki Shena membawanya ke balkon lantai atas rumah Shena. Dari sini, ia bisa melihat pemandangan diseluruh desanya dan juga beberapa rumah penduduk desa yang tinggal disekitarnya. Karena di desa, jarak antara satu rumah dengan rumah yang lain termasuk renggang dan luas. Sangat berbeda dengan rumah-rumah yang ada di kota dimana antara rumah yang satu dengan yang lainnya tak ada sekat. Kalaupun ada, tak seluas seperti saat berada di desa.


Mungkin karena populasi penduduk di kota jauh lebih padat daripada di desa. Makanya lahan di kota juga sangat terbatas. Sedangkan lahan di desa sangat luas dibandingkan populasi penduduknya. Hal itu terjadi karena sebagian besar penduduk desa banyak yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan dan jarang sekali pulang kecuali hari-hari besar atau liburan.


Pemandangan alam di desa ini sangat menakjubkan dan merupakan salah satu destinasi wisata terbaik diwilayahnya. Semua itu tak luput dari campur tangan Leo saat keduanya masoh tinggal di sini dulu. Apalagi seluruh perkebunan teh ini sudah dibeli Leo atas nama istrinya. Sungguh beruntungnya Shena bersuamikan seorang Leo, Pangeran tajir melintir yang amat sangat mencintai Shena melebihi apapun.


Dari kejauhan, Shena melihat anak perempuan manis sedang membersihkan rumah dan mencuci pakaiannya lalu menjemurnya di pekarangan. Anak itu, mengingatkannya akan seseorang yang Shena kenal, tapi ia tidak ingat siapa orang itu.


“Ah,” ujar Shena sambil memegangi kepalanya. Tiba-tiba saja ia merasakan sakit tapi tak sesakit sebelumnya. “Siapa anak perempuan cantik itu? Diusianya yang masih kecil … ia sudah pandai membersihkan rumah,” gumam Shena sambil terus memandangi anak perempuan itu.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2