Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 80 Kakak dan Adik


__ADS_3

"Sedang apa kau disini?" tanya Refald yang baru saja datang. Dibelakangnya ada Mr. Dan Mrs. Dilagara, yaitu ayah dan ibu Refald. Ketiganya berjalan mendekat ke arah Leo berdiri.


"Paman, Bibi, kalian datang juga kemari?" seru Leo senang. Sudah lama juga Leo tidak bertemu dengan bibinya. "Bagaimana kabar Bibi, lama tidak bertemu, Bibi semakin cantik saja." Leo memeluk bibinya.


"Kau juga semakin tampan," balas Ibu Refald. "Kenapa kau ada diluar? Dimana Shena dan adikku?"


"Mereka ada di dalam, saat ini Yeon sedang meminta ASI pada Shenaku, makanya aku disuruh keluar."


"Kau pasti bikin kacau, makanya adikku itu mengusirmu." Ibu Refald tersenyum senang dan ia pun masuk ke dalam. Sedangkan Refald sendiri malah asyik berbincang-bincang dengan Roy.


"Aku tidak menyangka paman dan bibi bisa meluangkan waktu datang kemari. Bagaimana dengan kakak ipar? Siapa yang membantu menjaga Rey?" tanya Leo pada pamannya yang berdiri disampingnya.


"Ada banyak pasukan Refald disana. Kau jangan khawatir. Aku sungguh penasaran seperti apa cucuku. Karena itulah aku langsung kemari dengan minta bantuan Refald. Kami juga tidak bisa lama-lama ada disini." Ayah Refald menepuk pelan bahu Leo. Yang dimaksud dengan bantuan oleh ayah Refald adalah kedatangannya kemari tanpa menggunakan alat transportasi, melainkan teleportasi. "Akhirnya, kau sudah menjadi seorang ayah, Leo. Padahal baru kemarin kau masih duduk di bangku sekolah dan merengek padaku minta uang jajan karena ayahmu menghukummu dengan mengambil semua uang sakumu." Ayah Refald mengenang masa kecil Leo yang selalu minta dimanja olehnya.


"Aku sudah bukan anak-anak lagi, Paman. Kini, aku sama dengan biksu Tong ini."


"Siapa yang kau sebut biksu Tong, ha?" Refald memelototi Leo. Ia tidak terima kalau dirinya disamakan dengan biksu Tong.


"Kau!" Jawab Leo jujur.


Refald hendak menyerang Leo, tapi Mr. Dilagara langsung melerai keduanya dengan berdiri ditengah-tengah mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan, ha? Kalian sama-sama sudah jadi seorang ayah. Jangan bersikap seperti anak kecil." Ayah Refald mulai menunjukkan kewibawaannya.


"Masuklah ke dalam, Paman. Yeon mungkin sudah tertidur sekarang," ajak Leo. Pamannya pun mengiyakan dan mereka semua masuk kedalam ruangan untuk melihat baby Yeon.


Shena sangat senang dan juga terharu setelah melihat kedatangan kedua orang tua idola Shena. Semua keluarga Leo benar-benar luar biasa. Menjadi seorang Ibu, adalah hal baru bagi Shena. Ada sedikit rasa takut, bingung, dan ragu menyerang hati Shena. Namun, berkat ibu mertua dan juga bibi Leo, Shena merasa berada ditengah-tengah keluarga yang bahagia. Gadis itu banyak belajar dari dua sosok yang ada dihadapannya. Shena begitu bahagia. Punya keluarga dan suami yang amat sangat menyayanginya.


"Semoga saja, Yeon tidak bengal seperti ayahnya," ujar Bibi Leo. Kali ini giliran dia yang mendapat kesempatan menggendong Yeon kecil.


"Kita berdua bisa melemparinya sandal kalau sampai jadi bengal seperti ayahnya." Biyanca tertawa pada kakaknya.


"Heh, kau benar. Yeon Sayang ... Jadilah anak yang baik dan berbakti kepada kedua orangtuamu, jangan jadi bengal seperti ayahmu supaya tidak kena lemparan sandal kami." Semua orang langsung tertawa mendengar kata-kata bibi Leo termasuk Shena sendiri.


"Apa rencana Kakak setelah ini. Kita sudah lama tidak bertemu. Menginaplah disini, aku masih sangat merindukanmu Kak," pinta Biyanca.

__ADS_1


"Tidak bisa, Bii. Aku dan Laga, tidak bisa lama-lama disini. Keberadaan kami sekarang ilegal. Laga sengaja mengelabuhi atasannya dengan alasan pergi makan siang denganku dan berkat Refald, kami bisa sampai kemari. Sebentar lagi, kami berdua harus kembali. Jika tidak, Laga bisa kena masalah. Oh iya, selamat untukmu, Bii. Akhirnya kau menyusulku menjadi seorang nenek. Itu artinya, kita berdua sudah tua sekarang."


"Kau benar Kak, sebentar lagi Byon akan kemari. Temui dia dulu sebelum pergi."


"Tidak perlu, kami sudah berpapasan dengannya tadi. Kami akan datang ke pesta yang diadakan Byon untuk menyambut kelahiran cucu pertamanya. Jadi, kau jangan khawatir. Kita masih bisa bertemu lagi."


"Oh, begitu. Baiklah, Kak. Terima kasih atas kunjungannya. Begitu Shena membaik dan keluar dari rumah sakit, kami semua akan mengunjungi Rey disana."


"Ehm, kabari aku kalau kalian mau datang, aku akan menyambut kalian semua."


"Baik. Kau tahu, Kak? Aku sungguh sangat merindukanmu. Sejak kita berdua menikah, kita jadi jarang bertemu." Biyanca menggenggam erat tangan kakaknya.


"Tentu saja, karena kita berdua menikah dengan laki-laki luar biasa dibidangnya."


"Ehm, Kakak benar. Aku masih ingat mereka berdua bahkan hampir saling membunuh karena profesi mereka yang bertolak belakang, satunya penegak hukum, satunya lagi penjahat kelas kakap."


"Huh, benar. Tapi kini mereka sangat akur melebihinya kita saudara kandung." Biyanca merangkul bahu kakaknya sambil sama-sama menimang baby Yeon. yang sedang menggerak-gerakkan kedua tangannya meski matanya masih terpejam.


Ini pertama kalinya Shena dibuat baper oleh eratnya ikatan tali persaudaraan ibu mertuanya dan saudarinya. Tak heran jika Leo dan Refald sangat dekat meskipun keduanya bagai Tom and Jerry kalau bertemu.


Mendadak, Shena jadi ingat keluarga satu-satunya yang dimiliki Shena saat ini. Mendadak ia merindukan bibi dan saudara sepupu Shena. Meski dulu mereka tidak bersikap baik pada Shena, tapi Ibu satu anak itu benar-benar menyayangi mereka semua.


***


Malamnya, waktu yang ditunggu-tunggu Leo akhirnya datang juga. Semua orang sudah pulang ke tempat mereka masing-masing. Kini, tinggallah Leo dan Shena berdua saja didalam ruangan. Untunglah Baby Yeon tidak rewel dan lebih banyak tidur sehingga tidak begitu merepotkan Leo dan Shena.


Sedari tadi, Leo menjaga dan mengusap lembut rambut istrinya sambil membantu menggoyang-goyangkan ranjang box bayi tempat tidur baby Yeon saat ini. Matanya tak henti-hentinya melihat istrinya yang tertidur lelap. Leo mencium mesra kening Shena sehingga gadis itu terjaga merasakan sebuah ciuman dari suaminya.


"Apa aku membangunkanmu, Sayang?" bisik Leo saat Shena membuka mata.


"Ehm, tidak apa-apa. Maaf aku ketiduran, kau jadi harus menggantikanku menjaga Yeon."


"Ini sudah tugasku. Kau sedang dalam masa pemulihan sekarang. Kau harus banyak-banyak istirahat, Sayang. Jangan khawatirkan Yeon. Serahkan dia padaku. Tidurlah kembali, kalau Yeon menangis, aku akan membangunkanmu." Sekali lagi, Leo mengecup lembut kening Shena dan memeluknya dalam dekapannya. "Terimakasih, Sayang. Terimakasih karena sudah rela berjuang melahirkan putra pertama kita. Aku harap, kau tidak kapok dan bersedia melahirkan anak-anak kita selanjutnya," goda Leo pada Shena.


"Kau mulai lagi." Shena langsung keki mendengar Leo berkata seperti itu.

__ADS_1


"Bercanda Sayang. Tapi aku sangat tidak keberatan jika kau mau menuruti cita-citaku."


Shena mengerutkan alisnya. "Memangnya, apa cita-citamu? Bukanlah kau sudah punya segalanya? Harta, tahta, dan juga aku?"


"Ehm, tapi aku juga punya cita-cita. Dan cita-citaku adalah punya banyak anak darimu," kekeh Leo.


"Hah, dasar kau ini!" Shena memukul pelan dada Leo, tapi suaminya itu malah memeluknya dengan sangat erat. Tubuh Shena bahkan ikut bergetar naik turun karena tawa Leo.


Tiba-tiba baby Yeon menangis dan Leo mengangkat tubuh putranya lalu memberikannya pada Shena supaya diberi ASI.


Saat Shena menyusui, mata Leo tak pernah lepas dari Shena. "Buah manggamu besar sekali, Sayang? Kenapa aku baru sadar?"


"Menurutmu gara-gara siapa aku punya mangga sebesar ini, ha?" Cetus Shena keki juga mendengar perkataan Leo.


"Aku? Masa iya?"


"Sejak menikah denganmu, kau memakan semua manggaku? Kau tidak ingat?" sindir Shena.


"Mana mungkin aku lupa kalau soal itu. Hal itulah yang paling aku inginkan setiap kali bersamamu. Tapi sepertinya, sekarang posisiku sudah digantikan oleh Yeon. Aku sudah tidak bisa menikmati buah manggamu yang manis bagai madu itu." Leo menatap putranya yang mulai tertidur lelap didekapan Shena.


"Dasar mesum!" gumam Shena.


BERSAMBUNG


***


Kisah Byon dan Biyanca siap rilis begitu juga dengan kisah mas Samurai. ..


Terus dukung penulis dengan like, komentar dan vote supaya lebih semangat lagi nulisnya.


Oh iya, aku kasih visual orang tua Refald ya ... hehe ...



Gimana? cocok jadi ortunya Refald kan?

__ADS_1



nah kalau ini siapa lagi kalau buka papah muda Leo, hehe ..


__ADS_2