Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 148 Berbadan Dua


__ADS_3

Aksi balas dendam Leo kali ini benar-benar menguras tenaga dan emosi jiwa semua karyawan yang bekerja di distro yang terkenal akan barang-barang branded dimana para konsumennya berasal dari para kaum high class semua. Namun hari ini, mereka semua harus mengalami nasib sial karena Leo sengaja membuat mereka kehabisan tenaga bahkan sampai membuat beberapa diantaranya pingsan karena melayani kemauan Leo yang selalu berubah-ubah.


"Kalian mungkin lelah, istirahatlah sebentar. Aku sudah menemukan gaun yang sangat pas dengan istriku." Leo menunjukkan gaun yang diambilkan pertama kali oleh mereka. Sontak saja, semua karyawan ini langsung naik pitam.


"Tuan, itukan gaun pertama yang kami ambilkan tadi? Kalau anda menyukai gaun itu sejak awal, harusnya anda mengatakannya. Kenapa Anda membuat kami semua kelelahan dengan mengambilkan semua barang-barang yang ada di distro ini?" protes salah satu karyawan wanita yang berdiri paling depan.


"Suka-suka aku dong," jawab Leo seenak jidatnya tanpa merasa bersalah sedikitpun. "Untuk memastikan manakah yang terbaik, Shena harus mencoba semua gaun berharga selangit ini satu persatu. Dan kuputuskan ... gaun pertama yang kalian ambilkan, lebih cocok dengan istriku." Leo menyeringai puas menatap wajah-wajah kesal didepannya. Sementara Shena masih diam membisu. Ia sendiri menyukai gaun yang mirip seperti gaun pertunangannya dengan Leo beberapa waktu silam.


Rasakan! Siapa suruh kalian menganggap remeh istriku. Bersiap-siaplah untuk menerima kejutan selanjutnya, batin Leo.


"Bagaimana menurutmu, Sayang?" tanya Leo pada Shena.


"Aku juga suka gaun ini, modelnya hampir sama dengan ...,"


"Gaun pertunangan kita," sela Leo dan langsung mencium cepat bibir Shena sambil tersenyum.


"Iya, kau ingat." Shena jadi teringat kembali masa-masa indah yang terjadi antara Leo dan juga Shena sewaktu mereka memulai hubungan mereka.


"Aku tidak pernah lupa pada apa yang terjadi pada kita disetiap detiknya. Aku takkan pernah bisa melupakannya. Dan Sekarang, ayo kita lanjutkan perhitungan dengan mereka semua karena sudah berani meremehkan dirimu." seringai Leo membuat Shena jadi merasa iba pada semua karyawan yang ada di sini.

__ADS_1


Shena sendiri hanya tepok jidat melihat ulah suaminya. Tiba-tiba saja, Shena merasa sangat lelah karena harus mencoba banyak gaun. Leo tahu hal itu dan menyuruh karyawan itu mengambilkan sebuah kursi untuk Shena supaya istrinya ini bisa duduk. Padahal Leo sendiri juga bisa mengambilkannya untuk Shena, tapi sepertinya lagi-lagi Leo ingin semua karyawan di distro ini melayani Shena dengan baik karena mereka sudah berani menganggap remeh istrinya.


"Ambilkan kursi itu dan bawa kemari, sepertinya istriku ini juga lelah," ujar Leo pada karyawan itu.


Walau hati seluruh karyawan wanita yang ada di sini sedang dongkol akut pada Leo, tak ada yang bisa mereka lakukan selain menuruti semua yang diperintahkan Leo karena ia adalah pelanggan di distro ini.


Beberapa karyawan mengangkat satu kursi panjang untuk Shena dan segera kembali ke tempatnya semula untuk menunggu titah berikutnya. Sebenarnya, ada yang aneh saat Leo dan para pengawalnya memasuki distro ini. Yaitu tidak ada pengunjung lain lagi selain Leo. Ternyata, beberapa anak buah Leo yang berjaga diluar distro, melarang pengunjung lain masuk ke dalam. Tentu saja apa yang dilakukan Leo ini bisa merugikan omset distro tersebut karena distronya jadi sepi. Artinya, para pelayan yang ada di sini tidak dapat bonus tambahan.


Salah satu karyawan yang mengetahui ulah Leo, memberanikan diri bertanya pada suami Shena itu. "Tuan muda, kenapa anda meminta pengawal anda melarang orang-orang masuk ke dalam distro ini? Apa maksudnya ini?" tanya karyawan itu sehingga membuat seluruh rekannya saling pandang.


Leo tak menggubris pertanyaan karyawati tersebut dan malah meminta Shena duduk di kursi yang tersedia. "Duduklah Sayang," ujar Leo pada Shena. Sikapnya pada Shena sangat manis dan juga hangat. Ia sengaja tak peduli pada yang lainnya.


Leo berlutut didepan Shena dan membantu melepas sepatu ketsnya. Tak berhenti sampai disitu, Leo juga memijat kaki Shena agar istrinya rileks dan tak kelelahan lagi. Tentu saja aksi sweet Leo itu mengundang tanda besar bagi setiap wanita yang ada di sini. Bagaimana bisa sorang tuan muda berpengaruh besar seperti Leo bersikap begitu manis dan romantis habis pada gadis biasa seperti Shena. Hanya dalam sekali lihat, semua orang jadi tahu betapa besarnya cinta Leo untuk Shena.


"Leo, apa yang kau lakukan? Hentikan, aku bisa memijat kakiku sendiri!" bisik Shena karena jadi tidak enak dilihat yang lainnya.


"Apalagi? Aku tidak ingin istriku yang sangat aku cintai ini kelelahan," jawab Leo tersenyum manis sambil terus memijat lembut kaki Shena.


"Tapi kau tidak harus melakukan ini. Apa kata orang-orang, nanti? Seorang tuan muda gengster sepertimu tak pantas melakukan semua ini untuk wanita sepertiku."

__ADS_1


"Aku tidak perduli!" seru Leo mulai serius. "Seluruh dunia harus tahu, betapa berharganya kau bagiku supaya tak ada lagi yang bisa meremehkanmu lagi, Sayang. Aku tak hanya akan melakukan apapun yang terbaik untuk bisa membuatmu bahagia disisiku, bahkan aku rela mengorbankan nyawaku untukmu Shena ... sebab kau adalah istriku, ibu dari anak-anakku! Biarkan aku melakukan apa yang harus aku lakukan untukmu ...," belum juga Leo menyelesaikan kalimatnya, sebuah ciuman manis dari Shena mendarat mulus dibibir seksi Leo.


Walau Leo agak sedikit terkejut dengan hadiah kecil dari Shena, iapun sangat bahagia dan membalas ciuman manis Shena dengan menghisap-hisap lembut bibir ranum isterinya.


Semua karyawan yang melihat adegan mesum itupun hanya bisa memalingkan wajah mereka. Sebagian ada yang iri dan sebagian lagi ada yang takjub melihat betapa romantisnya pasangan suami istri itu.


Apa yang dilakukan ini, membuat beberapa karyawan yang ada di distro ini sadar bahwa menilai orang itu tidak boleh dari luarnya saja. Sebab, penampilan luar bisa saja menipu mata setiap orang yang memandang.


Seperti halnya yang terjadi pada hari ini. Dibalik pakaian sederhana yang dikenakan Shena dan Fey, ternyata mereka adalah seorang putri dan ratu bagi suami-suami sultan mereka. Sedangkan Fabio yang berpakaian serba mahal, rupanya hanyalah seorang penipu ulung dimana hidupnya berakhir tragis akibat ulahnya sendiri.


Satu hal yang mereka baru tahu, ternyata Shena sangat cantik jika memaki gaun. Penampilannya sangat berbeda dengan ketika ia menggunakan pakaian kasual. Pantas saja seorang tuan muda Leo, sangat cinta mati pada Shena. Lah aslinya cantik begitu!


"Kau tak harus melakukan ini, aku sangat tahu seperti apa cintamu padaku. Dan aku juga sangat mencintaimu." Shena menatap tajam wajah tampan suaminya.


"Aku harus melakukannya, apalagi saat ini istriku sedang berbadan dua, jadi mukai hari ini aku akan selalu memperlakukanmu secara istimewa."


"Apa?" Shena terkejut mendengar ucapan suaminya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2